Oleh : Arief Maulana

Garuda Indonesia

Merasa aneh dengan judulnya? Itulah yang saya alami pagi ini. Kalau biasanya saya mengerjakan tugas akhir ataupun tugas merancang kapal di rumah saja maka mulai hari ini saya mesti stand by di kampus, terutama di Lab Perancangan Dibantu Komputer. Yah, kena tegur dosen pembimbing karena ngga pernah keliatan ngerjain di Lab.

Sudah dan semangat, baru beberapa meter saya saya meninggalkan rumah ban sepeda motor bocor. Untunglah tukang tambal ban terdekat tidak terlalu jauh. Jalan sebentar, sudah sampai. Alhamdulillah bocornya ngga jauh-jauh dari rumah dan dekat dengan tukang tambal ban.

Sambil menunggu ban sepeda motor ditambal + mendengarkan musik (dalam rangka menjaga mood agar tetep bagus), saya teringat sebuah video ESQ yang dibawakan langsung oleh Ary Ginanjar. Di video tersebut kalau tidak salah beliau menceritakan pengalaman pribadinya terkait delay pesawat terbang.  

Ketika itu, Ary Ginanjar tepat beberapa dalam 1 pesawat penerbangan terakhir ke luar negeri bersama para penumpang yang sebagian besar adalah eksekutif bisnis lain perusahaan. Mereka sama-sama berharap penerbangan tersebut tidak mengalami gangguan karena memang keesokan harinya semua eksekutif tersebut ada rapat penting yang tidak bisa ditunda.

Tidak selang beberapa lama, tiba-tiba ada pengumuman bahwa penerbangan terakhir tersebut ditunda keesokan harinya karena ada masalah dengan pesawat terbang yang akan digunakan. Sebagai gantinya, para penumpang pesawat akan diberikan penginapan gratis di sebuah hotel sambil menunggu penerbangan berikutnya.

Mendengar itu, seluruh penumpang meledak semua emosinya. Kemarahan mereka dilampiaskan kepada wanita yang kebetulan bertugas mengurus check in tiket pesawat. Satu persatu melabrak dan memarahi wanita tersebut.

Setelah kemarahan reda dan para penumpang mulai bubar menuju hotel yang dijanjikan oleh pihak maskapai, terlihat mbak yang sedang bertugas itu sedikit menitikkan air mata. Semua ini terasa berat baginya.

Melihat itu, Pak Ary pun mendekatinya. Sebelumnya beliau lebih memilih sabar dan diam alih-alih ikut marah-marah seperti penumpang lainnya. Padahal keesokan harinya beliau juga ada rapat yang sama pentingnya.

Mbak itu nampak cemas ketika Pak Ary mendekat. Mungkin dipikirnya Pak Ary akan ikutan marah juga karena tadi belum dapat giliran. Tetapi ternyata tidak. Alih-alih marah, Pak Ary malah tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Mbak tadi kaget.

“Kenapa Bapak mengucapkan terima kasih? Bukankah perjalanan Bapak jadi terganggu. Bapak berhak untuk marah.” Ujar wanita tersebut.

“Saya berterima kasih karena pemberitahuan mengenai adanya kerusakan pesawat diberitahukan tepat ketika pesawat akan diberangkatkan. Coba kalau itu terjadi ketika pesawat sudah terbang dan saya ada di dalamnya. Saya tidak tahu lagi apa yang akan terjadi” Jawab Pak Ary.

Wanita itu pun berterima kasih dan kini dia tersenyum. Pak Ary kemudian pergi meninggalkan wanita itu, menuju ke tempat taxi bandara mangkal. Namun, belum sempat Pak Ary akan menaiki taxi tiba-tiba ada yang berlari dan memanggil namanya.

Pak Ary menoleh ke belakang. Ternyata wanita tadi yang memanggilnya.

“Pak Ary, tadi saya mencoba menelepon maskapai penerbangan lain yang kebetulan punya tujuan ke tempat bapak. Kebetulan mereka masih punya 1 seat kosong. Hanya saja pesawatnya mungkin tidak senyaman pesawat kami, dan masih harus transit beberapa kali.”

“Paling tidak bapak tidak perlu menunggu sampai esok hari, dan itu bisa meminimalisir keterlambatan bapak. Bagaimana pak? Kalau memang berkenan, nanti saya pesankan tempat. Masalah selisih biaya, nanti kami akan kembalikan kelebihannya.” Kata Wanita itu dengan wajah yang ceria dan penuh semangat.

Pak Ary tersenyum. Daripada dia harus menunggu besok dan tidak menghadiri sama sekali rapatnya karena tidak kesampaian, lebih baik tawaran tersebut diambil. Paling tidak meski terlambat, Pak Ary masih bisa mengikuti rapat penting tersebut.

“Baik, saya ambil. Terima kasih sudah mengusahakannya untuk saya.” Jawab Pak Ary sambil tersenyum.

Cerita itu membuat saya ikutan tersenyum. Saya bersyukur ban bocor sekarang. Bagaimana kalau bocornya kemarin ketika pulang dari kampus. Belum tentu ada tukang tambal ban yang dekat. Dan mungkin ini juga jalan yang memang diatur oleh Allah untuk memberi rezeki di pagi hari untuk tukang tambal ban yang beruntung.

Bisa juga ini adalah cara Allah menyelamatkan saya. Mungkin bila tidak ada kejadian ban bocor, bakal terjadi sesuatu entah apa itu di tengah jalan. Karena saya berangkatnya telat, otomatis kejadiannya terjadi tanpa kehadiran saya disana.

Well, keep positive aja dah. Mudah-mudahan yang sedikit ini ada manfaatnya untuk Anda rekan-rekan.

Salam Sukses,

arief maulana
space

Alhamdulillah Ban Bocor!
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:         

136 thoughts on “Alhamdulillah Ban Bocor!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,551 bad guys.