Bekerja Dengan Realistis, Tanpa Stres (Bagian 2)

Oleh : Arief Maulana

Posting ini adalah kelanjutan dari postingan sebelumnya, yakni “Bekerja Secara Realistis Untuk Mengurangi Tekanan Stres (Bagian 1)”. Silahkan Anda baca posting sebelumnya agar bisa mengikuti alur kelanjutannya.

EVALUASI RENCANA AWAL dan BUAT RENCANA BARU

Pada poin sebelumnya kita sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik sesuai batas kemampuan yang dimiliki. Adakala rencana-rencana awal pelaksanaannya tidak bisa dilakukan secara menyeluruh. Untuk itu Anda perlu melakukan evaluasi pada rencana awal yang sudah dibuat sebelumnya. Buatlah rencana yang sesuai dengan batas kemampuan Anda.

Terlalu banyak daftar yang harus dilakukan seringkali membuat kita sudah malas duluan membayangkan eksekusinya nanti. Tulis hanya yang sekiranya bisa Anda lakukan sesuai dengan batas kemampuan. Jangan terlalu mudah juga, karena hanya akan membuat pencapaian goal Anda menjadi lebih lama.

membuat rencana baru
membuat rencana baru

GIVE REWARD FOR YOURSELF

Ini adalah poin yang seringkali dilupakan oleh kita semua. Saat kita sudah berusaha semaksimal mungkin, berikan reward untuk diri sendiri sebagai hadiah atas kerja keras kita. Reward ini bisa macam-macam. Misalnya makan enak sepulang kerja di hari Jum’at sebelum weekend. Berlibur di obyek wisata tertentu di kala weekend. Intinya, buatlah diri Anda nyaman dan menikmati hidup.

Jangan hanya sekedar jor-joran menyenangkan orang lain. Sekali waktu, kita perlu memanjakan diri sendiri. Masa demi perawatan sepeda motor atau mobil kita berani keluar duit banyak. Untuk sekedar memanjakan diri sedikit saja, pelitnya minta ampun.

berlibur sebagai reward
berlibur sebagai reward

Itu saja poin-poin tentang bekerja secara realistis untuk mengurangi tekanan stres. Seorang teman pernah mengingatkan kepada saya,

“Ketika perusahaan membuatmu bekerja melebihi batas toleransi kemampuanmu, maka saatnya kamu berpikir untuk resign.”

Saya pikir ada benarnya juga. Kita semua punya hak untuk hidup sejahtera. Saat perusahaan tempat Anda bekerja tidak bisa memberikan itu semua, pindah saja. Atau Anda bisa mencoba membuka usaha sendiri. Ini semua hanyalah pilihan. Dan semua pilihan pasti punya konsekuensi. Sebagaimana beberapa orang yang saya tahu tetap memilih untuk memaksakan diri bekerja demi perusahaannya, padahal imbalan yang diterima tidak setimpal.

Nikmati hidup Anda. Nikmati pekerjaan Anda. Kalau apa yang Anda kerjakan saat ini terasa tidak nyaman dalam menjalaninya, sudah waktunya Anda berpikir ulang apakah pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang tepat untuk Anda. Semoga yang sedikit ini bermanfaat.

  1. lepaskan ketakutan anda dalam berbisnis dan buktikanlah hasil yang anda dapat. anda akan percaya saat rupiah demi rupiah masuk kepada anda. buktikanlah saya telah berhasil

    • @Topan, sayangnya tidak semudah itu bro. Ini terkait pada nilai inti yang dimiliki masing-masing orang. Di buku cashflow quadrant dijelaskan lebih banyak, terutama tentang menyeberangi nilai inti dari satu kuadran ke kuadran yang lain. Ga sekedar berpindah profesi belaka.

    • formula bisnis mlm says:

      @topan, Setuju dengan Mas Arief, Untuk menyeberang dari sisi kiri ke sisi kanan tidak semua orang bisa melakukannya dengan mudah, membutuhkan pondasi mental dan perjuangan, setidaknya kita harus memastikan dulu, bisnis sampingan kita udah bisa buat pijakan belum? kalo belum, hendaknya kita tidak nekat dulu. bekerja dengan realistis…

    • @andhika ahmad, patut dicoba gan,… why not? kerja sambil bisnis kan banyak di internet, hanya perlu pandai-pandai memilih.
      @arif m, bagaimana yah kalau hasil resign hanya menambah beban… sudah setahun lebih merasakan beban tagihan 2X penghasilan, stress juga rasanya. untung ada bisnis online yang relatif modalnya kecil dengan menunggak cicilan sekali bisa untuk modal.
      Semoga sukses untuk semua….

      • @suprianto, resign disini tentu saja bukan sekedar asal begitu saja. Kita bisa cari info perusahaan lain dulu untuk tempat melompat. Setidaknya miliki tabungan u/ hidup selama beberapa bulan tanpa gaji. Untuk mengantisipasi bila tidak langsung dpt pekerjaan.

    • @andhika ahmad, pasang surut tekanan dalam pekerjaan itu biasa. Yang kurang bagus adalah disaat posisi kita selalu tertekan.

      Namun, terlalu santai juga tidak baik. Kita jadi tidak terpacu & kurang berkembang. Kalau salah 1 alasanku resign justru karena kurang menantang dan terlalu santai di tempat lama.

  2. tidak semua karyawan bisa memiliki waktu yang cukup untuk berlibur dan tidak semua orang berani pindah pekerjaan, takut susah klo ngelamar lagi.

    beberapa teman saya mengatakan “kolu ra kolu lek-ken” atau “suka tidak suka ya diterima saja”…. :D

    mereka ikhlas, tapi sedikit terpaksa. tuntutan dapur dan riwayat umur….. :)

  3. Untuk ambil keputusan resign dari pekerjaan tentunya harus dengan perhitungan matang. Siapkanlah dulu pekerjaan penggantinya, atau buat bisnis sendiri udah jalan dan stabil baru resign. Saya sendiri sedang nyiapin toko online Herbal. Barusan baru registrasi domain salmanherbal.com. Mohon do’anya dari semua ya. Belum mulai udah promo ya. He2.
    Makasih mas Arief dan untuk semua. Barakallah fiikum.
    Rohiman recently posted..5 Tips Untuk Memulai Bisnis SampinganMy Profile

    • @Rohiman, yap bener mas. Resignnya juga ga asal grasak grusuk. Bahkan kalau bisa ada saving u/ hidup beberapa bulan tanpa income (makan tabungan), sekedar jaga2 klo belum dapet income pengganti.

      Btw, saya bantu doa semoga usahanya lancar. :)

  4. mungkin bagi yang belum merasakan bekerja (seperti saya ini) belum merasakan juga hal-hal seperti di atas. tapi paling ga, tulisan di atas bisa kita terapkan dalam aktivitas apapun toh mas? bisa juga buat pelajar yang stres dengan sekolahnya… yaa asal ga berpikiran pindah sekolah aja hehe

    tapi saya agak kritis soal pindah kerja itu mas? kayaknya itu alternatif terakhir deh. karena zaman sekarang kan ga mudah pindah-pindah…ntar dikira kutu loncat lagi

    • @Luthfi MH, wah masih sekolah. Pas. Artikel terbaruku ttg bagaimana sukses berkarir dari bangku sekolah.

      Soal resign, ya ga asal lah. Perlu perhitungan. & pindah kerjaan, kalau kita punya potensi & kemampuan, itu bukan hal yang sulit.

  5. Aditya Marwan says:

    Makasih Mas Arief begitu bermanfaat, pindah (hijrah) adalah suatu alternatif yang dibutuh pemikiran yang matang karena akan terkena resiko…!!!sangat bijak kalau kita melakukannnya diawali dengan SHOLAT ISTIKHAROH:ngakak:

    • @Wireless Bridge, berlibur tidak harus ke luar pulau. Sekedar refreshing di weekend ke tempat2 baru macam museum atau kumpul bareng temen jg bisa jadi liburan singkat yg menyenangkan.

      Hidup adalah pilihan. Ada resiko. Termasuk soal kerjaan. Saya juga gitu. Take a risk u/ pindah kerjaan. Alhamdulillah ga sia-sia, dapet yang lebih baik sekarang. Selama ada Tuhan u/ tempat bergantung, rasanya kekhawatiran ga terlalu berlebihan.

  6. Penerjemah Inggris Indonesia says:

    Pada dasarnya,kita bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.Salah satu kebutuhan hidup itu adalah kebahagiaan.

    Banyak orang yang bahagia karena mengutamakan kecukupan dalam hidupnya.Banyak orang yang malah sengsara karena ingin mengejar kekayaan dan popularitas.

    Padahal orang yang bahagia itulah orang yang sukses.

    Hmmm…

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,671 bad guys.