Berguru Pada Bakul Mie Ayam
Oleh : Bang Dje
Pada Mei 2000 saya merantau ke Jakarta. Semula saya tinggal di Condet. Hanya enam bulan di sana saya pindah ke Tanah Abang. Di sinilah saya mengenal seorang bakul mie ayam. Sebut saja namanya Arief.
Arief lulusan Madrasah Tsanawiyah di Kebumen, Jawa Tengah. Dia sudah menikah tetapi belum memiliki anak. Di Jakarta dia mengajar mengaji kepada anak-anak kecil di musholla dekat rumah. Kebetulan rumah kontrakan kami persis berhadap-hadapan.
Awalnya adalah Satu
Arief mencari nafkah dengan berjualan mie ayam. Dia memiliki satu gerobag. Pagi hari sebelum adzan shubuh berkumandang dia telah mengayuh sepedanya ke pasar untuk berbelanja berbagai kebutuhan. Saat bertemu di masjid untuk shalat shubuh biasanya dia telah selesai berbelanja. Setelah itu kerja keras dimulai.
Mengolah ayam, membuat kuah, membagi mie, menyiapkan kompor dan menata semuanya di gerobag. Tidak ketinggalan berbagai peralatan seperti mangkok, sumpit (ini temennya mie), sendok garpu, beberapa buah gelas dan beberapa botol air putih untuk pelanggan yang minta minum (gratis). Ada pula yang tidak boleh tertinggal yaitu kecap, saus, sambal dan acar. Sekitar jam delapan biasanya semua telah siap. Sesekali saya memesan untuk sarapan (ssst… tentu saja saya selalu dapat porsi lebih banyak).
Ternyata masakannya enak. Sehingga dengan cepat dia memperoleh langganan. Belum lagi beranjak dari rumah beberapa mangkok telah terjual. Dia biasa mangkal di Bilangan Slipi. Setelah membuka dasar nanti akan ada orang yang datang untuk menitipkan dagangannya seperti krupuk, gorengan, kacang dan makanan kecil lainnya. Hal ini membuat warungnya jadi kelihatan lebih ramai.
Saat shalat Ashar dia sudah hadir lagi di masjid yang berarti dia sudah pulang dari berjualan. Biasanya dagangannya sudah habis terjual. Tapi bukan berarti dia sudah bisa beristirahat. Setelah shalat ashar tugas lain sudah menanti. Bersih-bersih. Mangkok, sendok garpu, sumpit, gelas, botol air minum, dandang untuk kuah, semua harus dibereskan.
Gerobag juga harus dibersihkan. Bila perlu sekalian dicuci. Tidak perlu waktu terlalu lama. Sekitar satu jam semua sudah selesai dan dia bisa beristirahat. Ini saat santai buatnya.
Suatu hari saya melihat dua gerobag di depan rumah. Satu gerobag saya kenali milik Arief dan satu lagi gerobag baru yang belum dicat. Ternyata Arief mau membuka cabang. Dia akan membuka lahan untuk berjualan di dekat rumah dan akan ditunggui oleh istrinya.
Rencana Berubah
Tetapi belum lagi rencana ini berjalan seorang temannya, sebut saja Bari, datang. Dan rencanapun berubah.
Bari saat itu sedang menganggur. Dia ingin ikut berjualan Mie Ayam. Arief menawarkan kerja sama. Arief akan menyiapkan semua keperluan lengkap untuk berjualan. Bahkan Arief menawarkan tempatnya biasa mangkal di Bilangan Slipi. Tugas Bari hanya berjualan.
Tiap hari Bari harus setor Rp 50.000,- dan sisanya untuk Bari. (Saya dapat bocoran bahwa untuk belanja harian untuk satu gerobag hanya butuh kurang dari Rp 20.000,- sehingga Arief akan mendapat untung Rp 30.000,- per hari) Bari setuju dan akan mulai berjualan esok pagi.
Esok paginya saya melihat dua orang, Arief dan Bari, berangkat bersama. Arief akan menunjukkan pada Bari tempatnya berjualan sekaligus mengenalkan Bari kepada orang-orang di lingkungan sekitarnya dan pada orang-orang yang menitipkan dagangan.
Hari berikutnya saya membantu Arief mengecat gerobagnya yang baru. Dia bercerita akan mencari tempat mangkal lagi di Bilangan Tanah Abang. Dia juga akan membuat gerobag lagi karena rencana membuka lahan untuk istrinya di dekat rumah tetap akan diwujudkan.
Beberapa hari setelah itu, karena kesibukan masing-masing, kami tidak bertemu. Hingga suatu hari saya sedang jalan-jalan di Tanah Abang tiba-tiba ada yang memanggil. Saya menengok dan ternyata Arief. Rupanya dia telah mendapat tempat berjualan. Tampak beberapa orang sedang menikmati mie ayamnya.
Cerita Terulang
Minggu demi minggu berlalu dan Arief telah membuat gerobag lagi. Ini kelanjutan rencana membuka lahan berjualan untuk istrinya. Tapi cerita terulang lagi. Seorang temannya, sebut saja namanya Danang, datang dengan masalah yang sama dengan Bari. Ariefpun menawarkan pada Danang kerjasama seperti yang ditawarkan kepada Bari. Danang menerima dan ‘ditempat-tugaskan’ di Tanah Abang.
Akhirnya rencana untuk istrinya dapat terwujud. Suatu pagi saya melihat tiga gerobag mangkal di depan rumah kontrakan Arief. Terlihat kesibukan Arief dibantu istrinya menyiapkan segala perbekalan. Sekitar pukul setengah sembilan dua ‘pegawainya’ datang dan mendorong dua gerobag.
Lalu giliran Arief menyiapkan dasaran untuk istrinya.
Biasanya pukul sembilan dia sudah bersantai di rumah. Beristirahat atau melakukan aktifitas yang lain. Setelah shalat dhuhur dia menggantikan istrinya hingga saat shalat ashar tiba. Kadang dia mentraktirku makan siang. Tentu dengan menu mie ayam buatannya. (seperti biasa saya pesan menu spesial dengan bakso)
Dan Pelajarannya
Satu pelajaran yang saya petik dari persahabatan saya dengan Arief adalah dia tidak punya mimpi dan rencana yang muluk-muluk. Dia hanya punya satu rencana lalu mengerjakannya dengan sepenuh hati dan segenap tenaga. Lalu sisanya mengalir mengikutinya.
Tentu Arief telah pula mengalami getirnya menjadi pedagang Mie Ayam. Ban bocor saat mau berangkat dan kompor yang ngadat hanya sebagian di antaranya. Tapi Arief tetap maju terus mengatasi segala rintangan.
Pada 2002 saya memutuskan untuk mudik ke Semarang . Saat itu Arief telah memiliki 3 ‘cabang’. Iseng saya menghitung keuntungan Arief. Tiap satu gerobag dia mendapat untung Rp 30.000,- per hari. Tiga gerobag berarti Rp 90.000,- sehari. Maka selama satu bulan paling tidak dia mengantongi Rp 2,7 juta. Saya katakan ‘paling tidak’ karena keuntungan dari gerobag yang di dekat rumah dia kantongi seluruhnya.
Seorang yang ‘hanya’ lulusan Madrasah Tsanawiyah berpenghasilan sebesar ini pada tahun 2002 saya pikir tidak terlalu buruk. Lagipula kalau ada lahan Arief masih bisa membuka ‘cabang’ lagi.
Selain itu Arief telah membuka jalan mencari nafkah bagi dua temannya. Dan yang lebih menyenangkan dia punya banyak waktu di rumah atau berkumpul dengan istrinya. Semua itu dicapai dalam waktu kurang dari dua tahun.
Sayangnya sejak saya mudik tahun 2002 hingga sekarang belum pernah kontak lagi dengannya. Beberapa kali ditugaskan ke Jakarta, tapi saya tidak sempat mampir. Semoga dagangannya tambah laris dan usahanya semakin lancar.
BRAVO MIE AYAM.
Ps. Artikel ini ditulis oleh Bang Dje berdasarkan pengalaman pribadi untuk Blog Motivasi, Bisnis, Manjemen Diri (AriefMaulana.com).
space








Luar biasa!
Rangkaian kata yang mengisahkan pelajaran hidup ini bagus bagus Bang. Jadi saya tidak perlu melakukan editing untuk redaksionalnya.
Inilah sekolah kehidupan. Kali ini saya belajar banyak dari seorang tukang bakul mie ayam. Saya belajar beberapa hal :
1. Dalam mengerjakan segala sesuatunya harus dilandasi rasa senang dan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, tidak peduli bagaimana prosesnya.
2. Arief sudah membuktikan kekuatan bertindak. Rencana tinggal rencana bila tidak ada tindakan untuk merealisasikannya.
3. Sekali lagi, jangan melupakan faktor Allah dalam setiap usaha kita. Ini tercermin dari sikap dan perilaku Arief yang tetap tidak melupakan ibadahnya bila tiba waktunya shalat.
Sekali lagi terima kasih atas tulisannya Bang Dje. Saya harap lain waktu berkenan kembali menulis disini.
balas komentar
Bang Dje Reply:
February 10th, 2010 at 9:26 am
@arief maulana, waw. Dimuat apa adanya, Mas. Tanpa diedit sama sekali. Terima kasih atas kesempatan dan kepercayaannya.
Saya masih ada ide artikel yang kelihatannya kurang cocok dimuat di blog saya dan lebih pas dibagikan di sini. Semoga saya bisa segera menulisnya.
balas komentar
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:28 am
@Bang Dje, betul mas. Saya menikmati loh baca tulisan ini.
balas komentar
ismail Reply:
February 10th, 2010 at 10:41 am
@Bang Dje, numpang pertamax dulu bnag dje
balas komentar
KangAsep Reply:
February 10th, 2010 at 9:38 am
@arief maulana, NB: yg bisa saya tangkap arief fokus pada satu kerjaan, walau tantangan menghadang sehingga membuatnya menjadi pembuat mei yang profesional dan enak (duh jadi ngiler.. mau nyoba mie ayamnya )
2. Sama dengan postingan artikel blog saya “jangan mau kerja keras”
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:22 pm
@KangAsep, power of focus emang dahsyat.
balas komentar
Guru Go!Blog Reply:
February 12th, 2010 at 5:33 am
Kita memang bisa belajar dari siapa saja kok mas, betul?
balas komentar
Pertamax sajah…. soale yg atas yg punya blog
balas komentar
arkum Reply:
February 10th, 2010 at 9:58 am
@KangAsep, Nunut yg pertamax walau udah jadi yg ketigax

balas komentar
KangAsep Reply:
February 10th, 2010 at 10:56 am
@arkum, ga apa-apa mas, yg penting seneng hehe..
balas komentar
ali mustika sari Reply:
February 10th, 2010 at 12:41 pm
@KangAsep, Betul kang….yang penting senang dulu..
balas komentar
mazton Reply:
February 10th, 2010 at 6:13 pm
@arkum, aku ikut mbonceng ya…
balas komentar
arkum Reply:
February 12th, 2010 at 1:35 pm
@mazton, hati2 jangan jatuh ms

balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:23 pm
@KangAsep, wah gerombolan pertamax yg dipimpin kang asep neeh!
balas komentar
Benar – benar pengalaman yang hebat bos Bang Dji, bisa berteman dengan seorang yang jenius seperti arief.. Saya harus katakan jenius karena dengan satu tujuan yang dilakukan dengan serius dia bisa menyelamatkan hidup teman-temannya, orang yang hanya tamatan SMA bisa mendelegasikan usahanya agar terus berkembang dengan pesat..Hebat sekali..Saya yang lulusan pergururan tinggi masih belum bisa seperti itu, Thanks artikelnya mas arief, motivasi yang hebat, kalau boleh tak posting di blogku juga ya..
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:28 pm
@lucky, boleh aja repost. Tapi jangan lupa link ke artikel aslinya ini yah!
Kasih link juga ke Bang Dje sebagai penulisnya.
balas komentar
Ketigax
walau telat yg penting ketigax
balas komentar
sangat simple dan mudah dicerna, semoga membawa menfaat pada orang yang membaca kisahnya.
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:30 pm
@dian, kadang berpikir simpel jauh lebih dibutuhkan daripada yang rumit-rumit.
balas komentar
KangAsep Reply:
February 11th, 2010 at 9:37 pm
@arief maulana, tapi terkadang ada orang yg suka mempersulit diri, persoalan dibuat rumit padahal bisa di sederhanakan. (opo maksudnyo iki )

balas komentar
arief maulana Reply:
February 12th, 2010 at 1:31 pm
@KangAsep, nah itu birokrasi indonesia mas. kalau bisa dipersulit, buat apa dipermudah. hahaha
balas komentar
dian Reply:
February 14th, 2010 at 9:19 am
@arief maulana, bener, pikir simple aja. jalani semuanya dengan ikhlas.
balas komentar
Sekolah kehidupan yang enak tuk dibaca ms. Walaupun yg tertulis disini adalah prilaku yg tampak dari si ms Arief hingga mempunyai 2 pegawainya tapi sy yakin cita2 ms Arief sangat besar hingga ia berusaha meraihnya. Terkadang sesuatu yg besar justru berawal dari yg kecil, sperti cerita dsini. Trims ms atas inspirasi simpel dan renyahnya
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:31 pm
@arkum, jangan-jangan pas ntar kesana sudah bukan gerobak lagi, malah jadi restoran.
balas komentar
Benar-benar perlu acungan jempol mas arif jiwa sosialnya tinggi mau menolong tmn yg kesulitan, dg cara itu rejekinya jg bertambah….Pelajaran jg nih buat kita utk saling bebagi. Tulisannya bagus….
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:33 pm
@dafiDRiau, makin banyak berbagi makin banyak kita dapat

balas komentar
(Arief = artinya Bijaksana) Bersyukurlah pada Allah atas nama yang diberikan orang tua mu untukmu.
Inspiratif banget mas terutama kat2 ini=> Dia hanya punya satu rencana lalu mengerjakannya dengan sepenuh hati dan segenap tenaga. Lalu sisanya mengalir mengikutinya.
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:34 pm
@ismail, sudah punya rencana yang mau dikerjakan sepenuh hati dan segenap tenaga Bung Ismail?

balas komentar
ismail Reply:
February 11th, 2010 at 8:44 pm
@arief maulana, belom mas, ada saran ga, bwt aku yg katrok ini
balas komentar
Catatan Hery Reply:
February 12th, 2010 at 4:52 pm
@ismail, wah jangan-jangan rencana mas Ismail mau bunuh diri ya? soalnya pilih emoticon sperti itu
balas komentar
ismail Reply:
February 13th, 2010 at 10:48 am
@Catatan Hery, mas hery lebay ahhhh
balas komentar
@arief maulana, Semoga Bang dje bisa bertemu dengan mas “Arief” lagi. Amin
balas komentar
Bang Dje Reply:
February 10th, 2010 at 11:39 am
@A9YnD1LV3R, Makasih, Mas. Saya sudah “kangen kuadrat”. Kangen orangnya dan Mie Ayamnya juga …
Sayangnya waktu itu Mas Arief belum punya HP jadi sekarang kami kehilangan kontak.
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:35 pm
@Bang Dje, jangan-jangan sekarang udah Blackberry / Iphone Bang,
balas komentar
KangAsep Reply:
February 11th, 2010 at 9:45 pm
@arief maulana, iya saya yakin mas arief yang ini punya black berry, iya kan mas arief
balas komentar
arief maulana Reply:
February 12th, 2010 at 2:14 pm
@KangAsep, hahaha… tau aja mang…
balas komentar
Berbagi adalah hal yang luar biasa…mas arief sudah membuktikannya! Luar biasa
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:38 pm
@mrnadoa, arief yang mana ini? Hahaha…
balas komentar
mas, sebelumnya aku minta maaf ya udh lancang. Aku kan tadi minta ijin buat posting artikel ini di blog, tapi sampean belum kasi ijin udah tak posting, maaaaf banget, tapi beneran, artikel ini sangat memotivasi buat aku. jadi tujuan copas bukan untuk iseng tapi bener-bener sebagai pengingat supaya aku jadi lebih fokus kerjanya.
Mohon maaf sekali lagi
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:39 pm
@lucky, diposting kemana? Saya mau cek.
balas komentar
Semoga Bari dan Danang juga mengikuti jejak Arif. Sehingga makin banyak orang yang terbantu…
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:41 pm
@Resellerbisnis, mudah-mudahan.
balas komentar
Satu lagi… fokus dan konsisten.
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:43 pm
@MasterClickCom, betul betul betul
balas komentar
jika kita mau berusaha dan istiqomah,Allah akan memberikan jalan
@Bang Dje, artikelnya
@Mas Arief, dengan istiqomah di blog ini mas arief sudah membuktikannya
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:49 pm
@BuDhi, alhamdulillah bila memang dinilai begitu. Saya berusaha memberikan yang terbaik disini!

balas komentar
Mas Arief tamatan Tsanawiyah ja bisa ya, Saya harus lebih bisa! Kan say tamatan …
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:50 pm
@Vidzas Erdien, ya itu cambukan yg sangat dahsyat. Apalagi kaya Andrie Wongso, SD ngga tamat mas!
balas komentar
bapak saya dulu jualan mie ayam, dari 1 gerobak jadi 40 gerobak, akhirnya sekarang pindah buka usaha bengkel dan rumah kos2an
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:52 pm
@mh, nah, ini dia satu lagi contoh nyata success story. Boleh dong kapan-kapan share disini.
Langsung ditulis dari tangan mashengky selaku anaknya…

balas komentar
mh Reply:
February 13th, 2010 at 6:29 am
@arief maulana, HEHEHE jadi bukak kartu neh…anaknya tukang mie ayam yang bisa keliling eropa dan asia..
balas komentar
Arief Rizky Ramadhan Reply:
February 12th, 2010 at 5:11 pm
@mh, waah dari tukang mie ayam anaknya jadi sukses lewat internet..
balas komentar
cakep mas postingnya

balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:53 pm
@hendarblog, pernah jualan mie juga bang?

balas komentar
Wah nama Arief kok banyak yang sukses ya, besok klo punya anak di kasih nama Arief juga ah

Asik juga nie ceritanya, walaupun cuma punya satu rencana, tapi klo fokus dan kerja keras, ternyata hasilnya bisa memuaskan juga
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:56 pm
@turisuna, hehehe… bagus. jadi ntar saya ngga susah-susah kalau bikin ‘RIEF FOUNDATION. Isinya arief-arief yang sukses… hahaha…
balas komentar
Catatan Hery Reply:
February 12th, 2010 at 4:55 pm
@turisuna, wah bagus tuh mas dikasi nama arief, jangan lupa siapin dari sekarang gerobak mie ayamnya, biar makin cocok..
balas komentar
turisuna Reply:
February 12th, 2010 at 9:09 pm
@Catatan Hery, Klo disiapin dari sekarang brati bikin gerobak dari besi baja ya biar gak lapuk, sambil nunggu anaknya lahir
balas komentar
saya jadi terharu dan semangat..



Dulu aja punya 3 cabnang..Gimana sekarang ya??
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:56 pm
@ali mustika sari, 5 restoran…
balas komentar
Ada pelajaran penting dari seorang Arief. Bahwa kesederhanaan dalam berpikir ternyata mampu menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Dan Fokus pada tujuan, sepertinya menjadi penuntun kesuksesannya.
Untuk AM, sepertinya boleh juga tuh buka cabang (domain baru), yaitu: SEKOLAHKEHIDUPAN.com
Untuk menampung kisah nyata penuh inspirasi dan motivasi seperti ini.
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:55 pm
@Umar Puja Kesuma, disini aja mas. Biar ngga repot. hehehe…
dalam dunia engineering pun sama Mas Umar. Kita dituntut untuk bisa menyederhanakan masalah dalam satu model.
Dengan demikian masalah bisa diselesaikan dengan pemikiran yang sederhana.

balas komentar
nah ini baru naskah panjang yg enak dibaca, inspiratif dan motivatif sip dah
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:52 pm
@Ahmad Subandono, suka yang pendek-pendek yah.
balas komentar
Seandainya 10 org yg baca artikel ini menerapkan pelajaran dr kisah arif di atas kemudian memotivasi 10 org lagi lalu menceritakan kesuksesannya ke 10 org lagi dst… kira2 apa yg akan terjadi yah…
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:51 pm
@Mirzan, viral of success. Akan banyak yang sukses mas. Cuma sayangnya yang open mind dan berani mencoba kan sedikit…
Jadi tetep aja yang sukses minoritas.

balas komentar
Sangat inspiratif ! Jadi kepikir, mungkinkah kalo gerobag mie tsb itu adalah blog ya ? Atau udah ada yg begitu ?
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:50 pm
@Suarakelana, sudah mas. Makanya untuk AM.com saya terbuka bila memang mau menjadi co-writer disini.
Harapan kedepannya bisa rame sehingga bisa berfokus di blog satunya AM.net

balas komentar
salam kenal bang Dje..
belum baca 2 kali. nanti saya balik lagi yah..
balas komentar
fadly muin Reply:
February 11th, 2010 at 8:22 am
@fadly muin, disinilah letak perjuangan dan pengorbanan. inilah rumus robert kiyosaki tentang “harga harus di bayar” terjawab.
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:42 pm
@fadly muin, apa yang kita investasikan ya itu yang kita terima. Semua itu butuhk kecerdasan financial.
dan hebatnya si ‘arief’ udah membuktikannya tanpa dia sadari.

balas komentar
pengalaman nyata orang-orang sukses disekitar kita memang enak untuk dibahas dan dinikmati…
Salam kenal sekali lagi bang dje
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:40 pm
@online-business-story.com, welcome to school of life. Banyak guru dan gratis tidak dipungut biaya…
balas komentar
mazton Reply:
February 12th, 2010 at 4:29 pm
@arief maulana, itulah salah satu kelebihan kang arief maulana, anda banyak memberi motivasi orang. minimal saya senang mampir ke blog anda.


tapi… kang arief jangan lupa “berguru kepala Allah” blognya cak abbu sangkan.
balas komentar
Subhanallah….., ini merupakan cambuk bagi saya, mudah2an semua yang sedang saya usahakan hari ini HARUS bisa berarti buat orang2 yang saya cintai….terima kasih artikelnya mas Arief, anda memang insan yang luar biasa..!!
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:38 pm
@bisnis internet, berfokus pada mendatangkan manfaat untuk orang lain, maka Allah akan membuka jalan kemudahan untuk kita.
balas komentar
Kalau biasanya saya paling males baca artikel panjang, kali ini sebaliknya. Ceritanya mengalir dan enak dinikmati.

balas komentar
fadly muin Reply:
February 11th, 2010 at 8:23 am
@Agus Siswoyo, ohhh… gitu toh?
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
February 11th, 2010 at 12:43 pm
@fadly muin, kecuali tulisan blog mas Fadly…



balas komentar
fadly muin Reply:
February 11th, 2010 at 2:19 pm
@Agus Siswoyo, wah diskriminasi nih
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
February 12th, 2010 at 6:38 am
@fadly muin, sabar mas, besok masuk tivi kok. Nggak usah nangis gulung-gulung…

balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:39 pm
@Agus Siswoyo, beri applause ke Bang Dje..
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
February 12th, 2010 at 6:27 pm
@arief maulana,
balas komentar
di dekat rumah saya ada yg jualan mie ayam enak banget, tapi pas saya tanya ”kenapa ga bikin cabang aja?” katanya ga mau. Sayang ya..
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:37 pm
@Ardiawan.com, cara berpikirnya konvensional. Kalau bahasa kerennya, kecerdasan financial rendah.
Si ‘arief’ dalam cerita di atas sudah membuktikan tingkat kecerdasan financial yang oke tanpa dia sadari.
balas komentar
Bila suatu pekerjaan dilakukan sepenuh hati maka semua itu terasa begitu menyenangkan dan tujuan tujuan pun akan tercapai dengan mudah. terlepas apapun profesi apakah seorang pedagang bakul mie ayam atau seorang blogger sekalipun.
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:35 pm
@dodypku, nikmati pekerjaan kita, maka income akan datang dengan sendirinya.
balas komentar
satu lagi yang namanya arief, telah memulai langkah suksesnya…


balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:34 pm
@IwanKus, Rief Rich Group. Kumpulan orang-orang sukses bernama Arief
.
balas komentar
Arief Rizky Ramadhan Reply:
February 12th, 2010 at 5:10 pm
@arief maulana, waah ikut dong
balas komentar
Mohon “IZIN” buat di copas ya Mas Erief dan Bang Dje…
Boleh kaaan…??
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:33 pm
@Jajank, silahkan. Tapi jangan lupa kasih link ke artikel asli yang disini yah.
Juga link ke Bang Dje selaku authornya.

balas komentar
Jajank Reply:
February 12th, 2010 at 9:41 am
@arief maulana, sip.. dan terima kasih
balas komentar
Mulai dari yang kecil dan kelihatannya sepele tapi justru inilah modal awal untuk pembelajaran bagi bisnis yang lebih besar. Jangan anggap enteng usaha yang kelihatanya kecil dan sepele…padahal perputaran uangnya luar biasa.
Salam sukses.
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:31 pm
@Sugiana Hadisuwarto, lebih baik kecil tapi menyebar dan menggurita daripada besar tapi punya cuma 1.
Ini juga yang menjadi prinsip bisnis frenchise modal kecil.
balas komentar
Jadi pengen nangis,,,
Salut dengan mas ARIEF
Ini jadi mengingatkan rencana Fenny pula. Tapi sayangnya karena kurang percaya jadi tersendat.Mungkin ini mengingatkan Fenny untuk lebih membangun kepercayaan pada orang lain.
Terima kasih Bang Dje,
balas komentar
arief maulana Reply:
February 11th, 2010 at 1:29 pm
@Fenny Ferawati, mencari orang kepercayaan memang sulit. Tapi kalau kita tidak pernah belajar percaya, malah ngga akan nemu orang seperti itu.
balas komentar
Bang Dje Reply:
February 11th, 2010 at 3:12 pm
@Fenny Ferawati, Saya pernah menulis masalah percaya tidak percaya ini yang merupakan pondasi kesuksesan secara umum.

balas komentar
arief maulana Reply:
February 12th, 2010 at 1:19 pm
@Bang Dje,
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
February 12th, 2010 at 1:14 pm
@erick,
balas komentar
lama ga kesini sekali kesini dari awal ampe akhir ini artikel tak babat abizz…
mantaps bisa betah aku bacanya mas..
komentar setelah baca nie :d
balas komentar
arief maulana Reply:
February 12th, 2010 at 1:07 pm
@kakday, yang nulis mantap mas. Bisa menyajikan sedemikian apiknya.
balas komentar
Ada beberapa teman yang minta ijin ke saya untuk copy-paste artikel ini. Walaupun saya yang menulisnya tapi artikel ini sudah dimuat dan menjadi milik ariefmaulana[dot]com. Silakan minta ijin kepada yang empunya blog.

balas komentar
arief maulana Reply:
February 12th, 2010 at 1:07 pm
@Bang Dje, terima kasih Bang Dje
balas komentar
Ceritanya bagus,karena keikhlasan untuk membantu orang lain akhirnya jadi menambah rezeki.Sukses terus
balas komentar
arief maulana Reply:
February 12th, 2010 at 1:06 pm
@surya syahputra, ya. makin banyak bermanfaat bagi orang lain, Tuhan semakin percaya bahwa kita adalah orang yang tepat untuk jadi kaki tangannya dalam membagikan berkat.
balas komentar
jangan-jangan arief saya nih wkwkwkwk… btw kisah yang sangat inspiratif dan kesukesan memang membutuhkan proses dan kegigihan yang kuat
buat Mas Arief yang dicerita wkwkwkwk
balas komentar
arief maulana Reply:
February 12th, 2010 at 1:04 pm
@Arief Rizky Ramadhan, ngga mungkin. Kecuali kamu mengalami penuaan dini. hahaha…
balas komentar
Arief Rizky Ramadhan Reply:
February 12th, 2010 at 5:10 pm
@arief maulana,


balas komentar
kalo seseorang udah gigih menjalankan suatu usaha. Suatu saat pasti sukses
balas komentar
arief maulana Reply:
February 12th, 2010 at 1:03 pm
@Artis Indonesia,
balas komentar
tapi ini bagus banget mas, menginspirasi, dan tidak harus mencapai yang tinggi dulu untuk bisa sukses..
balas komentar
arief maulana Reply:
February 12th, 2010 at 1:02 pm
@Muhammad Arifin, iya dong. Kan saya updatenya rutin meski 1 minggu hanya 2x aja.
balas komentar
wah benar-benar kisah yang bagus sekali, arief sangat menginspirasi saya yang selalu melupakan tujuan awal saya dalam menjalani bisnis ini, sering berubah dan selalu berharap banyak tanpa kerja keras..
luar biasa
balas komentar
arief maulana Reply:
February 12th, 2010 at 1:02 pm
@Catur Ariadi, focus on your goal / dream and enjoy all the process
balas komentar
Pelajaran hidup yang sangat berharga bang. Mengalir begitu saja namun bukan berarti tanpa tujuan.
Walau sekecil apapun hasil yang telah dicapai tak luput kita bersyukur insya Allah, Allah akan menambahnya.
balas komentar
arief maulana Reply:
February 12th, 2010 at 1:01 pm
@Habib Yunus, sudah janji Allah itu mas
balas komentar
weh, jd pngen mkn mie ayam nich…..
balas komentar
Pelajaran kehidupan yang sangat inspiratif dan motivasi untuk saya pribadi.
balas komentar
Itulah hasil sebuah ketekunan dan fokus….
Kita sering kali melihat keberhasilan orang lain, lalu ingin mengikuti lengkahnya, ketika belum berhasil dan melihat lagi teman yang berhasil, kita pun lalu ingin berpindah ke bidang yang baru itu. Akhirnya tak ada satupun usaha kita yang sukses, karena tidak tekun dan fokus pada satu bidang.
balas komentar
arief maulana Reply:
February 14th, 2010 at 12:09 pm
@Bisnis Hosting Buat Pemula, pokoknya jangan ikut2an dah. Pilih satu dan tekuni sampai sukses
balas komentar
Saya merasakan impresi yang sama dengan mas arief maulana tentang artikel ini, sangat menggugah dan membangkitkan motivasi.
Seorang pemula hingga pebisnis kelas kakap pun memiliki banyak rencana. Tapi akhirnya harus disadari, keterbatasan waktu dan daya membuat harus 1 rencana saja yang menjadi prioritas.
Prinsip saya : Mulailah dari yang mudah dan bertekunlah hingga yang tersulit
Senang membaca artikel ini.
balas komentar
arief maulana Reply:
February 14th, 2010 at 12:07 pm
@Catatan Hery, betul mas. Kerjakan satu persatu… kalo ngga
balas komentar
blognya kang arief bagus buanget neh, ini yang aku suka. ilmunya dapet, humornya OK! asyik tenan
balas komentar
mr boyke Reply:
February 12th, 2010 at 7:58 pm
sering sering kunjungi,pasti dpt bonus grats yg slama ini di tunggu 2
balas komentar
Membaca dan menyimak cerita ini, memberi inspirasi bagi netter. Seperti mengasah pisau kita harus fokus agar pisau tersebut benar-benar tajam. Nice Posting..!
balas komentar
arief maulana Reply:
February 14th, 2010 at 12:05 pm
@Honor Online, thanx… saya forward pujiannya ke bang Dje selaku penulis
balas komentar
mantabs mas…btw, aku juga senasib neh, artikelku di copas orang tanpa menyebutkan sumbernya…hiks…
balas komentar
arief maulana Reply:
February 14th, 2010 at 12:03 pm
@Haris_DokterBisnis.Net,
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
February 14th, 2010 at 12:02 pm
@KangAsep,
balas komentar
yg membuat seseorang sukses adalah fokus pada pilihannya
balas komentar
arief maulana Reply:
February 14th, 2010 at 11:57 am
@sepatu, juga doa
balas komentar
saya setuju dengan artikel mas Arief ini, karena dengan fokus dengan satu pekerjaan dan kita bersungguh-sunguh maka kita akan merasakan hasil yang lebih maksimal….
balas komentar
arief maulana Reply:
February 14th, 2010 at 11:57 am
@belajar internet, ini artikelnya Bang Dje mas…
balas komentar
benar sekali mas, upaya yang dilakukan secara terus menerus dan fokus pasti akan membuahkan hasil…saya yakin dan percaya. salam luar biasa
balas komentar
arief maulana Reply:
February 14th, 2010 at 11:56 am
@websiteluarbiasa, salam luar biasa Pak
balas komentar
article ini mengingatkan saya atas kesalahan saya tempo dulue.
emang di dunia ini yang kita butuhkan sebenarnya hanya sedikit, tidak perlu banyak-banyak, yang penting jalan, nantinya kalau memang bagus pasti nambah sendiri.
balas komentar
arief maulana Reply:
February 14th, 2010 at 11:54 am
@dreamfrog, itulah cara manusia belajar mas. Dari kesalahan.
balas komentar
Tulisan yang dituangkan dari pengalaman yang sarat pesan positif. Tq Bang Dje + Arief MA & Mas Arief M
balas komentar
arief maulana Reply:
February 22nd, 2010 at 9:41 am
@bobich, sama-sama
balas komentar
ceritanya puanjang namun gaya penulisannya enak dibaca. top dah!
balas komentar
arief maulana Reply:
February 18th, 2010 at 9:08 am
yang nulis emang mantap paK!
balas komentar
lam kenal pak arief maulana,
wah ..ceritanya membuat saya semangat deh.. dan ingin selalu membantu teman yg mau berkembang positif
balas komentar
arief maulana Reply:
February 22nd, 2010 at 9:45 am
@andi, salam kenal. Stay tune aja disini pak. Insya Allah saya selalu suka berbagi hal-hal yang positif
balas komentar
salut ma tulisan artikelbpk deh….
balas komentar
Dari cerita tersebut saya menangkap 2 pesan moral,yang pertama kita bisa membantu orang lain yang belum mendapatkan pekerjaan dengan menyuruh mereka mengembangkan bisnis kita dan yang kedua investasikan modal kita untuk meraup laba yang lebih besar
balas komentar
[...] Ps. Artikel ini ditulis oleh Bang Dje berdasarkan pengalaman pribadi untuk Blog Motivasi, Bisnis, Manjemen Diri (AriefMaulana.com). [...]