Asah Terus Kapak Anda

Oleh : Arief Maulana

Di sebuah sore yang mendung dan berawan, sembari menikmati secangkir teh hangat, blackberry saya kembali berteriak dengan berisiknya. Ups, ada pesan masuk via BBM dari seorang teman blogger, Ardy Pratama. Ngga tanggung-tanggung pesan tersebut banyak sekali isinya. Bukan apa-apa, hanya sebuah kisah sederhana yang sarat akan pembelajaran dari seorang penulis buku 7 Habbits, Stephen R. Covey. Izinkan kali ini saya mensharingkan kisah itu untuk Anda semua.

TERLALU SIBUK

Pada suatu masa, seorang penebang pohon yang sangat kuat melamar pekerjaan ke seorang pedagang kayu. Upah yang akan diterima olehnya amat memuaskan, begitu pula dengan lingkungan kerja disana. Karena itu, si penebang kayu memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.

Atasan si penebang pohon memberinya sebuah kapak dan kemudian menunjukkan daerah yang harus digarap olehnya.

Di hari pertama, penebang yang kuat itu berhasil menebang 18 pohon. “Selamat!” kata bosnya. “Teruskan seperti itu ya!”. Termotivasi oleh kata-kata sang bos, di hari berikutnya si penebang mencoba lebih keras lagi, tetapi hanya bisa menebang 15 pohon.  

Bahkan di hari ketiga, dia berusaha bahkan lebih keras lagi. Tetapi, hanya berhasil menebang 10 pohon. Setiap hari, meskipun dia berusaha sekuat tenaga, jumlah pohon yang berhasil ditebangnya bertambah sedikit.

“Aku pasti kehilangan kekuatanku.” pikir si penebang. Dia lalu pergi menghadap bosnya dan meminta maaf, dan mengatakan bahwa dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

“Kapan terakhir kali kamu mengasah kapakmu?” tanya pedagang kayu.

“Mengasah?” saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya terlalu sibuk menebang pohon…”

Nah, rekan-rekan seperti itulah gambaran kehidupan kita saat ini. Dunia yang berputar begitu cepat dan waktu yang berlalu tanpa kenal ampun menjebak kita dalam kesibukan-kesibukan yang tidak pernah ada di generasi sebelumnya.

Hebatnya lagi semua itu mampu melenakan kita untuk senantiasa “mengasah kapak”. Apalagi di era informasi seperti saat ini. Lihat saja, rata-rata kini yang menduduki puncak sukses adalah kaum muda yang kreatif. Kaum muda yang suka belajar apapun dan mengembangkan dirinya.

Boleh jadi saat ini kita merasa unggul dengan segenap pengetahuan dan skill yang kita miliki. Namun, bila tidak pernah ada sedikit waktu yang kita sengaja sisihkan untuk mengasah skill, memperluas wawasan, dan mengembangkan diri tinggal menunggu waktu saja sebelum semuanya menjadi basi!

Saya tahu, kita begitu mudah mengeluarkan dalih tidak punya waktu. Dan berita buruknya adalah kita tidak akan pernah punya waktu. Tidak akan ada waktu luang untuk “mengasah kapak” bila bukan kita yang menciptakannya.

Seperti pernah saya ulas di artikel cara sederhana mengembangkan diri, yang salah satunya lewat aktivitas membaca buku-buku positif / pengembangan diri. Berapa sih waktu yang dibutuhkan? Hanya 10-15 menit sehari, ngga lebih. Tapi efeknya bisa dahsyat.

Sama halnya dengan si penebang pohon. Anda dia mau meluangkan waktu untuk mengasah kapaknya 10-15 menit sehari saya kira produktivitasnya tidak akan menurun. Paling tidak selama faktor usia belum menggerogoti.

So, jangan tunda lagi untuk meluangkan waktu mengasah “kapak” Anda apapun bidang pekerjaan / bisnis yang sedang Anda tekuni. Karena dunia kita saat ini sedang berlari. Mereka yang tidak mampu beradaptasi dengan cepat tentu hanya akan menjadi sejarah tanpa arti.

Semoga bermanfaat.

Salam Sukses,
arief maulana
space

201 Responses to “Asah Terus Kapak Anda”

  1. bundapreneur says:

    mau buka hutan mana ???

    balas komentar

    fadly muin Reply:

    @bundapreneur, kalau sekarang sudah ga bisa lagu bu:ngakak:

    bisa-bisa di seret sama aparat PolHut:sip:

    balas komentar

    DuniaBisnis.web.id Reply:

    @fadly muin,kalo hutan sendiri c gak masalah mas Fadly,:hihi:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @DuniaBisnis.web.id, :iloveindonesia

    balas komentar

    herlina mutmainah Reply:

    @DuniaBisnis.web.id, emang ada yang punya tu hutan sendiri…:melet::melet:

    balas komentar

    Agus Reply:

    @DuniaBisnis.web.id, Kayaknya perlu diganti pake mesin potong moderen aja… hehehe :melet:

    Numpang nyempil ah…:sip:

    balas komentar

    Muklis Reply:

    @DuniaBisnis.web.id,

    Hutan yang mana nih???????

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @fadly muin, pake makelar kasus mas… :ngakak

    balas komentar

    fadly muin Reply:

    @arief maulana, sekarng sudah susah mas, sudah ada satgasnya. jadi kemana lagi kita harus cari nafkah nih?:ngakak::ngakak:

    balas komentar

    arkum Reply:

    @fadly muin, kl nggak digini’in ms :hammer :sup2: :hihi::hihi:

    balas komentar

    Agus Siswoyo Reply:

    @bundapreneur, pertamax terus bun…?
    :hihi:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Agus Siswoyo, inget mas… multitasking… sambil masak pagi2 sambil blogwalking… :ngakak::ngakak::ngakak:

    balas komentar

    Agus Siswoyo Reply:

    @arief maulana, nggak bisa bayangin nih. Tangan kanan pencet HP, tangan kiri pegang sutil. Bisa-bisa salah masukkan bahan…
    :ngupil:

    balas komentar

    muhammad arifin Reply:

    @Agus Siswoyo, atau hapenya yang di masukkan bisa bisa :ngakak

    balas komentar

    ALHIJR ADWITIYA Reply:

    :baca::jigong::baca::jigong:
    Kapak Merah Ya Mas..?he.. bETUL bangetz harus diazah.,

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @ALHIJR ADWITIYA, kapaknya geng kapak kungfu hustle…

    balas komentar

    herlina mutmainah Reply:

    @Agus Siswoyo, jadi hape goreng ya:ngakak::ngakak::ngakak:

    balas komentar

    arkum Reply:

    @herlina mutmainah, dijual HP goreng..HP goreng..HP goreng..cuman :lapar 500 perak :cendolbig

    balas komentar

    KangAsep Reply:

    @arief maulana, ada gak yah yang bisa multitasking sambil tidur…:ngakak::nangis::nangis::ngakak: mimpi kali ye…!!

    balas komentar

    arkum Reply:

    @bundapreneur, Hutan larangan bunda…:ngakak::ngakak:

    balas komentar

  2. Light says:

    Bukan yang pertamax…
    Pokok’e mejeng di pejwan…:melet:

    balas komentar

    fadly muin Reply:

    @Light, pertamax bukanlah segalanya bro:ngakak::ngakak:

    balas komentar

    Light Reply:

    @fadly muin, Setuju bos…masih ada keduax,ketigax,dst… :ngakak:

    balas komentar

    fadly muin Reply:

    @Light, setuju lagi:sip:

    balas komentar

    arkum Reply:

    @Light, yg penting comment berkualitas bro :cendol

    balas komentar

    Light Reply:

    @arkum, waduh…ini yang sulit mas… koment saya 99% low quality.. :cd

    balas komentar

    arkum Reply:

    @Light, :ngacir2 pake ini aja ms, biar cepet:ngakak::ngakak:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Light, mo pertamax mejeng dari jam 3 pagi mas. Soale biasanya jam posting 3-6 pagi.

    Cuma yaitu tergantung koneksi. Kalo cepet bisa jam 3. Kalau siput speed jam 6. Ngga jelas gitu deh! :sup:

    balas komentar

    Agus Siswoyo Reply:

    @arief maulana, sudah pakai koneksi ngebut yang pakai helm itu mas?

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Agus Siswoyo, blm mas. Masih M2

    balas komentar

    Agus Siswoyo Reply:

    @Agus Siswoyo, koneksi M2 agak lemot disini, tarifnya juga mahal mas. mending pakai Speedy unlimited…

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Agus Siswoyo, di tempatku malah speedy yg mahal. Cuma kalau lemot masih lemotan M2. Hahaha…

    balas komentar

  3. fadly muin says:

    betul mas Arief. begitulah kira-kira gambaran hidup ini dalam konteks “mencari nafkah”. kebanyakan kita sibuk mencari obyek untuk persinggahan dan memperoleh hasil dari situ. namun tidak di dukung dengan kualitas diri yang memadai. semoga kita bisa memetik pelajaran dari situ

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @fadly muin, padahal itu bisa jadi bentuk investasi yang bakal menghasilkan berlipat2 di belakang hari :uhuk:

    balas komentar

  4. sari says:

    :pukulanseribu::pukulanseribu:
    hmmm..tmben sy ada d dpn, hehe..
    mudah2an sy bukan termasuk seseorang yg memiliki sejarah tanpa arti,Insyaallah dg ikutan nimbrung dsni brrti sy sdkt lbh mju dr yg blm mngjungi blog ini..

    balas komentar

    Light Reply:

    @sari, berarti bangunnya kepagian,mbak…:ngakak:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Light, bangun pagi itu sehat loh! :merokok:

    balas komentar

    fadly muin Reply:

    @sari, yang penting bisa memetik manfaat dan pesan inti dari artikel yang kita baca. setuju ga mbak?

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @sari, amin… :sip:

    balas komentar

  5. Bakrie says:

    betul, kita seakan dilenakan oleh rutinitas untuk menggapai dunia tanpa menghiraukan sedikitpun “kapak-kapak” kita. padahal hanya dibutuhkan waktu 15 menit dari 24 jam waktu kita untuk membaca. tapi anehnya kita gak mampu, gak punya waktu, dan tetap gak akan pernah punya waktu.

    balas komentar

    Light Reply:

    @Bakrie, Karena mayoritas dari kita selalu berorientasi pada hasil akhir… :sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Bakrie, jumlah yang sedikit tapi bisa mengubah hasil akhir jauh sekali!
    :sup2: :sup2: :sup2:

    balas komentar

  6. ya ibarat berlian, keindahannya justeru terlihat setelah ia dipotong, digosok dan diasah, kalau tidak, ia tak akan berharga, hanya sebuah batu yg belum memiliki nilai. Jiwa dan fikiran kita tidak akan berharga kalau tidak diasah digosok dan dipotong ya.. karena itu open your heart, open your mind, open your hand, belajar terus dan terus belajar sampai potensi diri kita terasah tajam

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @yanhasanudinmalik, benar sekali Pak. Ngga seperti batu tegel. Tinggal potong 4 kali udah jadi… :hihi:

    balas komentar

  7. DuniaBisnis.web.id says:

    Wah….kisah ini Fenny dah pernah Baca, makasih mas Arief dah ngingetin.
    :hihi:

    Jadi semangat lagi menimba ilmu terutama internet dan blogging mania, mumpung kul libur 2 bulan euy,

    Keep spirit, selalu sisihkan pendapatan untuk investasi leher keatas, ok….
    :hore:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @DuniaBisnis.web.id, yup. Makanya saya sebut sumbernya dari Stephen R.Covey.

    pasti banyak juga yang udah pernah baca kisah ini…
    :baca:

    balas komentar

  8. Light says:

    :sup:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Light, :sup2: :sup2: :sup2:

    balas komentar

  9. Hm… Jadi ini ya masalahnya…

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Hangga Nuarta, yap. Terselubung dengan sangat rapi dan ngga banyak yang menyadarinya.
    :setan::setan::setan:

    balas komentar

  10. Triagung.com says:

    memang terasa mas, jika otak kita tidak diasah, otak terasa tumpul. Untuk mempertajamnya kembali dengan ilmu dan praktekkan..

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Triagung.com, yup. Apalagi kalau di dunia teknik mas. Lama ngga ngitung-ngitung jadi lemot gitu!
    :senyumlicik:

    balas komentar

    Triagung.com Reply:

    @arief maulana, kalau komputer harrus nambah memori tuh mas :puyeng:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Asah Terus Kapak Anda, betul betul betul…

    balas komentar

  11. Dengan mengasah diri, maka kita tidak membiarkan diri kita berada pada status quo. Ini yang saya dapatkan juga dari Guru Etos Indonesia, Pak Jansen Sinamo.

    Inspiratif sekali kisahnya, mas!

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @UntungNyata!com | Budhi K. Wardhana, terima kasih mas Budhi.

    balas komentar

  12. :kbgt:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @mashengky.com, :pertamax :cendol :batabig

    balas komentar

  13. Agus Siswoyo says:

    ..Atasan si penebang pohon memberinya sebuah kapal dan kemudian menunjukkan daerah yang harus digarap olehnya….

    maksudnya kapak ya mas…?

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Agus Siswoyo, :ngakak: kebiasaan nyebut kapal mas. Ngetik jadi kebawa-bawa.

    Thanx koreksinya, jeli juga euy!
    :cendolbig :cendolbig

    balas komentar

    Agus Siswoyo Reply:

    @arief maulana, terbiasa pantengin angka-angka dalam vendor mas. Jadi ada sedikit kejanggalan pasti ketahuan…
    :mlorok:

    balas komentar

    Ardy Pratama Reply:

    @arief maulana, :ngakak::ngakak:
    wkwkwkwwkkww…kapalnya dibawa2 nih! :ngakak:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Ardy Pratama, iya dong… anak kapal gitu loh! :ngakak

    balas komentar

  14. Mantap…sibuk bekerja lupa mengasah malah pekerjaan jadi berat.. :recsel

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Handoko Tantra, yuk. Apalagi webmaster. Kudu sering-sering utak atik themes, hahaha…
    :alay

    balas komentar

  15. dian says:

    gila kena banget saya nih, awal awal saya sampai punya cadangan tulisan, karena sudah merasa sudah punya banyak saya malah mengalihkan kegiatan dengan yang lainnya. ketika cadangan menipis dan mau menulis lagi hiks rasanya berat banget.

    makasih mas atas artikelnya

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @dian, sama mas. Saya juga nyetok tulisan. Cuma ngga banyak2. Hehehe…

    Hanya kemarin itu nyetok sampai 1 bulan. Gara-gara prepare mo ujian di kampus! :hihi:

    balas komentar

    dian Reply:

    @arief maulana, tanggal 25 ya UAS nya

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @dian, oh ngga udah awal Januari kemarin. Kebetulan cuma 1 aja mas karena saya udah di tahun terakhir!

    balas komentar

    Ardy Pratama Reply:

    @arief maulana, brapaan mas artikelnya? sapa tau bisa pesan… :ngakak

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Ardy Pratama, hahaha… Jd inget job artikel dulu.

    Sy jual 30rb/artikel. Hahaha…

    balas komentar

    Ardy Pratama Reply:

    @arief maulana, :ngakak::ngakak:

    balas komentar

  16. You can be rich
    With no money to spend,
    You can do everything
    When you understand…
    :siul

    Open your eyes
    Open your mind
    Open your thoughts
    Don’t stay behind…
    :cendol

    cendolnya gan..

    ane juga pernah terinspirasi dari sebuah lagu mas..

    http://ebe.saawan.googlepages.com/openup.htm

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Muhammad Arifin, :sip:

    balas komentar

  17. ke :tkp ah.., cari hutan mana yg mau digarap dulu. :siul

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @MasterClickCom, awas… hutan tetangga lebih ijo dari hutan sendiri :ngakak:

    balas komentar

  18. Susilo says:

    Ngak perlu pertama, yang penting ikut andil ya mas, sungguh luar biasa motivasinya,,. matur nuwun

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Susilo, yup. Pertamax bukan segalanya. Contents is more important…

    balas komentar

  19. mantap motivasinya mas Arif. tq ya telah mengingatkan untuk ‘mengasah kampak’
    @ bunnnda, buka hutan metropolis jkt berat juga yach..

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    Sama-sama Pak :sip:

    balas komentar

  20. Terima kasih telah diingatkan dengan artikel ini

    :belajarkeras:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @mengatasi ejakulasi dini, mari saling mengingatkan :cendol

    balas komentar

  21. hmcahyo says:

    koreksi sedikit…

    kebiasaan = Habit

    kalau jamak Habits

    kisah ini serupa yang ada di buku Covey 7 Habits of Highly Effective People

    Sharpen the Saw atau Mengasah Gergaji adalah kebiasaan ke 7

    yang paling asyik lagi kalo membaca buku berikitnya

    the 8th -> From Effectiveness to Greatness –> saya ada edisi English nya

    salam

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @hmcahyo, wah jeli juga. Trims koreksinya. Nanti saya perbaiki.

    balas komentar

  22. hmcahyo says:

    tambahan lagi Shapen The saw kalo menurut COvey nggak hanya satu ranah saja.. tetapi ada 4 :

    Physical: Beneficial eating, exercising, and resting

    Social/Emotional: Making social and meaningful connections with others

    Mental: Learning, reading, writing, and teaching

    Spiritual: Spending time in nature, expanding spiritual self through meditation, music, art, prayer, or service

    di Ambil dari sini

    https://www.stephencovey.com/7habits/7habits-habit7.php

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @hmcahyo, inilah bedanya org yg membaca langsung dan hanya forwardam belaka.

    Terima kasih tambahannya Pak.

    balas komentar

  23. Lutvi Avandi says:

    Hehehe… pantes kok kayaknya pernah baca. Ternyata emang pernah

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Lutvi Avandi, kan bukunya udah banyal beredar. Yg baca dan mengutip kisah ini pun banyak juga. Makanya saya sebutin dapet dari siapa. :sip:

    balas komentar

  24. Habib Yunus says:

    Saya pernah juga mendengar kisah ini, tapi kelanjutan seperti ini… penebang bukan hanya tidak mengasah kapaknya tapi malah menukar kapaknya dengan gergaji mesin, tapi tetep saja jumlah pohon yang berhasil ia tebang sedikit, sebab ia tidak tahu bagaimana menggunakannya. Jadi, penting juga mengasah ilmu sekaligus memperaktekkannya agar tahu manfaatnya.

    Makasih mas sudah mengingatkan saya dengan kisah yang sangat inspiratif ini…

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Habib Yunus, terima kasih atas tambahannya.

    balas komentar

  25. Luar biasa ! Cerita ini seperti yang pernah saya baca bahwa sering kali kita terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk menginvestasikan waktu. Sehingga selamanya kita akan terjebak dalam “lingkaran setan”
    :hiks:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @muhammad Jumani, saya jadi inget hukum investasi. Investasikan waktu maka kita akan mendapatkan waktu.

    balas komentar

  26. Haris says:

    Kalo kapak semakin diasah semakin tajam, tapi lama- lama habis, kalo otak gimana, sama ega ya?

    :puyeng:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Haris, pernah ada riset. Ketika otak terus diasah, digunakan berpikir maka volumenya akan bertambah.

    Pertambahan tsb diiringi dgn jumlah syaraf yg membantu kita dlm berfikir dan mencari solusi sebuah masalah atas reference tertentu.

    Makanya di negara maju, meski CEO perusahaan sudah tua bgt mereka masih tetap bs memimpin perusahaan dgn baik ya karena itu.

    Tubuh boleh tua, tapi otak harus terus berkembang.

    balas komentar

    Haris Reply:

    @arief maulana, Okelah kalo begitu saya ikut ngasah otak juga ah, tadinya takut habiz kaya kampax jadi di irit-irit ngasahnya, wk wk wk wk….

    Btw nice info mas, jadi termotivasi buat selalu belajar dan belajar.

    :sup2:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Haris, :sip:

    balas komentar

  27. wisnu says:

    betul itu kata mas arif, 10 -15 menit perhari hasilnya dahsyat, banyak rakyat indonesia yg nongol;ngakak..ngakak btw mas arif sudah jalani blm yha atau masih pakai SKS sistim kebut semalam;ngakak;ngakak

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @wisnu, tiap hari saya pasti haviskan min 30 menit utk baca buku2 positif.

    Bahkan kalau ngga ada kegiatan bisa sampai 2 jam mas. Hehehe…

    balas komentar

  28. Ardy Pratama says:

    ayo asah kapaknya, biar kalo ada yg halangin tnggal tebas aja! :pukulanseribu:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Ardy Pratama, :cendol

    balas komentar

  29. dreamfrog says:

    belajar 20 menit sehari bisa meningkatkan kinerja 80 %
    prinsip apa itu yah, kayak pernah dengar

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @dreamfrog, kalau ngga saah citerus paribus.

    balas komentar

  30. wah wah… ini dia artikel yang cocok buat saya mantap mas Arief Sn.:sip::sip: :cendol :cendol

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Arief Rizky Ramadhan, iya cocok utk pelajar. Biar ngga kebut semalem melulu.

    Eh linknya hangga nuarta ada di http://hangganuarta.com

    balas komentar

  31. benar mas arief,mengasak kapak akan membantu mempertajam apa yang kita lakukan sehingga akan semakin cepat dalam menyelesaikan suatu persoalan.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Cara Cari Duit, menggasak apa mengasah neeh? :hihi:

    Yap, practice make perfect.

    balas komentar

  32. Bang Dje says:

    Mungkin masalahnya adalah menata jadwal. Semua orang sibuk dan semua orang memiliki 24 jam sehari, namun kalau tidak menyempatkan diri untuk terus mengasah diri, maka sebenarnya justru bakal lebih banyak membuang waktu. Karena akan bekerja lebih lambat.
    Saya paling suka membaca menjelang tidur. Kadang ketiduran kadang membaca sampai jauh malam.
    Makasih dah diingatkan …

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Bang Dje, betul Bang. Management waktu lagi2 menjadi kuncinya.

    balas komentar

  33. joko santoso says:

    Mengasah kapak juga perlu strategi, bisa jadi kalau salah strategi kapak kita makin tumpul, bukan makin tajam…

    balas komentar

    Arief Rizky Ramadhan Reply:

    @joko santoso, setuju mas joko :sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @joko santoso, :cendol

    balas komentar

  34. A9YnD1LV3R says:

    Betul sekali mas Arief..
    :sip:
    Sebuah pengingat bagi saya untuk terus membaca buku-buku positif lebih rutin.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @A9YnD1LV3R, memang harus konsisten. :sip:

    balas komentar

  35. erick says:

    :hiks: jd terharu, bener mas kadang2 terlalu sibuk dengan aktivitas sehari2 jd lp perlu mengasah kemampuan. minimal baca buku2 pengembangan diri.:sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @erick, padahal 5-10 menit / hari udah cukup. :ngakak:

    balas komentar

  36. Rafi says:

    Wow…Ngeri euy, Kalimat2nya Mas Arie Bak Motivator Kelas Wahid. Tp Enak lah Dibacanya. Top Markotob:hore:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Rafi, saya amini aja deh. Siapa tahu ntar beneran bs jadi penerusnya mario teguh / andrie wongso

    balas komentar

  37. bener juga mas, kalau kapak kita kelamaan tidak diasah, bakal tumpul, dan kita-pun tidak akan bisa menebang pohon pisang sekalipun dengan kapak yang tumpul tadi……wah inspiring banget mas…..

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Blog Buat Bisnis, :cendol

    balas komentar

  38. Ajang says:

    kalau kita tidak punya rencana hal-hal sepele seperti yang dilakukan oleh sipenebang pohon akan menjadi masalah besar karena tidak tercapainya target.Untuk itu rencana adalah hal terpenting Untuk membangun, apapun bangunannya!:kembik2::kembik2::kembik2:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Ajang, termasuk hidup kita ini jg mesti direncanakan. Kapan mau naik haji, kapan mau ini mau itu dsb.

    So, kita bisa lakukan persiapan dari sekarang. Bukan begitu, Bang?

    balas komentar

  39. pasutrisatu says:

    pensil tumpul bisa buat nulis bagus setelah diraut ampe tajem, kalo gak diraut mana bs dipake nulis:sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @pasutrisatu, hampir sama dgn blog yah. Kudu terus diisi content biar rame. :hihi:

    balas komentar

  40. IwanKus says:

    perumpamaan yang luar biasa…
    sangat menginspirasi saya…
    sering2nya memang lupa utuk melakukannya…
    :sip::sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @IwanKus, itulah gunanya saling mengingatkan mas. Manusia bukan malaikat, suka lupa.

    balas komentar

  41. T. Wahyudi says:

    yUUUK… ngasak otak….. :sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @T. Wahyudi, nggasak apa ngasah neeh? Wkwkwk :ngakak:

    balas komentar

  42. arkum says:

    Memang ada saatnya kita harus berhenti ms, untuk menyusun strategi atau bahkan mengasah kualitas yg msh tumpul.Berhenti bukan utk diam, tapi berhenti demi strategi.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @arkum, sama halnya ketika kita mencoba berlari mengejar mimpi. Sesekali perlu istirahat, memulihkan tenaga dan mengambil nafas yg cukup.
    :cendol

    balas komentar

    arkum Reply:

    @arief maulana, betul ms,kalo lari trus nggak berhenti2 bisa:puyeng:.Lebih istirahat dl,charge tenaga lagsng tancap lagi :tkp :ngacir2

    balas komentar

  43. arkum says:

    Orang yg trus bergerak dan terlalu sibuk justru bisa jd ia tidak tahu kapan ritme (jalan-jalan ditmpt-berhenti-jalan lagi) sebuah gerak. Malah sy khawatir orang semacam ini, bisa2 tdk punya rencana yg besar dn matang.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @arkum, dan mereka tidak akan punya waktu untuk mengevaluasi. Padahal ini penting utk meningkatkan efektivitas.

    balas komentar

    arkum Reply:

    @arief maulana, Banyak skali kita temukan orang yg pragmatis, melihat evaluasi sbg membuang waktu percuma.Pdhl betul kata ms arief, kl ternyata bisa lebih efektif mengapa tidak mengasah kapak yang mulai tumpul.

    balas komentar

  44. Suarakelana says:

    Berhubung masuk belakangan, saya komentar agak banyak ya mas. Terlalu banyak teori kadang membuat jenuh dan tidak menapak bumi. Saya pernah mengalaminya dan akhirnya memutuskan untuk terjun ke lapangan dan banyak praktek langsung. Proses belajar, proses kreatif dilakukan dari pengalaman langsung. Kapaknya tetap tajam, tapi tetap kapak yang sama. Sayangnya tantangan ke depan membutuhkan tambahan kapak berbeda. Akhirnya ya kembali lagi ke buku plus keliling blog mencari kapak baru.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Suarakelana, trims sharingnya. Jika kapak tak lagi relevan memang sebaiknya diganti dgn mesin potong (gergaji mesin),

    balas komentar

  45. ghe says:

    asah asah otak diasah…….. biar outpunya setajam kapak yang di asah:sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @ghe, :sip:

    balas komentar

  46. ismail says:

    Alhamdulillah, klo tiap saya mengunjungi blog ini “kapak” saya insya Allah sudah terasah. Thanks mas Arief atas semua artikelnya yg bermanfaat… :hiks:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @ismail, terima kasih atas apresiasinya

    balas komentar

  47. BuDhi says:

    Asah kapak tiap hari biar dapet ini :rate:hore:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @BuDhi, dapet :cendol juga…

    balas komentar

  48. Ardiawan.com says:

    saya juga sibuk banget mas utk menjalankan hobi saya sbg forex trader, newbie blogger, & pelajar SMA kls 2 homescholling Kak Seto. Apalagi kalo nanti saya kls 3 masuk ke sekolah formal, ga’ ngebayangin dech..

    Salam kenal

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Ardiawan.com, salam kenal. Yah itulah hidup, penuh warna. Bisa dijalani dgn syukur atau mengeluh.

    Tapi yg suka bersyukur tentu nikmatnya ditambah Tuhan.

    balas komentar

  49. turisuna says:

    Ayooo belajaaaar … biar dikata sibuk, namanya belajar gak boleh berhenti, klo perlu sampai titik darah penghabisan :nyerah:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @turisuna, belajar itu sampai ke liang lahat.

    balas komentar

  50. alhamdulilah komennya selalu dpt belakangan, nasib kuli siang harus cari nasi malem baru bisa ol.
    Pokoknya urusan motivasi mas arief :recsel

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @andrik sugianto, yg penting artikelnya kebaca mas. Koment pertamax bukan segalanya. :hihi:

    balas komentar

  51. betul sekali SAYA PERNAH BACA CERITA INI DALAM BAHASA INGGERIS DAN OK MAKE SENSE KAN JADI HARUS DIPRAKTEKKAN DAN HASILNYA PASTI MEMUASKAN OK

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @lianawati natawijaya, yup karena ini ilmu praktisi bukan teori belaka. Jadi mesti dipraktekin biar tahu hasilnya.

    balas komentar

  52. mengasah kapak, ini yang kadang terlupakan, soalnya kebanyakan blogwalkingnya… hehe

    terima kasih sudah diingatkan mas

    Salam Kreatif,
    Octa Dwinanda

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @online-business-story.com, blogwalking gpp mas, asal kapaknya dibawa. Sambil baca sambil ngasah… :hihi:

    balas komentar

  53. Tambahan nih Mas, “Ngasah kapak juga ga perlu dana kok”.
    Contohnya: Baca aja buku di Gramed..
    :sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Wawan Purnama, hahaha… saya banget itu. Tapi cuma untuk tahu dalemannya sekilas.

    Kalo oke, baru deh bawa ke kasir! :hihi:

    balas komentar

    Wawan Purnama Reply:

    @arief maulana, Ada2 aja ye cara orang curi ilmu…:ngakak:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Wawan Purnama, bukan mencuri mas, hanya mengintip :ngakak: :ngakak:

    balas komentar

  54. Asah kapak yang ada dalam diri kita dapat menghasilkan kinerja yang bagus sehingga result yang dicapai akan baik.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Cara Memperbesar Penis, yup. You’ve got the point! :cendol

    balas komentar

  55. d D4n says:

    ok dech!!!

    Jadi intinya :nantanggue:

    selalu luangkan wktu utk mengasah kemampuan kita!!!:sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @d D4n, jelas, sebelum kapaknya tumpul kisanak!

    balas komentar

  56. Reza Fauzi says:

    nampaknya saya belum mengasah kapak saya :hiks:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Reza Fauzi, kalau begitu caranya berarti saat ini tengah tumpul kisanak… :hihi:

    balas komentar

  57. betul sekali mas…kita memang jarang sekali memperhatikan “kapak” kita.
    kapak itu ibarat pikiran kita, dan pohon ibarat alam fenomena.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Fashion Lifestyle, perumpamaan yang bagus!:sip:

    balas komentar

  58. bner mas hidup ini penuh dng perjuangan pa lg bisnis d dunia internet berburu backlink seperti menajamkan kampak kita di mata SE …..
    bner2 melelahkan dan sulit

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @download software pc, sulit bukan berarti ngga bisa kan?

    Justru itu yang akan membuat kita kuat! :hihi:

    balas komentar

    download software pc Reply:

    @arief maulana, bner bgt itu..
    oh ya mas tolong kasih masukan cara mendapatkan backlink yg baik atau ampuh donk mas??
    Kali saja mas arief bisa membantu saya pa lg kan kalo ingin jadi pebisnis affliate harus jago dalam mencari backlink…
    Sory mas kalo kesan.y ky.y nyuruh mas arief tiada maksud saya :sip::hiks:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @download software pc, saya bingung neeh kalo dapet pertanyaan soal backlink. :ngakak:

    Secara saya ga pake cara aneh2. Cuma blogwalking aja + tuker link. Just it. Simple kan, pasti ngga percaya. Hahaha… :ngakak:

    But this is me, so simple. :uhuk:

    balas komentar

  59. akbaralatas says:

    mantap .. .. . .. :sip:

    beli kapak dulu ah ..

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @akbaralatas, mari… :merokok: berani bayar berapa bos untuk kapak emas? :mataduitan:

    :ngakak::ngakak::ngakak:

    balas komentar

    Agus Siswoyo Reply:

    @arief maulana, sebiji kapak merah berapa mas…?
    :mlorok:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Agus Siswoyo, maaf kisanak. Sold out! :ngakak:

    balas komentar

  60. bambang s says:

    :ngakak: makasih wejangannya mas arief,
    heheheheheh

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @bambang s, wah saya kaya kakek2 aja ngasih wejangan. Sharing mas, ngga bermaksud menggurui..
    :hihi:

    balas komentar

    Agus Siswoyo Reply:

    @arief maulana,
    baru merasa jadi kakek nih…
    :ngakak:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Agus Siswoyo, daripada mbah buyut… hahaha… :ngakak::ngakak::ngakak:

    balas komentar

  61. Agus Siswoyo says:

    Anyway, tumben pic-nya pakai gambar film animasi, biasanya kan yang serius…

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Agus Siswoyo, nyari kesatria kapak munculnya itu, hahaha… :ngakak

    balas komentar

  62. m.koer's says:

    mengasah kapak harus fokus kalau tidak akan berdarah nanti.Atur waktu harus mulus kalau tidad bisnis apapun bakalan mati.
    Terima kasih atas dibaginya ‘pandangan’ mas Arief.

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    Sama-sama Pak!

    balas komentar

  63. Perlu banget tuh mas ‘mengasah kapak’ apalagi para pesaing terus bermunculan….. bisa-bisa ‘keok sebelum tanding’

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @SaipulHamdi(dot)com, pakai kapak saktinya wirosableng mas, maknyus membabat lawan :hihi:.

    Make a differentiation. Bila semua pakai kapak yang sama, kenapa kita ngga gunakan kapak sakti? Walau konsekuensinya adalah cara mengasah yang berbeda.

    Salam kenal! :nyembah: thanx kunjungannya. :sip:

    balas komentar

    Dimas Reply:

    @arief maulana, kapak wiro sableng 717?
    wah, ada yang dah nonton silat indo nih…

    kapak mana pun perlu di asah yang benar. tetap aja pake kapak sakti ada konsekuensinya dalam mengasah.
    :wadew:
    aku sih cukup kapak biasa buat nebeng pohon pengetahuan n buah sukses…
    :hehe:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Dimas, 212 om. :hihi:

    balas komentar

  64. Betul sekali, kita memang harus terus mengasah diri kita.

    balas komentar

  65. Muklis says:

    Met dini hari Mas, kaknya gi enak mimipi nih, hik….hik…Makasih mas dah di ingetin, boleh unggul tapi harus tetap di ingat kan di atas langit masih ada langit, manusia harus senantiasa berubah sesuai dengan zamannya, ilmu bukan makin berkurang tapi terus bertambah, jadi haruskah kita tenggelam dalam keunggulan kita, jika begitu lambat laun pasti akan terkubur habis dengan keunggulan yang hanya sesaat, salam sukses untuk enterpreneur online sukses selanjytnya Mas Arief, ga boleh nolak lho mas ini kan doa, amin. Sehat dan bahagia selalu itulah yang bisa saya sampaikan, karena lagi bokek klo mo beri duit pa lagi dollar wekekek, Ehm tdur…tidur yang dalam…makin dalam…gubrak ada Tommy rafael di blogna Mas Arief

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Muklis, hahaha… Kok kayanya mas Muklis neeh yg ngigau, tidur sambil online yah, :ngakak:

    Trims doanya mas. Yg penting anut ilmu Padi aja deh, rendah hati dan selalu mau untuk belajar.

    balas komentar

  66. betul mas…membaca buku walau sebentar saja bisa membuat otak kita bekerja…sep dah…

    balas komentar

    Dimas Reply:

    @Haris_DokterBisnis.Net,
    betul loh mas haris.
    sedikit demi sedikit membaca buku akan terus bertambah pengetahuan.
    tentunya didukung suasana yang relaks agar info bisa masuk ke kepala…
    hehehe
    :sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Dimas, :sip:

    balas komentar

  67. himasi media says:

    baru sadar saya, benar sekali untung saya baca blog ini dan pas bacanya juga udah 15 menit :sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @himasi media, hahaha… bisa aja neeh. Ngepas sesuai rekomendasi! :hihi:

    balas komentar

  68. Dimas says:

    Buset ampe ratusan koment…
    :sip:

    well,
    asah kapak sama dengan asah kemampuan dan pengetahuan.
    itu mutlak dilakukan kalo mau meningkatkan kesuksesan.
    sekali sukses jangan langsung berpuas diri. terus asah hingga puncak
    okey…
    :sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Dimas, jelas. :sip:

    balas komentar

  69. saya akan terus asah kapak saya mas… :sip:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @Arief Rizky Ramadhan, sudah punya batu asahnya kisanak? Saya jual juga loh, wkkwkwk :hihi:

    balas komentar

  70. [...] Anda tekuni sekarang bisa menjadi jalan menuju kesuksesan Anda. Cintai dan hargai pekerjaan Anda. Luangkan waktu untuk mengasah skill dan menambah wawasan yang berkaitan dengan itu semua. Pelan tapi pasti saya yakin karir Anda akan semakin cemerlang. [...]

  71. radenmas says:

    menurut saya bila kita sudah rajin mengasah kapak kita dan meraih kesuksesan akan lebih baik lagi jika mengganti kapak kita dengan alat yang lebih bagus/modern misalnya gergaji mesin sehingga hasilnya pun akan lebih meningkat lagi.bagaimana menurut mas?

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    @radenmas, kapak disini hanyalah perumpamaan dari diri kita. Butuh selalu diasah atau dengan kata lain terus mengembangkan diri.

    hehehe… :hihi:

    balas komentar

    radenmas Reply:

    @arief maulana, “mengganti kapak kita dengan alat yang lebih bagus/modern misalnya gergaji mesin” juga merupakan perumpamaan.masak tukang kayu klo udah agak sukses masih aja terus pake kapak?? maksud saya selain mengasah diri juga harus meningkatkan/upgrade alat yg kita pakai.kalo awalnya kita pake blog gratisan setelah sedikit berkembang kita gunakanlah hosting n domain yg berbayar sehingga hasil yang didapatkan pun bisa lebih baik lagi.:no:

    balas komentar

    arief maulana Reply:

    Terima kasih tambahannya… :nyembah:

    balas komentar

  72. Kalau sering diasah kemampuan kita maka skill kita akan meningkat.

    balas komentar

Leave a Reply

:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: more »

Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 620 bad guys.

[+] kaskus emoticons nartzco

WordPress Theme Design