Oleh : Arief Maulana

Rekan-rekan, pernah kah Anda berpikir kenapa mereka yang menjalankan sebuah usaha baik itu yang berskala besar maupun yang berskala kecil menengah (UKM), biasanya memiliki kualitas kehidupan yang lebih baik daripada yang bekerja sebagai karyawan. Tidak hanya berupa kualitas materi semata, namun juga yang lainnya. Kesehatan, keberkahan hidup, ketenangan hati, dsb. Mau tau jawabannya?

Pertanyaan saya ini akhirnya terjawab juga dari salah satu pemateri training yang tengah saya ikuti ini. Beliau menceritakan kisah tentang seorang Tukang Las yang sukses dan memiliki bengkel las sendiri. Kemudian memberikan kisah pembanding dari seorang karyawan yang bekerja dan mendapatkan gaji bulanan sebagaimana kebanyakan karyawan yang ada.

TUKANG LAS

Alkisah ada seorang tukang las, dengan latar belakang pendidikan yang sebenarnya biasa saja. Berbekal pengetahuan yang pas-pasan, ia pun ikut orang terlebih dahulu dengan bekerja di salah satu bengkel las. Dengan ketekunannya, ia pun mulai memperbaiki kualitas pengelasannya. Semakin hari, semakin baik. Hingga akhirnya dia pun bercita-cita untuk membuka bengkel las sendiri.

Berbekal tabungan dan uang yang ia kumpulkan, akhirnya ia pun bisa membeli sebuah mesin las. Maka secara resmi ia mengundurkan diri dan membuka bengkel lasnya sendiri. Lambat laun dengan semakin banyaknya order, ia pun menabung dan membeli mesin las kedua.

Tukang Las
Tukang Las

Tentu tidak mungkin mengoperasikan 2 mesin las sekaligus, akhirnya ia pun mencari kawan yang mau bekerja di bengkel lasnya, berdua bersamanya. Order semakin ramai. Menabung lagi hingga akhirnya ia bisa membeli mesin las ketiga. Begitu seterusnya.

Sampai akhirnya ia pun memiliki 4 mesin las dengan 4 tukang las. Artinya ia tidak lagi turun sebagai tukang las. Fokusnya hanya tinggal mencari order untuk dikerjakan rekan-rekannya yang bekerja di bengkel lasnya. Dengan mengikuti pola yang sudah ada, bengkelnya pun menjadi besar dan kehidupan ekonomi tukang las ini terangkat. Hidupnya, semakin berkualitas dengan waktu untuk keluarga yang semakin banyak.

KARYAWAN

Saya kira tidak perlu terlalu banyak saya bercerita tentang kehidupan seorang karyawan. Cukup kita (termasuk saya) berkaca pada pekerjaan kita masing-masing. Rutinitas kerja yang hampir sama setiap hari. Dan yang pasti, selama matahari masih terbit, maka di awal / akhir bulan kita menerima gaji. Entah cukup atau tidak untuk memenuhi kebutuhan kita, ya harus dicukupi. Karena meminta kenaikan gaji, tentu bukan hal yang mudah.

BEHIND THE SCREEN (Di Belakang Layar)

Bagi yang punya profesi sebagai karyawan, kepastian kita menerima gaji setiap bulan biasanya akan membuat kita lalai dalam beribadah, khususnya berdoa. Kalau pun berdoa, paling yang kita mintakan apa-apa yang belum kita punya dan cenderung untuk diri kita sendiri. Syukur-syukur kalau masih ingat berdoa. Itu pun kalau hanya ada masalah, iya tidak? Hehehe…

Karyawan
Karyawan

Bagaimana dengan tukang las yang membuka usaha ini? Namanya juga usaha, semuanya banyak yang serba tidak pasti. Maka jalan terbaik yang bisa dia lakukan selain berusaha (bekerja) adalah rajin berdoa dan menggantungkan hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan.

Paling tidak tukang las ini akan berdoa agar diberikan rezeki yang banyak agar :

  1. Bisa menghidupi diri dan keluarganya.
  2. Bisa membayar gaji para pegawainya (orang lain), yang artinya menghidupi keluarga orang lain secara tidak langsung.

Apalagi kalau dihadapkan pada situasi yang memang berat, maka semakin intens lah ia berdoa. Bedanya dengan yang karyawan, semenjak awal ia memang sudah berserah diri dan rajin berdoa. Tidak menunggu ada masalah yang berarti. Sementara yang karyawan? Lagi-lagi karena kepastian kita menerima gaji, cenderung kita jadi rajin hanya jika ada butuhnya dan susahnya saja. Bila sudah senang, cenderung lupa lagi kan?

Tukang las ini punya “partner terbaik” untuk membantunya memperbaiki kualitas hidup.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah bekerja sama dengan “partner terbaik“? Atau Anda hanya ingat disaat susah?

Semoga bermanfaat.

Bekerjasama Dengan Partner Terbaik Untuk Hidup Yang Lebih Baik
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:             

5 thoughts on “Bekerjasama Dengan Partner Terbaik Untuk Hidup Yang Lebih Baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,431 bad guys.