Oleh : Arief Maulana

Posting ini adalah kelanjutan dari postingan sebelumnya, yakni “Bekerja Secara Realistis Untuk Mengurangi Tekanan Stres (Bagian 1)”. Silahkan Anda baca posting sebelumnya agar bisa mengikuti alur kelanjutannya.

EVALUASI RENCANA AWAL dan BUAT RENCANA BARU

Pada poin sebelumnya kita sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik sesuai batas kemampuan yang dimiliki. Adakala rencana-rencana awal pelaksanaannya tidak bisa dilakukan secara menyeluruh. Untuk itu Anda perlu melakukan evaluasi pada rencana awal yang sudah dibuat sebelumnya. Buatlah rencana yang sesuai dengan batas kemampuan Anda.

Terlalu banyak daftar yang harus dilakukan seringkali membuat kita sudah malas duluan membayangkan eksekusinya nanti. Tulis hanya yang sekiranya bisa Anda lakukan sesuai dengan batas kemampuan. Jangan terlalu mudah juga, karena hanya akan membuat pencapaian goal Anda menjadi lebih lama.

membuat rencana baru
membuat rencana baru

GIVE REWARD FOR YOURSELF

Ini adalah poin yang seringkali dilupakan oleh kita semua. Saat kita sudah berusaha semaksimal mungkin, berikan reward untuk diri sendiri sebagai hadiah atas kerja keras kita. Reward ini bisa macam-macam. Misalnya makan enak sepulang kerja di hari Jum’at sebelum weekend. Berlibur di obyek wisata tertentu di kala weekend. Intinya, buatlah diri Anda nyaman dan menikmati hidup.

Jangan hanya sekedar jor-joran menyenangkan orang lain. Sekali waktu, kita perlu memanjakan diri sendiri. Masa demi perawatan sepeda motor atau mobil kita berani keluar duit banyak. Untuk sekedar memanjakan diri sedikit saja, pelitnya minta ampun.

berlibur sebagai reward
berlibur sebagai reward

Itu saja poin-poin tentang bekerja secara realistis untuk mengurangi tekanan stres. Seorang teman pernah mengingatkan kepada saya,

“Ketika perusahaan membuatmu bekerja melebihi batas toleransi kemampuanmu, maka saatnya kamu berpikir untuk resign.”

Saya pikir ada benarnya juga. Kita semua punya hak untuk hidup sejahtera. Saat perusahaan tempat Anda bekerja tidak bisa memberikan itu semua, pindah saja. Atau Anda bisa mencoba membuka usaha sendiri. Ini semua hanyalah pilihan. Dan semua pilihan pasti punya konsekuensi. Sebagaimana beberapa orang yang saya tahu tetap memilih untuk memaksakan diri bekerja demi perusahaannya, padahal imbalan yang diterima tidak setimpal.

Nikmati hidup Anda. Nikmati pekerjaan Anda. Kalau apa yang Anda kerjakan saat ini terasa tidak nyaman dalam menjalaninya, sudah waktunya Anda berpikir ulang apakah pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang tepat untuk Anda. Semoga yang sedikit ini bermanfaat.

Bekerja Dengan Realistis, Tanpa Stres (Bagian 2)
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

41 thoughts on “Bekerja Dengan Realistis, Tanpa Stres (Bagian 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,551 bad guys.