Bekerja Dengan Realistis, Tanpa Stres (Bagian 1)

Oleh : Arief Maulana

Akan selalu ada dua kelompok orang dalam dunia kerja, baik itu yang bekerja sebagai karyawan ataupun sebagai self employee. Kelompok pertama adalah mereka yang bisa menikmati pekerjaannya. Kelompok kedua adalah mereka yang terlihat selalu stress dengan pekerjaannya yang sekarang. Anda termasuk kelompok yang mana?

Tidak jarang kita melihat ada orang yang kelihatannya dalam bekerja selalu enjoy seakan mereka tidak memiliki masalah sama sekali. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Boleh jadi beban pekerjaan dan tanggung jawab mereka lebih besar dari kita. Hanya saja karena bisa menyiasatinya, mereka jadi terlihat seolah selalu menikmati pekerjaannya.

bekerja tanpa stres

bekerja tanpa stres

Ini bila kita sekedar bekerja. Belum lagi bila kita memasukkan program pencapaian goal tertentu dalam pekerjaan kita. Apalagi bila goal yang ingin kita capai nilainya cukup besar. Ingat, goal besar selalu diikuti dengan tindakan yang besar pula. Ditambah lagi dengan adanya dealine.Ini semua akan memicu timbulnya stress pada Anda. Kalau sudah stress imbasnya juga kemana-mana, termasuk pada kesehatan kita. Padahal katanya kesehatan adalah aset yang paling penting. Maka solusinya adalah BEKERJA DENGAN REALISTIS.

Bekerja dengan realistis berarti tidak semua hal kita kerjakan dalam satu tempo waktu tertentu karena adanya keterbatasan dalam diri kita.

Perlu adanya skala prioritas dalam hal ini. Mana yang harus kita kerjakan saat ini dan mana yang bisa dipending untuk sementara waktu, karena tingkat keterdesakannya masih belum besar. Untuk itu dibutuhkan keterampilan memanage waktu dan memilah-milah skala prioritas suatu pekerjaan.

Ada beberapa tips terkait bekerja dengan realistis yang bisa Anda coba terapkan untuk mengurangi beban stress dalam bekerja :

BREAK DOWN YOUR TASK

Pecah program atau tugas yang sedang Anda kerjakan ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil lagi. Ini akan membantu Anda dalam menentukan skala prioritas, mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Selain itu, teknik breakdown task ini juga akan membantu Anda untuk lebih fokus. Menyelesaikan permasalah satu persatu. Pikiran fokus tidak memikirkan semuanya secara sekaligus.

DO THE BEST THAT YOU CAN

Tidak ada manusia yang sempurna. Begitu juga dengan Anda. Menjadi Mr. Perfect dan berpikir bisa menyelesaikan semuanya dalam tempo waktu yang singkat hanya akan membuat Anda stress. Lebih baik Anda berusaha mengerjakan segala sesuatunya sebaik mungkin. Bila sudah mencapai batas yang bisa Anda kerjakan, jangan memaksakan diri.

Saya jadi ingat kawan saya, Jet Veet Lev. Pernah suatu kali di twitter dia bercerita bahwa pekerjaannya setiap hari adalah menangani lebih dari 60 email dari para customer perusahaannya. Iya kalau permasalahan yang diutarakan di setiap email terbilang cepat bisa diselesaikan. Bila tidak dan masing-masing email butuh penanganan khusus, maka tentu tidak akan pernah cukup 8 jam kerja untuk menyelesaikan itu semua. Belum lagi tugas-tugas kantor yang lain.

Kalau Jet memaksakan diri untuk menyelesaikan 60 email tersebut, yang ada dirinya bisa gila. Maka dari itu ia memilih untuk bekerja sebaik mungkin dan menyelesaikannya sesuai dengan batas kemampuannya dalam menangani permasalahan client. Walau demikian, ini bukan menjadi alasan bagi kita untuk bermalas-malasan.

coffee break

coffee break

TAKE A BREAK

Ambil waktu-waktu break di tengah kepadatan pekerjaan Anda. Tidak perlu terlalu lama. Cukup 5-10 menit setiap jam. Ini akan membantu untuk memberikan jeda agar Anda tidak jenuh sekaligus mengistirahatkan pikiran Anda. 10 menit ini bisa Anda isi macam-macam. Bisa makan snack ringan, ngobrol ringan dengan teman kerja, bermain di social media, berjalan-jalan sejenak ke luar kubikel, atau apapun yang penting tidak menyinggung pekerjaan Anda saat ini.

Oke, sudah tiga tips saya berikan untuk Anda. Masih ada 3 tips lainnya yang akan saya publish di blog post berikutnya. Jangan lewatkan kelanjutan posting ini. Semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Artikel Lanjutan : Bekerja Dengan Realistis, Tanpa Stres (Bagian 2)

48 Responses to Bekerja Dengan Realistis, Tanpa Stres (Bagian 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 400,967 bad guys.

Advertisement

Daftarkan diri Anda di newsletter saya secaca GRATIS & saya akan berikan informasi yang akan membantu bisnis pertama Anda, mulai dari sekarang.

First name

E-mail address

Privasi Anda sangat penting buat saya & Anda boleh mengundurkan diri setiap saa.t

Kategori Tulisan
Arsip