Berguru Pada Bakul Mie Ayam

Oleh : Bang Dje

Pada Mei 2000 saya merantau ke Jakarta. Semula saya tinggal di Condet. Hanya enam bulan di sana saya pindah ke Tanah Abang. Di sinilah saya mengenal seorang bakul mie ayam. Sebut saja namanya Arief.

Arief lulusan Madrasah Tsanawiyah di Kebumen, Jawa Tengah. Dia sudah menikah tetapi belum memiliki anak. Di Jakarta dia mengajar mengaji kepada anak-anak kecil di musholla dekat rumah. Kebetulan rumah kontrakan kami persis berhadap-hadapan.

Awalnya adalah Satu

Arief mencari nafkah dengan berjualan mie ayam. Dia memiliki satu gerobag. Pagi hari sebelum adzan shubuh berkumandang dia telah mengayuh sepedanya ke pasar untuk berbelanja berbagai kebutuhan. Saat bertemu di masjid untuk shalat shubuh biasanya dia telah selesai berbelanja. Setelah itu kerja keras dimulai.

Mengolah ayam, membuat kuah, membagi mie, menyiapkan kompor dan menata semuanya di gerobag. Tidak ketinggalan berbagai peralatan seperti mangkok, sumpit (ini temennya mie), sendok garpu, beberapa buah gelas dan beberapa botol air putih untuk pelanggan yang minta minum (gratis). Ada pula yang tidak boleh tertinggal yaitu kecap, saus, sambal dan acar. Sekitar jam delapan biasanya semua telah siap. Sesekali saya memesan untuk sarapan (ssst… tentu saja saya selalu dapat porsi lebih banyak).

Ternyata masakannya enak. Sehingga dengan cepat dia memperoleh langganan. Belum lagi beranjak dari rumah beberapa mangkok telah terjual. Dia biasa mangkal di Bilangan Slipi. Setelah membuka dasar nanti akan ada orang yang datang untuk menitipkan dagangannya seperti krupuk, gorengan, kacang dan makanan kecil lainnya. Hal ini membuat warungnya jadi kelihatan lebih ramai.

Saat shalat Ashar dia sudah hadir lagi di masjid yang berarti dia sudah pulang dari berjualan. Biasanya dagangannya sudah habis terjual. Tapi bukan berarti dia sudah bisa beristirahat. Setelah shalat ashar tugas lain sudah menanti. Bersih-bersih. Mangkok, sendok garpu, sumpit, gelas, botol air minum, dandang untuk kuah, semua harus dibereskan.

Gerobag juga harus dibersihkan. Bila perlu sekalian dicuci. Tidak perlu waktu terlalu lama. Sekitar satu jam semua sudah selesai dan dia bisa beristirahat. Ini saat santai buatnya.

Suatu hari saya melihat dua gerobag di depan rumah. Satu gerobag saya kenali milik Arief dan satu lagi gerobag baru yang belum dicat. Ternyata Arief mau membuka cabang. Dia akan membuka lahan untuk berjualan di dekat rumah dan akan ditunggui oleh istrinya.

Rencana Berubah

Tetapi belum lagi rencana ini berjalan seorang temannya, sebut saja Bari, datang. Dan rencanapun berubah.

Bari saat itu sedang menganggur. Dia ingin ikut berjualan Mie Ayam. Arief menawarkan kerja sama. Arief akan menyiapkan semua keperluan lengkap untuk berjualan. Bahkan Arief menawarkan tempatnya biasa mangkal di Bilangan Slipi. Tugas Bari hanya berjualan.

Tiap hari Bari harus setor Rp 50.000,- dan sisanya untuk Bari. (Saya dapat bocoran bahwa untuk belanja harian untuk satu gerobag hanya butuh kurang dari Rp 20.000,- sehingga Arief akan mendapat untung Rp 30.000,- per hari) Bari setuju dan akan mulai berjualan esok pagi.

Esok paginya saya melihat dua orang, Arief dan Bari, berangkat bersama. Arief akan menunjukkan pada Bari tempatnya berjualan sekaligus mengenalkan Bari kepada orang-orang di lingkungan sekitarnya dan pada orang-orang yang menitipkan dagangan.

Hari berikutnya saya membantu Arief mengecat gerobagnya yang baru. Dia bercerita akan mencari tempat mangkal lagi di Bilangan Tanah Abang. Dia juga akan membuat gerobag lagi karena rencana membuka lahan untuk istrinya di dekat rumah tetap akan diwujudkan.

Beberapa hari setelah itu, karena kesibukan masing-masing, kami tidak bertemu. Hingga suatu hari saya sedang jalan-jalan di Tanah Abang tiba-tiba ada yang memanggil. Saya menengok dan ternyata Arief. Rupanya dia telah mendapat tempat berjualan. Tampak beberapa orang sedang menikmati mie ayamnya.

Cerita Terulang

Minggu demi minggu berlalu dan Arief telah membuat gerobag lagi. Ini kelanjutan rencana membuka lahan berjualan untuk istrinya. Tapi cerita terulang lagi. Seorang temannya, sebut saja namanya Danang, datang dengan masalah yang sama dengan Bari. Ariefpun menawarkan pada Danang kerjasama seperti yang ditawarkan kepada Bari. Danang menerima dan ‘ditempat-tugaskan’ di Tanah Abang.

Akhirnya rencana untuk istrinya dapat terwujud. Suatu pagi saya melihat tiga gerobag mangkal di depan rumah kontrakan Arief. Terlihat kesibukan Arief dibantu istrinya menyiapkan segala perbekalan. Sekitar pukul setengah sembilan dua ‘pegawainya’ datang dan mendorong dua gerobag.

Lalu giliran Arief menyiapkan dasaran untuk istrinya.

Biasanya pukul sembilan dia sudah bersantai di rumah. Beristirahat atau melakukan aktifitas yang lain. Setelah shalat dhuhur dia menggantikan istrinya hingga saat shalat ashar tiba. Kadang dia mentraktirku makan siang. Tentu dengan menu mie ayam buatannya. (seperti biasa saya pesan menu spesial dengan bakso)

Dan Pelajarannya

Satu pelajaran yang saya petik dari persahabatan saya dengan Arief adalah dia tidak punya mimpi dan rencana yang muluk-muluk. Dia hanya punya satu rencana lalu mengerjakannya dengan sepenuh hati dan segenap tenaga. Lalu sisanya mengalir mengikutinya.

Tentu Arief telah pula mengalami getirnya menjadi pedagang Mie Ayam. Ban bocor saat mau berangkat dan kompor yang ngadat hanya sebagian di antaranya. Tapi Arief tetap maju terus mengatasi segala rintangan.

Pada 2002 saya memutuskan untuk mudik ke Semarang . Saat itu Arief telah memiliki 3 ‘cabang’. Iseng saya menghitung keuntungan Arief. Tiap satu gerobag dia mendapat untung Rp 30.000,- per hari. Tiga gerobag berarti Rp 90.000,- sehari. Maka selama satu bulan paling tidak dia mengantongi Rp 2,7  juta. Saya katakan ‘paling tidak’ karena keuntungan dari gerobag yang di dekat rumah dia kantongi seluruhnya.

Seorang yang ‘hanya’ lulusan Madrasah Tsanawiyah berpenghasilan sebesar ini pada tahun 2002 saya pikir tidak terlalu buruk. Lagipula kalau ada lahan Arief masih bisa membuka ‘cabang’ lagi.

Selain itu Arief telah membuka jalan mencari nafkah bagi dua temannya. Dan yang lebih menyenangkan dia punya banyak waktu di rumah atau berkumpul dengan istrinya. Semua itu dicapai dalam waktu kurang dari dua tahun.

Sayangnya sejak saya mudik tahun 2002 hingga sekarang belum pernah kontak lagi dengannya. Beberapa kali ditugaskan ke Jakarta, tapi saya tidak sempat mampir. Semoga dagangannya tambah laris dan usahanya semakin lancar.

BRAVO MIE AYAM.

Ps. Artikel ini ditulis oleh Bang Dje berdasarkan pengalaman pribadi untuk Blog Motivasi, Bisnis, Manjemen Diri (AriefMaulana.com).
space


149 Responses to “Berguru Pada Bakul Mie Ayam”

  1. Luar biasa!

    Rangkaian kata yang mengisahkan pelajaran hidup ini bagus bagus Bang. Jadi saya tidak perlu melakukan editing untuk redaksionalnya.

    Inilah sekolah kehidupan. Kali ini saya belajar banyak dari seorang tukang bakul mie ayam. Saya belajar beberapa hal :

    1. Dalam mengerjakan segala sesuatunya harus dilandasi rasa senang dan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, tidak peduli bagaimana prosesnya.

    2. Arief sudah membuktikan kekuatan bertindak. Rencana tinggal rencana bila tidak ada tindakan untuk merealisasikannya.

    3. Sekali lagi, jangan melupakan faktor Allah dalam setiap usaha kita. Ini tercermin dari sikap dan perilaku Arief yang tetap tidak melupakan ibadahnya bila tiba waktunya shalat.

    Sekali lagi terima kasih atas tulisannya Bang Dje. Saya harap lain waktu berkenan kembali menulis disini.

    balas komentar

    Bang Dje Reply:

    @arief maulana, waw. Dimuat apa adanya, Mas. Tanpa diedit sama sekali. Terima kasih atas kesempatan dan kepercayaannya.
    Saya masih ada ide artikel yang kelihatannya kurang cocok dimuat di blog saya dan lebih pas dibagikan di sini. Semoga saya bisa segera menulisnya.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Bang Dje, betul mas. Saya menikmati loh baca tulisan ini. :sip:

    balas komentar

    ismail Reply:

    @Bang Dje, numpang pertamax dulu bnag dje:sip:

    balas komentar

    KangAsep Reply:

    @arief maulana, NB: yg bisa saya tangkap arief fokus pada satu kerjaan, walau tantangan menghadang sehingga membuatnya menjadi pembuat mei yang profesional dan enak (duh jadi ngiler.. mau nyoba mie ayamnya )
    2. Sama dengan postingan artikel blog saya “jangan mau kerja keras” :malu2

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @KangAsep, power of focus emang dahsyat. :sip:

    balas komentar

    Guru Go!Blog Reply:

    Kita memang bisa belajar dari siapa saja kok mas, betul?:hihi:

    balas komentar

  2. KangAsep says:

    Pertamax sajah…. soale yg atas yg punya blog :ngakak:

    balas komentar

    arkum Reply:

    @KangAsep, Nunut yg pertamax walau udah jadi yg ketigax:hihi::hihi:

    balas komentar

    KangAsep Reply:

    @arkum, ga apa-apa mas, yg penting seneng hehe.. :ngakak

    balas komentar

    ali mustika sari Reply:

    @KangAsep, Betul kang….yang penting senang dulu.. :bingung

    balas komentar

    mazton Reply:

    @arkum, aku ikut mbonceng ya…:ngakak:

    balas komentar

    arkum Reply:

    @mazton, hati2 jangan jatuh ms:melet::melet:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @KangAsep, wah gerombolan pertamax yg dipimpin kang asep neeh!

    balas komentar

  3. lucky says:

    Benar – benar pengalaman yang hebat bos Bang Dji, bisa berteman dengan seorang yang jenius seperti arief.. Saya harus katakan jenius karena dengan satu tujuan yang dilakukan dengan serius dia bisa menyelamatkan hidup teman-temannya, orang yang hanya tamatan SMA bisa mendelegasikan usahanya agar terus berkembang dengan pesat..Hebat sekali..Saya yang lulusan pergururan tinggi masih belum bisa seperti itu, Thanks artikelnya mas arief, motivasi yang hebat, kalau boleh tak posting di blogku juga ya..

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @lucky, boleh aja repost. Tapi jangan lupa link ke artikel aslinya ini yah!

    Kasih link juga ke Bang Dje sebagai penulisnya.

    balas komentar

  4. arkum says:

    Ketigax:hihi::hihi: walau telat yg penting ketigax

    balas komentar

  5. dian says:

    sangat simple dan mudah dicerna, semoga membawa menfaat pada orang yang membaca kisahnya. :sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @dian, kadang berpikir simpel jauh lebih dibutuhkan daripada yang rumit-rumit. :hihi:

    balas komentar

    KangAsep Reply:

    @arief maulana, tapi terkadang ada orang yg suka mempersulit diri, persoalan dibuat rumit padahal bisa di sederhanakan. (opo maksudnyo iki ):ngakak::ngakak:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @KangAsep, nah itu birokrasi indonesia mas. kalau bisa dipersulit, buat apa dipermudah. hahaha

    balas komentar

    dian Reply:

    @arief maulana, bener, pikir simple aja. jalani semuanya dengan ikhlas.

    balas komentar

  6. arkum says:

    Sekolah kehidupan yang enak tuk dibaca ms. Walaupun yg tertulis disini adalah prilaku yg tampak dari si ms Arief hingga mempunyai 2 pegawainya tapi sy yakin cita2 ms Arief sangat besar hingga ia berusaha meraihnya. Terkadang sesuatu yg besar justru berawal dari yg kecil, sperti cerita dsini. Trims ms atas inspirasi simpel dan renyahnya :sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @arkum, jangan-jangan pas ntar kesana sudah bukan gerobak lagi, malah jadi restoran. :hihi:

    balas komentar

  7. dafiDRiau says:

    Benar-benar perlu acungan jempol mas arif jiwa sosialnya tinggi mau menolong tmn yg kesulitan, dg cara itu rejekinya jg bertambah….Pelajaran jg nih buat kita utk saling bebagi. Tulisannya bagus….

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @dafiDRiau, makin banyak berbagi makin banyak kita dapat
    :uhuk:

    balas komentar

  8. ismail says:

    (Arief = artinya Bijaksana) Bersyukurlah pada Allah atas nama yang diberikan orang tua mu untukmu.

    Inspiratif banget mas terutama kat2 ini=> Dia hanya punya satu rencana lalu mengerjakannya dengan sepenuh hati dan segenap tenaga. Lalu sisanya mengalir mengikutinya. :hiks:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @ismail, sudah punya rencana yang mau dikerjakan sepenuh hati dan segenap tenaga Bung Ismail?
    :alay

    balas komentar

    ismail Reply:

    @arief maulana, belom mas, ada saran ga, bwt aku yg katrok ini :puyeng:

    balas komentar

    Catatan Hery Reply:

    @ismail, wah jangan-jangan rencana mas Ismail mau bunuh diri ya? soalnya pilih emoticon sperti itu :hihi:

    balas komentar

    ismail Reply:

    @Catatan Hery, mas hery lebay ahhhh :ngakak

    balas komentar

  9. A9YnD1LV3R says:

    @arief maulana, Semoga Bang dje bisa bertemu dengan mas “Arief” lagi. Amin

    balas komentar

    Bang Dje Reply:

    @A9YnD1LV3R, Makasih, Mas. Saya sudah “kangen kuadrat”. Kangen orangnya dan Mie Ayamnya juga …
    Sayangnya waktu itu Mas Arief belum punya HP jadi sekarang kami kehilangan kontak.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Bang Dje, jangan-jangan sekarang udah Blackberry / Iphone Bang, :hihi:

    balas komentar

    KangAsep Reply:

    @arief maulana, iya saya yakin mas arief yang ini punya black berry, iya kan mas arief :hihi:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @KangAsep, hahaha… tau aja mang…

    balas komentar

  10. mrnadoa says:

    Berbagi adalah hal yang luar biasa…mas arief sudah membuktikannya! Luar biasa

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @mrnadoa, arief yang mana ini? Hahaha… :hihi:

    balas komentar

  11. lucky says:

    mas, sebelumnya aku minta maaf ya udh lancang. Aku kan tadi minta ijin buat posting artikel ini di blog, tapi sampean belum kasi ijin udah tak posting, maaaaf banget, tapi beneran, artikel ini sangat memotivasi buat aku. jadi tujuan copas bukan untuk iseng tapi bener-bener sebagai pengingat supaya aku jadi lebih fokus kerjanya.
    Mohon maaf sekali lagi

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @lucky, diposting kemana? Saya mau cek. :merokok:

    balas komentar

  12. Semoga Bari dan Danang juga mengikuti jejak Arif. Sehingga makin banyak orang yang terbantu…

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Resellerbisnis, mudah-mudahan.

    balas komentar

  13. Satu lagi… fokus dan konsisten.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @MasterClickCom, betul betul betul :sup:

    balas komentar

  14. BuDhi says:

    jika kita mau berusaha dan istiqomah,Allah akan memberikan jalan
    @Bang Dje, artikelnya :sip:
    @Mas Arief, dengan istiqomah di blog ini mas arief sudah membuktikannya

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @BuDhi, alhamdulillah bila memang dinilai begitu. Saya berusaha memberikan yang terbaik disini!
    :sip:

    balas komentar

  15. Mas Arief tamatan Tsanawiyah ja bisa ya, Saya harus lebih bisa! Kan say tamatan … :sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Vidzas Erdien, ya itu cambukan yg sangat dahsyat. Apalagi kaya Andrie Wongso, SD ngga tamat mas! :hihi:

    balas komentar

  16. mh says:

    bapak saya dulu jualan mie ayam, dari 1 gerobak jadi 40 gerobak, akhirnya sekarang pindah buka usaha bengkel dan rumah kos2an

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @mh, nah, ini dia satu lagi contoh nyata success story. Boleh dong kapan-kapan share disini.

    Langsung ditulis dari tangan mashengky selaku anaknya…
    :sip:

    balas komentar

    mh Reply:

    @arief maulana, HEHEHE jadi bukak kartu neh…anaknya tukang mie ayam yang bisa keliling eropa dan asia..

    balas komentar

    Arief Rizky Ramadhan Reply:

    @mh, waah dari tukang mie ayam anaknya jadi sukses lewat internet.. :sip:

    balas komentar

  17. hendarblog says:

    :sip:jadi teringat sesuatu masa2 dulu…

    cakep mas postingnya:sip::sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @hendarblog, pernah jualan mie juga bang?
    :ngelamun:

    balas komentar

  18. turisuna says:

    Wah nama Arief kok banyak yang sukses ya, besok klo punya anak di kasih nama Arief juga ah :hihi:
    Asik juga nie ceritanya, walaupun cuma punya satu rencana, tapi klo fokus dan kerja keras, ternyata hasilnya bisa memuaskan juga :sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @turisuna, hehehe… bagus. jadi ntar saya ngga susah-susah kalau bikin ‘RIEF FOUNDATION. Isinya arief-arief yang sukses… hahaha…

    balas komentar

    Catatan Hery Reply:

    @turisuna, wah bagus tuh mas dikasi nama arief, jangan lupa siapin dari sekarang gerobak mie ayamnya, biar makin cocok..

    :puyeng: bercanda :hehe:

    balas komentar

    turisuna Reply:

    @Catatan Hery, Klo disiapin dari sekarang brati bikin gerobak dari besi baja ya biar gak lapuk, sambil nunggu anaknya lahir :merokok:

    balas komentar

  19. saya jadi terharu dan semangat..:hiks::hiks:
    Dulu aja punya 3 cabnang..Gimana sekarang ya??
    :bakme::bakme:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @ali mustika sari, 5 restoran… :bakme:

    balas komentar

  20. Ada pelajaran penting dari seorang Arief. Bahwa kesederhanaan dalam berpikir ternyata mampu menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Dan Fokus pada tujuan, sepertinya menjadi penuntun kesuksesannya.

    Untuk AM, sepertinya boleh juga tuh buka cabang (domain baru), yaitu: SEKOLAHKEHIDUPAN.com
    Untuk menampung kisah nyata penuh inspirasi dan motivasi seperti ini.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Umar Puja Kesuma, disini aja mas. Biar ngga repot. hehehe…

    dalam dunia engineering pun sama Mas Umar. Kita dituntut untuk bisa menyederhanakan masalah dalam satu model.

    Dengan demikian masalah bisa diselesaikan dengan pemikiran yang sederhana.
    :sip:

    balas komentar

  21. nah ini baru naskah panjang yg enak dibaca, inspiratif dan motivatif sip dah

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Ahmad Subandono, suka yang pendek-pendek yah. :hihi:

    balas komentar

  22. Mirzan says:

    Seandainya 10 org yg baca artikel ini menerapkan pelajaran dr kisah arif di atas kemudian memotivasi 10 org lagi lalu menceritakan kesuksesannya ke 10 org lagi dst… kira2 apa yg akan terjadi yah…

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Mirzan, viral of success. Akan banyak yang sukses mas. Cuma sayangnya yang open mind dan berani mencoba kan sedikit…

    Jadi tetep aja yang sukses minoritas.
    :hammer

    balas komentar

  23. Suarakelana says:

    Sangat inspiratif ! Jadi kepikir, mungkinkah kalo gerobag mie tsb itu adalah blog ya ? Atau udah ada yg begitu ?

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Suarakelana, sudah mas. Makanya untuk AM.com saya terbuka bila memang mau menjadi co-writer disini.

    Harapan kedepannya bisa rame sehingga bisa berfokus di blog satunya AM.net
    :hihi:

    balas komentar

  24. fadly muin says:

    salam kenal bang Dje..
    belum baca 2 kali. nanti saya balik lagi yah..

    balas komentar

    fadly muin Reply:

    @fadly muin, disinilah letak perjuangan dan pengorbanan. inilah rumus robert kiyosaki tentang “harga harus di bayar” terjawab.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @fadly muin, apa yang kita investasikan ya itu yang kita terima. Semua itu butuhk kecerdasan financial.

    dan hebatnya si ‘arief’ udah membuktikannya tanpa dia sadari.
    :sip:

    balas komentar

  25. pengalaman nyata orang-orang sukses disekitar kita memang enak untuk dibahas dan dinikmati…

    Salam kenal sekali lagi bang dje

    Salam Kreatif,
    Octa Dwinanda

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @online-business-story.com, welcome to school of life. Banyak guru dan gratis tidak dipungut biaya… :hihi:

    balas komentar

    mazton Reply:

    @arief maulana, itulah salah satu kelebihan kang arief maulana, anda banyak memberi motivasi orang. minimal saya senang mampir ke blog anda.
    tapi… kang arief jangan lupa “berguru kepala Allah” blognya cak abbu sangkan.:nyembah::nyembah::nyembah:

    balas komentar

  26. Subhanallah….., ini merupakan cambuk bagi saya, mudah2an semua yang sedang saya usahakan hari ini HARUS bisa berarti buat orang2 yang saya cintai….terima kasih artikelnya mas Arief, anda memang insan yang luar biasa..!!

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @bisnis internet, berfokus pada mendatangkan manfaat untuk orang lain, maka Allah akan membuka jalan kemudahan untuk kita.

    balas komentar

  27. Agus Siswoyo says:

    Kalau biasanya saya paling males baca artikel panjang, kali ini sebaliknya. Ceritanya mengalir dan enak dinikmati.
    :muach:

    balas komentar

    fadly muin Reply:

    @Agus Siswoyo, ohhh… gitu toh? :sip:

    balas komentar

    Agus Siswoyo Reply:

    @fadly muin, kecuali tulisan blog mas Fadly…
    :hihi::hihi::hihi:

    balas komentar

    fadly muin Reply:

    @Agus Siswoyo, wah diskriminasi nih:nangis:

    balas komentar

    Agus Siswoyo Reply:

    @fadly muin, sabar mas, besok masuk tivi kok. Nggak usah nangis gulung-gulung…
    :ngintip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Agus Siswoyo, beri applause ke Bang Dje.. :hore:

    balas komentar

    Agus Siswoyo Reply:

    @arief maulana, :hihi:

    balas komentar

  28. Ardiawan.com says:

    di dekat rumah saya ada yg jualan mie ayam enak banget, tapi pas saya tanya ”kenapa ga bikin cabang aja?” katanya ga mau. Sayang ya..

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Ardiawan.com, cara berpikirnya konvensional. Kalau bahasa kerennya, kecerdasan financial rendah.

    Si ‘arief’ dalam cerita di atas sudah membuktikan tingkat kecerdasan financial yang oke tanpa dia sadari.

    balas komentar

  29. dodypku says:

    Bila suatu pekerjaan dilakukan sepenuh hati maka semua itu terasa begitu menyenangkan dan tujuan tujuan pun akan tercapai dengan mudah. terlepas apapun profesi apakah seorang pedagang bakul mie ayam atau seorang blogger sekalipun.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @dodypku, nikmati pekerjaan kita, maka income akan datang dengan sendirinya.

    balas komentar

  30. IwanKus says:

    satu lagi yang namanya arief, telah memulai langkah suksesnya…
    :sip::sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @IwanKus, Rief Rich Group. Kumpulan orang-orang sukses bernama Arief :ngakak:.

    balas komentar

    Arief Rizky Ramadhan Reply:

    @arief maulana, waah ikut dong :ngakak:

    balas komentar

  31. Jajank says:

    Mohon “IZIN” buat di copas ya Mas Erief dan Bang Dje…
    Boleh kaaan…??

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Jajank, silahkan. Tapi jangan lupa kasih link ke artikel asli yang disini yah.

    Juga link ke Bang Dje selaku authornya.
    :sip:

    balas komentar

    Jajank Reply:

    @arief maulana, sip.. dan terima kasih

    balas komentar

  32. Mulai dari yang kecil dan kelihatannya sepele tapi justru inilah modal awal untuk pembelajaran bagi bisnis yang lebih besar. Jangan anggap enteng usaha yang kelihatanya kecil dan sepele…padahal perputaran uangnya luar biasa.
    Salam sukses.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Sugiana Hadisuwarto, lebih baik kecil tapi menyebar dan menggurita daripada besar tapi punya cuma 1.

    Ini juga yang menjadi prinsip bisnis frenchise modal kecil.

    balas komentar

  33. Jadi pengen nangis,,,:matabelo:

    Salut dengan mas ARIEF:sip: Ini jadi mengingatkan rencana Fenny pula. Tapi sayangnya karena kurang percaya jadi tersendat.Mungkin ini mengingatkan Fenny untuk lebih membangun kepercayaan pada orang lain.

    Terima kasih Bang Dje,:koprol:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Fenny Ferawati, mencari orang kepercayaan memang sulit. Tapi kalau kita tidak pernah belajar percaya, malah ngga akan nemu orang seperti itu.

    balas komentar

    Bang Dje Reply:

    @Fenny Ferawati, Saya pernah menulis masalah percaya tidak percaya ini yang merupakan pondasi kesuksesan secara umum.
    :baca:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Bang Dje, :sip:

    balas komentar

  34. erick says:

    :recsel sangat inspiratif dan memacu semangat kita untuk terus berusaha.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @erick, :sip:

    balas komentar

  35. kakday says:

    lama ga kesini sekali kesini dari awal ampe akhir ini artikel tak babat abizz…

    mantaps bisa betah aku bacanya mas..

    komentar setelah baca nie :d

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @kakday, yang nulis mantap mas. Bisa menyajikan sedemikian apiknya. :hihi:

    balas komentar

  36. Bang Dje says:

    Ada beberapa teman yang minta ijin ke saya untuk copy-paste artikel ini. Walaupun saya yang menulisnya tapi artikel ini sudah dimuat dan menjadi milik ariefmaulana[dot]com. Silakan minta ijin kepada yang empunya blog.
    :sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Bang Dje, terima kasih Bang Dje :sip:

    balas komentar

  37. Ceritanya bagus,karena keikhlasan untuk membantu orang lain akhirnya jadi menambah rezeki.Sukses terus

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @surya syahputra, ya. makin banyak bermanfaat bagi orang lain, Tuhan semakin percaya bahwa kita adalah orang yang tepat untuk jadi kaki tangannya dalam membagikan berkat.

    balas komentar

  38. jangan-jangan arief saya nih wkwkwkwk… btw kisah yang sangat inspiratif dan kesukesan memang membutuhkan proses dan kegigihan yang kuat :cendol buat Mas Arief yang dicerita wkwkwkwk

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Arief Rizky Ramadhan, ngga mungkin. Kecuali kamu mengalami penuaan dini. hahaha…

    balas komentar

    Arief Rizky Ramadhan Reply:

    @arief maulana, :ngakak::ngakak::ngakak:

    balas komentar

  39. kalo seseorang udah gigih menjalankan suatu usaha. Suatu saat pasti sukses

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Artis Indonesia, :sip:

    balas komentar

  40. :sip: lama ga mampir ada banyak artikel yang terlewat..

    tapi ini bagus banget mas, menginspirasi, dan tidak harus mencapai yang tinggi dulu untuk bisa sukses..

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Muhammad Arifin, iya dong. Kan saya updatenya rutin meski 1 minggu hanya 2x aja. :hihi:

    balas komentar

  41. Catur Ariadi says:

    wah benar-benar kisah yang bagus sekali, arief sangat menginspirasi saya yang selalu melupakan tujuan awal saya dalam menjalani bisnis ini, sering berubah dan selalu berharap banyak tanpa kerja keras..

    luar biasa

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Catur Ariadi, focus on your goal / dream and enjoy all the process

    balas komentar

  42. Habib Yunus says:

    Pelajaran hidup yang sangat berharga bang. Mengalir begitu saja namun bukan berarti tanpa tujuan.

    Walau sekecil apapun hasil yang telah dicapai tak luput kita bersyukur insya Allah, Allah akan menambahnya.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Habib Yunus, sudah janji Allah itu mas

    balas komentar

  43. d D4n says:

    weh, jd pngen mkn mie ayam nich…..:ngelamun:

    balas komentar

  44. Pelajaran kehidupan yang sangat inspiratif dan motivasi untuk saya pribadi.:sip:

    balas komentar

  45. Itulah hasil sebuah ketekunan dan fokus….
    Kita sering kali melihat keberhasilan orang lain, lalu ingin mengikuti lengkahnya, ketika belum berhasil dan melihat lagi teman yang berhasil, kita pun lalu ingin berpindah ke bidang yang baru itu. Akhirnya tak ada satupun usaha kita yang sukses, karena tidak tekun dan fokus pada satu bidang.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Bisnis Hosting Buat Pemula, pokoknya jangan ikut2an dah. Pilih satu dan tekuni sampai sukses

    balas komentar

  46. Catatan Hery says:

    Saya merasakan impresi yang sama dengan mas arief maulana tentang artikel ini, sangat menggugah dan membangkitkan motivasi.

    Seorang pemula hingga pebisnis kelas kakap pun memiliki banyak rencana. Tapi akhirnya harus disadari, keterbatasan waktu dan daya membuat harus 1 rencana saja yang menjadi prioritas.

    Prinsip saya : Mulailah dari yang mudah dan bertekunlah hingga yang tersulit

    Senang membaca artikel ini.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Catatan Hery, betul mas. Kerjakan satu persatu… kalo ngga :puyeng:

    balas komentar

  47. mazton says:

    blognya kang arief bagus buanget neh, ini yang aku suka. ilmunya dapet, humornya OK! asyik tenan:hore:

    balas komentar

    mr boyke Reply:

    sering sering kunjungi,pasti dpt bonus grats yg slama ini di tunggu 2

    balas komentar

  48. Honor Online says:

    Membaca dan menyimak cerita ini, memberi inspirasi bagi netter. Seperti mengasah pisau kita harus fokus agar pisau tersebut benar-benar tajam. Nice Posting..!

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Honor Online, thanx… saya forward pujiannya ke bang Dje selaku penulis

    balas komentar

  49. mantabs mas…btw, aku juga senasib neh, artikelku di copas orang tanpa menyebutkan sumbernya…hiks…

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Haris_DokterBisnis.Net, :puyeng:

    balas komentar

  50. KangAsep says:

    :mikir::merokok:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @KangAsep, :bom:

    balas komentar

  51. sepatu says:

    yg membuat seseorang sukses adalah fokus pada pilihannya

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @sepatu, juga doa :hihi:

    balas komentar

  52. saya setuju dengan artikel mas Arief ini, karena dengan fokus dengan satu pekerjaan dan kita bersungguh-sunguh maka kita akan merasakan hasil yang lebih maksimal….:sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @belajar internet, ini artikelnya Bang Dje mas… :hihi:

    balas komentar

  53. benar sekali mas, upaya yang dilakukan secara terus menerus dan fokus pasti akan membuahkan hasil…saya yakin dan percaya. salam luar biasa

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @websiteluarbiasa, salam luar biasa Pak :wooo:

    balas komentar

  54. dreamfrog says:

    article ini mengingatkan saya atas kesalahan saya tempo dulue.

    emang di dunia ini yang kita butuhkan sebenarnya hanya sedikit, tidak perlu banyak-banyak, yang penting jalan, nantinya kalau memang bagus pasti nambah sendiri.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @dreamfrog, itulah cara manusia belajar mas. Dari kesalahan. :sip:

    balas komentar

  55. bobich says:

    Tulisan yang dituangkan dari pengalaman yang sarat pesan positif. Tq Bang Dje + Arief MA & Mas Arief M

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @bobich, sama-sama

    balas komentar

  56. red says:

    ceritanya puanjang namun gaya penulisannya enak dibaca. top dah!

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    yang nulis emang mantap paK!

    balas komentar

  57. andi says:

    lam kenal pak arief maulana,
    wah ..ceritanya membuat saya semangat deh.. dan ingin selalu membantu teman yg mau berkembang positif

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @andi, salam kenal. Stay tune aja disini pak. Insya Allah saya selalu suka berbagi hal-hal yang positif :hihi:

    balas komentar

  58. andi says:

    salut ma tulisan artikelbpk deh….:sip:

    balas komentar

  59. Dari cerita tersebut saya menangkap 2 pesan moral,yang pertama kita bisa membantu orang lain yang belum mendapatkan pekerjaan dengan menyuruh mereka mengembangkan bisnis kita dan yang kedua investasikan modal kita untuk meraup laba yang lebih besar

    balas komentar

  60. [...] Ps. Artikel ini ditulis oleh Bang Dje berdasarkan pengalaman pribadi untuk Blog Motivasi, Bisnis, Manjemen Diri (AriefMaulana.com). [...]

Leave a Reply

:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: more »

[+] kaskus emoticons nartzco

WordPress Theme Design