Cara Sederhana Mengembangkan Diri (3)

Oleh : Arief Maulana

Mengembangkan diri itu sederhana, asal kita tahu caranya. Jika di artikel sebelumnya saya share cara mengembangkan diri lewat buku-buku positif, maka di artikel pengembangan diri kali ini ada 1 lagi cara yang biasa saya lakukan, yaitu mengikuti seminar-seminar / training pengembangan diri.

Berdasarkan pengalaman saya, banyak manfaat yang bisa kita peroleh dengan mengikuti seminar-seminar ini. Disamping Anda mendapatkan ilmu yang bisa digunakan untuk mengembangkan diri, dengan mendatangi seminar-seminar positif kita bisa memperluas pergaulan dengan menjalin hubungan / relasi baru. Dan bisa dipastikan bila itu Anda lakukan, maka Anda sama artinya sedang menjalin hubungan dengan orang-orang berkualitas. Orang-orang yang sama-sama punya kemauan untuk berkembang dan menjadi sukses seperti Anda.

Darimana kita bisa mendapatkan informasi tentang seminar-seminar tersebut? Banyak cara saya kira. Misalnya Anda bisa cari di koran. Di koran Jawa Pos misalnya. Kalau kita jeli, di salah satu halaman itu ada kolom AGENDA KOTA. Disana biasanya ada informasi-informasi tentang seminar dsb. Kalau di koran lain, mungkin ada juga.

Selain di koran, informasi mengenai seminar ini bisa juga kita cari di internet. Kalau Anda kenal trainer top seperti Andrie Wongso, Tung Desem Waringin, Adi W.Gunawan, dll, maka kita bisa langsung kunjungi website mereka untuk mencari tahu kapan jadwal seminar mereka di kota Anda. Bisa juga Anda kunjungi website informasi seminar teman saya, Petrus, yang khusus menyajikan informasi mengenai seminar-seminar.

Memang, rata-rata seminar / training itu menuntut kita untuk merogoh kocek membeli tiket. Tapi tidak jarang juga ada seminar-seminar yang diadakan gratis. Seperti seminar 2 jam bagaimana mendapatkan properti tanpa uang yang pernah saya ikuti di Gramedia Expo Surabaya. Memang tidak mendetail, tapi paling ngga saya ada gambaran bahwa memiliki properti semewah apapun tanpa uang itu bisa.

Karena seminar rata-rata membutuhkan sedikit investasi, saya ada beberapa tips yang bisa dipraktekkan agar investasi yang Anda keluarkan bisa maksimal.

space

TENTUKAN PRIORITAS PENGEMBANGAN DIRI

Menentukan prioritas pengembangan diri maksudnya kita perlu mencari dan memilih seminar mana yang cocok dan pas untuk diikuti. Cari tahu siapa pakar yang ahli dalam membawakan seminar terkait bidang pengembangan diri yang ingin kita tingkatkan. Untuk itu, Anda bisa mulai memilah-milah dan membaca diri. Kira-kira apa kebutuhan kita untuk berkembang menjadi lebih baik lagi.

Contoh : Anda akan berkecimpung di dunia bisnis. Ada baiknya Anda mengembangkan skill dan kemampuan di dua bidang, marketing dan komunikasi. Maka, Anda bisa mulai mencari buku-buku bertemakan strategi marketing + seminar-seminar yang diadakan oleh pakar marketing seperti Hermawan Kertajaya, Tung D.W, dll. Sehingga kemampuan Anda menyusun strategi marketing terasah. Atau jika Anda serius di bisnis internet, ikuti saja seminar blogging, paypal, SEO, atau apapun yang menunjang bisnis Anda.

Begitu juga dengan kemampuan berkomunikasi. Kenapa? Karena di bisnis seringkali kita dihadapkan pada situasi untuk bernegosiasi ataupun menjalin hubungan relasi baru. Kalau kemampuan komunikasi Anda bagus, tentu menjadi lebih mudah. Maka carilah buku-buku dan seminar-seminar tentang ilmu komunikasi.

space

PILIH YANG SIFATNYA APLIKATIF

Sebisa mungkin carilah seminar yang sifatnya aplikatif. Maksudnya di dalam seminar itu, tidak hanya materi semata melainkan juga ada sesi prakteknya. Sehingga ada satu pengalaman yang tidak terlupakan saat kita ikut di seminar tersebut.

Ketika mendapatkan materi masalah hakikat dan psikologi belajar (pada saat ikut Pelatihan Pemandu LKMM ITS), saya mendapati bahwa seminar / pelatihan yang baik adalah yang di dalam materinya ada sesi praktek melibatkan peserta. Ini akan lebih terekam ke dalam alam bawah sadar dan terus dibawa oleh peserta sepanjang hidupnya. Dan memang benar. Seminar-seminar yang ada sesi prakteknya hingga saat ini masih saya ingat jelas ketimbang yang isinya teori belaka.

Pertimbangan lainnya, untuk seminar yang bersifat aplikatif biasanya pembicaranya adalah praktisi yang sudah mempraktekkan materi yang dibawakan. Tidak jarang mereka berbagi pengalaman bagaimana menggunakan metode-metode praktis yang teruji untuk menunjang kesuksesan Anda.

Contoh : Seminar Financial Intelligent Power yang pernah saya ikuti di kampus. Acara di bagi menjadi 2 sesi. Pertama adalah teori dan studi kasus tentang kecerdasan finansial. Sedangkan bagian kedua adalah praktek.

Di sesi praktek, seluruh peserta dibagi menjadi beberapa tim bisnis. Dengan waktu yang dibatasi, kita diminta menghasilkan profit sebesar-besarnya dari berbagai transaksi bisnis. Modal tiap tim bisnis diberikan sama. Jenis transaksi bisnis yang mau dilakukan bebas. Tim bisnis lain yang mau diajak kerjasama pun bebas, layaknya kerjasama bisnis antar perusahaan.

Disediakan juga bank, produsen produk, simulasi pasar, dll, termasuk aturan-aturan bisnis yang berlaku. Benar-benar simulasi bisnis. Dari praktek itu, semua peserta jadi paham dan mendapatkan gambaran dunia bisnis beserta transaksinya seperti apa. Termasuk menyusun strategi bisnis kecil-kecilan.

space

BERPARTISIPASI AKTIF DI DALAMNYA

Ada satu statemen yang pernah dilontarkan oleh salah satu trainer, pada saat Pelatihan Pemandu LKMM ITS yang saya ikuti dulu. “Beribu seminar, training, ataupun workshop yang Anda ikuti, tidak akan memberikan manfaat apa-apa jika Anda tidak berpartisipasi aktif di dalamnya”.

Seminar aktif yang melibatkan peserta dibuat dengan tujuan memberikan satu pengalaman pribadi yang berkesan. Dengan kesan tersebut, tentu tidak akan mudah terlupakan begitu saja. Pengalaman tersebut biasanya akan selalu kita ingat dan terekam dalam memori alam bawah sadar.

Ketika suatu saat kita dihadapkan pada masalah yang menuntut penyelesaian cepat, maka otak kita akan segera mencari rekaman-rekaman pengalaman sebagai referensi kita dalam bertindak ataupun mengambil satu keputusan. Termasuk pengalaman-pengalaman saat kita mengikuti sebuah pelatihan ataupun seminar pengembangan diri ini. Jadi aktiflah! Rugi kan udah bayar tiketnya kalau ngga dapet manfaat sebesar mungkin.

Oke, itu tips singkat dari saya sekaligus menutup seri artikel cara sederhana mengembangkan diri. Walau nanti prakteknya tidak sesederhana yang dipaparkan disini, kalau saya bisa melakukan itu Anda pun pasti bisa. Kuncinya adalah MAU. Jadi kalau Anda tidak bisa berkembang, itu bukan karena tidak bisa melainkan tidak mau. Setuju?

Salam Sukses,
Photobucket
space

  1. Sepertinya untuk poin yang ketiga harus saya perketat lagi. Kalo saat ini masih sedikit “leha-leha” berharap kedepannya lebih menggunakan tenaga extra.:sip:

    • arief maulana says:

      @pangki, uraian point ke-3 keren yah! Itu ilmunya pak Adi W.Gunawan tuh, mind navigator and reeducator Indonesia.

      Saya kutip dari trainer saya dulu, hehehe…

      Susah sekarang, senang kemudian. Senang-senang sekarang… melarat kedepan. Pilih mana? :puyeng:

      • andy sianipar says:

        @arief maulana, wah kalau gitu saya pilih yang susah sekarang senang kemudian mas,,,
        sebagai motivasi juga Allah menyebutkan dua kali ” Dibalik kesulitan ada kemudahan,dan sungguh dibalik kesulitan ada kemudahan ”
        bukankah itu berarti memang ada kesenangan setelah kesulitan ya ?

  2. wah saya dah lama ga ikut seminar..itupun seminar dari mlm hehe, saat berada didalam ruangan rasanya semangat sekali, tapi setelah nyampe rumah berbeda rasanya, apa faktornya mas? kaya kudu gabung ma orang postif trus ya:pukulanseribu:

    • arief maulana says:

      @Tri Agung Yogaswara, motivasi dalam diri kurang mas. Faktor eksternal… itu cuma bertahan sebentar, paling banter 2 minggu setelah seminar.

      Makanya, kita harus pandai2 membangun motivasi diri. Menyusun rencana2 segera setelah mengikuti seminar. Mumpung lagi hot2nya.

      Kalau plan sudah jadi, tinggal konsisten mengikuti itu.

      Dan bener kata mas. Dengan tetap bertahan di lingkungan orang2 positif, semangat akan tetep terjaga.

  3. setuju dengan kata MAU ,apapun itu jika tidak ada kemauan pasti akan ketemu dengan senang2 sekarang melarat kedepan…sdh melarat harta,melorot eih melarat ilmu.
    :nangis::nangis:

  4. mengikuti seminar memang bagus untuk pengembangan diri Mas, tapi faktor biaya menjadi kendala bagi saya apalagi biaya seminar tidaklah murah bisa berjutjut. kalaupun ikut yang gratisan seperti beli property tanpa modal hanya sedikit yang bisa kita petik manfaatnya udah itu selebihnya bayar, jadi bikin penasaran….

    • arief maulana says:

      @rudy azhar, menabung mas…
      Investasi untuk masa depan yg lebih baik. Jika ngga kuat 50rb/bln, 10rb/bln jg gpp. Lama-lama kesampaian juga.

      Seperti saya saat ini yg lagi nabung utk ikut Training for Firewalk Trainernya Tung Desem Waringin. HTM : 15juta.

      Terlihat imposible kan, apa lagi saya belum kerja. But, nothing imposible kalau ada niat.

  5. koq sekarang malas yah ikut seminar, karena sebagian besar tidak memberi sesuatu yang baru, ,,,, bener kata mashengky, yang enak jadi pembicara dalam seminar….

    • arief maulana says:

      @The Human Biology, fokus di satu dulu sampai berasa efeknya. Baru kembangin yang lainnya.

      Kalau ngga nyantol juga, berarti perlu konsultasi langsung ke Adi W.Gunawan

  6. Pengembangan diri sebenarnya sudah ada di diri masing masing tinggal mampukah diri itu menepiskan rasa malas untuk mengeksploitasi kemampuan diri seperti point 3 ya mas, apa malah ngantuk ya klo ikut training he…he…sukses mas dan semoga selalu sehat, amin:belajarkeras:

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,853 bad guys.