Hari ini saya dan keluarga kembali ke Sidoarjo, setelah sebelumnya mudik ke Madura sejak hari Jum’at. Kita berangkat sekitar jam setengah 2 dan sampai di Sidoarjo sekitar jam 7 malam.

Karena ibu ngga masak, kami makan di WR. Untungnya buka. Kalau ngga, ya meski capek berat terpaksa masak lagi untuk makan malam.

Sayang, ketika makan malam di WR kami benar-benar kecewa. Mulai dari pelayanannya sampai pada inti makanannya itu sendiri.

WR udah ngga seperti dulu yang kami kenal. Kualitas rasa mulai turun. Padahal WR lebih dulu memulai usahanya daripada PDJY.

Pertama kami datang, sudah nampak petugas yang bertugas sedikit. Dari sini sudah ketahuan tenaga kerjanya saja kurang. Pun sisa-sisa piring kotor yang berserakan di meja lambat sekali dibersihkannya.

Meja yang dulunya ada tissue dan tusuk gigi, sekarang ngga ada lagi. Entah karena lupa dipasang atau apa. Tapi ya sudahlah.

Kami lantas memesan ikan bakar, ayam kremes, dan urap-urap. Pas makan, terasa banget. Kualitas masakannya menurun. Rasanya sudah tidak seenak dulu ketika kami sering makan disana.

Ikan bakarnya agak gosong dan bumbu bakarnya sedikit sekali. Ayam kremesnya pun rasa sambelnya tidak seenak PDJY. Apalagi urapnya, jauh banget.

Saya mencoba berpikir (+). Mungkin saja ini karena masih libur lebaran. Banyak karyawan masih libur hingga tenaga kerja kurang optimal.

Di sisi lain mungkin WR mengganggap dengan tetap buka, ini adalah peluang dimana banyak keluarga yang tidak masak sendiri dan pembantunya pada pulang kampung.

Tapi coba bayangkan. Andai saya adalah pelanggan baru disana. Bermaksud sekedar mencoba WR. Kalau cocok mungkin sering beli. Kalau ngga ya sudah.

Dengan pelayanan kurang maksimal seperti itu, kira-kira apa yang akan terjadi?

Yang ada malah kita ditinggal sama pelanggan baru yang berpotensi menjadi pelanggan loyal. Belum lagi kalau pelanggan ini cerita macam-macam, efek mouth to mouthnya bisa dahsyat sekali.

Satu pelajaran yang saya petik, boleh lah kita berusaha untuk menangkap peluang. Tapi jangan lupa persiapkan dengan baik segala sesuatunya. Jangan sampai, maksudnya untung malah buntung.

Nah, itu sharing singkat saya. Bagaimana dengan mudik Anda?

Post from WordPress for BlackBerry

Bahaya Menangkap Peluang Tanpa Persiapan
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:             

79 thoughts on “Bahaya Menangkap Peluang Tanpa Persiapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,551 bad guys.