Bingung Amat Soal Rezeki

Oleh : Arief Maulana

Rezeki
Rezeki

Sering ngga, Anda melihat ada rekan kerja Anda di kantor yang suka gelisah melihat temannya dapet insentif tambahan atau bonus atas prestasi pekerjaan tertentu? Atau jangan-jangan Anda sendiri juga seperti itu. Merasa panas melihat orang lain selalu berkelimpahan tambahan rezeki, sementara Anda gitu-gitu aja. Dan terus berandai-andai, “Andai saya seperti dia…”

Itu berarti belum sepenuhnya memahami konsep bahwasanya masing-masing orang sudah ada rezekinya dan rezeki tidak pernah salah alamat. Tidak tanggung-tanggung, rezeki ini sudah diberikan semenjak kita baru lahir. Hanya saja tentu tidak langsung, melainkan melalui perantara orang tua.

Makanya jadi orang tua jangan terlalu pelit sama anak. Boleh jadi kemakmuran hidup Anda saat ini tidak lain karena ada rezeki anak-anak yang dititipkan lewat pekerjaan Anda. Maka sisihkanlah untuk memberikan yang terbaik pada anak. Toh anak juga titipan dari Tuhan.

Sama halnya dengan istri yang tidak bekerja. Saat dia tidak bekerja, maka rezekinya akan dititipkan melalui suaminya. Jadi jangan heran jika kemudian ada suami yang istrinya tidak bekerja, eh tahu-tahu karirnya melejit dengan cepatnya karena memang ada rezeki istri yang dititipkan lewat penghasilan suami.

Mungkin bila istrinya bekerja, rezeki suami juga tidak akan sebesar bila ia mencari nafkah sendiri. Toh, jatah rezeki istri sudah diambil sendiri lewat pekerjaannya. Tapi, bukan berarti Anda sebagai suami bisa lepas tanggung jawab menafkahi keluarga.

Begitu juga dengan jatah rezeki orang lain. Jangan lupa juga, di dalam setiap harta yang kita miliki ada sebagian hak orang lain disana yang mesti Anda berikan. Berbagilah dengan sesama. Pun misal Anda mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka dari orang lain, berarti itu memang hak Anda yang dititipkan lewat penghasilan orang lain.

Jadi kenapa mesti bingung soal rezeki?

Semua sudah diatur dan dituliskan semenjak ruh kita ditiupkan ke dalam rahim. Itu kenapa banyak orang-orang tua dulu yang menyarankan untuk banyak mendoakan anak di saat usia kandungan 40 hari, saat ruh anak ditiupkan ke dalam rahim. Karena saat itulah rezeki dan nasib sang anak dituliskan.

Lantas bila rezeki sudah ditetapkan, apakah kemudian menjadi saklek kaku dan tidak bisa berubah. Tentu masih bisa berubah. Lha wong Tuhan yang memberi rezeki. Dan Dia punya hak prerogatif untuk mengubah nasib seorang hamba. Ada juga kan di kitab suci yang menyatakan bahwa nasib suatu kaum tidak akan berubah sampai kaum tersebut berusaha mengubahnya.

Nah, balik lagi deh. Kenapa masih bingung soal rezeki?

Yang penting kita tidak berhenti berupaya sebaik-baiknya. Mau Anda seorang pengusaha, seorang karyawan, atau apalah, bekerjalah dengan sebaik-baiknya. Dan tidak perlu saling menghina profesi masing-masing. Yang suka jadi pengusaha ya jadilah pengusaha yang bijak. Yang suka jadi karyawan, ya jadilah karyawan yang baik.

Semoga yang sedikit ini bisa membantu kegusaran Anda soal rezeki. Kalau Anda lagi merasa rezekinya seret, segera sedekah! Jangan ditunda-tunda lagi. Biar keran rezekinya dibuka lebar sama Tuhan. See you…!

  1. Bagus pak,
    Rezeki memang sudah diatur oleh tuhan,
    Kita sebagai manusia cukup berusaha menjadi manusia yang berguna bagi sesama.
    Lebih2 lagi mencapai impian yang kita inginkan, karena setiap rezeki akan menyesuaikan dengan impian yang kita pilih.

    :sip:
    d D4n recently posted..Awal yang BaruMy Profile

  2. Bener banget tuh mas…
    Toh soal rezeki sudah Tuhan yang ngatur, kalau misalnya rezeki kita lebih sedikit dibandingkan dengan orang lain, berarti usaha kita belum segigih orang itu. Yah yang penting sih kita berusaha keras aja yah mas :D hehe
    hm store recently posted..Kaos Karikatur ZidaneMy Profile

  3. Bener Mas. Karena rezeki itu sudah diatur oleh Yang Maha Mengatur, berarti bisa saja rezeki kita diubah-ubahNya.

    ‘kan banyak toh yang dapat mempecepat & melipatgandakan rezeki kita seperti: sedekah, dhuha, tahajjud, silaturahim, do’a ortu, restu saudara, dsb.

    Begitu pula ada amal yang dapat memperlambat dan memperkecil rezeki kita seperti: menyimpan rasa dendam, dengki, dongkol, menahan hak orang, menghardik anak yatim, dsb.

    Btw thanks atas sharingnya iya Mas. :D
    Dani Siregar recently posted..Aksiku yang Aneh untuk IndonesiaMy Profile

  4. Kita memang tidak perlu terlalu merisaukan rezeki orang lain. Toh kita juga punya rezeki kita masing-masing.
    Yang paling penting adalah kita berusaha sekuat mungkin agar kita bisa mendapatkan rezeki yang halal.
    Thank`s for sharing, Mas Arief

  5. :hiks::hiks: tapi prosesnya itu gan yang kadang buat orang menyerah..
    saya aja hampir putus asa, tapi setelah di renungi, mungkin memang belom waktunya,..
    curhat dikit yaa..
    seusia saya ini, saya masi minta sama orang tua, malu sebenernya gan..dikuliahin palah gak bener,.sekarang mulai lagi dari awal..kuiah dari nol..
    kalo’ ada kerjaan lewat online gan, terus terang saya malu sama usia.. :hiks::hiks:
    Adnan Nanda recently posted..Manfaat Melakukan BlogWalking dan Tips MelakukannyaMy Profile

  6. YA EMG RIZKI SDH ADA BYANG ATUR….
    TP SY BOLEH NANYA TDK. HARI NI ADA SY JEMUR NASI KEMARI, KATA BAPAK TUA KLO NASI DIJEMUR HILANGIN RIZKI???? APA BENAR?

    • @Fransisco, benar tidaknya tergantung anda sendiri. Apakah anda percaya atau tidak. Kadang apa yang kita yakini ya itu yang terjadi. Kalau saya sendiri tidak pernah ambil pusing dengan mitos2 atau kata orang tua macam itu.

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 472,007 bad guys.