Oleh : Arief Maulana

Ada adat jawa yang mengatakan bahwasanya pengantin baru seharusnya tinggal di rumah ortu pihak wanita, minimal seminggu. Sayangnya berhubung saya jawanya cuma numpang lahir, ngga jawa-jawa banget, ya adat tinggal lah adat. Malah saya maunya H+3 setelah menikah malah sudah balik ke Sidoarjo. Ternyata Allah berkata laen. Ada saja urusan yang membuat saya tetap tinggal di rumah mertua, di Malang sampai seminggu.

Namun, lewat momen itu pula saya jadi belajar tentang bagaimana bapak mertua yang sekarang sudah berusia 74 tahun ini kokoh memegang prinsip dalam menjalani kehidupan. Terdengar sok dan terlalu idealis mungkin, tapi memang benar itu adanya. Apalagi dengan karakter bapak yang sungguh keras, meski bisa saya “taklukkan” juga hingga akhirnya bisa menikahi anaknya. :p

Saya belajar tentang 3 prinsip hidup yang dipegang oleh bapak selama ini. Karena bagus, maka saya share disini agar bermanfaat bagi kita semua.  Ini dia 3 prinsip hidup tersebut :

SATU, ANTARA KATA DAN PERBUATAN

Tidak bisa dipungkiri, terlalu banyak orang munafik di zaman sekarang ini. Kalau pun tidak munafik, bisa dibilang orang-orang tersebut mencla mencle. Yang dikatakan apa, yang dilakukan apa. Atau baru saja berkata apa, eh tidak terlalu lama dikakukan juga hal-hal yang berlawanan dengan petuahnya sendiri. Gimana ngga nggregetan coba menghadapi orang model begini.

Saya pribadi juga paling males dengan orang model begini. Apalagi yang tidak butuh waktu lama untuk melanggar sendiri aturan yang dibuatnya sendiri. Padahal itu semua akan jadi bumerang bagi dirinya sendiri. Meruntuhkan kepercayaan yang susah payah dibangun. Apalagi di zaman sekarang, kepercayaan itu susah banget didapatkannya.

PERLAKUKAN ORANG LAIN SEPERTI KITA INGIN DIPERLAKUKAN

Kalau prinsip kedua ini benar-benar dijalankan, tidak akan ada yang namanya menyerobot antrian. Semua akan saling menghargai dan berusaha tidak merepotkan orang lain kecuali terpaksa. Kehidupan akan berjalan tenang, damai, tertib, dan pada akhirnya, semua senang. Sayangnya kita selalu ingin menjadi Mr. Number One yang diprioritaskan, tanpa memikirkan atau memberikan kesempatan pada orang lain. Coba direnungkan sedikit. Masih belum terlambat untuk belajar hidup saling menghargai.

AKU YA AKU, DIA YA DIA

Ini hampir sama dengan prinsip dalam urusan agama yang disebutkan dalam Surat Al-Kafirun ayat terakhir, yang kurang lebih maknanya, untukmu agamamu dan untukku agamaku. Tidak perlu saling mengganggu satu sama lain. Cukup saling menghargai.

Begitu juga dengan prinsip ini. Masing-masing orang punya kehidupannya sendiri. Tidak perlu sibuk mengurusi urusan orang lain. Dalam hal apapun, termasuk soal rezeki. Tidak perlu silau dengan apa yang orang lain miliki. Syukuri apa yang sudah dimiliki. Dan tidak perlu ada rasa iri atau dengki. Kehidupan mereka ya hidul mereka. Kita punya kehidupan sendiri. Kalau merasa hidup orang lain bagus ya tidak perlu iri. Yang perlu yaitu mencari jalan memperbaiki kualitas hidup kita sendiri.

Ingin rasanya meluangkan waktu lebih lama untuk ngobrol face to face dengan bapak mertua, apa daya saya memang dibatasi waktu. Banyak yang harus dikerjakan sebelum saya kembali ke Batam bersama istri. Mudah-mudahan kelak masih ada waktu untuk kumpul dan ngobrol lagi.

Terima kasih, Bapak.

image
Salaman dengan bapak mertua
3 Prinsip Menjalani Hidup
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

26 thoughts on “3 Prinsip Menjalani Hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,429 bad guys.