Beradaptasi Dengan Cepat Untuk Bergerak Maju

Oleh : Arief Maulana

Sudah hampir satu minggu, saya menggunakan laptop Asus X202E Vivobook sebagai pengganti laptop Axioo Neon lama saya yang sudah tidak bisa digunakan lagi. Namun baru dua hari ini, saya bisa mengoptimalkan laptop baru ini, baik dari segi personal setting maupun program-program yang diinstall di dalamnya.

Dari segi pengoperasian operating systemnya saja sudah berbeda. Bila dulu, saya biasa menggunakan Windows XP s/d Windows 7 Pro yang cara mengoperasikannya hampir sama, maka lain halnya di OS Windows 8 yang sudah terintegrasi dengan sistem layar sentuh.

Tidak hanya itu. Laptop baru saya pun sekarang sudah 64 bit. Sementara yang lama 32 bit. Artinya banyak master installer software yang saya miliki sudah tidak kompatibel lagi. Beberapa masih ada yang bisa dipakai, sedangkan sebagian yang lainnya sudah tidak bisa lagi sehingga memaksa saya mencari installer software yang baru.

Prosesnya tentu tidak enak. Mau tidak mau saya harus mulai membiasakan diri dengan sistem yang baru. Kata orang, sistem baru mempermudah kinerja kita. Namun, belum tentu semua orang cocok dengan sistem baru. Saya mulai merasakan apa yang dirasakan oleh para orang tua yang enggan belajar hal baru, baik itu orang tua sendiri, para dosen tua, dll. Yap, sistem baru terlalu canggih untuk mereka yang menyukai kesederhanaan.

Hidup Selalu Berubah

Begitu juga dengan kehidupan kita. Zaman semakin maju, teknologi semakin canggih, revolusi budaya dimana-mana. Mereka yang tidak bisa beradaptasi dengan cepat, sudah barang tentu akan tergilas zaman dan punah dengan sendirinya. Pertanyaannya adalah seberapa cepat kita mampu beradaptasi dengan hal-hal yang baru?

Tidak ada yang bilang bahwa berubah itu enak. Keluar dari zona nyaman tidak pernah menyenangkan. Bahkan mungkin ide keluar dari zona nyaman terdengar bodoh bagi mereka yang sudah berada di dalamnya. Namun, para pemenang tidak pernah lahir di zona nyaman. Para pemimpin besar, justru rata-rata adalah mereka yang mengambil pilihan untuk keluar dari zona nyaman, berubah, dan beradaptasi dengan lingkungannya.

Seperti kata pepatah, tidak ada yang abadi selain perubahan itu sendiri. Mereka yang tidak mau beradaptasi, akan terus tinggal dalam masa lalu dan mulai ditinggalkan. Kita seakan dipacu untuk terus bertahan, beradaptasi, dan bergerak maju. Bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk diri kita sendiri. Untuk masa depan yang lebih baik.

Jadi seberapa siap Anda untuk beradaptasi dengan hal-hal baru dan bergerak maju?

  1. kalau laptop lama nya masih bisa di pakai, tentunya setiap ada aplikasi baru yg kita butuhkan pasti kita download 2x, untuk yg 32 bit dan yg 64 bit. Itu yg saya alami.
    Jadi seberapa siap Anda untuk beradaptasi dengan hal-hal baru dan bergerak maju?
    jawabanya seberapa ingin kamu maju. karena kalau gak ada keinginan maka gak ada kemajuan apapun.

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,991 bad guys.