4 Hal Yang Membantu Sukses Dalam Berkarir (Bagian 1)

Oleh : Arief Maulana

Kalau ada yang berpikir bahwa konsep pengembangan diri yang diusung oleh Hitman System adalah hanya masalah romansa belaka, sudah barang tentu adalah salah. Ini terbukti dari event Hitman System Reload IV yang diadakan weekend lalu dan kebetulan saya hadir disana, ikut sebagai peserta. Disamping event gathering alumni-alumni Hitman System, kami juga saling berbagi ilmu satu sama lain di luar konsep romansa. Inilah yang akan saya sharingkan dalam postingan kali ini.

Salah satu materi dahsyat yang diusung dalam Hitman System Reload IV kemarin adalah tentang  empat poin yang mendukung kita untuk sukses dalam meniti karir. Pembicaranya dikenal dengan id twitter @RevolusiRupiah, yang juga sering memberikan kultwit tentang hal-hal berbau ekonomi dan investasi. Apa saja ke empat poin yang diberikan oleh @RevolusiRupiah, mari kita ungkap satu persatu. Oh ya, @RevolusiRupiah ini sendiri juga alumni dari Hitman System.  

PENDIDIKAN

Meskipun banyak yang mengatakan bahwa sistem pendidikan di Indonesia sudah sangat tidak ideal untuk kondisi real di dunia kerja, namun bukan berarti kita menyepelekannya begitu saja. Saya sendiri ingat apa kata dosen saya.

“Kuliah sebenarnya bukan hanya sekedar menghafal rumus. Rumus-rumus bisa kamu lihat lagi di buku referensi. Yang jauh lebih penting adalah membiasakan diri untuk berpikir sistematis dan bagaimana mencari referensi solusi pemecahan suatu masalah.”

Maka dari itu, tetap saja pendidikan itu penting. Namun bukan berarti juga kita lantas asal sekolah begitu saja. Dalam penuturannya, @RevolusiRupiah menyarankan untuk memilih jalur pendidikan yang menuju ke arah industri-industri yang memberikan kesempatan terbaik untuk berkarir dan berprestasi. Tentunya juga tidak mengenyampingkan minat yang Anda miliki. Karena meski bagus kalau tidak ada minat disana tentu akan setengah hati menjalankannya.

pentingnya pendidikan

Akan lebih baik lagi apabila jalur pendidikan yang dimiliki mengarah pada industri yang di dalamnya keluarga kita memiliki koneksi atau relasi. Ini akan saya paparkan di poin ke dua. Terakhir, dalam memilih sekolah pilihlah sekolah yang memiliki akreditasi baik atau terbaik. Besar pengaruhnya ketika Anda mencoba mengirimkan lamaran kerja, terutama untuk seleksi di awal. Walaupun tidak ada jaminan juga lulusan perguruan tinggi ternama jauh lebih baik dari yang tidak populer.

KONEKSI

Jaman sekarang untuk sukses tanpa adanya koneksi rasanya susah. Hal ini dibenarkan pula oleh @RevolusiRupiah. Sering kita berpikir sungkan untuk memanfaatkan koneksi yang ada demi meraih puncak karir. Ada kesalahan paradigma dalam menempatkan koneksi sebagai batu pijakan pelejit karir.

Ketika bicara tentang koneksi untuk melejitkan karir, maka yang ada di benak kita adalah NEPOTISME. Betul tidak? @RevolusiRupiah memberikan satu paradigma baru. Memanfaatkan koneksi tidak melulu nepotisme. Saat kita memang memiliki kemampuan yang memadai, mengapa tidak. Ibaratnya, Anda sudah memiliki modal sebuah mobil dengan kapasitas yang baik dan performa mesin oke yang siap melaju kencang. Dengan adanya koneksi tak ubahnya dengan menambah NOS (Nitrous Oxide Systems) yang akan menambah laju mobil Anda. Tidak hanya dalam karir sebagai karyawan, pun bila Anda meniti jalur membangun bisnis koneksi juga menjadi hal yang cukup krusial.

koneksi itu penting
koneksi itu penting

Lantas bagaimana bila tidak ada koneksi dari pihak keluarga? Tidak ada kata terlambat. Mulai sekarang, tambah terus koneksi atau relasi Anda. Berkenalan dengan orang baru, juga merupakan salah satu cara menambah koneksi. Tentu saja dengan social skill (salah satu materi di Hitman System) agar orang nyaman berteman dengan Anda. Kalaupun Anda sudah ada modal koneksi, jangan berhenti untuk terus menambah kenalan yang Anda miliki. Bisa jadi saat ini Anda belum butuh. Namun bukan tidak mungkin suatu saat nanti, Anda butuh teman-teman baru tersebut.

Saya kira dua poin ini dulu yang saya bagi dalam postingan kali ini. Saya sambung di postingan berikutnya agar tidak terlalu panjang. Don’t miss it! See you…

  1. Ditunggu uraian dua poin berikutnya :-)

    Oh iya, untuk masalah koneksi, saya semakin sadar bahwa relasi memang pentiing sekali bila ingin sukses di bidang apa pun. Karena itulah saya berusaha untuk memperluas relasi, ada saja kendala yg sebenarnya datang dari diri sendiri, hehe….

    Salam :-)
    Ditter recently posted..Pulang Lebih Awal Selama Bulan RamadhanMy Profile

    • @Blogger Bahagia, cara berpikir saya sederhana mas. Kenapa seorang pimpinan mengangkat / mempromosikan seseorang? Tidak lain karena ada nilai (+) yang tidak dimiliki o/ karyawan lain.

      Termasuk dalam kasus yang mas berikan. Percuma juga lama bekerja kalau tidak pernah menjalin komunikasi yang baik dgn atasan. Atasan cenderung akan mencari orang yang selain berprestasi, juga bisa dipercaya dan enak diajak bertukar pikiran.

      Tidak masalah si B membooster ‘kelebihannya’ ini selama, si B memang memiliki kemampuan yang dibutuhkan. Maka ketika si A dan si B dibandingkan (dari segi kemampuan, bukan lama bekerja), tentu lebih unggul B yang punya koneksi.

      Pertanyaannya, kenapa si A tidak mencoba menjalin komunikasi dan hubungan yang lebih baik bahkan sebelum si B masuk ke dalam perusahaan. Itu pendapat saya, mas. :)

  2. Koneksi menjadi bagian tercepat suatu karir. Zaman sekarang, setinggi dan sepintar apapun, kalau koneksi tak memadai akan berakhir di pengasingan. Nah itu sebuah kenyataan di negeri sendri, artinya kita bukan pesimis tapi ini menjadi acuan untuk dapat berdiri sendiri. Seperti halnya membangun sebuah bisnis :)
    kaget recently posted..Hasil Laut Kita Kurang GiziMy Profile

    • @kaget, yap. Koneksi sudah jadi salah satu checklist yang harus dipenuhi. Maka sudah seyogyanya generasi berikutnya tidak hanya berfokus pada skill teknis semata, melainkan juga kemampuan membangun komunikasi efektif demi mengembangkan koneksinya.

  3. Lukman Nulhakiem says:

    Kenyataan bahwa pendidikan begitu penting saya rasakan sejak mulai bekerja. Sungguh terlambat memang. Tapi ini membuat saya harus kembali belajar sambil kerja..

    Menumbuhkan koneksi seperti memperbanyak tangan kita. Betul, kita harus melihat ini secara positif. Awalilah saat pertemuan kita dengan orang baru, dengan hanya berbaik sangka. Meskipun dipertemukan dengan ketidaknyamanan…
    Lukman Nulhakiem recently posted..Safety Slogans – Coming Home EditionMy Profile

    • @lulu kemaludin, memang berhubungan kok mas. Makin ke belakang sebenarnya artikel lebih pada pengembangan yang lalu-lalu disertai studi kasus yang terjadi di lingkungan dan sekaligus saya alami sendiri. :D

  4. Pingback: Nothing found for 5-strategi-mempengaruhi-orang-lain-bagian-1

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,744 bad guys.