Oleh : Arief Maulana

Di sebuah sore yang mendung dan berawan, sembari menikmati secangkir teh hangat, blackberry saya kembali berteriak dengan berisiknya. Ups, ada pesan masuk via BBM dari seorang teman blogger, Ardy Pratama. Ngga tanggung-tanggung pesan tersebut banyak sekali isinya. Bukan apa-apa, hanya sebuah kisah sederhana yang sarat akan pembelajaran dari seorang penulis buku 7 Habbits, Stephen R. Covey. Izinkan kali ini saya mensharingkan kisah itu untuk Anda semua.

TERLALU SIBUK

Pada suatu masa, seorang penebang pohon yang sangat kuat melamar pekerjaan ke seorang pedagang kayu. Upah yang akan diterima olehnya amat memuaskan, begitu pula dengan lingkungan kerja disana. Karena itu, si penebang kayu memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.

Atasan si penebang pohon memberinya sebuah kapak dan kemudian menunjukkan daerah yang harus digarap olehnya.

Di hari pertama, penebang yang kuat itu berhasil menebang 18 pohon. “Selamat!” kata bosnya. “Teruskan seperti itu ya!”. Termotivasi oleh kata-kata sang bos, di hari berikutnya si penebang mencoba lebih keras lagi, tetapi hanya bisa menebang 15 pohon.  

Bahkan di hari ketiga, dia berusaha bahkan lebih keras lagi. Tetapi, hanya berhasil menebang 10 pohon. Setiap hari, meskipun dia berusaha sekuat tenaga, jumlah pohon yang berhasil ditebangnya bertambah sedikit.

“Aku pasti kehilangan kekuatanku.” pikir si penebang. Dia lalu pergi menghadap bosnya dan meminta maaf, dan mengatakan bahwa dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

“Kapan terakhir kali kamu mengasah kapakmu?” tanya pedagang kayu.

“Mengasah?” saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya terlalu sibuk menebang pohon…”

Nah, rekan-rekan seperti itulah gambaran kehidupan kita saat ini. Dunia yang berputar begitu cepat dan waktu yang berlalu tanpa kenal ampun menjebak kita dalam kesibukan-kesibukan yang tidak pernah ada di generasi sebelumnya.

Hebatnya lagi semua itu mampu melenakan kita untuk senantiasa “mengasah kapak”. Apalagi di era informasi seperti saat ini. Lihat saja, rata-rata kini yang menduduki puncak sukses adalah kaum muda yang kreatif. Kaum muda yang suka belajar apapun dan mengembangkan dirinya.

Boleh jadi saat ini kita merasa unggul dengan segenap pengetahuan dan skill yang kita miliki. Namun, bila tidak pernah ada sedikit waktu yang kita sengaja sisihkan untuk mengasah skill, memperluas wawasan, dan mengembangkan diri tinggal menunggu waktu saja sebelum semuanya menjadi basi!

Saya tahu, kita begitu mudah mengeluarkan dalih tidak punya waktu. Dan berita buruknya adalah kita tidak akan pernah punya waktu. Tidak akan ada waktu luang untuk “mengasah kapak” bila bukan kita yang menciptakannya.

Seperti pernah saya ulas di artikel cara sederhana mengembangkan diri, yang salah satunya lewat aktivitas membaca buku-buku positif / pengembangan diri. Berapa sih waktu yang dibutuhkan? Hanya 10-15 menit sehari, ngga lebih. Tapi efeknya bisa dahsyat.

Sama halnya dengan si penebang pohon. Anda dia mau meluangkan waktu untuk mengasah kapaknya 10-15 menit sehari saya kira produktivitasnya tidak akan menurun. Paling tidak selama faktor usia belum menggerogoti.

So, jangan tunda lagi untuk meluangkan waktu mengasah “kapak” Anda apapun bidang pekerjaan / bisnis yang sedang Anda tekuni. Karena dunia kita saat ini sedang berlari. Mereka yang tidak mampu beradaptasi dengan cepat tentu hanya akan menjadi sejarah tanpa arti.

Semoga bermanfaat.

Salam Sukses,
arief maulana
space

Asah Terus Kapak Anda
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

201 thoughts on “Asah Terus Kapak Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,551 bad guys.