Oleh : Arief Maulana

Fly Over Way
Fly Over Way

Sore ini ketika dalam perjalanan menuju Royal Plaza untuk event Kumpul Blogger 19 Juni ‘10, ada satu kejadian menarik di jalan fly over Waru. Kebetulan saya membawa mobil sehingga bisa lewat fly over, karena kendaraan roda dua dilarang naik kesana kecuali dalam pengawalan polisi.

Ketika akan naik saya melihat, ada puluhan sepeda motor distop oleh polisi dan ditilang. Alasannya sederhana, karena sudah naik di fly over. Padahal sudah ada rambu dipasang bahwa sepeda motor dilarang melewati fly over kecuali dalam pengawalan. Bukan bermaksud tertawa disaat orang susah, tapi saya kira sudah sewajarnya mereka kena tilang. Namanya juga melanggar aturan.

Di puncak fly over, saya malah ketawa. Saya melihat akan banyak orang lagi kena tilang. Lha wong saya ada di puncak, eh yang sepeda motor yang naik ke fly over makin banyak aja. Wajah-wajah yang biasa aja ketika melanggar aturan. Wajar karena mereka tidak tahu apa yang menantinya di akhir fly over. Kalau tahu pasti ngga bakal naik, paling tidak untuk hari itu. Meski di hari-hari biasa sudah sering saya temui sepeda motor naik fly over. Padahal jalan di bawah lenggang. Dan saya pribadi memang membiasakan diri tidak melanggar aturan ada atau tidak ada polisi. Yah, selalu ada hukuman bagi pelanggar aturan entah kapan waktu datangnya hukuman tersebut.

Itu aturan manusia, bagaimana aturan Tuhan? Yang terjadi saat ini seperti itu. Banyak manusia melanggar aturan Tuhan dengan santainya. Dosa dianggap biasa. Berbuat salah sudah biasa. Makin hari makin hitam kotoran dalam hari. Ibarat sebuah cermin, sukar untuk dibersihkan lagi.

Aturan demi aturan dilanggar. Seperti pengendara sepeda motor yang melintas fly over, para pelanggar tidak pernah tahu apa yang terjadi di ujung sana meski sudah tahu apa hukumannya. Namun, spekulasi tetap saja dilakukan. Syukur-syukur bisa tobat lebih dulu sebelum ajal menjemput. Parahnya waktu ajal kita juga ngga tahu kapan.

Neraka sudah tidak ditakuti lagi, dan surga pun tidak diharapkan lagi. Hanya ada dunia dalam pikiran kita.  Bagaimana bahagia di dunia entah cara apa yang ditempuh. Tidak peduli benar atau salah. Sekali lagi hanya ada dunia. Padahal dalam kitab suci manapun, dengung kehidupan abadi setelah kematian kerap diserukan. Mungkin karena akhirat itu tidak kasat mata, seperti polisi yang tidak terlihat di awal fly over namun menanti di ujungnya.

Yang jelas pengadilan manusia bisa diakali, dipermainkan, dan diperjual belikan. Namun tidak dengan pengadilan Tuhan. Mungkin tidak di dunia ini saat semuanya sudah banyak yang kacau. Tapi pasti ada saat dimana semua terbalaskan.

Ibarat umpan pancing, ketika ikan memakannya tentu si pemancing tidak langsung menariknya. Bisa jadi dibiarkan dulu si ikan memakan dengan lahap umpannya hingga kail menancap kuat di rahangnya. Begitu umpan habis ditariknya tali pancing dan habislah nasib si ikan tadi.

Bisa jadi saat Anda berbuat hal yang melanggar aturan Tuhan saat ini tidak terjadi apa-apa. Tapi ingat, bisa saja Tuhan sedang membiarkan Anda bersenang-senang sesaat hingga tiba waktunya “tali pancing” ditarik. Sesungguhnya akan dicicipkan kepada manusia hasil dari apa-apa yang diperbuatnya.

Sekedar sharing saja. Semoga bisa membuat Anda terus berpegang dan ingat dengan Tuhan saat yang lain mulai meninggalkanNya demi urusan dunia dalam koridor sekularisme. Saat tidak ada penolong lagi, Dia selalu ada untuk kita. Bukan karena Tuhan membutuhkan kita atau semua ibadah kita. Tapi kitalah yang membutuhkanNya dengan semua ibadah itu.

Salam Sukses,
arief maulana
space

Aturan Manusia dan Aturan Tuhan
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:                 

53 thoughts on “Aturan Manusia dan Aturan Tuhan

  • wah….
    ternyata mas arif maulana sangat bijak dalam belajar

    setiap saat dan keadaan bisa membaca ayat2 tuhan yang terhamapar,

    terimakasih mas
    saya akan belajar dari pelajaran ini

  • Tobaaat Tuhanku…

    Mas Arief…postingan yang satu ini bikin saya setengah dugem ( Duduk Gemeter )…

    Terima kasih, ini sudah mengingatkan saya.

  • Aturan manusia dibuat bukan untuk ditaati, Mas. Tapi untuk dilanggar dan diakali. Menyedihkan memang tapi itulah realitanya.
    Mengenai ketaatan terhadap aturan Tuhan, menurut saya masih berkorelasi kuat dengan kadar ketaatan terhadap aturan manusia.

  • segala sesuatu ada resikonya,ada balasannya…
    tidak peduli yang sudah kebal atau yang takut takut.
    Semua berpulang pada kesadaran diri masing masing. Apapun yang kita lakukan, kita sendiri yang akan di minta pertanggung jawaban.

    1. @herlina mutmainah, Betul Bunda Lin,, Alhamdulillah Fenny pernah diingatkan dan harus mempertanggunngjawabkan tindakan tidak sesuai aturan,, :hiks:

  • yah begitulah kenyataan yang ada dlm masyarkat kita yang begitu parah penyebabnya menurut saya hanya satu saja karena kita tidak memahami aturan Allah sebagai pondasi. jadi sekarang siapa yang salah..?? mungkin mas arif bisa jawab pertanya saya ini..
    ma’af mas arif balik bertanya.

    1. @onix, saya kira balik ke diri masing-masing mas. Toh kita juga sudah diberi otak oleh Allah. Tentu bukan sebagai aksesoris belaka, melainkan untuk berpikir dan memilih mana yang benar.

      Dan hidup itu sederhana. Membuat pilihan dan bertanggung jawab atas pilihan tersebut. Termasuk memilih akan ikut dalam aturan atau melanggarnya.

  • Saya suka kalimat anda yang ini mas..”Neraka sudah tidak ditakuti lagi, dan surga pun tidak diharapkan lagi. Hanya ada dunia dalam pikiran kita..”.

    Menarik sekali statemen itu, apakah itu dikarenakan kita kurang mengasah kecerdasan spiritual (SQ) kita? dan selalu mengasah IQ dan skil kerja kita karena menganggap nantinya itulah yang akan banyak dibutuhkan dalam “alam kerja” di dunia.
    Sehingga orientasinya adalah bagaimana kita menjadi seorang pekerja yang sukses dan hidup makmur bersama keluarga didunia ini. Bukan untuk bagaimana agar kita makmur setelah mati…

    Tulisan anda ini mengingat saya bahwa saya ini belum menjadi manusia yang sangat memikirkan akhirat. Semoga saya bisa menjadi orang yang sangat berfikir akan akhirat, sehingga apapun yang saya perbuat di dunia adalah untuk memuluskan jalan saya menuju kenikmatan akhirat.
    :sip:

    1. @Maghfur Amin, yah gimana ya mas, agak susah menjelaskannya. Tapi sungguh seluruh sistem yg ada di dunia ini sekarang emang punya misi menegakkan sekularisme.

      Dimana dalam setiap tindakan, agama dipisahkan. Lambat laun tidak dianggap dan akhirnya sudah banyak yang lupa.

      Lebih detailnya bisa lihat video di http://wakeupproject.com

  • Aturan Tuhan sudah pasti benar tapi manusia kadangkala salah interpretasinya dan tidak sabar, aturan manusia tidak selalu benar, bisa lurus, bisa bengkok, tergantung ilmu dan petujuk Tuhan.

    1. @Dedi Nugraha, akan tetapi saya kira untuk yang basic semua juga mengerti mas. Contoh : dilarang mencuri, korupsi, merugikan orang lain, dsb. Orang bodoh pun mengerti soal ini padahal itu aturan Tuhan yang sangat mendasar.

      Tapi masih saja dilanggar toh. Jadi lebih pada manusianya. Bagaimana dia memilih apakah akan berjalan di jalan yang benar atau nyata-nyata melanggar.

  • Hebatnya lagi, walau menurut banyak orang dan kyai Allah tidak suka membalas langsung, tapi pada kenyataannya Allah telah membalas kita secara langsung dan nyata. Hanya saja kita aja yang nggak merasa sedang dihukum karena begitu lembutnya hukuman yang diberikan Allah.

  • Benar Mas sangking bebalnya manusia semua cara di Halalkan dan tidak peduli sehingga mencontohkan HAL BURUK pada GENERASI MUDA tapi saya sluuut walaupun MAS ARIEF msm muda tapi masuk golongan BIJAK dan patut diteladani itulah pendidikan Keluarga terutama IBU BAPA patut dhargai sebab anak2 bukan langsung BESAR tapi hari demi hari dididik dg DISIPLIN dan KERAS baru jadi seperti MAS ARIEF

  • :hiks::hiks::hiks:

    Sangat mencerahkan…. Penalaran yang menakjubkan *lebay bgt* kekkekek
    :hehe:

    diawal saya membaca postingan ini, saya masih nyantei *sambil membayangkan fly over way versi saya*, eh ga taunya, makin kebawah makin tegang T_T *dag dig dug* :grogi:

    Mungkin lagu ahmad dhani pas di buat soundtrack artikel ini mas ^^ hehe (*nyambung kagak ya?) xixixiix

    (jika surga dan neraka tak perna ada)apakah kau akan tetap sujud kepada NYA

    :yoyo:

    ^^ semoga kita semua bisa tetap istiqomah dijalaNya ^^ amiennn

    1. @cempaka, klo emang menakjubkan ga usah dikasih embel2 lebay deh :hihi:

      Yap lagu itu mengena banget. Jika surga dan neraka tak pernah ada… masih kah kau, bersujud kepadaNya.

      Amin…
      Btw situ dokter yah? Aku liat blognya bahas soal penyakit lupus

  • BETUL MAS PATUT DISYUKURI PERAN ORTU SANGAT BERPERAN DALAM KEHIDUPAN SEORANG ANAK TERUTAMA IBU BUKANKAH KITA SALUT WAKTU LIHAT ACARA KICK ANDY DIMANA SEORG IBU JANDA PUNYA 12 ORANG ANAK SEMUA SARJANA DAN 10 MENJADI DOKTER DAN ADA YG 15 ANAK 8 JADI DOKTER DAN 7 INSINYUR ITULAH HATI2 CARI PASANGAN HIDUP JANGAN SEMBARANGAN HARUS DITELITI BIBIT BEBET DAN BOBOT

  • Ya Mas Arief, namanya juga manusia sepertinya penasaran kalo nggak melanggar aturan. Terima kasih tulisannya mas, jadi mengingatkan saya mas bahwasannya kalau akhirat tujuan kita Insya Alloh dunia akan mengikuti, tapi kalau dunia yang jadi tujuan kita pastilah kita akan diperbudak oleh dunia.

  • sudah melanggar aturan malah ada yang masih juga menyalahkan polisinya atau menambah pelanggaran lainnya yaitu dgn menyogok polisi agar tdk ditilang.

    itulah kalau manusia sdh doyan melanggar aturan. Kalau sedikit nanggung, hehehe

  • Ada jargon ngawur : “Peraturan dibuat untuk dilanggar”. Kalau begitu tidak usah dibuat peraturan saja agar tidak ada yang dilanggar. Hasilnya pasti tidak akan ada keteraturan alias semrawut.
    Saya kira ini refleksi untuk semua orang termasuk saya.

  • Sebenarnya bukan itu saja, diantaranya saya juga sering melihat orang naik motor yang melewati sungai sambil melemparkan bungkusan plastik yang ternyata adalah sampah yg mereka bawa dari rumah mereka, dengan tanpa merasa bersalah melemparkan sampah tersebut ke tengah sungai…:ngupil:

  • sori, baru bs nimbrung lg,kbtlan 4 hr ini tesis hrs kelar, sdg persiapannya kan sjk bln lalu nah sejak buln itu jg aku jrg2 buka email, ceile sombong niye pdhal umurku sdh 51 lo. Artikel yg bagus. Aturan Tuhan dibuat justru agar manusia ttp dalam kemanusiaannya, bukan mlh jd sekedr binatang yg bs ngomong dn berfikir. Banyak kulihat binatang tp sedikit kusaksikn manusia hehe

  • numpang coret yah….aturan Tuhan itu abadi..tpi banyak yang pura2 lupa atau g tw…sadarlah aturan itu bukan u/membatasi kita,tpi demi kebaikan kita…sepakat???????????:baca:

  • Wih.. bergetar rasanya, membaca coretan pak Arief ini; kadang (atau sering ya?) kita ini lepas kendali jalani apa yg di dunia ini ya.. LUPA kalo ini ada yang atur.
    Termasuk dalam dunia ngeBLOG.. hehe

  • dunia memang menyilaukan mas bro, dan tekanan kehidupan membuat sebagian orang (yang memiliki iman lemah) mengagungkan duniawi ketimbang akherat.

    mungkin ini berhubungan erat dengan budaya kapitalis dan gaya hidup kapitalis. :hiks:

  • Sebenarnya taat peraturan ( pemerintah ) adalah juga perintah Allah.Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, serta ulil amri di antara kalian…. ” (QS. an-Nisaa’: 59). Makna ulil amri di sini adalah pemerintah, sebaiknya liat tafsirnya ya di tafsir yang sahih. Tapi seringkali ketika kita ingin taat, agak susah karena gayak masyarakat kebanyakan ya seperti itu. Aturan dibuat untuk dilanggar katanya. Kalau aturan Allah memang sudah jelas, ini jalan baik ini jalan jelek. Tinggal kita sebagai manusia milih yang mana, tentunya harus siap dengan resikonya. Ingat kita tidak pernah tahu kapan hidup kita akan berakhir. Semoga Allah memberikan hidayah taufik bagi kita semua agar menunjukkan ke jalan yang lurus. Wallohu ‘alam.
    Rohiman recently posted..Tips Mudik 2011My Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,416 bad guys.