Oleh : Arief Maulana

Bila postingan yang lalu tentang kiat sukses meniti karir dibagikan oleh @RevolusiRupiah dalam acara Hitman System Reload IV, maka posting 5 Strategi Mempengaruhi Orang Lain ini saya dapatkan selepas acara, saat sharing santai dengan alumni Hitman System yang kebetulan adalah satu angkatan pelatihan dengan saya, @DonyPutra_.

Dia adalah Master Practitioner NLP (Neuro Linguistik Programming), yang salah satu cabang pengembangan ilmunya adalah hypnosis. Karena kondisi selepas Reload IV saat itu saya kemalaman dan tidak mungkin untuk kembali ke kost, maka saya putuskan menginap di rumahnya. Di twitter, dia dikenal sebagai @DonyPutra_. Sepanjang perjalanan pulang, sharing itu pun dimulai.

REPETISI (Pengulangan)

Bukan tanpa alasan sebuah perusahaan consumer goods mengulang-ulang iklannya dalam berbagai media elektronik. Tujuannya adalah untuk mempengaruhi Anda secara tidak langsung. Sesuatu yang sifatnya diulang-ulang, akan masuk dengan sendirinya ke dalam pikiran bawah sadar dan mempengaruhi setiap tindakan yang Anda ambil.

repetisi

Manusia belajar sesuatu dan menyimpannya dengan kuat dalam ingatan adalah melalui repetisi atau pengulangan. Ini sudah semacam kodrat dan cara belajar manusia. Metode yang juga diterapkan oleh Tuhan dalam membimbing kita. Lihat saja pengulangan-pengulangan yang ada dalam kitab suci. Semua itu bukan tanpa tujuan. Menghafal sesuatu pun juga harus diulang dan diulang. Betul?

Saya sering mengulang-ulang share tentang impian, dream book, dan upaya pencapaiannya juga sebenarnya adalah upaya untuk mempengaruhi Anda semua. Pola hidup dengan didasarkan impian sebagai awal untuk mencapai kesusesan bukanlah hal yang buruk. Sudah banyak kejadian. Bahkan saya pun mengalami, meski skala kesuksesannya belum sebesar yang Anda bayangkan.

AUTHORITY FIGURE (Figur Otoritas)

Ada satu pesan nenek yang hingga saat ini selalu saya ingat dan saya jadikan prinsip dalam menjalani kehidupan.

“Kejar akhiratmu, dunia akan mengikuti.”

Pesan ini memiliki kedalaman makna yang luar biasa. Saat kita berfokus pada akhirat, maka segala upaya yang kita lakukan tentu saja akan mendekatkan diri pada Tuhan. Dan kalau sudah dekat dengan Tuhan, apa sih urusan dunia yang tidak dimudahkan olehNya. Pesan ini begitu mempengaruhi saya, karena yang mengucapkannya adalah sosok figur yang memiliki otoritas di mata saya ketika saya kecil. Akan sangat berbeda bila yang mengucapkan adalah teman main. Tidak akan berefek apa-apa.

Dalam dunia advertising penggunaan figur otoritas ini kerap kita saksikan dalam penggunaan artis-artis tertentu untuk mempromosikan suatu produk. Misalnya sepeda motor Yamaha. Figur otoritas yang mereka gunakan adalah Valentino Rossi yang notabene pada saat itu jaya-jayanya dalam kejuaraan MotoGP. Tentu saja ini mendukung tagline Yamaha, “Selalu Di Depan”. Bicara soal speed, Valentino Rossi punya otoritas disana.

penggunaan figur otoritas untuk iklan
penggunaan figur otoritas untuk iklan

Saat Anda ingin mempengaruhi orang lain, Anda bisa menggunakan figur otoritas yang sesuai dengan bidang yang ingin Anda kampanyekan ke orang. Atau Anda bisa membangun sosok figur otoritas tersebut dalam diri Anda. How? PERSONAL BRANDING. Dengan branding yang tepat, Anda akan dianggap memiliki otoritas atau ahli di bidang-bidang yang Anda kampanyekan. Apalagi sekarang membangun personal branding lebih mudah karena ada banyak media yang bisa digunakan.

Sementara dua poin dulu yang saya berikan. Tiga poin sisanya saya berikan di postingan selanjutnya agar tidak terlalu panjang. Sambil menunggu, Anda bisa coba praktekkan. Sampai jumpa di postingan selanjutnya.

5 Strategi Mempengaruhi Orang Lain (Bagian 1)
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

51 thoughts on “5 Strategi Mempengaruhi Orang Lain (Bagian 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,556 bad guys.