Oleh : Arief Maulana

file kerja
File Kerja

Selalu ada perasaan senang, manakala meja kerja saya bersih tanpa ada berkas-berkas atau file di atasnya. Biasanya, tidak pernah luput dari tumpukan file dengan tiga macam warna map, merah, kuning, dan hijau. Semua isi map itu adalah data-data yang dibutuhkan untuk menyelesaikan laporan survey kapal yang telah kami, para surveyor, lakukan di lapangan. Kalau pabrik produknya mungkin berupa sebuah barang, maka bagi surveyor, produk utama kami adalah laporan survey kapal.

Belum lama habis file di atas meja, mentor saya pun datang. Beliau datang, menaruh beberapa map lagi di meja kerja saya. Itu artinya, ada tugas yang harus diselesaikan. Mungkin tidak bisa selesai semua hari ini, tapi paling tidak ada jangka waktu sekian hari untuk menyelesaikannya. Maklumlah, saat ini saya masih tengah menduduki posisi sebagai asisten surveyor dan berada di bawah bimbingan senior surveyor. Ya, sebagai wujud “pelatihan” ketika nanti saya memiliki wewenang sebagai surveyor dan mengerjakan sendiri laporan survey saya.

Pernah pada satu titik saya berada pada kejenuhan yang luar biasa. Mood jatuh dan mengerjakan semuanya terasa sangat malas. Membuka laptop saja sudah eneg, apalagi mengerjakan laporan-laporan yang tidak semuanya mulus. Beberapa kapal bahkan cukup bermasalah. Kalau kata mentor, “Yang begini-begini ini yang justru bisa mendewasakan cara berpikir dan bersikap kita.”

Karena sampai pada titik dimana saya malas mengerjakan semuanya, akhirnya saya terpancing untuk mengeluh. Namanya juga manusia. Saya terus saja membuang waktu dan energi untuk terus mengeluh dan mengeluh. Hasilnya apa? Tidak ada satu laporan pun yang selesai. Yang ada justru tekanan semakin besar karena dituntut menyelesaikan semuanya dalam waktu yang semakin pendek dan tidak sepanjang ketika saya pertama kali menerima tugas tersebut.

Saya kemudian merenung dan berpikir. Sampai akhirnya saya menemukan sebuah jawaban. Sebuah misteri kehidupan, bagaimana cara menyelesaikan semua masalah dengan mengeluh. Ini dia formula rahasianya :

Cara menyelesaikan masalah dengan mengeluh adalah…………. TIDAK ADA

Ya, hampir tidak ada cara menyelesaikan masalah dengan mengeluh. Yang ada justru dengan mengeluh kita menambah masalah baru. Kita memperpendek waktu penyelesaian masalah yang ada karena sebelumnya kita habiskan untuk mengeluh dan terus mengeluh setiap waktunya.

tumpukan file kerja
tumpukan file kerja

Alih-alih berusaha menikmati pekerjaan itu, kita memilih untuk melepaskan semua energi dalam bentuk aktifitas yang paling negatif, tidak ada syukurnya, dan membuang banyak waktu. Hasilnya, ya tidak produktif.

Coba bayangkan misalnya ada 10 tumpukan file di meja kerja Anda. Dan Anda diberikan 2 pilihan sebagai berikut :

PERTAMA : Anda terus mengeluh dan mengeluh. Menyalahkan orang lain. Meratapi nasib, kenapa pekerjaan ini tidak ada habisnya. Iri pada rekan kerja yang sepertinya bobot kerjanya tidak terlalu banyak dan tumpukan filenya tidak lebih dari 5 (padahal bisa jadi dia mengerjakan lebih cepat dari Anda).

Tahu-tahu, tanpa Anda sadari kini tumpukan file di meja kerja Anda sudah berubah menjadi 15 file dan deadline 10 file pertama tadi semakin dekat. Tambah runyam jadinya.

atau Anda memilih pilihan kedua

KEDUA : Alih-alih mengeluh, Anda tersenyum. Mulai membuka dan mengerjakan satu persatu tumpukan file yang ada di depan meja kerja Anda. Makin tersenyum lagi, saat Anda melihat ada rekan kerja Anda yang terlihat frustasi karena tumpukan filenya tidak berkurang sama sekali. Sementara karena Anda mengerjakan satu persatu, eh ternyata sudah tinggal 3 file saja.

Anda pun takjub kepada diri Anda sendiri, ternyata mampu memacu diri seproduktif itu. Jangan lupa, sebagai hadiah atas prestasi Anda yang tidak mengeluh dan mulai mengerjakan semuanya satu persatu, mungkin secangkir kopi panas di coffe shop atau cafe layak Anda nikmati sepulang kerja.

Nah, rekan-rekan pilihan mana yang akan Anda ambil? Well, saya tidak berhak memutuskan untuk Anda mau jadi yang mana. Saya pun terkadang masih suka mengeluh, namun tidak saya biarkan berlarut-larut. Setidaknya meski mulut berucap keluhan, tangan tetap menari-nari di atas laptop mengerjakan apa yang memang sudah seharusnya menjadi tugas dan tanggung jawab saya.

Terakhir, jangan lupa untuk melibatkan Tuhan dalam pekerjaan Anda. Beban bisa terasa berkurang loh. Lagipula, bukan kah bekerja adalah ibadah, terlepas apa profesi Anda saat ini. Semoga tulisan saya bermanfaat.

Have nice weekend. :)

Cara Menyelesaikan Masalah Dengan Mengeluh
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

60 thoughts on “Cara Menyelesaikan Masalah Dengan Mengeluh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,420 bad guys.