4 Hal Pembangun Kredibilitas Seorang Penulis

Oleh: Agus Siswoyo

Saat asyik blogwalking, tanpa sadar kita terbiasa membanding-bandingkan antara blog satu dengan blog lain. Entah itu dari segi tampilan yang fresh, kemudahan meninggalkan komentar, gaya bahasa penyampaian ide ataupun keluwesan membalas komentar yang masuk.

Selain itu, pastinya kita pernah menemukan blog yang rajin update artikel dan selalu ramai pengunjung. Dan ujung-ujungnya, penulis tersebut sukses menuai backlink dari blogger yang terinspirasi tulisan yang bermanfaat itu.

Hal tersebut tidak terlepas dari kredibilitas yang dimiliki sang penulis. Kata kredibilitas secara sederhana berarti nilai kepercayaan yang diberikan pembaca kepada penulis. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa penulis yang sudah terkenal makin terkenal, sementara yang baru memulai karir dituntut bisa membuktikan kredibilitasnya.

Maka tak mengherankan bila satu topik pembicaraan bisa menghasilkan respons yang berbeda bila ditampilkan di blog yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Menurut saya, hal tersebut di pengaruhi beberapa hal. Diantaranya adalah:

1. Catatan sejarah penulis.

Ini adalah yang paling sering diingat pengunjung. Contoh yang  gampang, seseorang yang memiliki track record pernah sukses menampilkan tulisan di blog populer akan lebih mudah dipercaya daripada mereka yang ‘jago kandang’.

Pada umumnya, orang lebih mengingat kesalahan orang lain daripada keberhasilan orang tersebut. Maka, bila sekali kita melakukan blunder, orang akan cenderung terus menerus mengingatnya.

Seseorang yang terbukti melakukan copy paste artikel orang lain dan tetap bersikukuh meng-klaim sebagai pemilik resmi tulisan, Anda bisa bayangkan respons pengunjung blog tersebut. Kalau tidak dijuluki Tukang Copet aja sudah untung…

2. Referensi tokoh terkenal.

Apa yang Anda lakukan bila seorang Joko Susilo menyarankan Anda belajar personal branding kepada Arief Maulana? Saya yakin, minimal 75 persen pembaca artikel segera berbondong-bondong mengontak tim AMProfessional untuk booking ticket seminar.

Hal ini yang dimanfaatkan sales letter beberapa produk informasi untuk menarik kepercayaan prospek agar mau membeli. Begitu ampuh kata-kata tokoh terkenal. Sampai-sampai Anda akan lupa, siapa yang sebenarnya patut Anda percaya: tokoh tersebut, web owner atau malah bukan kedua-duanya.

3. Hubungan dengan pengunjung blog.

Hal ini memang terdengar klise. Tapi sudah umum dilakukan aksi saling dukung antar blogger yang memiliki kedekatan emosional. Bisa berupa kesamaan lokasi tempat tinggal, interest hobby yang tak jauh beda dan latar belakang pendidikan.

Bahkan ada berapa hal khusus yang terkadang tidak masuk dalam daftar. Misalnya, karena pernah membantu menyelesaikan satu masalah krusial, maka dibuatlah sebuah artikel untuk membalas hutang budi yang belum terbayar.

4. Tujuan berbagi dan membangun.

Salah satu tujuan orang membaca artikel adalah untuk mendapatkan manfaat. Bisa berupa ilmu baru, update berita, sharing masalah umum atau justru untuk menggali ide-ide konyol yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Karena kehidupan blogging tidak jauh beda dengan sebuah simbiosis, maka semakin banyak manfaat yang kita tawarkan, semakin baik kredibilitas kita di mata pengunjung.

Dan uniknya lagi, kata manfaat ini bersifat relatif. Artinya, setiap orang memiliki parameter yang berbeda-beda dalam menentukan tulisan yang bermanfaat dan biasa-biasa saja. Di sinilah seni sebuah blogging.

Secara umum, kredibilitas seorang blogger identik dengan personal branding yang disandangnya. Jadi, bila Anda telah sukses membangun personal branding, semakin dipercaya tulisan Anda di mata pembaca.

Tetap semangat menulis dan mari kita bangun kredibilitas diri!

  1. Sedang belajar membangun gaya penulisan dengan mempelajari tulisan tokoh terkenal. Kadang merasa pesimis, artikel yang ingin ditulis sudah banyak yang menulis…

    • arief maulana says:

      @Darmawan, beda kepala beda pikiran dan beda sudut pandang. tentunya dengan topik yang sama, pasti bisa diulas dengan gaya yang berbeda.

      Dicoba saja dulu mas. Masa gitu aja ngga berani. Kalau masih takut, silahkan baca artikel teman saya Mas Fadly di http://fadlymuin.com:hihi:

    • @Darmawan, sebenarnya gaya bahasa itu tidak perlu di pusingkan. nanti juga bakal ketemu dan lengket dengan kita kok.

      benar kata mas arief, yang terpenting “sudut pandang” yang jelas.

      Memiliki sudut pandang yang jelas, unik dan kuat. Akan semakin memberikan kejelsan dan kergamaan berfikir. Saya yakin banyak orang yang sudah bicara masalah internet. Tapi coba klik keyword internet di google. Yangm ucul bisa bermacam2. ini bukti bahwa sudut pandang memainkan peranan sentral. Jadi solusinya miliki sudut pendang yang jelas.

    • agus siswoyo says:

      @Darmawan, Lain ladang lain belalang, lain orang lain pula isi otaknya.

      Pede aja mas. Nggak masalah kalau topiknya sama. Yang penting menulis dengan hati nurani. Pasti ada ciri khas tersendiri.

      • @agus siswoyo, dalam kerja : kepuasan saya peroleh saat bisa andil besar dlm penyelesaian problem sulit, gak penting apakah nama saya diketahui ato tidak (seringnya di blk layar)
        dalam bisnis : fokus saya kpd keuntungan, memperkuat tim bisnis, gak penting nama saya terdengar ato tidak

        • agus siswoyo says:

          @Suarakelana, prinsip kerja Anda mirip dengan saya. Seorang Cost Analyst bekerja untuk membuat kebijakan-kebijakan teknis atas keadaan riil di lapangan. Meski berada di balik layar, keputusan yang diambil sangat mempengaruhi Laba/Rugi perusahaan.

        • arief maulana says:

          @Suarakelana, nah, peranan personal branding disini sebenarnya lebih kepada memperkenalkan dan menjual skill kita.

          For example : mas Agus Siswoyo dengan skill cost analystnya.

          Jika mas Agus mau membangun satu blog yg khusus membahas soal cost analyst, tentu pengunjung akan melihat bahwa mas agus adalah pakar.

          Meski banyak yg lebih ahli, namun yg terkenal adalah mas Agus. Akhirnya order lebih banyak jatuh ke mas Agus. :sip:

    • agus siswoyo says:

      @joko santoso, padahal bikin tulisan itu nggak sulit kok. Seperti halnya udara di sekeliling kita, banyak ide yang bisa digali.

      Cuma kita mau apa nggak meluangkan waktu untuk pegang keyboard.

    • arief maulana says:

      @budiono, makanya mas jangan asal fast reading. Penulis tahu loh koment hasil fast reading dengan full reading.

      Yang suka ngefast biasanya males dikunjungi balik
      :merokok:

      • @arief maulana, hahaha… jangan buruk sangka mas, lagian siapa pula yang berharap dikunjungi balik? prasangka itu menunjukkan jati diri anda sendiri bahwa kalo komen hanya berharap kunjungan balik. kok bertentangan dengan tagline blog ini ya ;)

    • agus siswoyo says:

      @andry sianipar, ibarat ulat dengan bulu penyebab gatal dan mau jadi kupu-kupu dengan sayap indah, tentu butuh proses.

      Lama tidaknya waktu yang dibutuhkan, tergantung seberapa efektif langkah yang telah diambil.

    • agus siswoyo says:

      @belajar internet, Yes, you’re right. Learning by doing. Pengalaman bisa menjadi guru terbaik untuk menyempurnakan kekurangan kita.

      Saya juga belajar dari kesalahan waktu posting di blog MH. Jadi lebih aware terhadap celah-celah yang perlu dikritisi.

    • arief maulana says:

      @belajar internet, practice make perfect. Menulis dan menulis.

      Tulisan pertama Anda dengan tulisan ke 100 pasti beda.

    • arief maulana says:

      @mansurhafiz.com, ga ada sih. Kirim aja email ke tim@ariefmaulana.com.

      Sertain :
      – nama
      – artikel yang mo di publish
      – URL Image artikel

      Nanti tim editor saya bakal ngecek kelayakan artikel, termasuk ngedit kalau ada yg perlu di edit.

      Silahkan dicoba…:sip:

    • agus siswoyo says:

      @Aries Kusuma|Tipssukseskarir, Tidak ada yang susah bila kita mau mencobanya.

      Pertama saya ngeblog juga gitu mas, pusing setengah hidup membangun kepercayaan pembaca. Tapi berbekal semangat pantang menyerah dan kesabaran, sedikit demi sedikit mulai menampakkan hasil.

      • Aries Kusuma|Tipssukseskarir says:

        @arief maulana, Betul ms, semakin mudah smakin tidak menyenangkan, :bom: sb biasanya tidak banyak pelajaran ms:baca:.Nggak terasa howo-nya:wooo:

  2. Personal branding berarti mendapatkan pengakuan dari orang, baik itu baik atau buruk…mungkin untuk mendapatkan semua itu perlu personal branding terhadap diri kita sendiri ya mas? alias citra diri…

  3. Perlu yah personal branding? saya klo ngeblog,ya tulis aja yang mau ditulis… gak mau di pusingkan personal branding… nanti takut gak mau nulis karena kebanyakan takut dan mikir untuk dapat konten yang berkualitas.. :uhuk::mikir:

    • agus siswoyo says:

      @Iwan Kus, Nggak harus ke saya, mas. Masih banyak blogger yang memiliki talenta lebih hebat dari saya.

      ( Walah, sok merendah…)
      :lempar:

          • arief maulana says:

            @agus siswoyo, cost analyst. Saya belum punya ilmu itu…

            Juga ketajaman dalam menganalisa sesuatu, masih belum setajam mas Agus. :sip:

            • agus siswoyo says:

              @arief maulana, maklum mas, kerja di bawah tekanan Franchisee. Mereka sudah invest uang puluhan juta. Bahkan ada yang dibela-belain kredit bank hingga Rp 2 M. Pasti mereka tidak mau rugi.

              Jadi, setiap analisa harus tajam. Setajam SILET…!

  4. bicara kredibilitas, sepertinya tulisan yang sesuai dengan hoby dan keahlian yang akan lebih nyambung. Kalau saya yang ingin belajar bisnis online tapi tidak tahu ilmunya, paling banyak referensi yang disampaikan, bukan begitu?

    • arief maulana says:

      @kanghae, membangun kredibilitas dengan banyak referensi ngga masalah lho mas.

      Seperti halnya orang yg suka baca banyak buku. Bisa bicara macem-macem soalnya ada backup referensi di belakang dia.

      Bahkan ketika orang lain menggugat, tinggal keluarkan referensi sebagai pembungkam.
      :wooo:

    • agus siswoyo says:

      @kanghae, Memang, idealnya kita dikenal kalau bisa fokus pada satu bidang saja. Namun tidak menutup kemungkinan seseorang dianugerahi multi talenta.

      Kan eman-eman kalau tidak dimanfaatkan.

  5. kalau saya berkunjung ke blog-blog orang lain saya memang selalu membandingkan tapi tidak untuk mengikuti mentah-mentah gaya bahasa, lay-out dll, dan saya yakin masing2 blogger punya karakter mereka masing2 yang bisa mempengaruhi kredibilitas mereka di mata pengunjung.. (komentar sambil :bakme: )

  6. Menimang predikat sebagai penulis yang di akui kredibilitasnya, sekali lagi alasan klasik tetap memainkan peranan, ”Proses”.

    Apa yang di sampaikan mas Agus itu tak lepas dari proses pembentukan karakter penulisnya. Lambat laut akan terlihat, apakah ia bisa bertahan atau tidak. Hanya waktu yang bisa menjawab.

    Yang harus di akui, poin2 di atas, ibaratnya sebagai alat pengungkit yang bisa menyadarkan kita dari kebisuan…

    Jurusnya Cuma satu, ”menulis terus dan terus menulis”.

  7. Sugiana Hadisuwarto says:

    Kalau Mas Agus sudah pasti diakui kredibilitasnya…sebab sudah mantap jadi guest di beberapa blog yang rame…di kandang OK juga. Wahhh…makin mantap aja. dan lebih mantap lagi blognya masa Arief ini…saya amati dengan guest writer justru makin rame!. Sukses terus Mas Agus dan Mas Arief.

    • Agus Siswoyo says:

      @Sugiana Hadisuwarto, makasih pujiannya, saya jadi besar kepala nih…
      :hihi::hihi::hihi:
      Kang Sugiana juga bisa menjadi seperti saya, bahkan lebih. Modalnya adalah mindset sukses dan keyakinan tebal bahwa tidak ada yang sia-sia di dunia. Semua ada timbal baliknya.

  8. Pingback: Lain Ladang, Lain Belalang | Catatan Motivasi Blogging Indonesia
  9. Pingback: Asyiknya Menulis Dengan Blogging… | Catatan Motivasi Blogging Indonesia

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,671 bad guys.