Asah Terus Kapak Anda
Oleh : Arief Maulana
Di sebuah sore yang mendung dan berawan, sembari menikmati secangkir teh hangat, blackberry saya kembali berteriak dengan berisiknya. Ups, ada pesan masuk via BBM dari seorang teman blogger, Ardy Pratama. Ngga tanggung-tanggung pesan tersebut banyak sekali isinya. Bukan apa-apa, hanya sebuah kisah sederhana yang sarat akan pembelajaran dari seorang penulis buku 7 Habbits, Stephen R. Covey. Izinkan kali ini saya mensharingkan kisah itu untuk Anda semua.
TERLALU SIBUK
Pada suatu masa, seorang penebang pohon yang sangat kuat melamar pekerjaan ke seorang pedagang kayu. Upah yang akan diterima olehnya amat memuaskan, begitu pula dengan lingkungan kerja disana. Karena itu, si penebang kayu memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.
Atasan si penebang pohon memberinya sebuah kapak dan kemudian menunjukkan daerah yang harus digarap olehnya.
Di hari pertama, penebang yang kuat itu berhasil menebang 18 pohon. “Selamat!” kata bosnya. “Teruskan seperti itu ya!”. Termotivasi oleh kata-kata sang bos, di hari berikutnya si penebang mencoba lebih keras lagi, tetapi hanya bisa menebang 15 pohon.
Bahkan di hari ketiga, dia berusaha bahkan lebih keras lagi. Tetapi, hanya berhasil menebang 10 pohon. Setiap hari, meskipun dia berusaha sekuat tenaga, jumlah pohon yang berhasil ditebangnya bertambah sedikit.
“Aku pasti kehilangan kekuatanku.” pikir si penebang. Dia lalu pergi menghadap bosnya dan meminta maaf, dan mengatakan bahwa dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
“Kapan terakhir kali kamu mengasah kapakmu?” tanya pedagang kayu.
“Mengasah?” saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya terlalu sibuk menebang pohon…”
Nah, rekan-rekan seperti itulah gambaran kehidupan kita saat ini. Dunia yang berputar begitu cepat dan waktu yang berlalu tanpa kenal ampun menjebak kita dalam kesibukan-kesibukan yang tidak pernah ada di generasi sebelumnya.
Hebatnya lagi semua itu mampu melenakan kita untuk senantiasa “mengasah kapak”. Apalagi di era informasi seperti saat ini. Lihat saja, rata-rata kini yang menduduki puncak sukses adalah kaum muda yang kreatif. Kaum muda yang suka belajar apapun dan mengembangkan dirinya.
Boleh jadi saat ini kita merasa unggul dengan segenap pengetahuan dan skill yang kita miliki. Namun, bila tidak pernah ada sedikit waktu yang kita sengaja sisihkan untuk mengasah skill, memperluas wawasan, dan mengembangkan diri tinggal menunggu waktu saja sebelum semuanya menjadi basi!
Saya tahu, kita begitu mudah mengeluarkan dalih tidak punya waktu. Dan berita buruknya adalah kita tidak akan pernah punya waktu. Tidak akan ada waktu luang untuk “mengasah kapak” bila bukan kita yang menciptakannya.
Seperti pernah saya ulas di artikel cara sederhana mengembangkan diri, yang salah satunya lewat aktivitas membaca buku-buku positif / pengembangan diri. Berapa sih waktu yang dibutuhkan? Hanya 10-15 menit sehari, ngga lebih. Tapi efeknya bisa dahsyat.
Sama halnya dengan si penebang pohon. Anda dia mau meluangkan waktu untuk mengasah kapaknya 10-15 menit sehari saya kira produktivitasnya tidak akan menurun. Paling tidak selama faktor usia belum menggerogoti.
So, jangan tunda lagi untuk meluangkan waktu mengasah “kapak” Anda apapun bidang pekerjaan / bisnis yang sedang Anda tekuni. Karena dunia kita saat ini sedang berlari. Mereka yang tidak mampu beradaptasi dengan cepat tentu hanya akan menjadi sejarah tanpa arti.
Semoga bermanfaat.






mau buka hutan mana ???
balas komentar
fadly muin Reply:
January 16th, 2010 at 5:36 am
@bundapreneur, kalau sekarang sudah ga bisa lagu bu
bisa-bisa di seret sama aparat PolHut
balas komentar
DuniaBisnis.web.id Reply:
January 16th, 2010 at 5:53 am
@fadly muin,kalo hutan sendiri c gak masalah mas Fadly,
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 6:59 am
@DuniaBisnis.web.id,
balas komentar
herlina mutmainah Reply:
January 16th, 2010 at 2:10 pm
@DuniaBisnis.web.id, emang ada yang punya tu hutan sendiri…

balas komentar
Agus Reply:
January 17th, 2010 at 3:20 pm
@DuniaBisnis.web.id, Kayaknya perlu diganti pake mesin potong moderen aja… hehehe
Numpang nyempil ah…
balas komentar
Muklis Reply:
January 19th, 2010 at 3:00 am
@DuniaBisnis.web.id,
Hutan yang mana nih???????
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 6:55 am
@fadly muin, pake makelar kasus mas…
balas komentar
fadly muin Reply:
January 16th, 2010 at 8:03 am
@arief maulana, sekarng sudah susah mas, sudah ada satgasnya. jadi kemana lagi kita harus cari nafkah nih?

balas komentar
arkum Reply:
January 16th, 2010 at 5:11 pm
@fadly muin, kl nggak digini’in ms


balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
January 16th, 2010 at 6:23 am
@bundapreneur, pertamax terus bun…?

balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 6:56 am
@Agus Siswoyo, inget mas… multitasking… sambil masak pagi2 sambil blogwalking…


balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
January 16th, 2010 at 7:27 am
@arief maulana, nggak bisa bayangin nih. Tangan kanan pencet HP, tangan kiri pegang sutil. Bisa-bisa salah masukkan bahan…

balas komentar
muhammad arifin Reply:
January 16th, 2010 at 7:48 am
@Agus Siswoyo, atau hapenya yang di masukkan bisa bisa
balas komentar
ALHIJR ADWITIYA Reply:
January 16th, 2010 at 7:53 am
Kapak Merah Ya Mas..?he.. bETUL bangetz harus diazah.,
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 12:18 pm
@ALHIJR ADWITIYA, kapaknya geng kapak kungfu hustle…
balas komentar
herlina mutmainah Reply:
January 16th, 2010 at 2:14 pm
@Agus Siswoyo, jadi hape goreng ya


balas komentar
arkum Reply:
January 16th, 2010 at 5:17 pm
@herlina mutmainah, dijual HP goreng..HP goreng..HP goreng..cuman
500 perak 
balas komentar
KangAsep Reply:
January 17th, 2010 at 12:54 pm
@arief maulana, ada gak yah yang bisa multitasking sambil tidur…


mimpi kali ye…!!
balas komentar
arkum Reply:
January 16th, 2010 at 5:08 pm
@bundapreneur, Hutan larangan bunda…

balas komentar
Bukan yang pertamax…
Pokok’e mejeng di pejwan…
balas komentar
fadly muin Reply:
January 16th, 2010 at 5:37 am
@Light, pertamax bukanlah segalanya bro

balas komentar
Light Reply:
January 16th, 2010 at 5:43 am
@fadly muin, Setuju bos…masih ada keduax,ketigax,dst…
balas komentar
fadly muin Reply:
January 16th, 2010 at 5:57 am
@Light, setuju lagi
balas komentar
arkum Reply:
January 16th, 2010 at 5:13 pm
@Light, yg penting comment berkualitas bro
balas komentar
Light Reply:
January 16th, 2010 at 5:30 pm
@arkum, waduh…ini yang sulit mas… koment saya 99% low quality..
balas komentar
arkum Reply:
January 16th, 2010 at 6:01 pm
@Light,
pake ini aja ms, biar cepet

balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 7:01 am
@Light, mo pertamax mejeng dari jam 3 pagi mas. Soale biasanya jam posting 3-6 pagi.
Cuma yaitu tergantung koneksi. Kalo cepet bisa jam 3. Kalau siput speed jam 6. Ngga jelas gitu deh!
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
January 16th, 2010 at 7:30 am
@arief maulana, sudah pakai koneksi ngebut yang pakai helm itu mas?
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 12:17 pm
@Agus Siswoyo, blm mas. Masih M2
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
January 18th, 2010 at 6:25 am
@Agus Siswoyo, koneksi M2 agak lemot disini, tarifnya juga mahal mas. mending pakai Speedy unlimited…
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 6:51 am
@Agus Siswoyo, di tempatku malah speedy yg mahal. Cuma kalau lemot masih lemotan M2. Hahaha…
balas komentar
betul mas Arief. begitulah kira-kira gambaran hidup ini dalam konteks “mencari nafkah”. kebanyakan kita sibuk mencari obyek untuk persinggahan dan memperoleh hasil dari situ. namun tidak di dukung dengan kualitas diri yang memadai. semoga kita bisa memetik pelajaran dari situ
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 7:03 am
@fadly muin, padahal itu bisa jadi bentuk investasi yang bakal menghasilkan berlipat2 di belakang hari
balas komentar
hmmm..tmben sy ada d dpn, hehe..
mudah2an sy bukan termasuk seseorang yg memiliki sejarah tanpa arti,Insyaallah dg ikutan nimbrung dsni brrti sy sdkt lbh mju dr yg blm mngjungi blog ini..
balas komentar
Light Reply:
January 16th, 2010 at 5:46 am
@sari, berarti bangunnya kepagian,mbak…
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 7:04 am
@Light, bangun pagi itu sehat loh!
balas komentar
fadly muin Reply:
January 16th, 2010 at 5:57 am
@sari, yang penting bisa memetik manfaat dan pesan inti dari artikel yang kita baca. setuju ga mbak?
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 7:04 am
@sari, amin…
balas komentar
betul, kita seakan dilenakan oleh rutinitas untuk menggapai dunia tanpa menghiraukan sedikitpun “kapak-kapak” kita. padahal hanya dibutuhkan waktu 15 menit dari 24 jam waktu kita untuk membaca. tapi anehnya kita gak mampu, gak punya waktu, dan tetap gak akan pernah punya waktu.
balas komentar
Light Reply:
January 16th, 2010 at 5:50 am
@Bakrie, Karena mayoritas dari kita selalu berorientasi pada hasil akhir…
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 7:08 am
@Bakrie, jumlah yang sedikit tapi bisa mengubah hasil akhir jauh sekali!

balas komentar
ya ibarat berlian, keindahannya justeru terlihat setelah ia dipotong, digosok dan diasah, kalau tidak, ia tak akan berharga, hanya sebuah batu yg belum memiliki nilai. Jiwa dan fikiran kita tidak akan berharga kalau tidak diasah digosok dan dipotong ya.. karena itu open your heart, open your mind, open your hand, belajar terus dan terus belajar sampai potensi diri kita terasah tajam
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 7:14 am
@yanhasanudinmalik, benar sekali Pak. Ngga seperti batu tegel. Tinggal potong 4 kali udah jadi…
balas komentar
Wah….kisah ini Fenny dah pernah Baca, makasih mas Arief dah ngingetin.

Jadi semangat lagi menimba ilmu terutama internet dan blogging mania, mumpung kul libur 2 bulan euy,
Keep spirit, selalu sisihkan pendapatan untuk investasi leher keatas, ok….

balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 7:15 am
@DuniaBisnis.web.id, yup. Makanya saya sebut sumbernya dari Stephen R.Covey.
pasti banyak juga yang udah pernah baca kisah ini…

balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 7:16 am
@Light,

balas komentar
Hm… Jadi ini ya masalahnya…
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 7:19 am
@Hangga Nuarta, yap. Terselubung dengan sangat rapi dan ngga banyak yang menyadarinya.



balas komentar
memang terasa mas, jika otak kita tidak diasah, otak terasa tumpul. Untuk mempertajamnya kembali dengan ilmu dan praktekkan..
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 7:20 am
@Triagung.com, yup. Apalagi kalau di dunia teknik mas. Lama ngga ngitung-ngitung jadi lemot gitu!

balas komentar
Triagung.com Reply:
January 16th, 2010 at 11:15 am
@arief maulana, kalau komputer harrus nambah memori tuh mas
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 5:25 pm
@Asah Terus Kapak Anda, betul betul betul…
balas komentar
Dengan mengasah diri, maka kita tidak membiarkan diri kita berada pada status quo. Ini yang saya dapatkan juga dari Guru Etos Indonesia, Pak Jansen Sinamo.
Inspiratif sekali kisahnya, mas!
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 7:21 am
@UntungNyata!com | Budhi K. Wardhana, terima kasih mas Budhi.
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 7:22 am
@mashengky.com,

balas komentar
..Atasan si penebang pohon memberinya sebuah kapal dan kemudian menunjukkan daerah yang harus digarap olehnya….
maksudnya kapak ya mas…?
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 7:24 am
@Agus Siswoyo,
kebiasaan nyebut kapal mas. Ngetik jadi kebawa-bawa.
Thanx koreksinya, jeli juga euy!

balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
January 16th, 2010 at 7:33 am
@arief maulana, terbiasa pantengin angka-angka dalam vendor mas. Jadi ada sedikit kejanggalan pasti ketahuan…

balas komentar
Ardy Pratama Reply:
January 16th, 2010 at 10:00 am
@arief maulana,


wkwkwkwwkkww…kapalnya dibawa2 nih!
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 6:58 am
@Ardy Pratama, iya dong… anak kapal gitu loh!
balas komentar
Mantap…sibuk bekerja lupa mengasah malah pekerjaan jadi berat..
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 7:25 am
@Handoko Tantra, yuk. Apalagi webmaster. Kudu sering-sering utak atik themes, hahaha…

balas komentar
gila kena banget saya nih, awal awal saya sampai punya cadangan tulisan, karena sudah merasa sudah punya banyak saya malah mengalihkan kegiatan dengan yang lainnya. ketika cadangan menipis dan mau menulis lagi hiks rasanya berat banget.
makasih mas atas artikelnya
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 7:28 am
@dian, sama mas. Saya juga nyetok tulisan. Cuma ngga banyak2. Hehehe…
Hanya kemarin itu nyetok sampai 1 bulan. Gara-gara prepare mo ujian di kampus!
balas komentar
dian Reply:
January 16th, 2010 at 7:33 am
@arief maulana, tanggal 25 ya UAS nya
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 7:36 am
@dian, oh ngga udah awal Januari kemarin. Kebetulan cuma 1 aja mas karena saya udah di tahun terakhir!
balas komentar
Ardy Pratama Reply:
January 16th, 2010 at 9:57 am
@arief maulana, brapaan mas artikelnya? sapa tau bisa pesan…
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 4:26 pm
@Ardy Pratama, hahaha… Jd inget job artikel dulu.
Sy jual 30rb/artikel. Hahaha…
balas komentar
Ardy Pratama Reply:
January 18th, 2010 at 4:52 pm
@arief maulana,

balas komentar
You can be rich
With no money to spend,
You can do everything
When you understand…
Open your eyes
Open your mind
Open your thoughts
Don’t stay behind…
cendolnya gan..
ane juga pernah terinspirasi dari sebuah lagu mas..
http://ebe.saawan.googlepages.com/openup.htm
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 6:59 am
@Muhammad Arifin,
balas komentar
ke
ah.., cari hutan mana yg mau digarap dulu. 
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 7:01 am
@MasterClickCom, awas… hutan tetangga lebih ijo dari hutan sendiri
balas komentar
Ngak perlu pertama, yang penting ikut andil ya mas, sungguh luar biasa motivasinya,,. matur nuwun
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 12:21 pm
@Susilo, yup. Pertamax bukan segalanya. Contents is more important…
balas komentar
mantap motivasinya mas Arif. tq ya telah mengingatkan untuk ‘mengasah kampak’
@ bunnnda, buka hutan metropolis jkt berat juga yach..
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 12:24 pm
Sama-sama Pak
balas komentar
Terima kasih telah diingatkan dengan artikel ini
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 12:27 pm
@mengatasi ejakulasi dini, mari saling mengingatkan
balas komentar
koreksi sedikit…
kebiasaan = Habit
kalau jamak Habits
kisah ini serupa yang ada di buku Covey 7 Habits of Highly Effective People
Sharpen the Saw atau Mengasah Gergaji adalah kebiasaan ke 7
yang paling asyik lagi kalo membaca buku berikitnya
the 8th -> From Effectiveness to Greatness –> saya ada edisi English nya
salam
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 12:31 pm
@hmcahyo, wah jeli juga. Trims koreksinya. Nanti saya perbaiki.
balas komentar
tambahan lagi Shapen The saw kalo menurut COvey nggak hanya satu ranah saja.. tetapi ada 4 :
Physical: Beneficial eating, exercising, and resting
Social/Emotional: Making social and meaningful connections with others
Mental: Learning, reading, writing, and teaching
Spiritual: Spending time in nature, expanding spiritual self through meditation, music, art, prayer, or service
di Ambil dari sini
https://www.stephencovey.com/7habits/7habits-habit7.php
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 4:05 pm
@hmcahyo, inilah bedanya org yg membaca langsung dan hanya forwardam belaka.
Terima kasih tambahannya Pak.
balas komentar
Hehehe… pantes kok kayaknya pernah baca. Ternyata emang pernah
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 4:08 pm
@Lutvi Avandi, kan bukunya udah banyal beredar. Yg baca dan mengutip kisah ini pun banyak juga. Makanya saya sebutin dapet dari siapa.
balas komentar
Saya pernah juga mendengar kisah ini, tapi kelanjutan seperti ini… penebang bukan hanya tidak mengasah kapaknya tapi malah menukar kapaknya dengan gergaji mesin, tapi tetep saja jumlah pohon yang berhasil ia tebang sedikit, sebab ia tidak tahu bagaimana menggunakannya. Jadi, penting juga mengasah ilmu sekaligus memperaktekkannya agar tahu manfaatnya.
Makasih mas sudah mengingatkan saya dengan kisah yang sangat inspiratif ini…
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 4:11 pm
@Habib Yunus, terima kasih atas tambahannya.
balas komentar
Luar biasa ! Cerita ini seperti yang pernah saya baca bahwa sering kali kita terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk menginvestasikan waktu. Sehingga selamanya kita akan terjebak dalam “lingkaran setan”

balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 4:12 pm
@muhammad Jumani, saya jadi inget hukum investasi. Investasikan waktu maka kita akan mendapatkan waktu.
balas komentar
Kalo kapak semakin diasah semakin tajam, tapi lama- lama habis, kalo otak gimana, sama ega ya?
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 4:16 pm
@Haris, pernah ada riset. Ketika otak terus diasah, digunakan berpikir maka volumenya akan bertambah.
Pertambahan tsb diiringi dgn jumlah syaraf yg membantu kita dlm berfikir dan mencari solusi sebuah masalah atas reference tertentu.
Makanya di negara maju, meski CEO perusahaan sudah tua bgt mereka masih tetap bs memimpin perusahaan dgn baik ya karena itu.
Tubuh boleh tua, tapi otak harus terus berkembang.
balas komentar
Haris Reply:
January 17th, 2010 at 10:02 pm
@arief maulana, Okelah kalo begitu saya ikut ngasah otak juga ah, tadinya takut habiz kaya kampax jadi di irit-irit ngasahnya, wk wk wk wk….
Btw nice info mas, jadi termotivasi buat selalu belajar dan belajar.
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 7:02 am
@Haris,
balas komentar
betul itu kata mas arif, 10 -15 menit perhari hasilnya dahsyat, banyak rakyat indonesia yg nongol;ngakak..ngakak btw mas arif sudah jalani blm yha atau masih pakai SKS sistim kebut semalam;ngakak;ngakak
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 4:18 pm
@wisnu, tiap hari saya pasti haviskan min 30 menit utk baca buku2 positif.
Bahkan kalau ngga ada kegiatan bisa sampai 2 jam mas. Hehehe…
balas komentar
ayo asah kapaknya, biar kalo ada yg halangin tnggal tebas aja!
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 4:18 pm
@Ardy Pratama,
balas komentar
belajar 20 menit sehari bisa meningkatkan kinerja 80 %
prinsip apa itu yah, kayak pernah dengar
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 4:53 pm
@dreamfrog, kalau ngga saah citerus paribus.
balas komentar
wah wah… ini dia artikel yang cocok buat saya mantap mas Arief Sn.

balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 4:57 pm
@Arief Rizky Ramadhan, iya cocok utk pelajar. Biar ngga kebut semalem melulu.
Eh linknya hangga nuarta ada di http://hangganuarta.com
balas komentar
benar mas arief,mengasak kapak akan membantu mempertajam apa yang kita lakukan sehingga akan semakin cepat dalam menyelesaikan suatu persoalan.
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 4:59 pm
@Cara Cari Duit, menggasak apa mengasah neeh?
Yap, practice make perfect.
balas komentar
Mungkin masalahnya adalah menata jadwal. Semua orang sibuk dan semua orang memiliki 24 jam sehari, namun kalau tidak menyempatkan diri untuk terus mengasah diri, maka sebenarnya justru bakal lebih banyak membuang waktu. Karena akan bekerja lebih lambat.
Saya paling suka membaca menjelang tidur. Kadang ketiduran kadang membaca sampai jauh malam.
Makasih dah diingatkan …
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 5:29 pm
@Bang Dje, betul Bang. Management waktu lagi2 menjadi kuncinya.
balas komentar
Mengasah kapak juga perlu strategi, bisa jadi kalau salah strategi kapak kita makin tumpul, bukan makin tajam…
balas komentar
Arief Rizky Ramadhan Reply:
January 16th, 2010 at 1:28 pm
@joko santoso, setuju mas joko
balas komentar
arief maulana Reply:
January 16th, 2010 at 5:32 pm
@joko santoso,
balas komentar
Betul sekali mas Arief..

Sebuah pengingat bagi saya untuk terus membaca buku-buku positif lebih rutin.
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 1:19 am
@A9YnD1LV3R, memang harus konsisten.
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 1:48 am
@erick, padahal 5-10 menit / hari udah cukup.
balas komentar
Wow…Ngeri euy, Kalimat2nya Mas Arie Bak Motivator Kelas Wahid. Tp Enak lah Dibacanya. Top Markotob
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 2:18 am
@Rafi, saya amini aja deh. Siapa tahu ntar beneran bs jadi penerusnya mario teguh / andrie wongso
balas komentar
bener juga mas, kalau kapak kita kelamaan tidak diasah, bakal tumpul, dan kita-pun tidak akan bisa menebang pohon pisang sekalipun dengan kapak yang tumpul tadi……wah inspiring banget mas…..
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 2:22 am
@Blog Buat Bisnis,
balas komentar
kalau kita tidak punya rencana hal-hal sepele seperti yang dilakukan oleh sipenebang pohon akan menjadi masalah besar karena tidak tercapainya target.Untuk itu rencana adalah hal terpenting Untuk membangun, apapun bangunannya!


balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 2:25 am
@Ajang, termasuk hidup kita ini jg mesti direncanakan. Kapan mau naik haji, kapan mau ini mau itu dsb.
So, kita bisa lakukan persiapan dari sekarang. Bukan begitu, Bang?
balas komentar
pensil tumpul bisa buat nulis bagus setelah diraut ampe tajem, kalo gak diraut mana bs dipake nulis
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 2:27 am
@pasutrisatu, hampir sama dgn blog yah. Kudu terus diisi content biar rame.
balas komentar
perumpamaan yang luar biasa…


sangat menginspirasi saya…
sering2nya memang lupa utuk melakukannya…
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 2:31 am
@IwanKus, itulah gunanya saling mengingatkan mas. Manusia bukan malaikat, suka lupa.
balas komentar
yUUUK… ngasak otak…..
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 2:32 am
@T. Wahyudi, nggasak apa ngasah neeh? Wkwkwk
balas komentar
Memang ada saatnya kita harus berhenti ms, untuk menyusun strategi atau bahkan mengasah kualitas yg msh tumpul.Berhenti bukan utk diam, tapi berhenti demi strategi.
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 2:36 am
@arkum, sama halnya ketika kita mencoba berlari mengejar mimpi. Sesekali perlu istirahat, memulihkan tenaga dan mengambil nafas yg cukup.

balas komentar
arkum Reply:
January 17th, 2010 at 1:03 pm
@arief maulana, betul ms,kalo lari trus nggak berhenti2 bisa
.Lebih istirahat dl,charge tenaga lagsng tancap lagi

balas komentar
Orang yg trus bergerak dan terlalu sibuk justru bisa jd ia tidak tahu kapan ritme (jalan-jalan ditmpt-berhenti-jalan lagi) sebuah gerak. Malah sy khawatir orang semacam ini, bisa2 tdk punya rencana yg besar dn matang.
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 2:49 am
@arkum, dan mereka tidak akan punya waktu untuk mengevaluasi. Padahal ini penting utk meningkatkan efektivitas.
balas komentar
arkum Reply:
January 17th, 2010 at 1:05 pm
@arief maulana, Banyak skali kita temukan orang yg pragmatis, melihat evaluasi sbg membuang waktu percuma.Pdhl betul kata ms arief, kl ternyata bisa lebih efektif mengapa tidak mengasah kapak yang mulai tumpul.
balas komentar
Berhubung masuk belakangan, saya komentar agak banyak ya mas. Terlalu banyak teori kadang membuat jenuh dan tidak menapak bumi. Saya pernah mengalaminya dan akhirnya memutuskan untuk terjun ke lapangan dan banyak praktek langsung. Proses belajar, proses kreatif dilakukan dari pengalaman langsung. Kapaknya tetap tajam, tapi tetap kapak yang sama. Sayangnya tantangan ke depan membutuhkan tambahan kapak berbeda. Akhirnya ya kembali lagi ke buku plus keliling blog mencari kapak baru.
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 2:55 am
@Suarakelana, trims sharingnya. Jika kapak tak lagi relevan memang sebaiknya diganti dgn mesin potong (gergaji mesin),
balas komentar
asah asah otak diasah…….. biar outpunya setajam kapak yang di asah
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 3:13 am
@ghe,
balas komentar
Alhamdulillah, klo tiap saya mengunjungi blog ini “kapak” saya insya Allah sudah terasah. Thanks mas Arief atas semua artikelnya yg bermanfaat…
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 3:43 am
@ismail, terima kasih atas apresiasinya
balas komentar
Asah kapak tiap hari biar dapet ini
…
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 3:45 am
@BuDhi, dapet
juga…
balas komentar
saya juga sibuk banget mas utk menjalankan hobi saya sbg forex trader, newbie blogger, & pelajar SMA kls 2 homescholling Kak Seto. Apalagi kalo nanti saya kls 3 masuk ke sekolah formal, ga’ ngebayangin dech..
Salam kenal
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 3:48 am
@Ardiawan.com, salam kenal. Yah itulah hidup, penuh warna. Bisa dijalani dgn syukur atau mengeluh.
Tapi yg suka bersyukur tentu nikmatnya ditambah Tuhan.
balas komentar
Ayooo belajaaaar … biar dikata sibuk, namanya belajar gak boleh berhenti, klo perlu sampai titik darah penghabisan
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 3:53 am
@turisuna, belajar itu sampai ke liang lahat.
balas komentar
alhamdulilah komennya selalu dpt belakangan, nasib kuli siang harus cari nasi malem baru bisa ol.
Pokoknya urusan motivasi mas arief
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 5:37 am
@andrik sugianto, yg penting artikelnya kebaca mas. Koment pertamax bukan segalanya.
balas komentar
betul sekali SAYA PERNAH BACA CERITA INI DALAM BAHASA INGGERIS DAN OK MAKE SENSE KAN JADI HARUS DIPRAKTEKKAN DAN HASILNYA PASTI MEMUASKAN OK
balas komentar
arief maulana Reply:
January 17th, 2010 at 5:45 am
@lianawati natawijaya, yup karena ini ilmu praktisi bukan teori belaka. Jadi mesti dipraktekin biar tahu hasilnya.
balas komentar
mengasah kapak, ini yang kadang terlupakan, soalnya kebanyakan blogwalkingnya… hehe
terima kasih sudah diingatkan mas
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 6:34 am
@online-business-story.com, blogwalking gpp mas, asal kapaknya dibawa. Sambil baca sambil ngasah…
balas komentar
Tambahan nih Mas, “Ngasah kapak juga ga perlu dana kok”.

Contohnya: Baca aja buku di Gramed..
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 6:32 am
@Wawan Purnama, hahaha… saya banget itu. Tapi cuma untuk tahu dalemannya sekilas.
Kalo oke, baru deh bawa ke kasir!
balas komentar
Wawan Purnama Reply:
January 18th, 2010 at 9:29 am
@arief maulana, Ada2 aja ye cara orang curi ilmu…
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 10:57 pm
@Wawan Purnama, bukan mencuri mas, hanya mengintip

balas komentar
Asah kapak yang ada dalam diri kita dapat menghasilkan kinerja yang bagus sehingga result yang dicapai akan baik.
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 6:31 am
@Cara Memperbesar Penis, yup. You’ve got the point!
balas komentar
ok dech!!!
Jadi intinya
selalu luangkan wktu utk mengasah kemampuan kita!!!
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 6:30 am
@d D4n, jelas, sebelum kapaknya tumpul kisanak!
balas komentar
nampaknya saya belum mengasah kapak saya
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 6:28 am
@Reza Fauzi, kalau begitu caranya berarti saat ini tengah tumpul kisanak…
balas komentar
betul sekali mas…kita memang jarang sekali memperhatikan “kapak” kita.
kapak itu ibarat pikiran kita, dan pohon ibarat alam fenomena.
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 6:27 am
@Fashion Lifestyle, perumpamaan yang bagus!
balas komentar
bner mas hidup ini penuh dng perjuangan pa lg bisnis d dunia internet berburu backlink seperti menajamkan kampak kita di mata SE …..
bner2 melelahkan dan sulit
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 6:24 am
@download software pc, sulit bukan berarti ngga bisa kan?
Justru itu yang akan membuat kita kuat!
balas komentar
download software pc Reply:
January 18th, 2010 at 9:38 am
@arief maulana, bner bgt itu..

oh ya mas tolong kasih masukan cara mendapatkan backlink yg baik atau ampuh donk mas??
Kali saja mas arief bisa membantu saya pa lg kan kalo ingin jadi pebisnis affliate harus jago dalam mencari backlink…
Sory mas kalo kesan.y ky.y nyuruh mas arief tiada maksud saya
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 11:16 pm
@download software pc, saya bingung neeh kalo dapet pertanyaan soal backlink.
Secara saya ga pake cara aneh2. Cuma blogwalking aja + tuker link. Just it. Simple kan, pasti ngga percaya. Hahaha…
But this is me, so simple.
balas komentar
mantap .. .. . ..
beli kapak dulu ah ..
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 6:22 am
@akbaralatas, mari…
berani bayar berapa bos untuk kapak emas? 
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
January 18th, 2010 at 6:27 am
@arief maulana, sebiji kapak merah berapa mas…?

balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 6:40 am
@Agus Siswoyo, maaf kisanak. Sold out!
balas komentar
heheheheheh
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 6:21 am
@bambang s, wah saya kaya kakek2 aja ngasih wejangan. Sharing mas, ngga bermaksud menggurui..

balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
January 18th, 2010 at 6:29 am
@arief maulana,

baru merasa jadi kakek nih…
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 6:35 am
@Agus Siswoyo, daripada mbah buyut… hahaha…


balas komentar
Anyway, tumben pic-nya pakai gambar film animasi, biasanya kan yang serius…
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 6:38 am
@Agus Siswoyo, nyari kesatria kapak munculnya itu, hahaha…
balas komentar
mengasah kapak harus fokus kalau tidak akan berdarah nanti.Atur waktu harus mulus kalau tidad bisnis apapun bakalan mati.
Terima kasih atas dibaginya ‘pandangan’ mas Arief.
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 7:33 am
Sama-sama Pak!
balas komentar
Perlu banget tuh mas ‘mengasah kapak’ apalagi para pesaing terus bermunculan….. bisa-bisa ‘keok sebelum tanding’
balas komentar
arief maulana Reply:
January 18th, 2010 at 11:32 pm
@SaipulHamdi(dot)com, pakai kapak saktinya wirosableng mas, maknyus membabat lawan
.
Make a differentiation. Bila semua pakai kapak yang sama, kenapa kita ngga gunakan kapak sakti? Walau konsekuensinya adalah cara mengasah yang berbeda.
Salam kenal!
thanx kunjungannya. 
balas komentar
Dimas Reply:
January 19th, 2010 at 5:31 pm
@arief maulana, kapak wiro sableng 717?
wah, ada yang dah nonton silat indo nih…
kapak mana pun perlu di asah yang benar. tetap aja pake kapak sakti ada konsekuensinya dalam mengasah.


aku sih cukup kapak biasa buat nebeng pohon pengetahuan n buah sukses…
balas komentar
arief maulana Reply:
January 21st, 2010 at 4:53 am
@Dimas, 212 om.
balas komentar
Betul sekali, kita memang harus terus mengasah diri kita.
balas komentar
Met dini hari Mas, kaknya gi enak mimipi nih, hik….hik…Makasih mas dah di ingetin, boleh unggul tapi harus tetap di ingat kan di atas langit masih ada langit, manusia harus senantiasa berubah sesuai dengan zamannya, ilmu bukan makin berkurang tapi terus bertambah, jadi haruskah kita tenggelam dalam keunggulan kita, jika begitu lambat laun pasti akan terkubur habis dengan keunggulan yang hanya sesaat, salam sukses untuk enterpreneur online sukses selanjytnya Mas Arief, ga boleh nolak lho mas ini kan doa, amin. Sehat dan bahagia selalu itulah yang bisa saya sampaikan, karena lagi bokek klo mo beri duit pa lagi dollar wekekek, Ehm tdur…tidur yang dalam…makin dalam…gubrak ada Tommy rafael di blogna Mas Arief
balas komentar
arief maulana Reply:
January 19th, 2010 at 7:09 am
@Muklis, hahaha… Kok kayanya mas Muklis neeh yg ngigau, tidur sambil online yah,
Trims doanya mas. Yg penting anut ilmu Padi aja deh, rendah hati dan selalu mau untuk belajar.
balas komentar
betul mas…membaca buku walau sebentar saja bisa membuat otak kita bekerja…sep dah…
balas komentar
Dimas Reply:
January 19th, 2010 at 5:28 pm
@Haris_DokterBisnis.Net,

betul loh mas haris.
sedikit demi sedikit membaca buku akan terus bertambah pengetahuan.
tentunya didukung suasana yang relaks agar info bisa masuk ke kepala…
hehehe
balas komentar
arief maulana Reply:
January 20th, 2010 at 5:37 am
@Dimas,
balas komentar
baru sadar saya, benar sekali untung saya baca blog ini dan pas bacanya juga udah 15 menit
balas komentar
arief maulana Reply:
January 20th, 2010 at 4:48 am
@himasi media, hahaha… bisa aja neeh. Ngepas sesuai rekomendasi!
balas komentar
Buset ampe ratusan koment…

well,

asah kapak sama dengan asah kemampuan dan pengetahuan.
itu mutlak dilakukan kalo mau meningkatkan kesuksesan.
sekali sukses jangan langsung berpuas diri. terus asah hingga puncak
okey…
balas komentar
arief maulana Reply:
January 20th, 2010 at 4:46 am
@Dimas, jelas.
balas komentar
saya akan terus asah kapak saya mas…
balas komentar
arief maulana Reply:
January 20th, 2010 at 4:44 am
@Arief Rizky Ramadhan, sudah punya batu asahnya kisanak? Saya jual juga loh, wkkwkwk
balas komentar
[...] Anda tekuni sekarang bisa menjadi jalan menuju kesuksesan Anda. Cintai dan hargai pekerjaan Anda. Luangkan waktu untuk mengasah skill dan menambah wawasan yang berkaitan dengan itu semua. Pelan tapi pasti saya yakin karir Anda akan semakin cemerlang. [...]
menurut saya bila kita sudah rajin mengasah kapak kita dan meraih kesuksesan akan lebih baik lagi jika mengganti kapak kita dengan alat yang lebih bagus/modern misalnya gergaji mesin sehingga hasilnya pun akan lebih meningkat lagi.bagaimana menurut mas?
balas komentar
arief maulana Reply:
January 21st, 2010 at 4:43 am
@radenmas, kapak disini hanyalah perumpamaan dari diri kita. Butuh selalu diasah atau dengan kata lain terus mengembangkan diri.
hehehe…
balas komentar
radenmas Reply:
January 21st, 2010 at 12:06 pm
@arief maulana, “mengganti kapak kita dengan alat yang lebih bagus/modern misalnya gergaji mesin” juga merupakan perumpamaan.masak tukang kayu klo udah agak sukses masih aja terus pake kapak?? maksud saya selain mengasah diri juga harus meningkatkan/upgrade alat yg kita pakai.kalo awalnya kita pake blog gratisan setelah sedikit berkembang kita gunakanlah hosting n domain yg berbayar sehingga hasil yang didapatkan pun bisa lebih baik lagi.
balas komentar
arief maulana Reply:
January 22nd, 2010 at 9:02 pm
Terima kasih tambahannya…
balas komentar
Kalau sering diasah kemampuan kita maka skill kita akan meningkat.
balas komentar