21, Berhenti Sekarang Juga Sebelum Permainan Berakhir
Oleh : Arief Maulana
Anda pernah menonton film berjudul ‘21’? Sebuah film yang diputar di pada tahun 2008 silam. Kebetulan waktu diputar dulu saya tidak sempat menontonnya dan kemarin waktu ngelab di kampus kok ada yang punya. Sekalian saya copy dan putar tadi malam.
Filmnya cukup menarik, mengisahkan seorang anak muda cerdas bernama Ben yang kebetulan diterima di Harvard Medical School. Ben bisa dikatakan jenius, terutama dalam hal matematika. Sayangnya biaya pendidikan di HMS terlalu mahal. Totalan kira-kira $300.000.
Sebenarnya ada Beasiswa Robinson, yang mana akan membiayai mahasiswa terpilih hinggal lulus (mencakup biaya hidup). Sayangnya untuk mendapatkan beasiswa ini, sekedar pintar dan jenius tidak cukup karena pesaingnya pun demikian. Harus ada nilai plus lainnya, dan sayangnya Ben tidak punya sehingga berat untuk memenangkan persaingan memperoleh beasiswa.
Cerita berjalan hingga akhirnya pada satu kelas persamaan non linear, dimana Micky Rosa sang dosen menanyakan tentang persamaan hukum Newton. Saat itu Ben memberikan jawaban yang cukup mengejutkan. Dan karena itu, Micky memberikan pertanyaan sederhana kepada Ben. Semacam tebak-tebakan mana dari 3 rumus di papan yang benar. Ben pun menjawabnya dengan benar. Pertanyaan yang semestinya cukup dijawab dengan gambling, ternyata bisa dijawab dengan menggunakan teori peluang statistik. Sejak saat itu, Micky sadar Ben adalah anak special.
Pada suatu malam ketika Ben masih berada di sekolah Fisher, salah satu teman sekelasnya, meminta Ben untuk ikut ke ruang kelas kimia organik. Bukan untuk belajar kimia melainkan bertemu dengan tim yang memiliki kecerdasan matematika yang oke punya : Kiana, Fisher, Choi, Jill dan Micky Rosa tentunya. Untuk apa? Mematahkan teori judi kartu BLACK JACK dan mengalahkan bandar.
Awalnya Ben menolak. Dia pikir itu ilegal karena berusaha mengelabui bandar. Tapi Micky meyakinkan bahwa itu sah-sah saja dan aman. Apa salahnya orang ‘menghitung peluang kartu’ dan memenangkan permainan. Nemun Ben tetap menolak meski dalam hatinya dia bimbang.

Jill - 21 Movie
Esoknya Jill, gadis cantik yang sudah mengenal Black Jack sejak umur 9 tahun, menemui Ben di toko tailor clothes tempat dia bekerja dan digaji $8/jam. Jill meyakinkan bahwa dengan ikut dalam tim, Ben bisa mendapatkan banyak uang termasuk untuk membiayai sekolah di HMS. Dan, Ben pun memutuskan ikut dalam permainan. Ben berkomitmen, ikut permainan hanya sampai biaya sekolahnya jumlah $300.000 terpenuhi.
Persiapan dimulai. Aturannya mudah. 5 orang tim. 4 orang bertugas sebagai pemain kecil yang bermain di 4 meja berbeda dengan memasang taruhan minim. Sambil bermain mereka melakukan analisa perhitungan statistik kartu. Mereka menghitung hingga tumpukan kartunya ‘memanas’, kemudian memberikan kode kepada pemain besar.
Pemain besar tugasnya melanjutkan perhitungan tadi, tentunya dengan kode-kode kalimat tertentu dari pemain kecil. Tugas utama pemain besar adalah memasang taruhan dalam jumlah besar dan terus memenangkan permainan hingga dirasa kartunya mulai ‘dingin’.
Ketika kartu dingin, pemain besar keluar dan memantau ke pemain kecil lainnya untuk mengetahui kondisi panas / dinginnya kartu. Dengan bekerja sebagai tim, memperbesar peluang untuk tidak diketahui pihak pengamat casino.
Dan ada 1 aturan yang harus dipegang. Permainan ini dilakukan dengan perhitungan, bukan dengan judi. Jadi tidak peduli ketika kita berada di puncak dan selalu memang, emosi tidak boleh menguasai. Saat perhitungan kartu mulai dingin, itu waktunya berhenti bermain.
Permainan dimulai…

permainan dimulai
Di hari-hari aktif, Ben dan tim sekolah biasa. Namun di akhir pekan mereka beserta Micky terbang ke Las Vegas. Bila sebelumnya Fisher berperan sebagai pemain besar, maka kini Micky meminta Ben menggantikan peran Fisher.
Malam demi malam dilalui dengan sukses. Tim meraup untung besar dan membaginya berlima. Jika di Boston mereka adalah mahasiswa yang menyimpan sebuah rahasia besar, maka di Vegas meraka adalah orang kaya yang memiliki gaya hidup luar biasa. Hotel kelas satu, shopping di toko-toko yang mahal, dsb. Kehidupan mulai berubah.
Cole - 21 Movie
Namun, meski demikian kekalahan yang telak dalam kurun waktu berturut di pihak bandar membuat pengawas casino, Cole Williams, curiga. Cole pun memeriksa rekaman-rekaman meja-meja yang kalah telak dan disana dia menemukan ada kesamaan pemain, pola, dsb.
Kondisi mulai memanas saat Fisher mengacau. Dia iri pada Ben yang sudah menggantikannya sebagai pemain besar dan meraup untung. Gara-gara itu, tim tidak bisa bermain maksimal dan kekacauan yang ditimbulkan membuat pihak bandar semakin curiga. Karena itu, Fisher dipulangkan oleh Micky.
Fisher mengacau
Kegiatan dan kehidupan di Vegas membuat Ben berubah. Hingga terhadap dua teman baiknya semasa kere, Terry dan Miles, Ben mulai bersikap angkuh. Dan gara-gara itu persahabatan mereka putus dan Ben pun di keluarkan dari tim robot Kontes 209.
Stress, Ben mulai bermain tidak optimal. Saat dimana dia seharusnya keluar dari permainan, dia tetap bermain. Emosi menguasainya dan akhirnya tim kalah telak hingga $200.000. Micky marah dan meninggalkan tim. Dia mengancam akan mengambil semuanya dari Ben dan menghancurkan kehidupannya di sekolah.
Berakhir sudah. Waktunya Ben dkk pulang ke Boston. Tapi Ben bersikeras untuk bermain lagi. Dia mengajak teman-temannya untuk bermain. Bahkan tanpa Micky Rosa pun mereka sebenarnya bisa bermain. Ben lupa pada janji awalnya kepada Jill, yakni bermain hanya sampai $.300.000 saja. Sayang, kali ini dewi fortuna tidak bersama mereka. Ben tertangkap oleh Cole.
Ben disiksa di ruang bahwa tanah. Diancam untuk tidak datang lagi ke kota tersebut. Meski demikian, Cole masih berbaik hati tidak membuatnya babak belur parah. Sebelum memulangkan Ben, Cole memberikannya kartu nama yang artinya sebuah kesempatan. Dia mengatakan bahwa jika Ben bisa membawa Micky ke kota tersebut sekali lagi, dia boleh bermain dan menang tanpa diganggu untuk yang terakhir kalinya. Cole berkata demikian karena secara pribadi memang dia ada masalah dengan Micky yang membuat bangkrut casino kecilnya, karena micky dulu adalah ‘penghitung kartu’.
Ben pulang. Dan sesuai kata Micky semuanya hilang. Beberapa mata kuliah tidak lulus. Uang kuliah sebesar $300.000 yang sudah dikumpulkannya diambil paksa oleh Micky. Ben pun mempertimbangkan ide Cole. Dia menemui Micky dan membujuknya untuk bermain kembali.
Problem Clear
Ben mengatakan ini bisa menjadi permainan terakhir, dimana jika sebelumnya hanya ada 1 pemain besar kali ini digunakan 2 pemain besar, yaitu Ben dan Micky. Skenario ini tentu sudah dalam sepengetahuan Cole karena mereka bekerja sama. Dan sudah bisa ditebak dalam permainan terakhir tersebut Micky ditangkap.
Karena sudah membantu, Cole pun memenuhi janjinya. Dia menelpon pihak universitas untuk mengembalikan urusan kuliah Ben yang diganggu dan dikacaukan oleh Micky. Bagaimana uang yang dimenangkan malam itu? Sayang, untuk yang satu ini uangnya diminta oleh Cole.

game never end
Film ini diakhiri dengan tertangkapnya Micky. Cole sendiri kemudian pensiun. Ben dan teman-teman? Tetap melanjutkan aksinya. Namun kali ini di bawah management Cole Williams. Dan karena memang selama ini yang bisa mendeteksi para penghitung kartu adalah Cole, maka aksi-aksi mereka berikutnya tidak pernah ketahuan. Untuk melengkapi pemain yang berkurang, Ben pun mengajak Cam and Miles sebagai permohonan maafnya karena telah merusak persahabatan mereka. Happy ending.
-
Bila biasanya saya share hikmah dibalik kisah ataupun kejadian, untuk artikel kali ini tidak. Saya ingin Anda mengungkapkan di kolom komentar.
Kira-kira, pelajaran apa yang Anda dapatkan dari kisah di atas?
Selamat berakhir pekan!






panjang bener mas..absen dulu deh
arief maulana Reply:
April 3rd, 2010 at 6:10 am
Sengaja, mau ngetes yg bener2 baca sama yang ngga. Karena ada sesuatu terselubung di dalam cerita. Hahaha…
Agus Siswoyo Reply:
April 3rd, 2010 at 6:51 am
@arief maulana, it takes me 2 hour to finish it.

arief maulana Reply:
April 3rd, 2010 at 6:54 am
@Agus Siswoyo, nonton filmnya juga 2 jam. Menuliskannya kembali pun juga hampir 2 jam.



mh Reply:
April 4th, 2010 at 9:50 am
@arief maulana, winner winner chicken dinner…. hahaha
arief maulana Reply:
April 4th, 2010 at 10:33 am
@mh, coba winner winner cow dinner, pasti lebih banyak dapetnya.
Secara daging sapi kan jumlahnya lebih banyak dari daging ayam


*kesimpulan ngga jelas*
film favorit saya selain ocean’s trilogy, bourne trilogy dan pirates of silicon valley…
yang saya sukai adalah kecerdasan emosional dan kecerdasan motorik dari tokoh2 yang diperankan.. yahud deh!
arief maulana Reply:
April 3rd, 2010 at 6:49 am
@mh, yup. Itu yg jarang ada sekarang mas. Sekarang mah kebanyakan cerdas hafalan doang…
Alfred Reply:
April 5th, 2010 at 1:34 pm
@arief maulana, wah kebetulan ada ngulas kecerdasan majemuk (multiple intelligence di blogku mas arief hehe^_^ kalo sempet monggo mampir^_^
Tidak seharusnya kita melakukan hal-hal spekulatif untuk sebuah investasi di masa depan. Pendidikan adalah vital. Jangan dipermainkan dengan sebuah kekonyolan.
Karena bila nasi telah menjadi bubur, nggak ada yang bisa dilakukan selain menyesal.
arief maulana Reply:
April 3rd, 2010 at 6:53 am
@Agus Siswoyo, itulah gunanya perencana keuangan. membantu untuk merencanakan investasi biar ga jadi spekulatif.
Dan soal pendidikan, tepatnya ilmu, akan menjadi pisau bermata dua. Bisa digunakan untuk hal bermanfaat atau nge-break Black Jack Rules. Hahaha…
dafiDRiau Reply:
April 3rd, 2010 at 9:56 am
@agus siswoyo, klo nasi udah jadi bubur, tinggal beli kelapa, dan sayurannya aja…..
arief maulana Reply:
April 4th, 2010 at 10:34 am
@dafiDRiau, jadi bubur ayam yah…


Statistik Probabilitas Tuh,,he…
arief maulana Reply:
April 4th, 2010 at 10:35 am
@ALHIJR ADWITIYA, dan ingatan mas. Soalnya jumlah kartu Black Jack kan bisa dihitung.
Selain statistik, kalau inget kartu-kartu yang sudah keluar, bisa diprediksi apa yang akan keluar berikutnya.

Wedew…. punya bakat menulis resensi film jg nih. Efek dari baca buku copywriting nih ? Gw suka tulisan-nya. Pertama baca judul-nya , gw lnsg “nyangkut” untuk baca sampai akhir. ternyata berakhir happy ending
arief maulana Reply:
April 4th, 2010 at 10:36 am
@MasterClickCom, terima kasih mas. BUkunya belum sempat saya baca kok. Simpen dulu, takut hilang dari peredaran buku di Gramedia.



Happy ending nya aja deh…yg saya
arief maulana Reply:
April 4th, 2010 at 10:39 am
@Enutd, ketauan ga baca neeh. Cuma baca akhirnya doang


Waw, film tentang Judi!

Favorite!!
Tapi saya tetep ga suka judi
Saya gak mudeng amat hikmah’nya film ini
Tapi mirip dengan situasi
‘jangan lebay’ ato
‘berhentilah makan sebelum kenyang’ gtu
Gak boleh lupa daratan seindah apapun kondisinya.
Gtu x y mas Arief??
Ada cerita tentang kodok yang mau dimasak.
Jadi sebelum dimasak kodok’y
direndam di air sejuk lalu di rebus
Kejam’y
Si kodok itu malah merasa nyaman dan mulai berenang di dalam air yg makin lama makin hangat..enuak teenan pikirnya
Lalu dia lengah…karena ‘lupa daratan’
Uda gak bisa kabur saat air menjadi terlalu panas karena terlena.
Akhirnya Mateng deh
Itu deh share saya

Kabur lok
arief maulana Reply:
April 4th, 2010 at 10:41 am
@zodiakzone, nah itu dapet hikmahnya.
Ga ada yang benar dan salah dalam menerjemahkan hikmah kehidupan.
Tiap orang tentu punya pandangan dan pendapat masing2.
timnya kok hantam2an gini ? ternyata yg kekal akhirnya cuma kepentingan….
penting sekali utk selalu menduduki posisi penting
arief maulana Reply:
April 4th, 2010 at 10:43 am
@Suarakelana, benar sekali. Maka kadang perlu juga menjaga status quo. Biar satu sama lain masih merasa 1 kepentingan *loh*
Up and down … ada masanya masing-masing. Tidak selamanya dalam hidup ini terus di posisi atas, suatu saat pasti akan bergerak ke bawah…oleh karena itu kita harus pintar – pintar memilih momentum supaya saat jatuh jangan terlalu dalam dan tentu kita sudah siap menghadapi ini semua…
Salam sukses.
arief maulana Reply:
April 4th, 2010 at 10:46 am
@Sugiana Hadisuwarto, saat di atas, bersiaplah ketika nanti jatuh…
Salam kenal.
Film yang bagus, alur ceritanya berliku…. Intinya: jangan serakah, selalu bekerjasam dengan tim. Betul ga ya ?
arief maulana Reply:
April 4th, 2010 at 10:48 am
@Anggara, Betul. Bebas berpendapat kok. Masing2 orang bisa punya hikmah yang berbeda… Jadi tidak ada benar dan salah


Ada beberapa hikmah
teamwork, jgn buru-buru, persahabatan dan faktor X
arief maulana Reply:
April 4th, 2010 at 10:48 am
@Jaelani,
Saya bookmarks dulu ah. Ntar bacanya kalo lagi satai, panjang bener ini mah Mas!
arief maulana Reply:
April 4th, 2010 at 10:48 am
@Erdien, hahaha… monggo. Tapi jangan lupa share hikmah yg mas dapetin yah!
Buat saya, pesan dari film ini adalah fokus pada tujuan (di film Ben hanya berjanji mendapatkan $300000)
arief maulana Reply:
April 4th, 2010 at 10:49 am
@ago, yap. Saat fokus mulai melenceng… udah deh
emosi tidak boleh menguasai
arief maulana Reply:
April 6th, 2010 at 10:29 am
@ketik komputer online, pertahankan rasio dalam berpikir.
fokus adalh kunci keberhasilan segala usaha,,,jika melenceng satu derajat aja hasilnya bisa berbeda bumi dan langit !!!
arief maulana Reply:
April 6th, 2010 at 10:29 am
@belajar internet, yap. Keliatannya sepele 1 derajat. Tapi kalau dijalani terus… beuuuh


wah wah mau comment apa ya.. semua dah disebut di atas.
tapii, oya knapa bnyk yg bilang artikel ini puanjang n ga sempet dibaca? sy sempet n selese baca sekaligus ama komen2nya..
jadii hikmahnya adalah: belajarlah speed reading. ini ilmu yg penting buanget di jaman n jagad informasi skarang ini. jd resensi ato buku setebel apapun enak aja bacanya..
hehehe piss ah
arief maulana Reply:
April 6th, 2010 at 10:28 am
@Aris, lebih tepatnya effective reading mas.
Kecepatan membaca yang lebih, namun tetap mampu menangkap apa yang menjadi inti tulisan.

judi itu haram mas, jangan gitu ya..
terlalu…
arief maulana Reply:
April 6th, 2010 at 10:25 am
@nugraha,


Hikmahnya apa ya

Ambil seperlunya, berhenti makan sebelum kenyang
arief maulana Reply:
April 6th, 2010 at 10:24 am
@turisuna, dan makan hanya jika lapar. Begitu yah?
Cape mbacanya mas

arief maulana Reply:
April 6th, 2010 at 10:23 am
@Mirsatu, ini namanya olahraga mata mas


Pelajarannya: “selalu ileng…” :D
arief maulana Reply:
April 6th, 2010 at 10:22 am
@Hangga Nuarta, ileng sang kuoso
jangan serakah dan jangan menyerah untuk tetep sekolah
arief maulana Reply:
April 6th, 2010 at 10:22 am
@ismail, serakah hanya akan membuat kita kehilangan semuanya, betul?
bgus banget mas ceritanaya
intinya sih jangan terlalu serakah, dengan kerja tim akan lebih nmaksimal hasilnya, ya kan n susah ketahuan tuh tadi buktinya!!!!
cuma karena ego yang masih besar, maka smua pun jadi rusak, ibarate air susu rusak karena air tinta setetes
lanjutkan bung arif:D
arief maulana Reply:
April 6th, 2010 at 10:21 am
@http://memulai-bisnisonline.blogspot.com/, bicara soal ego memang repot


kemampuan yang jenius telah disalahgunakan.
arief maulana Reply:
April 6th, 2010 at 10:20 am
@Cara Dapat Uang, yap. Ilmu dan kemampuan bagai pisau bermata dua, tergantung usernya mau dipake apa.
Komitmen !!! ya tanpa komitmen baik pribadi maupun secara tim keberhasilan takkan terjadi. Komitmen yang kuat terhadap tujuan merupakan sinyal keberhasilan yang berlanjut. Happy end.
arief maulana Reply:
April 6th, 2010 at 10:19 am
@Barkah, itu sebabnya aturan awal yang menjadi dasar komitmen tim mesti dipertegas sejak awal.
Karena ketika tim berada pada posisi di bawah tekanan, aturan itulah yang tetap mempersatukan dan memperjelas arah perjalanan.

“Sekalian saya copy dan putar tadi malam.”
ampun becanda mas…^_^
hayo mas arief copas filM???
wah saya nonton film ini setahun lalu, (awal 2009).. Memang ide ceritanya keren dan asik diikuti
well sebenernya banyak bgt yang bisa diambil, saya sampaikan 2 aja deh
1. Makna di depan layar: Hindari bertindak dengan emosi…(tuh liat aja, akhire si ben ketangkep kan hehe) hati boleh panas, kepala diusahakan tetap dingin^_^
2. Makna di balk layar, selalu kreatif dalam berkarya…^_^ (dalam hal ini, terus ciptakan ide skenario film yang unik dan menarik)
arief maulana Reply:
April 6th, 2010 at 10:18 am
@Alfred, nyari DVDnya udah sulit mas. Makanya main copy aja


Bener, sekarang ini banyak sekali orang berpikir dengan emosi bukan rasio, termasuk dalam hal urusan mencari duit.
aku kebetulan dah pnh liat mas.harta sering kali membuat kita lupa daratan, teman bisa jadi lawan, di satu sisi orang yang tulus sama kita malah terabaikan.. Sisi positifnya setiap bisnis harus dilakukan dengan penuh perhitungan, jangan cuma karna emosi semata.
Jadi inget film “Rainman”. Dan petuah dari KH. Zainudin MZ. Kalau orang sudah mendapat ladang emas yang pertama dia akan mengejar yang kedua, ketiga dan seterusnya. Mengejar langit dunia batasnya hanya maut.
Saya, sangat terinspirasi. Ketika ben di tanya itu..
Dia menjawab dengan logikanya dengan tenang!
Karena harta dan tahta orang bisa lupa segalanya, termasuk persahabatan.
Dan akal adalah anugerah tuhan yang sangat luar biasa, gunakanlah dengan benar.