Belajar Bisnis Dari Counter Milenium TP Surabaya

Oleh : Arief Maulana

Jam Tangan Seiko
Jam Tangan Seiko

Minggu lalu, saya mengantarkan orang tua pergi ke Tunjungan Plaza 1 Surabaya. Niat keduanya sih mau cari jam tangan baru untuk ibu dan juga ayah. Kenapa ke TP? Kata ayah sih karena beliau pernah liat ada iklan di koran yang merekomendasikan beberapa toko jam tangan terbaik, dan itu ada di TP. Sayangnya nama toko yang ada di koran, ayah lupakan. Alhasil kami bertiga niat dari rumah untuk mencari seketemunya aja di TP. Mana yang oke ya itu nanti yang akan kita beli jam tangannya.

Kita sampai di TP sekitar jam 11. Belum banyak counter yang buka memang. Hingga akhirnya penelusuran mengantarkan saya ke TP 1 lt.2, Counter Milenium. Waktu kita datang, toko itu kebetulan baru dibuka oleh salah satu penjaganya, Ko Adi.

Sementara orang tua saya sibuk memilih jam, saya cukup mengamati proses tawar menawar dan transaksi jual beli yang terjadi. Saya buka notes blackberry dan mulai mencatat point-point pembelajaran bisnis untuk hari itu. Guru kehidupan sedang menerangkan pelajaran bisnis.

# PELUANG BISA DATANG KAPAN SAJA, SUDAH SIAPKAH KITA?

Apa alasan saya dan ortu masuk ke Toko Milenium? Karena dari sekian banyak toko jam hanya itu yang siap melayani pelanggan. Yang lain sudah buka, hanya masih ribet bersih-bersih dsb. Ko Adi dan Herly (teknisi) nampaknya memilih datang lebih pagi agar bisa menyambut pelanggan lebih awal. Usaha mereka tidak sia-sia. Saat peluang (pelanggan.red) datang, mereka sudah siap.

Begitu juga dengan kita. Mestinya selalu siaga dan bersiap. Peluang bisa datang kapan saja. Pertanyaannya apakah ketika peluang itu datang, kita sudah siap untuk menangkap dan mengelolanya menjadi sumber penghasilan. Atau seperti counter yang belum buka, kita melewatkan begitu saja.

# FIRST IMPRESSION IS IMPORTANT

Di TP bukan 1 counter saja yang menjual jam tangan kelas premium. Ini memaksa para penjaga counter untuk bisa memberikan service maksimum demi menggaet pelanggan loyal dan royal. Apalagi kalau pelanggannya baru pertama kali datang ke counter mereka, first impression penting!

Seperti itulah yang dilakukan Ko Adi. Dia berusaha memberikan first impression yang baik dengan keramahannya. Memanusiakan pelanggan, alih-alih hanya menempatkan mereka pada posisi target yang harus diperas untuk mendapatkan keuntungan maksimum. Saya sendiri yang ada di dalam counter tersebut merasa nyaman meski hanya sebatas mengamati proses transaksi yang terjadi.

Mungkin nantinya pelanggan yang datang tidak langsung membeli, bahkan cenderungnya berkeliling dulu mencari harga dan barang yang pas. Namun kesan pertama yang ditinggalkan menjadi penting. Kenapa? Ketika ada counter lain yang menyediakan barang dengan tipe yang sama dan harga tidak jauh berbeda, maka ada kecenderungan pelanggan akan balik ke counter yang membuatnya nyaman dengan semua pelayanan tersebut.

# MAMPUKAH ANDA MEMBACA KEBUTUHAN DAN KEMAMPUAN KONSUMEN

Alih-alih langsung menawarkan berbagai macam jam tangan, Ko Adi mengajak kedua ortu saya ngobrol santai. Yang saya tangkap sih, dia berusaha membaca karakter konsumen dan bagaimana latar belakang konsumen. Dan untuk itu jalur komunikasi memang bisa jadi sarana yang ampuh. Sehingga begitu tau sedikit kebiasaan konsumen (lewat ngobrol santai) dia bisa menawarkan model jam yang sekiranya sesuai.

Setelah beberapa model dikeluarkan, maka selanjutnya Ko Adi pun kembali berdiskusi kecil-kecilan. Disini dia berusaha untuk menangkap seberapa batas budget yang dimiliki ortu saya. Sehingga tidak butuh waktu yang lama ayah dan ibu sudah mendapatkan model jam tangan yang diinginkan + dengan harga yang sesuai, tidak melebih budget.

Kemampuan membaca konsumen baik itu kebutuhan maupun daya beli bisa jadi benar-benar penting. Ada beberapa tipikal konsumen yang kadang lebih memilih untuk tidak banyak bicara, alih-alih mengkomunikasikan apa yang menjadi kebutuhannya dan seberapa batasan daya belinya.

Misalnya saja konsumen yang datang mungkin sangat-sangat high class. Apa jadinya bila penjual salah menawarkan dan memberikan model-model untuk kelas menengah ke bawah? Pelanggan tersinggung lalu pergi. Dan sebaliknya pelanggan dari level menengah ke bawah ketika di tawarkan produk yang mahal bisa jadi pergi karena tidak ada kesanggupan dan malu untuk menyatakan ingin yang lebih murah.

# TOTAL SERVICE, COMPLEMENT PRODUCT

Bagaimana kalo ada pelanggan yang dateng ke counter milenium cuma untuk membetulkan jam yang rusak atau hanya sekedar mengganti tali jam tangan? Dilayani, karena mereka memang punya teknisi khusus dan menjual aksesoris jam. Pelayanan yang lengkap dengan produk pendukung. Pokoknya all out.

Bisnis kita juga bisa dibuat seperti itu. Lengkap dengan semua hal-hal yang masih terkait. Sehingga bila produk utama tidak terjual, masih ada produk sampingan yang bisa dipromosikan. Atau bahkan lebih bagus lagi bila mampu melakukan upsell. Keuntungan berlipat bukan.

Saya sendiri menggunakan strategi ini dalam memasarkan produk-produk affiliate marketing. Hampir semua lini bisnis internet saya pegang produk panduannya. So, kalau ada yang tanya a, b, c, d saya bisa masuk dan menawarkan produk-produk yang ada.

Itu saja. Karena waktunya pulang, maka pembelajaran bisnis saya pada hari itu usai sudah. Semoga sedikit yang disharingkan disini bermanfaat untuk Anda semua.

Salam Sukses,
arief maulana
space

  1. belajar investasi says:

    salam
    mantap mas arief, selalu bisa mengambil ilmu yang begitu harga dari setiap fenomena yang muncul, salut pokoknya mah ,,,
    belajar bisnis jadi lebih membumi dengan membaca blog ini

  2. Dimas Angga says:

    Sekarang para pembeli memang sudah cerdas, mas. Mereka tidak hanya melihat dari kualitas barang saja, namun juga melihat dari sisi layanan purna jualnya. Seperti kita ketahui, banyak orang menjual produk yang sama di internet, maka yang dapat membedakannya adalah kualitas after sales kita. Memuaskan atau memuakkan.

    Just my 2 cent.

        • arief maulana says:

          @KangAsep, logikanya sih mudah mas. karena barang berkualitas dan harga wah, tentu pemiliknya ga bakal sembarangan.

          Jadi boleh jadi malah garansi itu ga kepake :hihi:

          *marketing insight

  3. sebenarnya konsep marketing di dunia maya dan dunia nyata nggak jauh berbeda … ya seperti poin2 yang disebutkan di atas,, tempat jualan n medianya aja yang berbeda :baca:

  4. MasterClickCom says:

    Itu lah dia Mas Arief yg peka. Inti-nya tuh bnyk hal yg bs dipelajari dari sekitar klo kita mengubah sudah pandang kita ,dlm kasus ini kita jgn jd pembeli jam tangan sj, tp juga pengamat :sip:

  5. Muhammad Arifin says:

    :jedug: pacar saya marah2 “dulu” masak cow gdpt2 kerja (mksudnya baik) :waaa:

    karena waktu itu saya melihat terlalu jauh, bahwa kerja harus di tempat yang besar dan wah untuk bisa dapat uang, namun kok malah ga dapat2…

    ternyata sy tidak melihat peluang yang ada di sekitar kita.

    Dengan tekat yang bulat “kaya mas arief” :sikut:

    Akhirnya nekat kerja di rental pengetikan, alhamdulillah malah dpet di situ heeee

    Sekarang rentalnya di bawa di kamar kosan aja heee

  6. CaraPemula.com says:

    Memang kita perlu banyak belajar dari ko-ko dan ci-ci yang memiliki naluri bisnis yg “lebih” dibanding kita-kita. Terutama cara mereka melayani dan menjaga loyalitas pelanggan seperti yg mas Arief “curi” ilmunya dan disharingkan melalui postingan ini.

  7. pembahasan nya jelas banget.. nggak cuma cuap2 jualan, tapi bener2 rekomendasi.
    mudah2an diikuti oleh guru IM di tetangga sebelah bro :hihi:

  8. Benar sekali mas arief,kita tidak boleh membiarkan kesempatan untuk mendapatkan pelanggan hilang begitu saja.Kita harus memberikan service yang baik kepada mereka agar mau membeli produk yang kita tawarkan.

  9. Dedi Nugraha says:

    :ngakak: Luar biasa, Mas Arief. Setiap peristiwa direnungi dan diambil hikmahnya agar setiap orang semakin sadar dan maju. Terima kasih sharingnya.

    • @Dedi Nugraha, iya memang mas arief ini, cerdas. apapun bisa jadi bahan tulisan yang berkualitas, dan memotivasi :sip: ngomong-ngomong kapan bisa ketemuan ya? tapi jauh.. kapan2 kalau mas ke cirebon saja. saya tunggu yah :hihi:

      • arief maulana says:

        @KangAsep, doakan saja deh saya bisa ke jawa barat. Ngumpulin list dulu, siapa disana yg bisa direpoti akomodasinya :ngakak::ngakak::ngakak:

  10. Sikap penjual yang acuh tak acuh terkadang bikin saya ilfeel dan akhirnya meninggalkan toko yang sedang saya singgahi (padahal saya rencananya mau beli). Sikap kurang antusias melayani pelanggan/calon pembeli juga kurang mendukung.

    Pernah saya singgah ke toko untuk beli laptop. Karena sikap penjual (front line-nya) kurang hangat, akhirnya saya nggak jadi beli tuh :melet:

  11. Dedi Nugraha says:

    :ngakak: Iya Mas Arief, saya jauh di Riau, tapi artikelnya nyampe terus. Sangat menambah wawasan dan motivasi. Insya Allah, suatu waktu kalau Tuhan menentukan, kita akan ketemu.

    • arief maulana says:

      @Dedi Nugraha, Insya Allah mas. Doakan saja nanti kita ketemu saat saya membawakan seminar disana :hihi:

      *pray to God for this dream*

  12. Wah… disini mereka benar benar menempatkan pembeli sebagai raja dan berempati terhadap pembeli tersebut… pelajaran ini sangat berharga

  13. Wah hebat, Mas Arief radarnya tinggi bgt, setiap informasi langsung ditangkep, bener-bener membuktikan klo ide bisa datang dari mana aja :sip:

  14. Terkadang, masih banyak orang (termasuk saya nih) yang sering mengabaikan peluang/kesempatan karna melihat peluang tersebut potensi keberhasilan/keuntungan nya kecil.

    Padahal sesuatu yang besar sekalipun dimulai dari yang kecil.

    intinya…jangan MENGABAIKAN peluang/kesempatan meskipun terlihat kecil keuntungannya…Jadikan peluang kecil tersebut sebagai batu loncatan ke peluang yang lebih besar.
    SETUJU????

    • arief maulana says:

      @web hosting murah, lebih baik kecil dengan volume yang banyak, daripada besar tapi ga laku2.

      Ingat, faktor kali :hihi:

  15. Seperti banyak orang bilang ya… bangun pagi biar rezeki gak dipatuk ama ayam hehehe… ya gimana, bikin satu postingan selengkap mas arief aja bisa makan waktu berjam-jam

  16. llianawati natawijaya says:

    YA BENER MAS ADA PENGALAMAN WAKTU SUAMI MAU GANTI HP SAYA TANYA DITOKO A TAPI BAIK PEGAWAI DAN OWNERNYA ACUH BANGET PADAHAL WKT ITU KAMI BAWA UANG CASH KARENA NIAT BELI 2 HP BARU JADINYA KAMI PINDAH KE TOKO LAIN YANG DG TEATEN MENJELASKAN KAN RUGI SENDIRI KALAU TAK TAHU MENGHARGAI CUSTOMER THANKS SHARINGNYA YA

  17. Artikel yang menarik membuat pengunjung jadi berlama-lama menyimak, tak perduli apakah ada kesibukan yang bertepatan saat itu,saking asyiknya menyimak tanpa disadari penyimak menjadi terfokus olehnya. Dan yang lebih hebatnya lagi saat itu sesungguhnya memori otak kita telah meng save ilmu, bukan main ini berarti sang penulis telah mendapatkan amal jariah dari Allah SWT yang nilainya hanya Allah jua yang menentukannya,…Allahu Akbar. Mas Arif saya tak memiliki apa-apa untuk membalas kebaikan ini kecuali doa yang tulus dan ikhlas “Semoga Mas Arief Sekeluarga” senantiasa mendapatkan kebahagiaan dari Allah SWT”….Amiiin. Sukses Mas. Wassalam.

  18. dikirain milenium toko handphone yang TDW sering ceritain, tau2nya toko jam :ngakak:

    SERVICE paling utama mas, kalau service sudah terpenuhi akan tercipta World Of Mouth dan efek viral marketing :sip:

  19. Wow… pelajaran baru lg nih… Pengalaman saya jd salles jg gitu mas.. Cerdik seperti ular, Tulus seperti merpati… hehe..
    btw Hari minggu ak jg ke TP Mas… TP3. cari alat fitness, Mo Nurunin berat bdn :opoiki::opoiki:

  20. Saya bukan tipe yang suka muter-muter saat belanja untuk membandingkan. First Impression justru menjadi langkah pertama untuk menentukan toko mana yang akan dimasuki. Urusannya tentu lebih banyak melibatkan feeling.
    Saat ke food court, misalnya, saya akan melayangkan pandangan ke seluruh area dan dengan cepat menilai setiap kesan yang saya tangkap. Dengan demikian saya akan bisa secara cepat pula mengambil keputusan. Kalau mengandalkan logika justru bisa kelamaan. Biasa terlalu banyak pertimbangan … :hihi:

  21. Pingback: Jalan Awal Penulis
  22. Thanks infonya mas
    Semoga sang khalik selalu membeikan berkahnya kpd mas dan dpt bermafaat bg pembaca, aamiiiinn

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,748 bad guys.