500 Club and STS

Oleh : Arief Maulana

business school

Full day business school“. Mungkin itu ungkapan paling pas untuk menyatakan aktivitas saya di weekend kemarin. Hampir selama satu hari penuh mulai pagi hingga sore, saya mengikuti seminar dan pelatihan wirausaha mandiri “500 Club and STS” di Mall Metropolitan (Bekasi), kemarin pada hari minggu. Pembicaranya adalah Pak Faisal Solichin, mantan supplier Ace Hardware yang bisnisnya bangkrut pada tahun 1998 karena krisis moneter di Indonesia. Beliau banyak bercerita bagaimana caranya bisa bangkit dari keterpurukan dan memiliki bisnis baru dengan income tidak kurang dari 0,5 M setiap bulannya.

Ada banyak pelajaran yang saya peroleh dari event ini. Di awal, kami para peserta diajarkan untuk selalu memiliki dan menjaga pikiran dan mental positif. Jangan menunggu untuk sukses dulu, baru memiliki pikiran dan mental positif. Justru karena baru merintis, maka kedua hal ini harus dibiasakan.

Contoh pikiran-pikiran negatif : “Gimana kalau produk kita ngga laku?“. Ubahlah dengan pertanyaan yang lebih positif : “Bagaimana caranya membuat produk kita laku?“. Pikiran positif akan memaksa kita untuk berpikir dan menjadi kreatif mencari solusi, tidak stuck dan kemudian berhenti. Ingat, fokus pada solusi bukan pada masalah.

Berikutnya, kami peserta juga diberi arahan untuk memperkuat customer base. Efektifkan metode promosi. Usahakan selalu memiliki rencana kerja biar tidak bingung bagaimana nantinya menjalankan bisnis kita, selain untuk memaksimalkan waktu yang ada. Bila perlu, bentuk tim yang solid dan tangguh untuk melaksanakan tugas retail produk.

Karena yang akan membeli produk-produk kita adalah customer maka pelayanan maksimal harus diberikan. Jangan lupa untuk memfollow up para customer. Buat hubungan yang lebih manusiawi dengan para customer kita. Ini bertujuan untuk membangun loyalitas dan royalitas para customer. Misalnya, sesekali kita bisa “say hello” atau mengucapkan selamat ulang tahun (bila ada tanggal lahir dalam customer database kita).

Proses membangun brand bisnis kita juga harus dipikirkan. Bagaimana caranya orang mengenal kita lewat brand bisnis kita dan sebaliknya. Gunakan identitas atau apapun yang bisa membangun brand bisnis kita. Pengusaha Mercedes Benz, pasti akan menggunakan mobil Mercedez Benz, tidak mungkin mobil lainnya. Bahkan kalau perlu di rumahnya ada logo Mercedes Benz dimana-mana.

We Are Brand

We Are Brand - Faisal Solichin

Ada bagian yang paling penting sebelum bisnis kita jalankan. Kenali dan cintai produk kita terlebih dahulu. Pastikan kita sendiri bisa merasakan apa manfaat dari produk yang dijual. Jangan sampai kita menjual produk yang kita sendiri tidak suka. Kalau kita sendiri saja sudah merasa tidak nyaman menggunakan produk tersebut, apalagi orang lain. Itu akan terlihat dengan sendirinya ketika kita menyampaikan atau mempresentasikan produk kita. Apakah produk kita bisa menjadi solusi dari permasalahan kita atau customer kita?

Pengelolaan keuangan juga perlu diperhatikan. Ingat, bisnis apapun jarang yang langsung menuai keuntungan dalam jumlah besar di awal. Andaikata ini terjadi, jangan terjebak pada euforia yang membuat kita lepas kontrol dan menghabiskan pendapatan kita untuk hal konsumtif. Di awal perjalanan, mungkin kita harus kembali menginvestasikan apa yang kita dapat, untuk memperbesar bisnis yang dibangun.

Boleh jadi di awal bisnis prosentasenya adalah 10% untuk ditabung, 90% untuk diputar kembali. Prosentase ini akan bergeser seiring dengan pertumbuhan bisnis kita. Tahu-tahu akan sampai pada titik dimana kita bisa menabung hingga 90% pendapatan dan 10% untuk investasi. Terserah bagaimana kita mengaturnya. Untuk modal, kita bisa cari pinjaman. Bila tidak punya atau tidak bisa meminjam, buat bisnis plan yang bagus dan cari investor yang mau mendanai bisnis kita. Ngga punya uang, bayar pakai tenaga dulu di awal.

Di akhir, Pak Faisal pun menjelaskan bahwa bisnis apapun akan ada pasang surutnya. Biar tidak stres, ada baiknya kita menikmati semua proses yang terjadi. Anggap saja itu pelajaran demi pelajaran yang akan menguatkan kita ke depannya. Ini yang kadang masih agak sulit diterima oleh mereka yang berprofesi sebagai karyawan, alias mencoba menjalankan bisnis dengan part time. Boleh part time yang penting full heart. Mental yang tangguh harus dibangun sejak dini.

Coba bayangkan, seandainya kita ada di posisi Pak Faisal. Yang tadinya sudah nyaman dengan bisnis sebagai supplier Ace Hardware tiba-tiba harus kolaps bisnisnya di tahun 1998. Apa tidak stres? Membangun lagi kerajaan bisnis dari nol. Itu lah kenapa dibutuhkan mental yang tangguh. Karena kita tidak pernah tau pasang surut seperti apa yang akan dialami bisnis kita ke depannya. Dekat-dekat lah dengan TUHAN. Karena DIA sumber energi yang akan selalu memberi kita kekuatan saat merasa lelah dengan semua permasalahan hidup.

Arief MW & Faisal Solichin

Arief MW & Faisal Solichin

Itu saja sharing saya di “500 Club and STS” kemarin. Semoga bermanfaat untuk Anda semua. Have nice monday everyone.

62 Responses to 500 Club and STS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 366,193 bad guys.

Advertisement

Daftarkan diri Anda di newsletter saya secaca GRATIS & saya akan berikan informasi yang akan membantu bisnis pertama Anda, mulai dari sekarang.

First name

E-mail address

Privasi Anda sangat penting buat saya & Anda boleh mengundurkan diri setiap saa.t

Kategori Tulisan
Arsip