Bisnis Investasi Online dan Skema Ponzi
Oleh : Arief Maulana
No business without marketing and no marketing without product. Prinsip itulah yang selama ini saya pegang dan jaga baik-baik dalam menjalankan bisnis, baik itu yang sifatnya online maupun offline. Paling tidak dengan begitu saya berada di area aman dari bisnis berkarakter money game atau skema ponzi yang sering datang dengan kedok investasi.
Saya sering sekali mendapatkan tawaran email yang isinya adalah peluang bisnis investasi. Saya rasa Anda pun sering mendapatkannya. Nama bisnisnya beda, uang yang diinvestasikan pun beda. Yang sama cuma satu, model bisnisnya sama-sama mengikuti pola atau skema ponzi. space
SKEMA PONZI
Skema ponzi adalah istilah yang biasa digunakan oleh masyarakat dunia untuk mendefinisikan sebuah sistem bisnis piramida ilegal, dimana keuntungan yang diperoleh oleh seseorang yang bergabung di sebuah perusahaan (biasanya perusahaan investasi) adalah berasal dari orang-orang baru yang bergabung di perusahaan tersebut.
Sehingga bisnis dengan skema ponzi biasanya tidak memiliki produk, dan karena itulah lebih mengarah pada model investasi. Perputaran dana keuntungan untuk membayar para investor bukan dari hasil penjualan satu produk melainkan dari uang pendaftaran member baru. Selalu demikian seterusnya.
Semakin lama berjalan, sistem ini akan menanggung beban yang semakin besar. Makin banyak orang bergabung, maka makin banyak keuntungan yang harus diberikan. Untuk menutup semua itu, dibutuhkan LEBIH BANYAK KORBAN BARU.
Jelaslah dalam hal ini tidak ada manfaatnya sama sekali mengikuti bisnis dengan skema ponzi ini. Untuk lebih memahami, Anda bisa membaca analisa ekonomi yang dipaparkan dengan baik sekali oleh Saudara Yohan Naftali di SKEMA PONZI, terkait dengan pelaku bisnis ponzi terbesar yang baru saja ditangkap beberapa waktu yang lalu, Maddof.
Istilah Ponzi sendiri diambil dari nama tokoh, yakni Carlo Pietro Giovanni Guglielmo Tebaldo Ponzi atau dikenal dengan Charles Ponzi. Dialah orang yang pertama kali menjalankan bisnis dengan skema seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas. Anda bisa cari di google, sudah banyak yang membahas tentang Charles Ponzi.
sspace
SKEMA PONZI = BISNIS INVESTASI ONLINE ?
Setelah Anda mengenal gambaran model ponzi, sekarang coba Anda amati beberapa bisnis investasi online seperti www.AsiaBersama.com, www.AsiaKita.com, www.Bisnis5Milyar.com, www.LimaPuluhRibu.com, dll. Sistem utama mereka sebenarnya ada pada orang baru yang bergabung. Produk hanyalah kamuflase semata.
Biasanya ketika Anda sudah bergabung didalamnya, maka agar Anda bisa mendapatkan uang yang banyak, Anda harus mengajak orang lain untuk bergabung. Produk yang ada seringkali produk tidak bermutu (kamuflase) yang bisa diabaikan. Sedikit sekali manfaat yang didapat. Yang ada, Anda hanyalah menjerumuskan lebih banyak lagi orang ke bisnis tersebut.
Yang lebih parah lagi, sudah model bisnisnya menjerumuskan, dipromosikannya dengan model spam. Ngga peduli dimana aja, di facebook, di email, dll spam bisnis model ini bertebaran. Saya malah jadi kasihan sama beberapa member yang terbilang newbie tapi sudah terlanjur ikutan karena ketidaktahuan mereka. Maka dari itulah saya posting artikel ini.
Dan salah satu cara paling ampuh untuk menyeleksi itu termasuk bisnis money game alias ponzi scheme atau tidak, saya biasa ajukan satu pertanyaan pada mereka.
Kalau saya adalah orang terakhir yang bergabung di bisnis ini dan sudah tidak ada lagi orang lain setelah saya. Apa yang bisa saya dapatkan? Atau Kalau saya tidak bisa mengajak orang lain untuk ikutan bergabung di bisnis investasi ini, manfaat apa yang saya dapatkan?
Para pelaku biasanya tidak bisa menjawab karena bisnis tersebut memang tidak memiliki produk ataupun manfaat. Kalaupun ada manfaat, ya setelah menjerumuskan orang lain ke bisnis itu (dapet untung). Well semua berpulang kepada Anda. Kalau mau menanggung dosa karena menyebarkan dan menjerumuskan orang pada model bisnis yang tidak bermanfaat monggo. Tapi ingat, hasil yang Anda peroleh tidak berkah.
space
INVESTASI YANG BAGAIMANA?
Jika memang Anda adalah seorang pakar investasi saya undang untuk berkomentar bagaimana bisnis investasi yang sebenarnya. Yang jelas kalau bicara soal investasi saya lebih percaya investasi properti dan investasi saham.
Untuk investasi saham pun bukan investasi model beli rendah jual tinggi, melainkan beli dan biarkan. Maka setiap tahunnya Anda akan mendapatkan keuntungan perusahaan atas kepemilikan saham tersebut. Lebih jelasnya Anda bisa cari dan baca 2 buku : Richdad Guide To Investing dan Who Took My Money.
Di buku pertama Anda akan belajar bagaimana seharusnya jalan pikiran dan tindakan seorang investor sejati. Dan di buku kedua Anda akan menemukan 7 tipe investor, mulai dari kelas bawah hingga advance investor.
Saya kira itu dulu. Mudah-mudahan yang sedikit ini bisa membuka mata Anda dan meningkatkan kewaspadaan atas bisnis money game, skema ponzi yang berkedok investasi apapun bentuknya. Seperti yang saya bilang di awal artikel, bisnis real itu kalau ada produk dan keuntungan didapat dari hasil penjualan produk.
Jika memang ada para pelaku bisnis tersebut, monggo kalau mau diskusi di kolom komentar. Diskusi sehat tentunya.





muantep mas.. pertamax tetep naik ya?
balas komentar
arief maulana Reply:
August 7th, 2009 at 1:36 pm
@mashengky.com, pertamax masih mahal mas…. premium aja ga turun2 lagi. Hahaha…
balas komentar
Dimas Reply:
August 7th, 2009 at 2:07 pm
@arief maulana, iya…

mending pake premium aja mas…
kalo pertamax buat orang mapan aja…
iya kan mas arief?
balas komentar
bisnis online | heru Reply:
August 7th, 2009 at 9:55 pm
@Dimas, kalau premix buat orang mana nich
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:11 am
@bisnis online | heru, premix bukannya yg kita bayarkan untuk asuransi itu yah… hahaha…
balas komentar
bisnis online | heru Reply:
August 9th, 2009 at 2:01 pm
@arief maulana,
premix itu peyem


balas komentar
mashengky.com Reply:
August 10th, 2009 at 8:49 am
@bisnis online | heru, dibahaasss
balas komentar
Bisnis Bagi Omset Perusahaan Reply:
October 26th, 2009 at 9:59 am
@arief maulana,
sekarang malah mahalan minyak tanah ya om
balas komentar
wiwinds Reply:
August 9th, 2009 at 5:44 pm
@mashengky.com, gk naik ko mas…hehe..sama aja…

balas komentar
mashengky.com Reply:
August 10th, 2009 at 8:49 am
@wiwinds, iya, aku dah lama gak beli pertamax.. soale di belanda gak bawa kendaraan wakakaka
balas komentar
arham blogpreneur Reply:
August 10th, 2009 at 7:04 pm
@mashengky.com, bukan bahas ponzi tapi kok malah BBM yah
balas komentar
arief maulana Reply:
August 12th, 2009 at 3:11 am
@arham blogpreneur, BBM lebih real dari bisnis ponzi mas… hahaha


balas komentar
arief maulana Reply:
August 12th, 2009 at 3:11 am
@mashengky.com, kalo di luar negeri sih angkutan umum nyaman mas… tapi kalo di Indo… mending bawa kendaraan dewe lah…
balas komentar
Yang lebih tragis itu model investasi online tanpa kerja, tanpa cari downline, bukan mlm, bukan money game, bukan bisnis online, bukan mbah surip (wadoh!)
tapi menjanjikan keuntungan berkali2 lipat dalam jangka waktu tertentu..
Seperti frenstore, dan tetek bengeknya..
Ampun deh….
Ujung2nya duit member dibawa kaburrr….
balas komentar
Dimas Reply:
August 7th, 2009 at 2:02 pm
@beny, setuju mas…


bisnis ini memang sangat rapi yang mampu memperdaya newbie…
apa mereka terlambat menyadari?
balas komentar
beny Reply:
August 7th, 2009 at 2:04 pm
@Dimas, jangankan newbie, yang sudah berkecimpung lama di dunia bisnsi online aja banyak kok yang ketipu…
balas komentar
mashengky.com Reply:
August 8th, 2009 at 6:39 am
@beny, sumpeh… ane zuzur… wkwkwkwkwk..
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:11 am
@beny, itu sih udah kebangetan parahnya mas. Model Lehman’s Brothers…
balas komentar
Wuih….




untung aja aku ga gabung ke bisnis ini…
thanks infonya mas…
balas komentar
bisnis online | heru Reply:
August 7th, 2009 at 9:57 pm
@Dimas,
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:12 am
@Dimas, hehehe… nyaris aja.
balas komentar
oh ya…


mas
buat juga artikel gimana milih bisnis yang benar2 menyediakan produk nyata dan marketing nyata agar terhindar dari skema ponzi.
balas komentar
arief maulana Reply:
August 7th, 2009 at 2:31 pm
@Dimas, pake aja pertanyaan saya yg di quote ke YM CSOnya… itu udah cukup buat seleksi mas… hehehe..
balas komentar
bisnis online | heru Reply:
August 7th, 2009 at 10:00 pm
@arief maulana,
balas komentar
salam kenal Mas…
balas komentar
arief maulana Reply:
August 8th, 2009 at 8:29 am
salam kenal. Senang sekali yg punya web (yg saya rekom) bisa datang ke sini. Thanx infonya mas.
balas komentar
jalani bisnis dengan sabar aja…
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:13 am
@AlvienRizki, emang kudu gitu mas. Jangan cepet2 atau nyari yg instan…
balas komentar
Ada apa ya antara Saya dengan Mas Arief, hehehe…
Baru saja kemarin saya menjajal bisnis investasi, lah..kok artikel tentang bisnis investasi ini langsung keluar. Waduhh…jadi malu kuadrat deh saya.
Sementara saya belum bisa berkomentar banyak dengan tulisan Mas Arief di atas. Komentar berikut, hanya sebagai warming up saja.
Saya juga tidak sepakat dengan bisnis investasi yang model setor-Setor dana ke upline itu.
Nah, la kok sekarang saya justru ikut bisnis investasi juga. Walah…ceritanya panjang. Tapi yang jelas, jika Mas Arief tanya, MISALNYA SAYA ADALAH PENDAFTAR TERAKHIR, APAKAH SAYA MASIH MENDAPAT UANG? jawabnya, TETAP BISA, karena perusahaan memberi sharing profit sebesar 15% setiap akhir bulan dari dana yang sudah saya investasikan hingga waktu tak terhingga selama dana saya masih digunakan oleh perusahaan tersebut.
Selain itu ada bonus sponsoring, bonus prestasi, grand prize, dll…
Kebetulan perusahaan tsb bergerak dalam bisnis real, saham, franchise, forex, dll cuma dikemas secara sederhana dan melibatkan banyak orang (investor).
Jadi, sekali lagi mohon maaf Mas, semoga “IJTIHAD BISNIS” ini tidak salah.
Bukankah Robert Kiyosaki juga sudah menjelaskan dengan gamblang dalam skema Cashflow Quadrant yang salah satunya adalah investasi (investor).
Tinggal kita pilih posisi saja, ingin menjadi pedagang atau investor. Semua berpotensi menghasilkan uang melimpah.
Waduh, kepanjangan ya, ngaciiirrr dulu deh, sebelum tuan rumah dateng, hihihi…
Salam Istimewa!
balas komentar
arief maulana Reply:
August 8th, 2009 at 9:09 am
@Umar Puja Kesuma, makanya sebenarnya yg jadi titik pointnya di definisi investasi itu sendiri mas.
Banyak bisnis skema ponzi yg mengaku bisnis investasi. Padahal tidak.
Kalau pertanyaan yg saya ajukan bisa terjawab (seperti jawaban mas Umar yg dapet 15% dari hasil perputaran usaha) saya rasa tidak masalah.
Namun perlu diselidiki juga, bagaimana perusahaan manajemen investasi melakukan pengelolaan terhadap uang yg kita investasikan.
Jangan2 nanti kasusnya kaya Lehman Brothers itu, hehehe…
Itulah mengapa Kiyosaki sendiri bilang di bukunya, resiko terbesar dari bisnis investasi adalah ketika kita mempercayakan sepenuhnya uang kita pada fund manager.
Maka solusi terbaik adalah mempelajari dan menguasai ilmu investasi.
balas komentar
mashengky.com Reply:
August 10th, 2009 at 8:50 am
@arief maulana, tepat sekali! jitu banget jawaban anda.. gak bisa dibantah lagi wakakakak
balas komentar
beny Reply:
August 9th, 2009 at 10:51 am
@Umar Puja Kesuma,
“sharing profit sebesar 15% setiap akhir bulan dari dana yang sudah saya investasikan hingga waktu tak terhingga selama dana saya masih digunakan oleh perusahaan tersebut.
Selain itu ada bonus sponsoring, bonus prestasi, grand prize, dll…
Kebetulan perusahaan tsb bergerak dalam bisnis real, saham, franchise, forex, dll cuma dikemas secara sederhana dan melibatkan banyak orang (investor).”
Kata2nya banyak dicantumin di website2 investasi di Internet..
Sebenarnya kalau boleh saya beri tahu, hasil yang katanya dari bisnis real, saham, franchise, forex, dll itu cuma kedoknya aja..
Aslinya ya dari duit member baru..
Modelnya Bernard Maddof juga gitu, bilangnya ya di Investasikan di obligasi, saham, dsb.. Padahal pake skema ponzi..
Sekedar memberi tahu saja, investasi real estate , saham, forex dan bisnis franchise itu resikonya besar.
Kalau ada orang bilang harga rumah/tanah gak mungkin bisa turun, bullshit!
Sekarang saya tanya apa sih penyebab krisis global yang sekarang ini? Itu karena ambruknya harga properti di amerika.
Harga saham? Gak usah ditanya semua orang juga tau, saben menit aja bisa naek turun ampe bikin jantung copot..
Krisis global kemaren juga menyebabkan banyak investor saham rugi besar.
Waktu lagi puncak2nya krisis nilai portofolio saya aja tinggal 50% dari modal awal…

Bahkan ada temen saya yang nilai portofolio tinggal 10%.
Forex pun sama aja..
Gimana dengan franchise?
franchise itu juga bisa rugi. Sama aja.
Yah itulah resikonya..
Kalau benar ada “bisnis investasi” seperti itu seharusnya mereka gak boleh menjanjikan sharing profit, sharing omzet, seperti itu..

Karena belom tentu investasi/bisnisnya untung.
Dan juga mereka kudu ngasih tahu kalau duit kita bisa berkurang, bisa habis, dan resiko terparah adalah lenyap dari investasi2/bisnis tersebut.
Apalagi sharing profitnya 15%/bulan. Itu termasuk besar loh! Berarti setahun = 15%X12 = 180 %
Gila!
Maddof yang ngasih keuntunganya cuma 11%/tahun aja ternyata nipu apalagi yang ini?
Yah sekedar memberi tahu saja.
Selektiflah, kalau mau investasi ke bank aja di deposito, atau beli reksadana.
Bisa juga beli rumah kos..
Bukan bermaksud apa2 ya mas, cuma memberi tahu saja.. =D
balas komentar
arief maulana Reply:
August 12th, 2009 at 3:10 am
@beny, Ehm… kayanya perlu saya telusuri neeh bisnisnya Mas Umar. Pengen tahu sistemnya seperti apa…
Apakah bener real investasi or… juat ponzi scheme berkedok investasi…
balas komentar
sigitta Reply:
August 24th, 2009 at 6:10 am
@Umar Puja Kesuma, 15% sebulan + macam2 ? adakah bisnis yang mampu hasilkan return sebesar itu ?, kecuali mungkin bisnis narkoba, prostitusi dsb-nya… hehehe.
Gak percaya ? jika sang fund managernya jago putar uang… gampang ngeceknya, apakah dia menjadi pembayar pajak terbesar di Indonesia ? kalo dia bisa kasih return ke membernya 15% sebulan, berarti… dia harusnya termasuk pembayar pajak terbesar di Indonesia. Karena, perusahaan pembayar pajak terbesar di Indonesia aja paling return 25% pertahun.
Bill gates terkaya di dunia aja, paling profitnya perusahaan Microsoft hanya 50 % pertahun.
balas komentar
Wah, Pemaparan yang lengkap sekali mas arief,
Kalo kata Ustad Jefri semua peluang bisnis bisa baik atau tidak tergantung kita yang menjalankannya..Karena kesuksesan sepenuhnya berada ditangan kita,.
Makasih ya,
salam sukses,
balas komentar
bisnis online | heru Reply:
August 7th, 2009 at 10:03 pm
@Peluang Bisnis | Ricky, pak UJE lagi nich
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:14 am
@Peluang Bisnis | Ricky, terima kasih mas Ricky. Ini wujud keprihatinan saya aja… hehehe…
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:14 am
@bisnis online | heru, sama-sama belajar lah mas…
balas komentar
bisnis online | heru Reply:
August 9th, 2009 at 1:53 pm
@arief maulana, mas arief baik dech
ngak sombong
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:33 pm
@bisnis online | heru, kita kan cuma manusia mas. Ngga pantes sombong. Yg lebih berhak sombong hanya Allah pemilik kuasa atas alam ini…
balas komentar
bisnis online | heru Reply:
August 9th, 2009 at 7:07 pm
@arief maulana,

balas komentar
Terimakasih nih infonya mas. Tadinya aku positif thinking aja, eh rupanya banyaknya juga ya ? hampir kena deh.
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:15 am
@Agus Shadiqin, positive thinking boleh saja mas. Tapi jangan lupa untuk selalu waspada dan gunakan logika berpikir.
Kalau soal duit, biasanya yg bermain itu emosi bukan logika berpikirnya…
balas komentar
wah kalau gitu bisnis reseller yang lain juga kena dong?
balas komentar
arief maulana Reply:
August 8th, 2009 at 9:18 am
@andi, belum tentu mas. Liat kapasitas kualitas produk.
Di bisnis reseller yg dijualkan jelas… ada produk. Nah, pertanyaan berikutnya apakah di produk itu kita harus ikut resellernya biar dapet duit?
Kalau wajib ikut resellernya sebagai jalan akhir mendapatkan uang, maka sama aja dengan ponzi scheme.
Makanya bisnis reseller yg bagus, tidak memaksa member kudu ikutan program reseller. Dan ilmunya pun masih bisa membantu kita dapet duit tanpa harus ikutan reseller.
balas komentar
cara cepat cari duit, cara cepat cari koit
:senang: lihat orang susah tuh! diselkan seumur hidup aja pelakunya
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:18 am
@yo, ditunggu aja kabar dari pengadilan USA mas. Mo diapain itu maddof… Kalo ponzi nya sendiri sih kayanya udah koit duluan…
balas komentar
pencerahan yang tepat mas Arief. bisnis investasi yang tidak jelas produknya hanya menjual sistem yang abstrak. tidak akan memberi efek mental yang baik untuk merintis sebuah prestasi bisnis..
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:20 am
@fadly muin, betul mas… Bisnis yg real itulah yang mampu meng”kader” mental kita untuk siap menghadapi apapun yg terjadi…
Karena roda hidup selalu berputar…
balas komentar
inilah fungsinya bermain kerumah tetangga… banyak sekali info yang bermanfaat…
———
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:21 am
@dadang firdaos, Terima kasih mas Dadang…
balas komentar
mashengky.com Reply:
August 10th, 2009 at 8:52 am
@dadang firdaos, jangan lupa, rumah sendiri diberesin yah hahahaha
balas komentar
arief maulana Reply:
August 12th, 2009 at 3:08 am
@mashengky.com, Mas dadang sekarang rajin update lho mas… apalagi udah jadi .com websitenya…
balas komentar
Iya tuh skr lg ngetrend bisnis Investasi kayak gitu..sy juga hampir tiap hari dpt email penawaran bisnis itu. tp ga pernah sy tanggapin..soalnya sangat berbeda dgn arti Investasi yg sebenarnya. buku Robert Kiyosaki bagus sekali kalo mau dipakai buat acuan buat yg mau ngerti tentang Investasi. biar ga kena tipu sama bisnis yg ga jelas.. :-)
balas komentar
arief maulana Reply:
August 8th, 2009 at 9:41 am
@Indra Suryadarma, you got The Point. Arti investasi yg sebenernya sekarang sering disalahartikan. Akhirnya yg jadi korban ya yg ngga ngerti apa-apa soal investasi.
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:28 am
@bunda, ngga pake logika berpikir bun waktu ambil keputusan.
Seperti kata Kiyosaki, kalo soal duit sebagian orang berpikir dan ambil keputusan dengan emosi, bukan logika berpikir…
balas komentar
mantep mas, tambah ilmu dan tambah keyakinan dengan online, semoga sukses seperti mas arief
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:32 am
@Susilo, amin…
balas komentar
Salam Kenal
Lengkap sekali informasinya.
Untungnya s/d saat ini saya TIDAK berminat dg bisnis seperti ini. Walaupun teman2 banyak yg merayu baik yg online maupun offline.
Salam SUKSES selalu Mas Arief
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:33 am
@-Taufik TeeR, nice decision..
balas komentar
wuih..
penjelasan yang luar biasa mas..
“No business without marketing and no marketing without product”
kata yang bagus bgt neh,,,
hoohoh..
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:32 pm
@Rahasia Masa Depan, Thanx…
balas komentar
No Customer —> No Business
No Business —> No Profit
No Profit —–> No Salary
No Salary —–> No Eat
No Eat ——–> Ko it
Nyambung ga yaaa…, sama artikelnya.
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:36 am
@harto, produknya dimana mas? Kalo ga ada produk sama aja dong dengan ponzi scheme… hehehe
balas komentar
seandainya setiap member dari bisnis ponzy hanya disuruh mencari dua orang saja dan mereka bisa mendapatkan dua orang itu dalam waktu satu bulan
maka dalam waktu 4 tahun (48 bulan) saja jumlah membernya akan mencapai 281.474.976.710.656
atau sama dengan 46.912
kali jumlah penduduk bumi.
gak masalah systemnya apakah bagi hasil atau syariah atau tafakkul tetap aja sama semuanya adalah bisnis setan.
dan saat ini semakin banyak bisnis MLM yang mulai hanya rekrut orang tanpa jualan, dan mereka jelas-jelas bilang bahwa bisnis mereka adalah bisnis jaringan bukan jualan barang.
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:30 pm
@dg-studio, yg sistem syariah aku juga pernah nemu mas. Sebenarnya ga jauh beda.
Cuma bagusnya web itu menimbulkan kesan ke”halal”annya lewat embel-embel syariah.
Trus pihak penyetor diminta ikhlas biar yg nerima statusnya halal. Hehehe…
Pokoknya acuan saya, bisnis real harus ada produk yang jelas dan bermanfaat dalam proses jual belinya.
balas komentar
mashengky.com Reply:
August 10th, 2009 at 8:53 am
@arief maulana, penipuan berkedok agama yah
balas komentar
arief maulana Reply:
August 12th, 2009 at 3:07 am
@mashengky.com, iya mas… itu malah lebih berat lagi. Main2 pakai dalih agama… bisa2 langsung free tiket ke neraka… hahaha…
balas komentar
waduh…kali ini agak berat materinya, hehehe kalo saya mah juga ga mau ikutan bisnis investasi…soale kagak ngerti dan belum tahu caranya, hehehe mending jalanin bisnis pulsa aja ya, hehehe salamm mas arief….
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:29 pm
@Alfred | mydreamsmyaction, Ayo mas… diseriusin tuh bisnis pulsanya. Sering-sering aja ke http://rahasiabisnispulsa.com
balas komentar
wew, bhya jg ya klo udh gbung sistem ponzi.
btw, dah snbuh ya mas. wedeh, bsa action bsnis lgi nih!!
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:28 pm
@d D4n, Alhamdulillah udah dari 1 minggu yang lalu mas. Makanya ini produktif lagi…
balas komentar
bisnis seperti itu cenderung money game menurut saya, hehe
balas komentar
arief maulana Reply:
August 9th, 2009 at 6:26 pm
@Reza Fauzi, memang money game mas. Ngga ada produk cuma setor-setor duit.
Baru dapet duit kalo ada orang lain juga setor2 duit ke kita…
balas komentar
Postingnya tajem banget analisisnya… SKEMA PONZI = BISNIS INVESTASI ONLINE, tapi menurut saya begini mas arif, fenomena Online ini lah yang menjadikan banyak orang mencari bidang usaha yang lain. seperti apa yang di ulas mas ricky wejangan dari utadz Jefri.. “semua peluang bisnis bisa baik atau tidak tergantung kita yang menjalankannya..Karena kesuksesan sepenuhnya berada ditangan kita”
Fenomema online ini yang mulai membuka mata para neter indonesia berbondong-bondong melirik bisnis online.
kita belum bisa berbicara secara enpiris selama belum pernah mencoba semuanya… fakta skema ponzi memang benar, tapi kalau dilihat secara micro finance, perputaran uang di skala mikro lebih cepat. akibatnya “saving” di masyarakat menengah ke bawah mulai terbentuk.
kita juga harus melihat sisi yang lain, orang terkadang melihat dari sisi buruknya sebuah sistem, seperti banyak orang memutarbalikkan fakta joko susilo (kalau dalam google dengan keyword joko susilo penipu) padahal kalau menurut pandangan sistem ekonomi, uang yang mulai berputar dari fenomena online adalah mulai berjalannya tabungan dari setiap member yang dari sebuah sistem. gejala “bisnis online” yang menurut saya pribadi mulai banyak diperhitungkan oleh para pebisnis offline.
kalau mengulas penipuan atau bukan, seharusnya kita bijak sebelum bergabung dalam skema ponzi tersebut. kadang tidak sedikit orang bilang “penipu” padahal dia belum pernah sama sekali mencoba dan terjun langsung kedalam bisnis itu.
Analogis saya yang bisa dijadikan pertimbanga begini mas arif. Seperti mahasiswa yang membuat “kope’an” (Contekan dalam kertas kecil yang dilinting) sebelum memulai ujian. Sudah umum tidak sedikit mahasiswa yang membuat contekan seperti itu, dan digunakan saat ujian itu berlangsung. Secara aturan mahasiswa itu disebut tidak jujur dan melanggar aturan karena mencontek. Tapi buat saya justru mahasiswa itu yang belajar malam sebelumnya, mahasiswa yang membuat kope’an lebih baik bagi saya dari pada mahasiswa yang mem-foto copy kope’an itu dan tidak pernah belajar sama sekali. Karena si Mahasiswa yang mencotek kope’an belajar lebih dahulu untuk membuat kope’an-nya.
Kaitannya dengan skema ponzi, dengan mencoba semua fenomena bisnis online, setidaknya akan menambah wawasan dan akan lebih banyak tahu tentang sistem bisnis online dari pada tidak sama sekali. karena “Sukses itu sebuah Proses dan bukan Hasil”
trims mas arif, wah jadi panjang neeh… wassalam..
balas komentar
arief maulana Reply:
August 12th, 2009 at 3:06 am
@Boy Macklin, Thanx mas boy… meskipun panjang komentarnya… ini menjadi tambahan yang cukup menarik dan penting untuk disimak…
balas komentar
Jadi tambah minat bisnis online…
Bisnis ini hanya permainan angka belaka, siapa yang cerdik dia yang menang.
Let’s go…!
balas komentar
arief maulana Reply:
August 12th, 2009 at 3:05 am
@Agus Siswoyo, bener mas… Inti bisnis adalah marketing. Dan bicara marketing, itu cuma soal angka saja. Yg jelas dibutuhkan kreativitas untuk memperbesar angka konversi tsb…
balas komentar
bisnis macam ini kliatannya ga bakal bertahan lama kalo pemula dah menyadarinya…
iya kan?

balas komentar
arief maulana Reply:
August 12th, 2009 at 3:04 am
@Dimas, tinggal tunggu waktu rontoknya atau duit dibawa kabur mas…
balas komentar
I love You full hahaha
balas komentar
arief maulana Reply:
August 12th, 2009 at 3:03 am
@candradot.com, iya saya inget sekelumit… ini emang investasi ngga jelas. Monggo kalau emang mau dipertegas di artikelnya mas Candra…
balas komentar
candradot.com Reply:
August 12th, 2009 at 3:24 am
@arief maulana, heheh nggak lah mas…
artikel ini udah komplit poul mas.
tinggal mengarahkan kesini aja, ya tho?
balas komentar
Terimakasih mas atas emailnya, baru bisa kemari
Posting yang dahsyat untuk menambah wawasan kita sebagai pebisnis
Oh ya mas, linknya saya tulis juga dalam blogku yang baru, silahkan dicek
balas komentar
arief maulana Reply:
August 12th, 2009 at 2:59 am
@sumartono, oke. Bagus. Btw blog yg lama gimana mas…? Apa ntar jadinya semua dipindah ke catatansmart.com?
balas komentar
Oke mas, memang kalau belum ACTION belum tahu dimana untung ruginya, jadi yang penting ACTION dulu.
balas komentar
arief maulana Reply:
August 12th, 2009 at 2:55 am
@Sukamto Nuri, wah kalau saya males mas action di bisnis begituan. Dah jelas ngga datengin manfaat soale.
Monggo kalau mas mau coba… Jangan lupa share sama temen2 lewat web mas…
balas komentar
Sukamto Nuri Reply:
August 12th, 2009 at 7:05 am
@arief maulana, kalau males ya nggak usah to mas wong gitu aja kok repot, kalau saya belajar dari kesalahan sendiri itu menguntungkan, sebab tidak akan diulang lagi, coba buka website/blog saya nggak usah banyak yang dikerjain, jadi reseller kan nggak usah mikir seperti di blog saya itu saya hanya curahkan uneg-uneg aza kok, masalah ada yang komentar atau nggak, nggak dipikir yang penting jadi reseller jalan terus dan rekening ada yang ngisi.okeeee.
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
August 12th, 2009 at 2:52 am
@bunda, itu skema ponzi bun. Setor-setor duit ngga jelas. Alias arisan berantai alias money game. Tapi biasanya dia nulisnya “investasi”
balas komentar
beny | Iklan Baris Gratis Reply:
August 12th, 2009 at 11:19 am
@arief maulana, bukannya arisan beranatai dan skema ponzi itu beda ya mas?
Kalau setahu saya, kalau skema ponzi itu duit investor ngomongnya dikelola oleh mereka dan hasilnya bukan dari duit member baru tapi dari investasi(padahal duitnya dari member juga)
Sedangkan arisan berantai/money game dapet duitnya dari member2 gitu.. Orang yang ikut tahu dan ngerti kalau duit yang mereka dapet nantinya dari member yang mereka ajak..
balas komentar
arief maulana Reply:
August 12th, 2009 at 7:03 pm
@beny | Iklan Baris Gratis, sama aja toh polanya. Cuma beda cara ngomongnya di awal. Yang jelas sama-sama ngga bagus, terutama dalam hal pembentukan sikap dan mental…
Apalagi pake menjerumuskan orang dengan sistem yang tidak mendidik sama sekali.
balas komentar
Menarik sekali ulasannya mas. Lama ga mampir nih. Penyakit malas online lagi kumat nih…
balas komentar
arief maulana Reply:
August 12th, 2009 at 2:53 am
@maskuncoro, hahaha… sama mas. Kadang2 penyakit malas online juga menjangkiti saya…
balas komentar
[...] ternyata konsep investasi ini tidak hanya untuk bisnis semata. Bahkan ibadah pun menggunakan konsep investasi juga, malah [...]
WAh berat omongannya… nyimak ajah deh…
balas komentar
Kalau boleh sy mo ijin kopas tentu dg sourcenya,


kebetulan saya jg mantan korban keganasan system ponzi ini; mulai dari frenstore, profitpasti, system xp320, system wfr, takaful, halaaah…,
sekarang saya benar-benar terjun ke investasi murni HYIP-non-scam, lumayan sebagian dah balik modal
balas komentar
arief maulana Reply:
October 11th, 2009 at 2:48 am
boleh saja. Tapi tolong konfirm ke saya setelah artikel dipasang…
balas komentar
[...] Yang jelas, saya berusaha keras untuk tetap bisa berpikir logis dan kepancing emosi. Tidak ada sesuatu yang instan selain mie instan di dunia ini. Apalagi menyangkut soal bisnis dan uang. Semua butuh proses dan butuh waktu. Mereka yang tidak bisa mengedapankan logika dan mengutamakan emosi inilah biasanya yang menjadi korban penipuan-penipuan bisnis internet berkedok ponzi. [...]
[...] tersebut hanya sebagai reseller semata. Parahnya lagi sistem web yang saya kunjungi berbau-bau money game + MLM. Ngga ada produk, cuma menjual membership layaknya arisan berantai. Karena dasarnya saya udah [...]