Oleh: Agus Siswoyo

Saat asyik blogwalking, tanpa sadar kita terbiasa membanding-bandingkan antara blog satu dengan blog lain. Entah itu dari segi tampilan yang fresh, kemudahan meninggalkan komentar, gaya bahasa penyampaian ide ataupun keluwesan membalas komentar yang masuk.

Selain itu, pastinya kita pernah menemukan blog yang rajin update artikel dan selalu ramai pengunjung. Dan ujung-ujungnya, penulis tersebut sukses menuai backlink dari blogger yang terinspirasi tulisan yang bermanfaat itu.

Hal tersebut tidak terlepas dari kredibilitas yang dimiliki sang penulis. Kata kredibilitas secara sederhana berarti nilai kepercayaan yang diberikan pembaca kepada penulis. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa penulis yang sudah terkenal makin terkenal, sementara yang baru memulai karir dituntut bisa membuktikan kredibilitasnya.

Maka tak mengherankan bila satu topik pembicaraan bisa menghasilkan respons yang berbeda bila ditampilkan di blog yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Menurut saya, hal tersebut di pengaruhi beberapa hal. Diantaranya adalah:

1. Catatan sejarah penulis.

Ini adalah yang paling sering diingat pengunjung. Contoh yang  gampang, seseorang yang memiliki track record pernah sukses menampilkan tulisan di blog populer akan lebih mudah dipercaya daripada mereka yang ‘jago kandang’.

Pada umumnya, orang lebih mengingat kesalahan orang lain daripada keberhasilan orang tersebut. Maka, bila sekali kita melakukan blunder, orang akan cenderung terus menerus mengingatnya.

Seseorang yang terbukti melakukan copy paste artikel orang lain dan tetap bersikukuh meng-klaim sebagai pemilik resmi tulisan, Anda bisa bayangkan respons pengunjung blog tersebut. Kalau tidak dijuluki Tukang Copet aja sudah untung…

2. Referensi tokoh terkenal.

Apa yang Anda lakukan bila seorang Joko Susilo menyarankan Anda belajar personal branding kepada Arief Maulana? Saya yakin, minimal 75 persen pembaca artikel segera berbondong-bondong mengontak tim AMProfessional untuk booking ticket seminar.

Hal ini yang dimanfaatkan sales letter beberapa produk informasi untuk menarik kepercayaan prospek agar mau membeli. Begitu ampuh kata-kata tokoh terkenal. Sampai-sampai Anda akan lupa, siapa yang sebenarnya patut Anda percaya: tokoh tersebut, web owner atau malah bukan kedua-duanya.

3. Hubungan dengan pengunjung blog.

Hal ini memang terdengar klise. Tapi sudah umum dilakukan aksi saling dukung antar blogger yang memiliki kedekatan emosional. Bisa berupa kesamaan lokasi tempat tinggal, interest hobby yang tak jauh beda dan latar belakang pendidikan.

Bahkan ada berapa hal khusus yang terkadang tidak masuk dalam daftar. Misalnya, karena pernah membantu menyelesaikan satu masalah krusial, maka dibuatlah sebuah artikel untuk membalas hutang budi yang belum terbayar.

4. Tujuan berbagi dan membangun.

Salah satu tujuan orang membaca artikel adalah untuk mendapatkan manfaat. Bisa berupa ilmu baru, update berita, sharing masalah umum atau justru untuk menggali ide-ide konyol yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Karena kehidupan blogging tidak jauh beda dengan sebuah simbiosis, maka semakin banyak manfaat yang kita tawarkan, semakin baik kredibilitas kita di mata pengunjung.

Dan uniknya lagi, kata manfaat ini bersifat relatif. Artinya, setiap orang memiliki parameter yang berbeda-beda dalam menentukan tulisan yang bermanfaat dan biasa-biasa saja. Di sinilah seni sebuah blogging.

Secara umum, kredibilitas seorang blogger identik dengan personal branding yang disandangnya. Jadi, bila Anda telah sukses membangun personal branding, semakin dipercaya tulisan Anda di mata pembaca.

Tetap semangat menulis dan mari kita bangun kredibilitas diri!

4 Hal Pembangun Kredibilitas Seorang Penulis
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

191 thoughts on “4 Hal Pembangun Kredibilitas Seorang Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,560 bad guys.