Belajar Bisnis Dari Counter Milenium TP Surabaya
Oleh : Arief Maulana
Jam Tangan Seiko
Minggu lalu, saya mengantarkan orang tua pergi ke Tunjungan Plaza 1 Surabaya. Niat keduanya sih mau cari jam tangan baru untuk ibu dan juga ayah. Kenapa ke TP? Kata ayah sih karena beliau pernah liat ada iklan di koran yang merekomendasikan beberapa toko jam tangan terbaik, dan itu ada di TP. Sayangnya nama toko yang ada di koran, ayah lupakan. Alhasil kami bertiga niat dari rumah untuk mencari seketemunya aja di TP. Mana yang oke ya itu nanti yang akan kita beli jam tangannya.
Kita sampai di TP sekitar jam 11. Belum banyak counter yang buka memang. Hingga akhirnya penelusuran mengantarkan saya ke TP 1 lt.2, Counter Milenium. Waktu kita datang, toko itu kebetulan baru dibuka oleh salah satu penjaganya, Ko Adi.
Sementara orang tua saya sibuk memilih jam, saya cukup mengamati proses tawar menawar dan transaksi jual beli yang terjadi. Saya buka notes blackberry dan mulai mencatat point-point pembelajaran bisnis untuk hari itu. Guru kehidupan sedang menerangkan pelajaran bisnis.
# PELUANG BISA DATANG KAPAN SAJA, SUDAH SIAPKAH KITA?
Apa alasan saya dan ortu masuk ke Toko Milenium? Karena dari sekian banyak toko jam hanya itu yang siap melayani pelanggan. Yang lain sudah buka, hanya masih ribet bersih-bersih dsb. Ko Adi dan Herly (teknisi) nampaknya memilih datang lebih pagi agar bisa menyambut pelanggan lebih awal. Usaha mereka tidak sia-sia. Saat peluang (pelanggan.red) datang, mereka sudah siap.
Begitu juga dengan kita. Mestinya selalu siaga dan bersiap. Peluang bisa datang kapan saja. Pertanyaannya apakah ketika peluang itu datang, kita sudah siap untuk menangkap dan mengelolanya menjadi sumber penghasilan. Atau seperti counter yang belum buka, kita melewatkan begitu saja.
# FIRST IMPRESSION IS IMPORTANT
Di TP bukan 1 counter saja yang menjual jam tangan kelas premium. Ini memaksa para penjaga counter untuk bisa memberikan service maksimum demi menggaet pelanggan loyal dan royal. Apalagi kalau pelanggannya baru pertama kali datang ke counter mereka, first impression penting!
Seperti itulah yang dilakukan Ko Adi. Dia berusaha memberikan first impression yang baik dengan keramahannya. Memanusiakan pelanggan, alih-alih hanya menempatkan mereka pada posisi target yang harus diperas untuk mendapatkan keuntungan maksimum. Saya sendiri yang ada di dalam counter tersebut merasa nyaman meski hanya sebatas mengamati proses transaksi yang terjadi.
Mungkin nantinya pelanggan yang datang tidak langsung membeli, bahkan cenderungnya berkeliling dulu mencari harga dan barang yang pas. Namun kesan pertama yang ditinggalkan menjadi penting. Kenapa? Ketika ada counter lain yang menyediakan barang dengan tipe yang sama dan harga tidak jauh berbeda, maka ada kecenderungan pelanggan akan balik ke counter yang membuatnya nyaman dengan semua pelayanan tersebut.
# MAMPUKAH ANDA MEMBACA KEBUTUHAN DAN KEMAMPUAN KONSUMEN
Alih-alih langsung menawarkan berbagai macam jam tangan, Ko Adi mengajak kedua ortu saya ngobrol santai. Yang saya tangkap sih, dia berusaha membaca karakter konsumen dan bagaimana latar belakang konsumen. Dan untuk itu jalur komunikasi memang bisa jadi sarana yang ampuh. Sehingga begitu tau sedikit kebiasaan konsumen (lewat ngobrol santai) dia bisa menawarkan model jam yang sekiranya sesuai.
Setelah beberapa model dikeluarkan, maka selanjutnya Ko Adi pun kembali berdiskusi kecil-kecilan. Disini dia berusaha untuk menangkap seberapa batas budget yang dimiliki ortu saya. Sehingga tidak butuh waktu yang lama ayah dan ibu sudah mendapatkan model jam tangan yang diinginkan + dengan harga yang sesuai, tidak melebih budget.
Kemampuan membaca konsumen baik itu kebutuhan maupun daya beli bisa jadi benar-benar penting. Ada beberapa tipikal konsumen yang kadang lebih memilih untuk tidak banyak bicara, alih-alih mengkomunikasikan apa yang menjadi kebutuhannya dan seberapa batasan daya belinya.
Misalnya saja konsumen yang datang mungkin sangat-sangat high class. Apa jadinya bila penjual salah menawarkan dan memberikan model-model untuk kelas menengah ke bawah? Pelanggan tersinggung lalu pergi. Dan sebaliknya pelanggan dari level menengah ke bawah ketika di tawarkan produk yang mahal bisa jadi pergi karena tidak ada kesanggupan dan malu untuk menyatakan ingin yang lebih murah.
# TOTAL SERVICE, COMPLEMENT PRODUCT
Bagaimana kalo ada pelanggan yang dateng ke counter milenium cuma untuk membetulkan jam yang rusak atau hanya sekedar mengganti tali jam tangan? Dilayani, karena mereka memang punya teknisi khusus dan menjual aksesoris jam. Pelayanan yang lengkap dengan produk pendukung. Pokoknya all out.
Bisnis kita juga bisa dibuat seperti itu. Lengkap dengan semua hal-hal yang masih terkait. Sehingga bila produk utama tidak terjual, masih ada produk sampingan yang bisa dipromosikan. Atau bahkan lebih bagus lagi bila mampu melakukan upsell. Keuntungan berlipat bukan.
Saya sendiri menggunakan strategi ini dalam memasarkan produk-produk affiliate marketing. Hampir semua lini bisnis internet saya pegang produk panduannya. So, kalau ada yang tanya a, b, c, d saya bisa masuk dan menawarkan produk-produk yang ada.
Itu saja. Karena waktunya pulang, maka pembelajaran bisnis saya pada hari itu usai sudah. Semoga sedikit yang disharingkan disini bermanfaat untuk Anda semua.






Wah, hobby shopping nih…

balas komentar
arief maulana Reply:
March 16th, 2010 at 5:03 am
@Agus Siswoyo, iya mas dengan catatan BUTUH. Bukan tipikal yang suka buang-buang duit ga jelas.
Nyari duit kan susah!


balas komentar
mirsatu Reply:
March 16th, 2010 at 7:42 am
@arief maulana, bukankah nyari duit online mudah mas?
balas komentar
arief maulana Reply:
March 16th, 2010 at 7:54 am
@mirsatu, kalau mudah semua newbie pasti sukses mas. Nyatanya hanya yang ‘terpilih’ saja yang sukses.
Pun yang terpilih bisa sukses ‘hanya jika Anda tahu rahasianya’. Lama-lama headline sales letter masuk sini semua neeh.

balas komentar
mirsatu Reply:
March 16th, 2010 at 8:08 am
@arief maulana,

balas komentar
arief maulana Reply:
March 16th, 2010 at 8:28 am
@mirsatu,
balas komentar
KangAsep Reply:
March 16th, 2010 at 10:19 am
@mirsatu, wah mas hebat, sudah sukses dong di bisnis onlinenya, ajarin donk…
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
March 16th, 2010 at 5:25 pm
@KangAsep, ajari saya juga dong…
#nyamberae
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:35 pm
@KangAsep, bukan ke saya loh ya tapi ke yang punya statemen di atas
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
March 16th, 2010 at 5:05 pm
@arief maulana, cari duit itu gampang mas, BAGI YANG TAHU CARANYA.

Tagline siapa ya, saya lupa…
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:36 pm
@Agus Siswoyo,
googling dulu… 
balas komentar
jam tangannya berapaan mas
balas komentar
arief maulana Reply:
March 16th, 2010 at 5:05 am
@Ahmad IM-bisnis, ada deh… mau tau aja
balas komentar
KangAsep Reply:
March 16th, 2010 at 10:27 am
@Ahmad IM-bisnis,

balas komentar
salam
mantap mas arief, selalu bisa mengambil ilmu yang begitu harga dari setiap fenomena yang muncul, salut pokoknya mah ,,,
belajar bisnis jadi lebih membumi dengan membaca blog ini
balas komentar
arief maulana Reply:
March 16th, 2010 at 5:06 am
@belajar investasi, Alhamdulillah. Semua juga bisa kok mas. Asal peka aja sama lingkungan
balas komentar
belajar investasi Reply:
March 18th, 2010 at 6:17 am
@arief maulana, yup, setuju mas …
balas komentar
Mantap pembelajarannya mas….
Kapan shopping lagi?
balas komentar
arief maulana Reply:
March 16th, 2010 at 5:06 am
@Roi Lukman Saputra, ntar… klo ada kebutuhan yang perlu dibeli
balas komentar
shopping terus ini mas arief,,,
balas komentar
arief maulana Reply:
March 16th, 2010 at 5:07 am
@LendraAndrian, kita ngejob hasilnya duit kan. Nah, masa duitnya mo didiemin aja. Ya dipake dong
balas komentar
sambil baca sambil koreksi diri.. apa yang sudah saya lakukan dan apa yang belum…
balas komentar
arief maulana Reply:
March 16th, 2010 at 5:09 am
@herlina mutmainah,


balas komentar
belajar sambil shopping menarik juga mas….
saya juga suka, tapi gak sampe nyatet begitu, hehehe…salut
balas komentar
arief maulana Reply:
March 16th, 2010 at 5:11 am
@Suarakelana, saya lupaan mas klo ga nyatet. Kan nyatetnya di HP. Orang sih liatnya saya SMSan gitu. Padahal… ‘Nyuri Ilmu’


balas komentar
candradot.com Reply:
March 16th, 2010 at 8:59 am
@arief maulana, kalo ada yang cantik sekalian di jepret gitu ya mas wakakakakka
balas komentar
KangAsep Reply:
March 16th, 2010 at 10:29 am
@candradot.com,

setuju… biar sekali-sekali ada yang bening di blognya mas arief 
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:38 pm
@KangAsep, di artikel terbaru ada yg bening mas… wkwkwk
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:37 pm
@candradot.com, iya dong. Tapi khusus yang itu ga dishare


balas komentar
Sekarang para pembeli memang sudah cerdas, mas. Mereka tidak hanya melihat dari kualitas barang saja, namun juga melihat dari sisi layanan purna jualnya. Seperti kita ketahui, banyak orang menjual produk yang sama di internet, maka yang dapat membedakannya adalah kualitas after sales kita. Memuaskan atau memuakkan.
Just my 2 cent.
balas komentar
arief maulana Reply:
March 16th, 2010 at 5:12 am
@Dimas Angga, betul mas. Jam yang dibeli itu garansinya 10 tahun lho mas.
balas komentar
KangAsep Reply:
March 16th, 2010 at 10:33 am
@arief maulana, wow… ada yah yang garansi sampai 10 tahun… seandainya ada yang jual produk digital garansi dijamin sukses… pasti laku..
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:43 pm
@KangAsep, logikanya sih mudah mas. karena barang berkualitas dan harga wah, tentu pemiliknya ga bakal sembarangan.
Jadi boleh jadi malah garansi itu ga kepake
*marketing insight
balas komentar
sebenarnya konsep marketing di dunia maya dan dunia nyata nggak jauh berbeda … ya seperti poin2 yang disebutkan di atas,, tempat jualan n medianya aja yang berbeda
balas komentar
arief maulana Reply:
March 16th, 2010 at 7:52 am
@evan, yap. Anda benar sekali
balas komentar
Muhammad Arifin Reply:
March 16th, 2010 at 8:57 am
@evan,
modalnya juga beda mas heee
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:43 pm
@Muhammad Arifin, itu sih udah jelas bos
balas komentar
Itu lah dia Mas Arief yg peka. Inti-nya tuh bnyk hal yg bs dipelajari dari sekitar klo kita mengubah sudah pandang kita ,dlm kasus ini kita jgn jd pembeli jam tangan sj, tp juga pengamat
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:44 pm
@MasterClickCom, betul mas.
balas komentar
menarik… teknik yang harus dicopy paste dan dedit menjadi lebih unik…
balas komentar
KangAsep Reply:
March 16th, 2010 at 10:11 am
@anwar, ide yg kreatif… jangan lupa izin mas
balas komentar
anwar Reply:
March 16th, 2010 at 12:25 pm
@KangAsep, siap…
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:45 pm
@anwar,
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:46 pm
@Jajank, semoga bermanfaat
balas komentar
karena waktu itu saya melihat terlalu jauh, bahwa kerja harus di tempat yang besar dan wah untuk bisa dapat uang, namun kok malah ga dapat2…
ternyata sy tidak melihat peluang yang ada di sekitar kita.
Dengan tekat yang bulat “kaya mas arief”
Akhirnya nekat kerja di rental pengetikan, alhamdulillah malah dpet di situ heeee
Sekarang rentalnya di bawa di kamar kosan aja heee
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:47 pm
@Muhammad Arifin, wah terima kasih sharingnya mas. Bisa jadi tambahan neeh
balas komentar
Memang kita perlu banyak belajar dari ko-ko dan ci-ci yang memiliki naluri bisnis yg “lebih” dibanding kita-kita. Terutama cara mereka melayani dan menjaga loyalitas pelanggan seperti yg mas Arief “curi” ilmunya dan disharingkan melalui postingan ini.
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:47 pm
@CaraPemula.com, yap. Masih banyak loh guru bisnis di luaran sana. Peka2 saja dan sedot gratis ilmunya
balas komentar
pembahasan nya jelas banget.. nggak cuma cuap2 jualan, tapi bener2 rekomendasi.
mudah2an diikuti oleh guru IM di tetangga sebelah bro
balas komentar
bundapreneur Reply:
March 16th, 2010 at 12:14 pm
@mh, plethaaaak
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:48 pm
@mh, tetangga yang mana ini? *blagu mode : on*

balas komentar
Benar sekali mas arief,kita tidak boleh membiarkan kesempatan untuk mendapatkan pelanggan hilang begitu saja.Kita harus memberikan service yang baik kepada mereka agar mau membeli produk yang kita tawarkan.
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:49 pm
@Cara Dapat Uang,
balas komentar
balas komentar
KangAsep Reply:
March 16th, 2010 at 10:09 am
@Dedi Nugraha, iya memang mas arief ini, cerdas. apapun bisa jadi bahan tulisan yang berkualitas, dan memotivasi
ngomong-ngomong kapan bisa ketemuan ya? tapi jauh.. kapan2 kalau mas ke cirebon saja. saya tunggu yah 
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:51 pm
@KangAsep, doakan saja deh saya bisa ke jawa barat. Ngumpulin list dulu, siapa disana yg bisa direpoti akomodasinya


balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:52 pm
@Dedi Nugraha, terima kasih mas. Dengan cara yg serupa Andrie wongso ga tamat SD bisa sukses mas
balas komentar
Sikap penjual yang acuh tak acuh terkadang bikin saya ilfeel dan akhirnya meninggalkan toko yang sedang saya singgahi (padahal saya rencananya mau beli). Sikap kurang antusias melayani pelanggan/calon pembeli juga kurang mendukung.
Pernah saya singgah ke toko untuk beli laptop. Karena sikap penjual (front line-nya) kurang hangat, akhirnya saya nggak jadi beli tuh
balas komentar
Umar Puja Kesuma Reply:
March 16th, 2010 at 10:23 pm
@iskandaria, Sebaliknya, sikap penjual yang overacting dan merayu-rayu. Contoh: SPG yang nguntit customer juga bikin sebel dan ilfeel
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:54 pm
@Umar Puja Kesuma, nampaknya ada pengalaman ga enak neeh mas umar dengan SPG
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:53 pm
@iskandaria, betul mas. Saya juga sama, mereka yg bisa memberi service maksimum saya royal untuk shopping disana
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:54 pm
@Dedi Nugraha, Insya Allah mas. Doakan saja nanti kita ketemu saat saya membawakan seminar disana
*pray to God for this dream*
balas komentar
banyak pedagang yg tau perlunya memberikan pelayanan yg terbaik pada customer,tapi hanya sebagian kecil yg mau bertindak seperti Kok Adi…
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:55 pm
@mubarok, ya. They know what to do. But they dont do what they know
balas komentar
Wah… disini mereka benar benar menempatkan pembeli sebagai raja dan berempati terhadap pembeli tersebut… pelajaran ini sangat berharga
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:55 pm
@dodypku,
balas komentar
Wah hebat, Mas Arief radarnya tinggi bgt, setiap informasi langsung ditangkep, bener-bener membuktikan klo ide bisa datang dari mana aja
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
March 17th, 2010 at 1:02 pm
@turisuna, anak teknik terbiasa kerja dgn radar mas…

balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:57 pm
@Agus Siswoyo,
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:56 pm
@turisuna, kepekaan itu penting mas
balas komentar
Terkadang, masih banyak orang (termasuk saya nih) yang sering mengabaikan peluang/kesempatan karna melihat peluang tersebut potensi keberhasilan/keuntungan nya kecil.
Padahal sesuatu yang besar sekalipun dimulai dari yang kecil.
intinya…jangan MENGABAIKAN peluang/kesempatan meskipun terlihat kecil keuntungannya…Jadikan peluang kecil tersebut sebagai batu loncatan ke peluang yang lebih besar.
SETUJU????
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:57 pm
@web hosting murah, lebih baik kecil dengan volume yang banyak, daripada besar tapi ga laku2.
Ingat, faktor kali
balas komentar
Cocok jadi koki blogger Mas, racikannya selalu mantap
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 3:58 pm
@Erdien|Sundagasik.com, terima kasih
balas komentar
Seperti banyak orang bilang ya… bangun pagi biar rezeki gak dipatuk ama ayam hehehe… ya gimana, bikin satu postingan selengkap mas arief aja bisa makan waktu berjam-jam
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:00 pm
@Yudhi, yoi. Nanti kalau udah biasa ga sampe berjam2 kok mas. Menulis itu hanya masalah jam terbang saja
balas komentar
YA BENER MAS ADA PENGALAMAN WAKTU SUAMI MAU GANTI HP SAYA TANYA DITOKO A TAPI BAIK PEGAWAI DAN OWNERNYA ACUH BANGET PADAHAL WKT ITU KAMI BAWA UANG CASH KARENA NIAT BELI 2 HP BARU JADINYA KAMI PINDAH KE TOKO LAIN YANG DG TEATEN MENJELASKAN KAN RUGI SENDIRI KALAU TAK TAHU MENGHARGAI CUSTOMER THANKS SHARINGNYA YA
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:01 pm
@llianawati natawijaya, terima kasih sharing ceritanya Bu. Bisa tambah wawasan temen2 disini
balas komentar
Sekolah kehidupan terkait dengan aktifitas bisnis ternyata menarik juga disimak. Hanya untuk mereka yang peka (naluri bisnisnya). Yang sudah peka seyogyanya sharing.
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:02 pm
@Umar Puja Kesuma, ga cuma soal bisnis. Kadang sikap menghadapi kehidupan pun kita mesti banyak belajar
balas komentar
Memberi rasa aman, nyaman dan menyenangkan bagi orang lain merupakan prinsip hidup yang
harus dimiliki oleh setiap orang.
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:02 pm
@Barkah, betul betul betul
balas komentar
Mas kolom komentarnya pake apa yah?
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:03 pm
@KangAsep, wordpress thread comment mas
balas komentar
ini nih contoh sales sejati…apa aja bisa dijadiin bahan tulisan…
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:04 pm
@blog bisnis hosting, keknya belum pantes menyandang predikat ‘sejati’ mas
balas komentar
Praktek nya itu mas yang penting, trimks.
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:03 pm
@forbisjutawan.com, makanya diambil dari praktek mas. Bukan sekedar teori
balas komentar
trimks infonya…..
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:05 pm
@pelitaterang-blog, sama-sana
balas komentar
Artikel yang menarik membuat pengunjung jadi berlama-lama menyimak, tak perduli apakah ada kesibukan yang bertepatan saat itu,saking asyiknya menyimak tanpa disadari penyimak menjadi terfokus olehnya. Dan yang lebih hebatnya lagi saat itu sesungguhnya memori otak kita telah meng save ilmu, bukan main ini berarti sang penulis telah mendapatkan amal jariah dari Allah SWT yang nilainya hanya Allah jua yang menentukannya,…Allahu Akbar. Mas Arif saya tak memiliki apa-apa untuk membalas kebaikan ini kecuali doa yang tulus dan ikhlas “Semoga Mas Arief Sekeluarga” senantiasa mendapatkan kebahagiaan dari Allah SWT”….Amiiin. Sukses Mas. Wassalam.
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:06 pm
@msaadsikir, Amin… terima kasih doanya mas. Smoga bisa konsisten memberikan yg bermanfaat disini
balas komentar
bisnis online memang sangat menjanjikan tapi banyak faktor yang harus dipelajari dan perlu kesabaran dan konsistensi.
balas komentar
Joko Susilo Reply:
March 19th, 2010 at 9:18 am
@belajar internet dan membuat blog, Tentunya. proses pasti ikut menentukan.
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:07 pm
@Joko Susilo, terima kasih sudah mampir mas
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:07 pm
@belajar internet dan membuat blog, ini bisnis real mas. Hehehe… yg bisnis online ada di artikel terbaru.
balas komentar
mau dong bisnis online,,,,
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:08 pm
@tempat curhat, download aja gratis di halaman my product saya
balas komentar
thanks atas sharingnya sungguh bermanfaat. dalam bisnis 4 faktor tersebut sangat menentukan!
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:08 pm
@erick, terima kasih mas
balas komentar
dikirain milenium toko handphone yang TDW sering ceritain, tau2nya toko jam
SERVICE paling utama mas, kalau service sudah terpenuhi akan tercipta World Of Mouth dan efek viral marketing
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:09 pm
@Maksum Priangga, wah sy malah ga tau milenium yang itu


balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:10 pm
@Maksum Priangga, pinjem bhsnya Tuhu Nugraha –> #marketinsight


balas komentar
Oleh-olehnya mana….


balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:11 pm
@Sugiana Hadisuwarto, lha wong ga kemana2 mas
balas komentar
Bagaimana caranya agar kita mampu membaca kebutuhan dan kemampuan konsumen? Satu hal lagi yang menarik adalah tentang total service, complement product.
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:12 pm
@Bisnis di Internet, itu butuh jam terbang mas. Biasakan saja memberi pelayanan yang baik.
Berbagai karakter pelanggan yang berbeda, akan memberikan pelajaran buat kita
balas komentar
web hosting murah Reply:
March 20th, 2010 at 1:40 pm
@arief maulana, jam terbang….jam terbang..
harus manajemen waktu nich
balas komentar
Mantap sekali artikel nya tentang belajar-bisnis-dari-counter-milenium-tp-surabaya .kebetulan memang lagi saya cari nih. Trims yah
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:12 pm
@Merubah Table Prefix WordPress, alhamdulillah kalau bermanfaat
balas komentar
Wow… pelajaran baru lg nih… Pengalaman saya jd salles jg gitu mas.. Cerdik seperti ular, Tulus seperti merpati… hehe..

btw Hari minggu ak jg ke TP Mas… TP3. cari alat fitness, Mo Nurunin berat bdn
balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:13 pm
@Andi Azhari, wah… saya ketemu sama profesional sales neeh. jadi malu
balas komentar
shoping sambil nambah ilmu sakti lagi nih..

balas komentar
arief maulana Reply:
March 19th, 2010 at 4:13 pm
@Enutd, jangan sekedar shopping
balas komentar
mas,, theme blognya keren nih… lama2 dilihat …. jadi naksir juga..

balas komentar
Saya bukan tipe yang suka muter-muter saat belanja untuk membandingkan. First Impression justru menjadi langkah pertama untuk menentukan toko mana yang akan dimasuki. Urusannya tentu lebih banyak melibatkan feeling.
Saat ke food court, misalnya, saya akan melayangkan pandangan ke seluruh area dan dengan cepat menilai setiap kesan yang saya tangkap. Dengan demikian saya akan bisa secara cepat pula mengambil keputusan. Kalau mengandalkan logika justru bisa kelamaan. Biasa terlalu banyak pertimbangan …
balas komentar
[...] biasa, mampir bentar ke counter milenium. Free service jam ayah sekalian nyarikan Firman jam tangan baru. Katanya sih mumpung masih bisa [...]
Muter2 Gan…
Keliling2 sambil wawancara sama SPG hiks..
balas komentar
arief maulana Reply:
May 3rd, 2010 at 10:02 am
@axxesindo,
wawancara apa PDKT neeh sama SPGnya? 
balas komentar
[...] saya duduk dengan posisi si satpam agak jauh juga. Tapi saya mengamati dengan cermat, seperti saya mengamati Ko Adi yang dulu [...]