Bagaimana Kita Bisa Tahu Kalau Tidak Mencoba

Oleh : Arief Maulana

Tugu Muda di Puri Maerokoco

Saya teringat beberapa tahun yang lalu, ketika masih aktif dalam kegiatan pramuka. Waktu itu puncaknya adalah ketika bisa masuk dalam tim inti Kontingen Bali di event Jambore Nasional Pramuka Angkasa Pura yang berlokasi di Puri Maerokoco, Semarang.

Sebagian besar acara Jambore berisi pertandingan kompetisi adu kemampuan terbaik di bidang kepramukaan. Praktis di masa seleksi dan persiapan, masing-masing orang yang ada di tim inti harus memiliki minimal kemampuan khusus.

Waktu itu, saya adalah satu-satunya yang tidak punya kemampuan apa-apa. Morse ngga hafal, semaphore ngga bisa, tali temali juga sama, kemampuan membaca jejak sandi kurang. Pokoknya ngga bisa apa-apa. Kondisi semakin parah karena saya sudah terlanjur menghakimi diri sendiri, tidak bisa dan tidak punya kemampuan apa-apa.

Sampai pada satu titik, dimana waktu itu adalah uji kemampuan semaphore (sandi dengan bendera). Karena tidak punya kemampuan apa-apa saya pun jadi bahan ledekan. Salah seorang Penegak meledek, “Rief, percuma kamu tinggal di sebelahnya tukang jual ayam. Mestinya kamu malu tuh sama ayam, mereka aja bisa semaphore dengan mengepakkan sayapnya.”

Gara-gara itu saya jadi panas. Akhirnya saya memutuskan harus mematahkan ledekan itu dengan menjadi ahli di bidang semaphore. Saya mulai menghafalkan sandi semaphore. Untungnya juga Topan, satu-satunya specialis semaphore di regu kami, mau membantu.

Latihan Semaphore
Latihan Semaphore

Hampir setiap minggu saya minta waktu khusus sama Topan untuk menemani latihan semaphore. Pada akhirnya, tidak hanya sekedar bisa tapi kecepatan saya mengirim dan menerima sandi semaphore pun meningkat. Saya dan Topan pun menjadi 1 tim specialis semaphore.

Bagaimana dengan ledekan “anak ayam”? Tetap melekat, bahkan itu menjadi gelar saya. Kenapa? Karena kemampuan menggunakan sandi semaphore yang cepat secepat kibasan sayap anak ayam. Dan semua upaya kerja keras itu terbayar dalam kompetisi semaphore ketika Jambore. Kontingen Bali menjadi yang tercepat dan memenangkan kompetisi itu.

Namun yang lebih penting dari itu, saya berhasil mematahkan stigma negatif yang sebelumnya saya tanamkan sendiri (tidak bisa apa-apa). Saya pun mencoba mempelajari yang lain. Morse? Tidak sesulit yang dibayangkan. Hanya ketakutan dan rasa malas saya saja sehingga enggan untuk mencoba. Bila biasanya ketika latihan pramuka, khususnya event penjelajahan dan jejak sandi saya tidak pernah ikut, kini menjadi tim inti. Hanya karena SAYA MEMUTUSKAN UNTUK MENCOBA.

Nah, itu pengalaman kecil saya dalam mengembangkan kemampuan diri.

Seperti itulah kadang sikap kita. Bukan TIDAK BISA tapi TIDAK MAU atau TIDAK BERANI mencoba. Padahal boleh jadi ketika dicoba, tidak sesulit yang dibayangkan. Bahkan ketika kita sudah mulai enjoy, ada kecenderungan kita akan menciptakan “pola permainan” yang akan membawa pada kemenangan.

Beranikan diri Anda untuk mencoba. Kalau sudah nyebur, jangan tanggung-tanggung sekalian saja basah dan serius disana. Kalau perlu sampai bisa berenang. Ambillah sikap seperti seorang jenderal yang membakar semua kapalnya ketika sudah sampai di tanah musuh. Sehingga jika masih mau hidup tidak ada jalan lain selain berperang dan menjadi pemenang karena jalan untuk mundur sudah dibakar.

Buang keraguan Anda dan mulailah mencoba hal-hal yang di dalamnya ada setitik keyakinan untuk sukses disana. Karena kita tidak akan pernah tahu jika tidak pernah mencoba. Lagipula Tuhan tidak tidur melihat hambanya yang tengah berusaha, pasti ada akan ada titik balik menuju kesuksesan Anda.

Salam Sukses,
arief maulana
space

  1. LendraAndrian says:

    benar benar bethul… selamanya kita tidak akan pernah tau kalau belum mencoba,,,

    tau kalau api itu panas ya dari dirasakan, bukan katanya… :ngakak:

  2. seseorang yang mempunyai banyak keinginan + tanpa keberanian = zero

    seseorang yang mempunyai keberanian + tanpa keinginan = zero

    seseorang yang mempunyai keberanian + sedikit keinginan = could be a hero…

    nice post :sip:

  3. kuncinya: berani! :sip:
    banyak orang kelamaan mengamati, observasi dan menyelidiki, seberapa dalam sungainya, seberapa dingin airnya, seberapa deras arusnya sampai lupa untuk nyebur.
    yang paling enak sih kalo ada yang iseng mendorong. :hihi:

  4. mantap mas arief,
    jd teringat kutipan nya bpk. mario teguh, beliau mengatakan:

    “Tuhan tidak menyuruh kita untuk berhasil tp tuhan menyuruh kita untuk mencoba karena dengan mencoba kita bisa menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil”…:sip:

    kurang lebih begitu mas, mhon maaf bila salah..hehehee..:nyembah:

  5. Lutvi Avandi says:

    Kalau saya dulu jago morse dan tali temali. Semaphore karena gak pernah dilombakan saat perkemahan akhirnya males belajarnya. Lagipula jarang dipakai di kondisi darurat. Morse is the BEST !! :sip:

  6. agustantyono says:

    mas arief,postingan anda cukup mengingatkan saya semasa SD,jujur sy aktif pramuka bukan saat SMP,SMA atau kuliah. justru ketika masih seusia SD,itupun bukan di SD tapi saat di pesantren..
    Satu poin penting dari cerita anda adalah “PENTINGNYA MENCOBA”. Saya juga teringat dengan ucapan dosen saya saat kuliah “Seorang dokter tidak akan pernah bisa menyuntik ketika dia takut untuk mencoba berani menyuntik”, ungkapan itu muncul saat sy pertama kali masuk RS. Dan masih melekat hingga saat ini, dan sangat berdampak pada kehidupan saya sekarang..
    artikel yang menggugah sekali ni mas…
    :sip:
    Salam kenal ya mas ….^^

  7. Suarakelana says:

    yayaya…itulah yg juga terjadi pada saya…cuma kebalikannya
    selalu muncul rasa takut dan enggan untuk mencoba, akhirnya ya memang nggak bisa-bisa

  8. Kalau saya tidak pernah ikutan pramuka, tapi kalau untuk mencoba sesuatu hal yang baru yang bisa membuat saya mencapai hal yang terbaik saya lakukan, itu terjadi ketika orang tua saya mengatakan dengan terpaksa sus mamak ngak bisa membiayayai kamu sekolah lagi setelah tamat smp, kalau mau merantau mamak do’akan kamu bisa sekolah, dan alhamdulilah berkat do’a orang tua saya bisa kerja jualan bakso sambil sekolah dan sampai tamat smu bisa nyambung kursus komputer satu tahun di pii komputindo pekanbaru- jarak pasir pengaraian pekanbaru 5 jam perjalanan. alhamdulilah juga sekarang bisa main internet , matur nuwun artikelnya mas ” susilo yakin dimana ada kemauan disitu ada jalan ” Ayo giat belajar banyak teman banyak ilmu’:koprol::koprol:

  9. wah sayang dulu saya ga belajar semaphore tuh mas, lha wong suruh nyusun bambu jadi jembatan saja, saya salah mulu, apalagi tali temali….apyun…hehe..lho bisanya apa dong?..saya masuk pramuka biar ga dibilang kuper..xixi:sip:

  10. resellerbisnis says:

    Tul-betul. Bagaimana bisa tau tanpa mencoba. Tak perlu takut gagal. Kegagalan takkan permanen seperti juga kesuksesan. Bila menyerah kepada kegagalan maka kesuksesan hanyalah angan2…
    Rencanakan action, siapkan amunisi dan sumberdaya lalu…Coba, siap gagal dan siap sukses.

  11. waaahhh…. bagus juga pengalamannya mas…!! jadi intinya, kita harus tetap semangat dan tiada hari tanpa belajar. disertai dengan prakteknya… sehingga satu hal yang baru bagi kita tidak akan merasa baru lagi.

    salam kenal,

    reza ch

  12. berani mencoba daripada tidak berani mencoba
    karena pengalaman berharga didapat dari mencoba sesuatu dibanding mendengar 1000 kali
    :sip:

  13. bisnis online, bisnisonline,formula bisnis, formulabisnis,bisnis joko says:

    nAH ITULAH MAS aRIEF, SELAMA INI SAYA SELALU TAKUT. yA ITU TAKUT SALAH !

      • bisnis online, bisnisonline,formula bisnis, formulabisnis,bisnis joko says:

        @arief maulana, Terimakasih mas telah membangkitkan semangat saya. Mas coba mampir ke blog saya kira-kira apanya yang harus dibenahi, kog saya rasanya kurang PD dengan hasilnya. Sekali lagi sebelumnya terima kasih mas Arief M.

  14. Suparti Ninengah says:

    Kalau Kemauan dan keberanian ada namun kesiapan unntuk selalu bertahan dan mencoba yang masih ragu. Kapan dong saya bisa seperti mas Arief

  15. bener banget mas arief, semua orng pasti bisa. cuma bedanya ada yang mau dan ada yang ngga aja. saya sendiri sering mengalami hal ini.

    oh iya thx atas sharingnya mas dan salam kenal yah. kalo tidak keberatan kpn2 maen yah ke blog saya di http://hihia.co.cc dan http://hihia.wordpress.com.

    ditunggu yah mas arief kunjungannya. salam kenal dan sukses selalu yah :D

  16. Allah SWT akan menunjukkan pencerahan kepada semua hambanya yang ingin berusaha dan tidak pantang menyerah.

    salam hangat mas arif:koprol:

  17. Betullah ledekan itu Mas Arief,kini anak ayam itu sudah menjadi Bapak Ayam yang oleh kibasan sayapnya bahkan sudah mampu terbang keangkasa dunia maya dan menjadi master membagi-bagikan ilmu dan pengalamannya. Alhamdulillah, saya Saluuut Mas,Semoga tetap sehat dan berkarya demi anak negeri Mas. Wassalam.msaadsikir.

  18. abdoorahman says:

    wiih, artikel mantab,:wooo:…biar telat bacanya yang penting masih bisa comement:hihi:

    tapi selain kemauan mencoba, kita perlu fokus juga ya mas arief… maksudnya di satu bidang dulu… kalo sudah berhasil, baru yang lain.

    Nah, menurut mas arief, kalo bisnis internet untuk pemula baiknya fokus dimana ya? (hari gene, telat ga sih nanyanya?:mikir:)

  19. Nongkrong Online says:

    Cuma satu dalam benak saya stlh menjelajah site ini..”Apakah saya terlambat untuk lbh jauh mengenal rekan arief ini???” saya harap belum terlambat:hiks:
    banyak hal yang saya temukan disini..apa lagi saya yg sebelumnya tdk prnh merambah dunia bisnis terutama bisnis online..karena saya juga berpikiran apakah saya bisa untuk belajar bisnis?? kemampuan pun tak punya..
    :phew:
    Thanks bangeet mas arif..tulisan anda sangat..sangat membantu saya untuk “mencoba” belajar ilmu baru..:hehe:
    slm knl dr newbie yg belajar meraih mimpi :shakehand2

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,671 bad guys.