Oleh : Arief Maulana

Allah With Us
Allah With Us

Alhamdulillah, perjalanan kuliah saya sudah sampai di penghujung. Besok (Jum’at) sudah Yudisium dan insya Allah oktober saya ikut dalam rombongan Wisudawan ITS ke-101. Setelah 3 bulan terakhir ini intensif fokus di kampus, blog juga semakin jarang update. Untunglah rezeki tidak kemana, meski ditinggal fokusnya ada saja penjualan produk affiliate marketing.

Saya ingat, dalam masa-masa sulit itu ada lagu yang selalu setia menemani dan nongkrong di playlist winamp. Lagunya Bondan ft Fade to Black, yang judulnya “Ya Sudahlah”. Saya suka lagu itu. Selain musiknya enak, bagian reff-nya memiliki arti tersendiri untuk saya. Ini cuplikan reff-nya :

“Apapun yang terjadi, ku kan slalu ada untukmu. Janganlah kau bersedih, coz everything’s gonna be okay.”

Buat sebagian orang sih mungkin ini adalah hal yang biasa, tapi tidak buat saya. Lirik reff tersebut suka saya ganti. Versi saya menjadi :  

Apapun yang terjadi, Allah kan slalu ada untukmu. Janganlah kau bersedih, coz everything’s gonna be okay.”

Itu yang saya pegang selama masa-masa sulit dan bermasalah, entah itu dengan Tugas Akhir ataupun dengan Tugas Merancang III. Apalagi di 1,5 bulan terakhir masalah-masalah itu makin memuncak, bukannya mereda. Di Tugas Akhir, ketika seharusnya saya sudah tinggal mengetik laporan dan mempersiapkan diri untuk Sidang Tugas Akhir, eh dari dosen pembimbing meminta untuk mengganti seluruh formula perhitungan karena dianggap tidak akurat. Sementara di Tugas Merancang III, dosen yang super perfectionis tidak mau memberikan kemudahan sedikitpun. Benar-benar sulit.

Akan tetapi, sesulit apapun Allah akan selalu ada untuk saya. Itu keyakinan yang saya bawa. Dan saya bersyukur sekali masih ada ibu yang mengingatkan untuk memperbanyak tirakat ibadah, untuk memohon petunjuk dan pertolongan Allah. Karena biar bagaimanapun, sebaik-baik penolong adalah Allah. Pun yang mengetuk hati manusia untuk mempermudah urusan (termasuk dosen) ya Allah juga.

Alhamdulillah, pelan tapi pasti petunjuk-petunjuk itu datang. Ada aja caranya, mulai dari ide penyelesaian masalah hingga orang lain yang tiba-tiba seperti sengaja didatangkan untuk membantu mencarikan jalan keluar atau bahkan ikut menyelesaikan masalah itu sendiri. Cara kerja Allah memang misterius, tahu-tahu kita sudah berada di titik akhir yang menyenangkan.

Saya kira siapapun juga bisa mengalami hal yang sama, apapun masalahnya. Allah selalu siap membantu. Tinggal kita manusianya yang bagaimana. Mau memohon bantuannya atau malah bersikap sombong seolah-olah bisa menyelesaikan semua masalah ini tanpaNya. Tapi yang jelas saya pernah mendengar sebuah ayat dalam Al-Qur’an bahwasanya Allah adalah sesuai dengan prasangka hambaNya. Saat kita memilih untuk berprasangka baik kepadaNya dan menggantungkan diri sepenuhnya (tawakkal), maka bantuan itu datang dan sebaliknya.

Tentu konsep pasrah disini bukan tanpa usaha sama sekali. Lagipula bukankah sejak kecil kita selalu ditanamkan sikap untuk seimbang. Berusaha dan berdoa. Ada banyak faktor X yang sering kali di luar dugaan kita, dan Allah ada untuk mengatur semua itu. Melapangkan jalan yang kita tempuh, dsb. (silahkan baca buku Quantum Ikhlas).

Sungai Berbatu
Sungai Berbatu

Seperti yang saya bilang di atas, cara kerja Allah itu misterius. Dan kadang kita manusianya yang tidak suka tidak sabar. Kita berharap solusi datang begitu saja, padahal boleh jadi Dia sedang mengatur segala sesuatunya. Ibarat kita akan menyeberangi sebuah sungai yang lebar, maka Allah mungkin sedang mengatur letak batu-batu pijakan yang bisa kita gunakan. Baru setelah semua pada posisinya, diberinya kita petunjuk untuk melewati batu-batu pijakan tersebut dan pada akhirnya sampai juga di seberang sungai.

Kalau Anda sedang mengalami masalah yang berat saat ini. Cobalah untuk lebih mendekatkan diri kepadaNya. Walaupun pertolongan itu belum datang saat ini juga, yakinlah Dia sedang menyusun jalan terbaik untuk mengatasi persoalan yang Anda hadapi. Berusaha dan berdoa. Pegang 2 hal ini.

Dan bila nanti Anda sudah sampai pada keadaan dimana semuanya terselesaikan dengan baik, jangan berpaling dariNya. Jika Anda hanya mengingat Allah dalam keadaan susah saja, mendekat hanya ketika diberi masalah, maka yang terjadi adalah Allah akan selalu menempatkan Anda di posisi yang susah dan bermasalah. Tujuannya supaya kita terus ingat dan dekat kepadaNya. Bukan Dia yang butuh kita, tapi kita lah yang membutuhkanNya.

Apapun yang terjadi, Allah kan slalu ada untukmu. Janganlah kau bersedih, coz everything’s gonna be okay.”

Semoga bermanfaat. Tidak bermaksud menggurui, hanya sharing. Kalau rekan-rekan ada pengalaman atau tambahan yang lebih baik, silahkan sharing di form komentar. Kita sama-sama belajar. Dan saya pun juga belajar dari Anda semua.

Salam Sukses,
arief maulana
space

Apapun Yang Terjadi Allah Akan Selalu Ada Untuk Kita
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:             

80 thoughts on “Apapun Yang Terjadi Allah Akan Selalu Ada Untuk Kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,556 bad guys.