Bekerja Untuk Dilihat Tuhan, Bukan Dilihat Manusia

Oleh : Arief Maulana

Bekerja Untuk Tuhan
Working for God

Awal sebelum keberangkatan saya ke Banten untuk mengemban tugas mengawasi pembangunan Kapal Riset Pemerintah selama 15 bulan, orang tua saya memberikan sebuah pesan sederhana namun dalam maknanya.

Pesan itu sebagaimana yang Anda baca di judul posting ini, “Bekerjalah Untuk Dilihat Allah, Bukan Manusia.” Dan sampai saat ini, saya masih memegangnya sebagai prinsip utama dalam bekerja. Disini saya mencoba untuk menggali apa maksud pesan tersebut dan mencoba berbagi dengan Anda semua.  

# HIDUP UNTUK IBADAH

Tidak banyak orang menyadari apa sebenarnya tujuan hidup mereka di dunia ini. Sebagian besar terlena dalam kehidupan yang fana saat ini dan melupakan bahwa nanti akan ada kehidupan kedua yang lebih kekal. Maka dari itu, hampir di semua kitab suci mengajarkan kepada kita untuk tekun beribadah yang salah satu tujuannya adalah untuk mencari bekal di kehidupan selanjutnya.

Apakah ibadah hanya dengan ritual sholat, kebaktian ke gereja, sembahyang ke pura, dsb? Saya rasa tidak. Terlalu sempit bila kita mendefinisikan seperti itu. Saya malah diajarkan, apapun perbuatan kita selama itu tujuannya baik dan dimulai dengan ucapan “bismillahirrahmaanirrahim” maka perbuatan itu masuk dalam kategori ibadah.

Begitu juga dengan pekerjaan kita. Tidak peduli apa jalan yang Anda pilih. Mau jadi karyawan, mau jadi full time internet marketer ataupun part time internet marketer, mau jadi pebisnis, pada akhirnya semua akan bermuara pada satu tujuan. Apa itu?

“Menjadikan hasil dari setiap pekerjaan kita sebagai sarana penunjang ibadah.”

Naik haji juga butuh duit kan. Bersedekah kalau tidak hanya doa dan senyuman, melainkan berupa materi yang dibutuhkan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana tentu lebih baik lagi. Di sisi lain, bekerja itu sendiri merupakan ibadah kepada Tuhan karena kita mencari nafkah untuk keluarga. Karena bekerja adalah ibadah kepada Tuhan, kira-kira Anda akan bekerja dengan setengah-setengah atau memberikan yang terbaik. Sama dengan ketika sholat, Anda sholatnya main-main apa sungguh-sungguh?

# MANUSIA BOLEH TIDAK MENGHARGAI, TAPI TUHAN MEMBERIKAN YANG TERBAIK

Ini adalah nilai kedua yang saya dapatkan dari pesan tersebut. Sudah sering kali kita bekerja hanya untuk mendapatkan penghargaan di mata manusia. Wajar menurut saya, namanya ego tentu mencari hal-hal seperti itu untuk memuaskan diri. Hanya saja yang sering terjadi adalah kita kerap kurang dihargai. Akibatnya kekecewaan yang kita tuai.

Lain halnya ketika sejak awal menempatkan niatan kita, bekerja untuk dilihat oleh Allah. Bekerja sebagai ibadah kepadaNya. Maka apapun respon orang di sekitar kita, baik itu yang positif ataupun negatif, selama apa yang kita lakukan benar dan tidak menyimpang kita akan tetap semangat. Tidak dihargai oleh yang lain?  Tenang, Allah tidak tidur. Jika manusia manusia hanya membalas sekedarnya, maka Allah selalu memberikan yang terbaik. Yakinlah akan hal itu. Bisa jadi tidak sekarang tapi nanti, berkat atau balasan itu akan datang di waktu yang tepat.

Bila Anda seorang karyawan, siapa yang bisa menggerakkan hati atasan Anda untuk lebih memperhatikan kesejahteraan para karyawannya. Bila Anda seorang pebisnis, siapa yang mendatangkan rezeki dan pembeli kepada Anda? Saya percaya hal ini, karena meskipun sekarang fokus saya lebih kepada pekerjaan di bidang industri perkapalan, tapi alhamdulillah selalu saja ada rezeki dari bidang internet marketing. Nah siapa yang membantu saya coba?

Ini saja sharing dari saya, semoga bermanfaat untuk Anda semua. Bila ada point yang ingin ditambahkan silahkan. Dan jangan lupa, bila Anda merasakan manfaatnya berbagilah dengan orang-orang lain agar mereka juga merasakan manfaat yang sama.

Salam Sukses,
arief maulana
space

  1. :sip:
    Yes I Agree!
    Jadi gak ada istilah di pekerjaan jadi ngambek karena fasilitas la, gaji lag, bos nya gak enak lah, apalagi…:nangis:….

    Whatever you do, work at it with all your heart, as working for the Lord, not for men.

      • @arief maulana, Betl mas dunia yg kita injak ini udh tua sekli smpai qt lupa bhwa amat,ajaran agma yng qt pljari hampir lupa kkrna tdk bisa membedakan mn yng benar mn yg slah… mudh ada pencerahan amin… mks artilenya

  2. Makna “nothing to lose” bisa jadi penjelasannya seperti artikel ini mas. Karena ketika kita bekerja ada Allah di samping kita. Tanpa rasa takut, salah dan lain-lain yang merupakan hal negatif.

    yang ada hanya sabar, syukur, tenang, fokus dan bahagia.

  3. Fenny Ferawati says:

    astgfrlH…:hiks::hiks:

    makasiH mas Fenny dH diingEtin,,

    kemarin jadi sekretaris PPL dh all out tapi tmn2 msH sering protes Fenny dibelakang…

    Sakit hati bgt…

    tp skrg jadi berasa lebih ringan,, mas benar … Allah yang lebih tau dengan apa yang tlah qt lakukan…:sip:

  4. Ini adalah salah satu prinsip dalam beribadah yaitu ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. Selain itu, bekerja demi Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah motivasi yang tiada habisnya.

  5. Kehidupan dunia hanya sesaat, ibarat kata kita hanya mampir untuk kehidupan akhirat, dan siapalagi yang dapat menolong selain Allah SWT. Karenanya akhirnya semua kembali pada-Nya.
    Mari jadikan penyemangat kita bekerja.

  6. Iya bener mas Arief, kalau tujuan hidup kita sudah benar untuk mencapai mardhotillah semua akan nikmat dilakukan, bertahap namun pasti… :sip:

  7. Ya,Tuhan ada di dalam diri kita=Hati nurani kita,makanya Tuhan tidak perlu repot mengawasi kita,karena ada di dalam setiap manusia(Hati Nurani)

  8. Bambang Pamungkas says:

    persis seperti yang dahlan iskan bilang: bekerjalah dengan sepenuh hati maka semua akan mengikuti. bagus, dan saya setuju! (tapi kadang kok susah ya ngejalaninnya…)

  9. sebagai karyawan melakukan terbaik buat katakanlah perusahaan tapi ada aja tanggapan negarif dari temen/bos nya sendiri.terkadang ngrasa sebel banget, ngapain dibela2in tapi tidak ada timbal-baliknya?!ada godaan/kesempatan korupsi tapi alhamdillah belum pernah ambil. takut ga berkah. klo udah begitu smangatnya jadi naik turun…orang kerja tapi moody bgt.inget ma masalah ma org sekitarnya…gimana dunk?! da solusi?

    • @lala, solusinya? Resign aja trus buka usaha baru. Resiko jadi karyawan ya memang seperti itu.

      Jadi begini, apapun yg kita lakukan meski itu sebuah kebaikan akan selalu ada pihak yg pro dan kontra. Ada yg suka ada yg ngga. Bisa jadi yg bersikap negatif karena mereka sebenarnya iri tidak bisa seperti Anda.

      Tetaplah di jalur profesional dalam bekerja. Allah yg akan menilai Anda, bukan manusia. Mungkin bukan sekarang Dia membalas yg terbaik, tapi akan datang masanya itu. Lagipula bekerja juga ibadah kan, masa ibadah ga memberikan yg terbaik.

  10. Cukuplah rsa takut kepada Allah itu bukti keilmuanya,dan cukuplah ketertipuan diri karena kemurahan Allah sebagai bentuk kebodohan kita maka jauhkanlah rasa kesombongan,kerakusan diri mengakibatkan kita lupa diri sendiri … nuuju mindalik maka beribadahlah mulai sekng seblm kita disholati ammin

  11. Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia says:

    “Ya Allah, lindungilah kami dari beribadah karena riya’ (ingin dilihat manusia lain). Amien.”

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 472,007 bad guys.