5 Kunci Sukses Multitasking

Oleh : Bundapreneur

Selamat Ulang Tahun AM.com dan Mas Arief juga….

Kalau blog tetangga sebelah Ariefmaulana.com memberi hadiah special artikel untuk mas Arief (yang sebenarnya untuk ngisi blog dia juga yah hahaha). Bunda mau kasih hadiah istimewa.

Yang special untuk seorang blogger seperti mas Arief adalah menuliskan satu artikel lagi untuk blognya. Sebenarnya susah untuk saya menulis ini, tapi karena permintaan di hari ulang tahunnya (as your wish Arief :) ). Karena saya mengenal mas Arief juga dari blog motivasi yang bagus ini, interaksi di Facebook dan komunikasi dengan YM, membuat saya sedikit (masih sedikit looh :) ) lebih mengenal dia.

Ketika berkomunikasi dalam YM, mas Arief sering bertanya, saya sedang apa. Apakah saya sedang sibuk. Yah tergantung keadaan, sebagai ibu rumah tangga, pekerjaan utama saya tentu di rumah, mengurus keluarga. Jadi jawaban saya tergantung waktu.

Mungkin jawaban saya membingungkan. Karena pada saat chat, saya juga sedang melakukan beberapa kegiatan yang lain. Kalau teman saya bilang lagi gaya gurita. Dengan multi-tentacles yang dimiliki, bisa melakukan beberapa hal sekaligus. Tapi Alhamdulillah, Tuhan memberi saya kesempurnaan bentuk dengan dua tangan. Dan ketika saya memasang status di facebook “tanganku ada dua”….teman-teman saya tahu, pasti saya sedang sangat sibuk.

Maaf Mas Arief, saya merasa jauh dari sempurna untuk bisa menuliskan ini. Tapi ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat jika saya bagi untuk orang lain. Inti dari kemampuan untuk multitasking, adalah pada manajemen waktu dan manajemen pikiran.

Dari berbagai literature, kita bisa pahami, bahwa manajemen adalah suatu skill dan juga art (kecakapan dan seni) untuk melakukan beberapa fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan) sehingga tercapai apa yang diharapkan.

Dalam manajemen umum hal ini dilakukan dengan dan melalui orang lain. Tapi untuk manajemen diri, maka tentunya diri kita yang menjadi kunci segalanya.

|

#1. Buat rencana harian, mingguan, bulanan, tahunan.

Dalam perencanaan tentunya ada tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Sederhana saja, misalnya hari ini saya harus mengajar jam 08.00, maka saya harus mengatur jadwal agar jam 07.45, saya sudah ada di kampus. Rencanakan sehari sebelumnya, esok akan dimulai dengan tugas apa saja. Tapi saya juga fleksibel dengan rencana. Jika masih bisa digeser, maka bisa beradaptasi dengan perubahan mendadak. Contoh sederhana, rencananya mau masak rendang, tapi ga ada yang jual kelapa, bukan berarti ga jadi masak khan…

|

#2 . Buat prioritas yang dipikirkan.

Mungkin susah yah, untuk memikirkan beberapa hal sekaligus. Otak manusia pun terbatas. Tapi dengan pembiasaan, maka otak juga akan mengikut ritme kita. Ketika saya sedang menulis ini, sebenarnya saya juga sedang mengerjakan hitungan statistic untuk penelitian yang harus segera selesai.

Tapi ketika mas Arief meminta saya menulis pada jam 01.30 pagi hahahaha….., saya tidak mau mengabaikan lintasan pikiran yang ada di benak saya. Dan segera saya tulis, takut hilang. Tapi yang saya tulis hanya poin pentingnya saja. Sementara saya kembali memikirkan pekerjaan saya. Dan pada saat yang sama saya juga masih chat dengan beberapa orang teman yang memiliki jam siang di negaranya. Dan sesekali, melihat anak-anak yang sedang tidur, membetulkan selimut dan posisi mereka, membuatkan susu untuk si kecil.

Prioritas saya yang mana? Tentunya memikirkan mengerjakan pekerjaan saya. Tapi bukan berarti saya mengabaikan hal yang lain. Bagaimana membuat prioritas pikiran? Ibaratnya mengisi sebuah bejana dengan batu. Mulai dengan batu besar, kerikil dan pasir. Maka seluruhnya akan bisa masuk. Muali dengan yang besar, sedang dan yang kecil. Mana yang sebaiknya kita pikirkan dengan serius, mana yang hanya sekedar dalam lintasan pikiran. Dan sedapat mungkin segera ditulis. Walau itu hanya memikirkan, besok masak apa yah…

|

#3. Buat Urutan kerja.

Bagi saya, ini juga penting. Jika kita tidak bisa mengurutkan pekerjaan, maka semuanya akan mejadi sangat tidak efisien dan tidak efektif. Efisien bisa disebut sebagai : hemat waktu, tenaga, uang. Efektif bisa juga dikatakan sebagai : tepat waktu, hasil yang sesuai. Jika bisa mencuci baju dengan mesin cuci, jangan habiskan waktu dengan menunggu. Lakukan pekerjaan yang lain. Jika masak air, jangan ditungguin airnya, lakukan yang lain.

Ini adalah masalah bagaimana kita membagi waktu untuk melakukan beberapa pekerjaan yang bisa sekaligus dilakukan. Sambil menulis misalnya, tapi sambil menyuapi anak yang kecil. Dan bisa tetap mengajaknya melakukan permainan sederhana. Kuncinya kembali ke manajemen pikiran, hehehe… saya pun kadang juga suka lupa koq. Nah, kalau lagi merebus air, jangan ditinggal jauh-jauh. Pikiran tetap harus ingat “saya sedang merebus air” walau sedang mengerjakan yang lain.

|

#4. Jangan serakah, ukur kemampuan.

Manusia memiliki keterbatasan masing-masing. Jika saya bisa, belum tentu orang lain bisa. Jika saya tidak bisa, saya yakin orang lain bisa. Jika hanya mampu melakukan dua hal, jangan paksakan diri untuk melakukan empat hal. Karena hasilnya tidak akan optimal. Saya menyadari, banyak hal yang menjadi tidak sempurna. Namun ada beberapa keadaan yang membuatnya memang harus dilakukan secara bersamaan. Kadang kita merasa serakah, semua mau dilakukan. Tapi dengan memaksa semuanya urut dalam barisan prioritas kerja dan pikiran, maka satu demi satu bisa diselesaikan.

|

#5. Jangan abaikan kecerdasan ragawi.

Pikiran yang sehat, jiwa yang sehat, ada dalam raga yang sehat. Jika banyak pekerjaan yang harus dilakukan, maka beri perhatian pada raga. Jangan sekali-kali diabaikan. Bagaimana kita akan sanggup melakukan beberapa pekerjaan sekaligus jika fisik tidak mendukung.

Ada masanya kita diberi sakit, agar beristirahat. Namun selama bukan pikiran yang sakit, maka tetap bisa melakukan beberapa pekerjaan sederhana. Mas Hengky tetap menulis di blognya, walau di tangannya tertancap infus. Melakukan apapun yang sifatnya multi (berkali-kali atau beberapa) harus dengan cerdas menggunakan energy. Tarik nafas panjang (inhale, exhale gituu)…dan tersenyum. …(ahhh kurang lebar senyumnya :) )

Teman-teman, rasanya lima poin itu saja sudah cukup, saya pun merasa tidak sempurna dan tidak layak menulis ini (karena diminta dengan sangat aja neh, sama yang punya blog). Selebihnya adalah sering berlatih. Sekali lagi, selamat Ulang Tahun untuk Am.com, terimakasih, blog ini dan seluruh pengunjungnya memberi banyak hal buat saya. Dan dari semua ini, yang paling berkesan bagi saya adalah berteman dengan banyak orang di dunia maya.

Sukses untuk Anda.

|

Catatan Arief : Multitasking dalam konteks artikel ini adalah kemampuan mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu.


  1. arief maulana says:

    :hihi: thanx untuk artikelnya bun. Sori neeh saya ngrepotin melulu.

    Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat untuk temen-temen yang kesulitan untuk melakukan multitasking activity (termasuk saya) :ngelamun:

    Sukses untuk semua urusan Bunda! :merokok:

  2. seni bercinta says:

    wah ini artikel yang saya perlukan banget mas, terus terang saya bingung harus mengerjakan apa terlebih dahulu, blogging sambil cari uang atau mengerjakan tugas lainnya, kadang setelah didepan kompi saya malah bengong ngak tahu harus memulai dari mana. dah gitu hasilnya adalah nol besar.

    Mas saja ijin print artikel ini ya, biar gampang saya baca-baca. mudah-mudahan dengan ilmu ini bisa mengurangi ilmu kepepet saya hehehe
    thanks

  3. online-business-story.com says:

    belum bisa mengatur waktu nih. Dalam mengerjakan kerjaan multitasking, pasti ada satu kerjaan yang tersisihkan atau malah jadi tidak optimal.

    Jadi, SALLUUTTT untuk orang-orang yang bisa bekerja secara multitasking…. :sip:

    Salam Kreatif,
    Octa Dwinanda

  4. muhamad arifin says:

    :baca: oya mas arief, saya menemukan blog nih…yang membahas juga tentang multitasking, tapi memang katanya pengaruhnya di otak antara pria dan wanita sendiri

    “Sebuah artikel menguatkan, bahwa otak wanita memiliki Corpus Callosum, sekelompok syaraf yang menghubungkan otak kanan dan kiri. Sedang pada pria, syaraf ini memiliki ukuran 25% lebih kecil dibanding wanita. Itu artinya, wanita cenderung mudah menghubungkan antara perasaan dan pikirannya. Dalam bahasa sederhana, wanita memutuskan lewat jalan tol untuk menghubungkan antara perasaan mereka dengan percakapan, sedang pria cenderung memilih lewat gang-gang sempit dengan banyak rambu stop, berbelit-belit, tak praktis.”

    dikutip

    http://bukaini.com/multitasking

    • @muhamad arifin, wah…kutipan yang bagus sekali, saya ga sempat cari referensi multitasking, dah keburu kena serangan fajar….hehehehe…selama ini cuma pernah dengar kalau katanya wanita lebih bisa mengerjakan multitask dibanding pria. Baru tau nie, ada penjelasan ilmiahnya. :sip::sip:

        • arief maulana says:

          @ipin, hahaha… Blogwalking ada manfaatnya kan. Sy jg ngrasa sama mas. Makanya cari figur yg bener2 bs praktekin multitasking ini utk share.

          Pengalaman yg dishare tentu lbh ok drpd teori semata. Tul nggv

    • arief maulana says:

      Thanx mas ipin, sy udah pernah bc yg satu ini. Tp sy ga mo nyerah dgn keadaan :ngakak:. Sy optimis cowok jg bs gt loh. Makanya sy cr info tips2 multitasking.

      Kitas pasti BISA, walau mungkin kemampuan multitasking nya msh jauh di bwh kaum hawa…

  5. Alfred Sejuta cinta says:

    @bunda, wah..:sip::sip:dahsyat sekali…
    share yang amat membantu saya bunda…..maturnuwun

    hem sebab dalam beberapa pengalaman saya bermultitasking…sedih juga bunda 50 persen berantakan:hiks:

    ga sesuai target semula…ada aja yang kurang…

    setelah melihat 5 poin di atas, saya jadi tahu apa yang mesti dibenahi…^_^

    mantab bun

    @Arief…salam hangat bro:sip:

  6. Motivasi2 spt itu bagus bagus aja tapi yang jadi pertanyaan apakah semua itu benar-benar bisa kita lakukan dalam tinndakan nyata, saya kawatir tulisan2 bagus ini hanya menjadi tulisan belaka dan kita nggak bisa terapkan dalam tindakan nytata. Bagi saya internet hanya sebagai penunjang dan bukan malah sarana untuk kita berkutat didalamnya hingga lupa waktu. :puyeng::puyeng:

        • @arief maulana, yaaaa bagaimana, pagi2 buta ditodong artikel…..yah saya teorikan aja…apa tuh namanya kalo masak, tapi sembari setrika, pikiran tetap ke gorengan biar ga gosong, tapi ngisi waktu dengan nyetrika…..anggap aja manajemen pikiran….mana yang prioritas dipikiran, ya gorengan, tapi ga lupa meletakkan setrikaan pada posisi yg benar, biar ga gosong bajunya seperti di filem2…:ngakak::ngakak::puyeng:

    • arief maulana says:

      @Buste, itu sebabnya saya lebih suka meminta Bunda nulis artikel ini daripada nyuplik di buku bos… :hihi:

      Kalau di buku biasanya teori2 belaka. Sementara yg ditulis sama bunda ini adalah PRAKTEK yang DITULISKAN dan udah dibuktiin sendiri sama BUnda.

      Dan ngomong2 yang ditulis Bunda itu praktek dunia nyata loh mas, bukan aktivitas internet.

      Kalau memang ada yang nyandu, saya kira itu balik ke masing-masing individunya. Yang ngga bisa memanaje diri. Tul ngga?

  7. Terima kasih artikel manajemen diri. Lama tak mendengar ceramah Aa’Gym — kaya’jadi gantinyalah ….. Trims Mas Arief dan Bunda, juga salam kenal dan salam hangat spesial buat Bunda dari saya.:nangis: :nangis: :nangis: :nangis: (terharu)

  8. andrik sugianto says:

    buat am.com met ultah ya moga sukses selalu! sekalian buat bunda ma mas arief q minta ijin nih tuk menuliskan kembali artikel ini di blog ku. makasih!!

  9. Sumpah mantap banged..

    cocok buat aq yang kuliah sambil kerja dan bantu orang tua .. dan bantu nenek ., .

    waduh . .
    multitask banged ya.. .
    tapi masi kacau nie. .

    oke de ..
    Insya ALLAH ana bisa terapin menejemen waktu versi bunda..

    tx banged lho bunda. .

    ntar kapan2 aq buat blog personal deh.. . salam kenal buat pengunjung semuanya..

    dan buat mas arief.. semoga blognya di beri keberkahan oleh ALLAH SWT . .

  10. multitasking itu perlu pembelajaran juga kali ya…karena banyak yang harus kita kerjakan, ‘kepaksa’ kita belajar membagi-baginya…lama-lama jadi terbiasa.
    sebagai sesama ibu-ibu, bunda, saya salut padamu :sip:
    @mas arief, good choice! for your blog

    • arief maulana says:

      @budhi, ini mas apa mbak sih? Namanya budhi tapi kok ada statement ‘sebagai sesama ibu-ibu, bunda, saya salut padamu’ hehehe…

      Btw kalau saja banyak yg punya pengalaman soal manajemen diri dsb, tentu saya akan minta yg lainny jg utk menulis di blog ini.

    • @budhi, hai hai haaaaii…salam kenal ibu Budhi…..maksudnya mas Arief ga salah pilih apa nieh…Ya, bener say, bermula dari ‘kepaksa jadi manusia gurita, mesti multitentacles’…dah jadi biasa….

  11. know your limit.
    saya malah kebanyakan yang dikerjakan sehingga gak selesai semua.
    kalau udah gitu, langsung potong kompas, putus semua pekerjaan dan fokus pada satu aja.
    kadang overdoit kalau lagi melakukan sesuatu sehingga mestinya selesai malah ingin disempurnain lagi.pokoknya sulit deh.
    masih perlu banyak belajar.

  12. Ooo ternyata benar kata orang bijak : kamu tak bisa maju tanpa manajemen.
    Tapi kita sering lalai, karena kurang biasa berdisiplin …
    Trims sharingnya. Salam.

    • arief maulana says:

      @ahmad, lalai karena kurang biasa disiplin. Kadang2 ketidakdisplinan ini jg akibat dr keteladanan ortu yg jg tidak disiplin…

      Mbulet Mode : on

    • arief maulana says:

      @arnasati, kadang2 semua suka terlihat sulit di awal. Namun setelah dicoba dan terbiasa mungkin kita akan bilang ‘ternyata cuma segini aja’, hehehe…

  13. wah!makanya sering kesuksesan seseorang itu dibaliknya ada campurtangan wanita, lady first, krn wanita bisa multitasking..telaten dan sabar..kapan nikahnya mas biar tambah sukses..hehe..:sip::sip:

  14. Tips yang keren banget, klo buat saya yg paling susah sie menentukan prioritas, abisnya semua kerjaan keliatan penting sie :hihi:
    Tapi katanya emang perempuan lebih multitasking ketimbang cowok, buktinya banyak cewek yang bisa nyetir sambil benerin make-up di kaca spion :hehe:

  15. andriristiawan says:

    artikel yang bermutu neh :sip::sip:

    untuk beberapa poin saya sendiri belum menerapkan… prioritas.. jadwal… wah..
    saya copas dulu n nanti dicatat buat diaplikasikan ah :)

    ngomong2… saya bisa megang mouse, makan, minum sambil dengerin musik wkwkwkww.. itu mah bukan multitask… semuanya juga bisa ya kalo gitu -_-a

    • arief maulana says:

      Terima kasih. Kemarin sy blogwalking mas. Ke temen-temen yg koment. Mungkin mas belum kasih komentar.

      Maaf saya ga bisa sering2 blogwalking karena memang padet kegiatan. Mungkin next time mas. Coba koment di artikel saya berikutnya, biar saya ikuti linknya.

  16. Wah, mantab Bunda. Memang sih kalau urusan Multitasking ibu2 adalah jagonya. Saat mencuci pakaian masih disambi ngrebus air masih disambi nyapu lantai. Waduh jadi ingat Bunda yang dirumah.

    • @noto, :ngakak::ngakak:beneer,,,,ibu2 emang top dah, saya juga belajar dari ibu saya…..tapi ada juga loh yang ga bisa multi gitu….sampe cucian pagi baru dia jemur sore, alasannya ; “saya mah nyante aja, mana yg mau dikerjain aja”…duh,,,ngeliatnya itu loh yang ga enak….cucian piring, nti aja deh kalo dah numpuk, sekalian….

  17. kadang-kadang kita tidak sadar, kalau situasi yg serba mendesak menjadikan kita menumbuhkan reaksi-reaksi cepat.

    seprti kiat2 yg di paparkan bunda diatas, mencerminkan refleksi situasional yang butuh sikap yg cekatan..

    Salam Salut buat Bunda:sip:

    • @fadly muin, :love: hehehehe….

      mencerminkan refleksi situasional yang butuh sikap yg cekatan..

      pasukan buser donk yah….buru sergap yang mesti feklek dan cekatan….bener mas, kadang kita dihadapkan pada situasi yang harus punya tingkat reflek tinggi untuk menangani semua. . . dan tahu mana prioritasnya

  18. Ini multitasking selaku individu. Di salah satu blog saya, saya menulis juga multitasking selaku pimpinan tim, kemampuan mengelola banyak subtim secara bersamaan.

    • arief maulana says:

      @suara kelana, benar sekali Pak. Karena sebelum mengelola orang lain, ada baiknya kita mampu memanage diri terlebih dahulu.

      Mungkin bisa postkan link artikelnya di komen Pak, biar temen2 yg ingin tahu bisa menelusuri. :sip:

      Salam

  19. bronze chandeliers says:

    Tapi kadang dalam suatu kesibukan kita sering melupakan kesehatan raga…padahal kalo udah sakit…semuanya jadi gak berguna…thanks mas

  20. Pingback: Interview With Bundapreneur | Blog IwanKus.com
  21. Pingback: Membangun Kemampuan Manajerial Blogger

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,671 bad guys.