Anda Salesnya Siapa?

Oleh : Arief Maulana

Benar adanya jika ada yang mengatakan bahwa dengan memberi kepuasan kepada pelanggan atau pengguna produk (barang / jasa) kita, maka kita sama artinya dengan mencetak para sales baru yang akan bekerja dengan sukarela, tanpa diminta.

Jadi sangat lucu menurut saya kalau ada orang yang mengatakan bahwa dirinya tidak punya bakat jualan atau bahasa kerennya marketing. Karena, tanpa kita sadari hampir setiap hari kita melakukan hal tersebut. Mulai dari hal yang sifatnya kecil-kecil hingga yang skalanya besar.

Katakanlah di akhir pekan, Anda baru saja menonton sebuah film bagus di bioskop yang ada di salah satu mall di kota Anda. Saking bagus dan kerennya film itu pada hari Seninnya, ketika berkumpul dengan teman-teman di kantor Anda pun mulai bercerita kepada mereka tentang film keren yang sudah Anda tonton. Bahkan mungkin Anda juga ikutan merekomendasikan teman-teman Anda untuk menonton film tersebut.

Apakah dalam kasus ini Anda dibayar oleh Pihak Manajemen Cineplex 21? Tentu tidak. Tapi karena bagusnya produk yang Anda nikmati, seolah-olah menjadi “obat bius” sendiri bagi Anda untuk kemudian membantu promosi mereka. Tidak cuma di dunia nyata, bahkan kalau perlu hampir di seluruh social media Anda melakukan “promosi gratis”. Dan ini berlaku untuk semua produk yang Anda puas memakainya. Benar tidak?

consumer goods
kita sering mempromosikan produk yang biasa dipakai sehari-hari

Menjual Itu Sederhana

Seorang teman pernah mengatakan kepada saya, bahwa menjual itu sebenarnya sederhana. Walau mungkin kenyataannya tidak sesederhana itu. Seringkali justru penjualan yang laris adalah yang dipasarkan dengan jalan bercerita dari hati ke hati. Seolah tidak ada tendensi apa-apa, murni dari hasil pengalaman pribadi. Makanya jangan heran, bila Anda kemudian mendapatkan tawaran sebagai buzzer di social media, yang mereka minta cenderung promosi yang sifatnya based on customer experience. Sehingga lebih alami.

Lihat kalimat yang saya tebalkan pada paragraf di atas, itulah kuncinya. Bercerita dari hati ke hati. Asal Anda bisa bercerita, maka sebenarnya Anda sudah punya bakat untuk menjadi pemasar yang handal. Tidak peduli apa latar belakang Anda.

Tentu saja untuk kemudian bisa bercerita dari hati ke hati dengan jujur dan tulus, maka Anda harus memiliki pengalaman yang berkesan dengan produk yang Anda pasarkan. Pengalaman baik selama Anda menggunakan produk tersebut. Atau manfaat yang Anda rasakan setelah menggunakan produk tersebut. Tinggal cerita dengan menggunakan perbandingan sebelum dan sesudah. Bagaimana produk tersebut menjadi solusi masalah Anda.

Sisi lain dengan memiliki pengalaman berkesan dengan produk tersebut adalah Anda bisa lebih percaya diri dalam bercerita. Bersemangat dan ada passion disana karena Anda sudah menjadi bukti nyata dari manfaat produk tersebut. Disamping itu, tidak perlu repot-repot membohongi orang dalam berpromosi. Katakan saja apa adanya sesuai pengalaman Anda.

seni berjualan produk
berjualan produk dengan bercerita

Anda Salesnya Siapa?

Yap, itu pertanyaan saya untuk Anda. Anda jadi salesnya siapa? Coba list produk-produk yang tanpa disadari sering Anda promosikan atau ceritakan pada teman-teman, tetangga, saudara, atau keluarga.

Itu yang Anda promosikan dengan gratis. Kenapa tidak mulai berpikir untuk melakukan promosi seperti yang biasa Anda lakukan, sekaligus mendapatkan keuntungan dari sana. Toh effortnya sama saja. Kalau biasanya Anda bercerita (promosi gratis) dengan santai, ya nanti lakukan hal yang sama, santai juga. Bedanya kali ini Anda dibayar.

Bagaimana itu bisa terjadi? Ada dua. Pertama Anda memiliki produk sendiri untuk dipasarkan. Ini lebih bagus karena keuntungannya bisa maksimal masuk di Anda pribadi. Produk bisa berupa barang atau jasa. Mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks, terserah Anda.

Kedua Anda memasarkan produk orang lain. Anda bisa mencari partner atau rekanan yang mau memberikan komisi untuk setiap usaha promosi yang berhasil Anda lakukan. Cara kedua ini tentu saja jauh lebih kecil resikonya karena kita tidak menanggung kerugian produk yang tidak laku.

Bila Anda memilih opsi kedua, pastikan Anda mengenal betul produknya seperti apa. Lebih bagus lagi kalau Anda sudah pernah mencobanya. Cerita (promosi) tentu bisa lebih alami, mengalir dan tanpa beban. Anda yakin dalam bercerita karena tahu kualitas produk yang Anda pasarkan.

Sekarang ini, daripada mendengarkan iklan yang hampir setiap hari di jejalkan lewat berbagi media, orang lebih cenderung percaya “apa kata teman”. Kekuatan dari sebuah rekomendasi dari orang-orang yang kita percaya. Anda bisa gunakan itu untuk menawarkan produk Anda yang tentunya, menjadi solusi dari permasalahan mereka. Itu kenapa strategi getok tular masih tetap saja ampuh.

Saya kira ini saja, sekedar sharing untuk Anda semua yang ingin mencari penghasilan tambahan dari aktivitas yang sudah biasa Anda lakukan sehari-hari dan tanpa Anda sadari, yaitu BERCERITA. Semoga bermanfaat.

    • mlm-otomatis.com says:

      @ada-akbar.com, Yuup betul, agar bisa optimal, coba dulu produknya… Jika sudah dirasakan sendiri akan semakin mantab berjualan!.

  1. betul mas… tidak ada satu pun orang yang lahir ke dunia ini tidak punya bakat menjual…
    yang ada hanyalah orang yang berhenti “menjual” padahal baru 1 atau 2 kali aja ditolak atau bahkan belum pernah sama sekali menjual dalam bentuk barang… dan langsung menyimpulkan bahwa dirinya tidak punya bakat menjual…
    Blogger Bahagia recently posted..Seminar September Ceria 2011My Profile

  2. Setuju sekali mas Arief. Secara tidak sadar kita semua ini adalah penjual, baik dari sisi produk maupun jasa.

    Saya jg pernah medengar bahwa produk yg kita hasilkan adalah alat promosi yg paling ampuh, jadi percuma meski komunikasi sdh maksimal tapi produknya ga memuaskan. Product talks and promote louder than seller.

    Nah, berkaitan dgn judul artikel ini: ‘Anda Salesnya Siapa?’ Tentu saja produk, bisa hasil karya sendiri atau produk org lain yg secara langsung kita pakai dan sdh merasakan manfaatnya.
    Darin recently posted..Giveaway Novel Poconggg Juga Pocong!My Profile

  3. Awalnya saya sempat ragu dengan kemampuan saya dalam menjual, walaupun ortu ( rahimahullah ) dan kakak jago jualan. Tapi awal Ramadhan saya coba ikut bazar dan Alhamdulillah menghasilkan omset yang cukup besar. Tinggal terus mengasah diri dengan terus belajar dan praktekan. Terima kasih atas sharenya.
    Rohiman recently posted..Entrepreneur Harus Berani (bagian-2)My Profile

  4. Saya lebih suka menjual produk sendiri karena untungnya lebih besar (seperti yang mas Arief sampaikan), walaupun ada resiko. Dan ketika promosi produk yang sudah kita pakai dan ada bukti, ini akan lebih mudah untuk menggaet pasar. Thanks.
    Toko Herbal recently posted..Madu Al ShifaMy Profile

    • @Healthy Living, saya tidak menjelaskan secara detail karena biasanya setiap perusahaan memang memiliki training atau pelatihannya sendiri dalam menjual. Kalau saya pribadi lebih suka ngobrol-ngobrol ringan. Sharing, not selling. Itu prinsip yang saya pegang. Yang penting saya pernah merasakan kualitas produknya seperti apa, saya tinggal bercerita dari sisi user experience.

  5. Anda salesnya siapa? hmm…cukup menyindir pertanyaannya.
    Sekedar menarik kesimpulan dari tulisan ini, ada proses menjual secara sadar dan proses menjual secara tanpa sadar. Tinggal pilih yang mana. Karena penikmat keuntungan dari masing2 pilihan akan berbeda.

    • @Umar Puja Kesuma, hahaha… betul sekali mas. Maksud dari tulisan ini sebenarnya adalah untuk mengajak teman-teman memaksimalkan kegiatan yang sudah biasa dilakukan ke arah yang lebih menghasilkan. Karena selling sebenarnya menyenangkan. :D

  6. bener mas, setuju…..
    saya diajarkan didalam sebuah training bahwa “kita adalah produk dari produk yang kita jual”
    kita selalu ditraining tentang pentingnya memiliki hasil produk dari produk yang kita jual.

    we are product of the product.

    orang tidak membeli produk yang saya jual, orang membeli kepercayaan saya terhadap produk yang saya jual.

  7. Setuju dengan mas arief, strategi menjual dari mulut ke mulut dan sekedar berbagi pengalaman tentang suatu produk memang promosi gratis, apalagi dengan menulis pengalaman itu disebuah blog, promosi gratis dan tanpa henti

    • @Antoni Wijaya, bukan plin plannya kali yah, tapi lebih pada bisa dipercaya tau tidak. Kalau direkomendasikan oleh teman sendiri maka sama artinya dengan mendapatkan pinjaman kepercayaan karena kita percaya pada teman,

    • @Artikel Cerita Gratis, coba cari partner yang produknya bisa kita pasarkan. Tinggal di daerah Jakarta? Kalau ya, coba kontak-kontak saya. Siapa tahu kita bisa ketemuan dan sharing masalah ini. Saya juga baru-baru saja dapat supplier produk untuk dipasarkan.

    • @ppob, untuk profesional dalam menjual, saya rasa sudah banyak pelatihannya. Sedangkan untuk menjual dengan sederhana, sudah saya tuliskan di atas. Bercerita saja dari hati ke hati. Fokus pada bagaimana produk kita menjadi solusi, bukan pada bagaimana mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari konsumen :)

  8. promosi dengan berbicara dari hati-hati ke hati sungguh tingkat konversinya lebih tinggi dibanding promosi dengan setengah memaksa dan mulut berbusa-busa seperti yg dilakukan oleh sales door to door :-)

  9. artikelnya bagus, pembahasannya jelas dan mudah dipahami :)

    saya sendiri sejauh ini sudah menjalankan bisnis online berupa menjual produk informasi milik orang lain, tapi meskipun begitu, banyak manfaat yang kita peroleh dari hal itu, misalnya kita mendapat banyak pengalaman yang dapat membantu agar kedepannya kita tidak hanya fokus dari penjualan produk milik orang lain saja, melainkan berusaha membuat produk berkualitas karya diri sendiri..

    terkadang, sebagai pemula, kita sering sekali lho merasakan kesulitan untuk membuat produk informasi, makanya kita ibarat “berguru” dulu dengan yang sudah senior, dengan begitu kita mendapatkan banyak masukan dan motivasi untuk meningkatkan kehadiran kita di dunia bisnis online.. :)

    terima kasih sudah sharing dan sudah diberi kesempatan untuk saya komentar..

    salam kenal, dan salam sukses yang Pak Arief.. :)
    LoKerNesia – Bursa Lowongan Kerja Indonesia Terbaru – Swasta CPNS BUMN recently posted..Lowongan Kerja PT. Interbat Pharmaceutical Industry untuk minimal lulusan SMU dan sederajatMy Profile

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,681 bad guys.