Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
Lakukan Sekarang atau Tidak Selamanya.
Kesempatan itu makhluk yang unik. Dia seringkali datang di saat kita sedang tidak menginginkannya. Dia datang dengan wajah yang kurang menarik hingga kita lebih sering tidak mempedulikannya.
Karena tidak pedulinya, kesempatan pun ngambek dan menggerutu. Akhirnya dia pergi tanpa pamit kepada kita. Dan pada saat itu, kita baru sadar. Ternyata kesempatan tidaklah berwajah buruk. Itu hanyalah debu yang menutupi ketampanan ataupun kecantikannya.
Kita pun menyesal, namun sayangnya dia tidak akan kembali lagi. Kalaupun kembali, wajahnya akan sangat berbeda dan bisa jadi kita tidak mengenalinya lagi. Dan tragedi itu, berulang kembali.
Itu adalah cerita pembuka yang singkat bagaimana saya menggambarkan sebuah kesempatan yang sering kita lewatkan begitu saja. Ujung-ujungnya, penyesalan tanpa batas.
Saya juga teringat sebuah kisah yang sangat menarik dan sarat dengan pelajaran hidup, terkait dengan kesempatan ini (kali ini lebih banyak ceritanya, hehehe…).
Konon di sebuah desa hiduplah seorang kakek yang taat pada agamanya. Dia begitu tinggi keimanannya. Penduduk sekampung hampir menganggapnya seperti nabi karena ketekunan ibadah juga ahlak yang baik. Kakek itu bisa dibilang sangat dekat dengan Sang Khalik (Pencipta).
Desa yang dihuni sang Kakek tersebut sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Masyarakatnya pun hitup tenang dan damai, tidak peduli dengan hiruk pikuk kota-kota modern yang ada di luar sana.
Tidak pernah ada satu prahara pun yang meresahkan masyarakat. Hingga saatnya tiba, Sang Tuhan ingin menguji kesabaran dan ketaatan penduduk desa.
Pada suatu pagi, bencana itu tiba. Banjir bandang datang melanda tanpa permisi. Untungnya masih ada areal pepohonan yang luas sehingga aliran air masih bisa ditahn. Namun demikian perlahan tapi pasti, ketinggian air semakin bertambah.
Ketika ketinggian sudah mencapai betis, seluruh penduduk berlarian untuk mengungsi. Semua panik karena tahu sebentar lagi ada banjir susulan dan areal pepohonan itu tidak akan sanggup bertahan lebih lama.
Namun, tidak dengan kakek yang bijaksana itu. Dia tetap berdiri di dalam rumahnya sembari mengangkat kedua tangannya dan berdoa.
Seorang tetangganya datang dan mengajaknya untuk mengungsi bersama. Namun, kakek itu menolaknya. Ia mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa Tuhannya yang ia sembah selama ini pasti akan menolongnya.
Air pun semakin tinggi. Kini kakek tersebut telah berdiri di atas sebuah kursi sembari mengangkat kedua tangannya dan berdoa. Seorang wanita paruh baya datang menghampirinya.
Wanita itu menawarkan bantuannya untuk menolong kakek tersebut keluar dari rumahnya dan menuju tempat pengungsian. Namun, sama seperti sebelumnya kakek itu bersikeras untuk bertahan sembari mengatakan bahwa Tuhannya pasti datang dan akan menyelamatkannya.
Air mengalir semakin deras dan ketinggian pun bertambah. Kini sang kakek sudah ada di atap rumahnya. Yang dilakukannya masih sama. yakni berdoa.
Tiba-tiba dari arah selatan seorang pemuda dengan menggunakan perahu karet datang menghampiri. Pemuda itu menawarkan bantuannya untuk membawa kakek tersebut ke tempat pengungsian. Namun, sekali lagi dengan keras kepalanya kakek itu menolak. Ia mengatakan bahwa Tuhannya pasti datang dan menolongnya. Pemuda itu pun pergi.
Air semakin tinggi. Ketinggian air kini sudah mencapai mata kaki kakek yang sedang berdiri di atap rumahnya. Si kakek mulai resah namun mencoba untuk tetap yakin pertolongan dari Tuhan akan datang. Sesaat kemudian datanglah tim SAR dengan helikopter menghampiri. Ketua tim menawarkan untuk menolong kakek tersebut. Namun, kakek tersebut dengan suara keras dan membentak menolak untuk pergi. Ia mengatakan dengan tegas kepada petugas SAR bahwa Tuhannya pasti datang dan menolongnya.
Kisah ini ditutup dengan tragis seiring datangnya berita bahwa kakek tersebut meninggal karena tenggelam… (T_T)
Di alam akhirat. Kakek itu pun protes dan bertanya pada Tuhannya. ”Ya Tuhan…! Seumur hidupku aku habiskan untuk menyembah Engkau. Aku juga telah menyiarkan ajaran agamamu dengan tulus dan ikhlas tanpa meminta imbalan. Namun, mengapa ketika musibah banjir itu datang dan aku berdoa, Engkau tidak datang dan menolongku. Apa salahku…?”
Tuhan pun menjawab, ”Wahai kakek yang sombong. Apakah matamu tidak melihat pertolonganku? Aku sudah mengirimkan pertolonganku padamu.
Tidak tanggung-tanggung sampai 3x. Yang pertama adalah seorang wanita paruh baya yang datang kepadamu. Yang kedua adalah seorang pemuda yang datang dengan perahu karetnya. Dan yang ketiga adalah tim SAR yang datang dengan helikopter. Karena dirimu telah berburuk sangka padaKu, maka masuklah engkau ke dalam nerakaKu.”
Mari kita sama-sama mengambil hikmah dari cerita di atas. Saat ini zaman begitu sulit dan berat untuk dijalani. Kita senantiasa selalu berdoa dan berharap bahwa Tuhan kita akan memberikan solusi dari setiap permasalahan yang kita hadapi saat ini.
Namun sayangnya kebanyakan dari kita bahkan terlalu bijaksana dan sombong, tak ubahnya kakek yang “bijaksana” tadi.
Kita kurang menyadari dan memahami bahwasanya Tuhan tidak akan pernah menolong kita dengan tangannya sendiri. Lantas, dengan apa Tuhan datang menolong kita. Tentu dengan manusia juga. Karena manusia adalah kepanjangan tangan Tuhan di Bumi ini.
Silahkan introspeksi diri! Seringkali setiap ada teman, saudara, tetangga yang datang pada kita dan menawarkan sebuah peluang, kita langsung menolaknya dan berpikir negatif tentang itu. Padahal kita tidak pernah tahu, bahwa peluang yang ditawarkan itu mungkin adalah jawaban atas doa-doa kita selama ini.
Kita lebih mementingkan ego kita daripada mencoba mencari kebenaran dibalik setiap kesempatan dan peluang yang dibawakan oleh teman-teman atau bahkan anggota keluarga yang dekat dengan kita.
Waktu berjalan. Tiba-tiba kita kaget. Teman / keluarga yang dulu datang membawa kesempatan dan peluang yang sempat kita caci maki, kita remehkan, kita acuhkan, kini menjadi sosok figur sukses yang luar biasa. Kondisi finansial, kondisi mental, kondisi spiritual, dll. kini jauh lebih baik 300% dari yang sebelumnya.
Dan Anda pun menyesal. Kenapa dulu tidak mengambil kesempatan itu. Kalau diambil mungkin saat ini kita bisa sama-sama sukses. Tapi terlambat. Kita sudah banyak membuang waktu, padahal untuk sukses ada perjalanan panjang yang mesti ditempuh.
Jadi ingatlah bahwasanya kesempatan tidak pernah datang untuk yang kedua kalinya. Kalau pun ia datang lagi, wujudnya sungguh berbeda. Dan yang akhirnya terjadi adalah penyesalan, sama seperti kakek yang mati dengan penuh penyesalan tersebut. Oleh karena itu, saya hanya ingin mengingatkan saja pada Anda. Rendahkanlah hati dan ego Anda.
Dengarkan dulu setiap peluang dan kesempatan yang ditawarkan oleh teman, saudara atau tetangga Anda. Boleh jadi mereka adalah bagian dari rencana Tuhan untuk menolong dan mengubah kehidupan Anda menjadi lebih baik.
Berpikirlah positif. Bukankah selama ini Anda mempercayai mereka. Dan justru karena mereka mengenal Anda, maka mereka menawarkan berbagai peluang untuk membantu Anda. Karena mereka peduli dengan masa depan Anda. Jangan sampai, di kemudian hari Anda menyesal. Karena keputusan Anda hari ini akan menentukan dimana dan bagaimana keadaan Anda 2 hingga 3 tahun ke depan. Jangan biarkan hal-hal negatif diluaran sana mencuci otak Anda.
Orang sukses adalah mereka yang jeli melihat sebuah peluang dan mengubahnya menjadi sesuatu yang luar biasa dan membuat hidup mereka berubah.
Semoga posting kali ini bisa bermanfaat untuk Anda.





Artikel yang luar biasa Mas…
Kepada temen2 blogger silahkan kunjungi juga blog saya di :
http://tetenwijaya.blogspot.com/
-Lebih baik memulai dari yang bisa, dari pada mengharapkan yang Luar Biasa tapi tak pernah bisa karena hanya lamunan semata- :-)
[balas komentar]
Arief Maulana Reply:
January 7th, 2009 at 8:42 am
Lebih baik mencari dan menyalakan lilin ketika kegelapan melanda, daripada hanya marah-marah dan memaki kegelapan.
Intinya, langsung aja dah action. Seperti kata mas Joko Susilo yg senantiasa mendengungkan SALAM ACTION
[balas komentar]
umarpujakesuma Reply:
January 8th, 2009 at 9:37 am
Yup, sepakat Mas Arief. Btw, analogi memaki-maki kegelapan sepertinya sudah membudaya ya di masyarakat kita.
[balas komentar]
Kadang kita memang suka tidak sadar bahwa pertolongan tuhan datang lewat cara yang tidak kita duga.. Dan intinya kita tidak boleh sombong dengan menolak kesempatan yang telah tuhan berikan..
Artikelnya bagus sekali :)
[balas komentar]
Arief Maulana Reply:
January 7th, 2009 at 8:25 am
Terima kasih mas darknight… Sekalian saja, masukkan suscribe emailnya di kolom kanan atas yg sudah saya sediakan. Nanti ada update informasi, Anda akan kami kabari.
Oh ya mas… jika memang ada link web / blog, masukkan saja ketika komentar disini. Nanti saya akan kunjungi balik.
[balas komentar]
Wadow… mas satrio… kayanya mau makan sesuatu ya? Hahaha…
[balas komentar]
Bener mas Zams… Jadi dari cerita ini ada dua point :
1. Hati-hati dalam memilih suatu keyakinan.
2. Kesempatan baik, jangan dilepas. Bisa jadi itu adalah kesempatan terakhir untuk membantu kita mencapai kesuksesan.
[balas komentar]
Ayo Mas Joko, kita berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Di Al-Qur'an kan juga ada neeh perintahnya!
[balas komentar]
Kalau mas joko sih balesnya cukup pake bom biologis mas hengky!… musuhnya pada kegatelan, hahaha…!
[balas komentar]
Kejelian melihat kesempatan dipengaruhi jam terbang mas. Kalau kita sering mencoba tiap kesempatan yang ada (walaupun hasilnya gagal), kita akan tahu mana yg memiliki prospek cerah ke depannya, mana yg tidak!
[balas komentar]
Saya jadi inget ceramahnya Ikhsan Tanjung di TV :
"Saat ini Allah sedang menguji seluruh umat manusia di dunia dengan berbagai cobaan dan bencana (termasuk bencana global). Itu tidak lain karena Allah sayang dengan kita umatnya. Dia ingin agar kita kembali ingat dan bersujud kepadanya."
"Bukankah kerusakan yang ada di bumi ini manusia juga yang menyebabkannya. Disamping itu, saat ini manusia (apapun agamanya) sudah mulai ingkar kepada Tuhannya…"
Yuk rame-rame kembali kepadaNya!
[balas komentar]
Wah… rugi lho mas lewat-lewat doang! Ngga bisa dikunjungi balik sama rekan-rekan yg ada disini.
Memang dari semula ada rencana kasih kata-kata motivasi mas. Seperti di blog lama. Cuma karena ini masih masa ujian (UAS), saya ngga konsen ngutek-ngutek blog. Cuma bales koment2 aja dulu!.
Trims atas perhatiannya!
[balas komentar]
Maaf ya mas…. "beberapa tahun ini" jarang mampir ke Mashengky.com… UAS!
Habis UAS, saya ramekan lagi blog mas!
[balas komentar]
mashengky Reply:
January 8th, 2009 at 3:14 am
buset.. dah bertahun2 ya mas? awas di banned sm blog JS lho wakakaka
[balas komentar]
nice artikel rief. peluangyang sama memang tidak datang dua kali ya. tapi jika ada lagi maka akan datang denagan wajah yang berbeda.
jadi inget dulu waktu presentasi bro….
[balas komentar]
Arief Maulana Reply:
January 7th, 2009 at 8:29 am
Inspirasinya memang dateng waktu inget jaman-jaman rajin presentasi dulu. Btw gimana kabar grupmu? Kamu sendiri kan juga konsen di bisnis online sekarang…
Jo lali sinau di…. Masih UTS jeh! TM-mu piye? Aku ngelanjutno!
[balas komentar]
jangan nakutin mazzzz…. barusan kemarin mas kasih comment ke saya lwt blognya mas Hengky : " Ngga baik mas terlalu cuek dengan lingkungan. DUlu saya juga seperti itu, sampai akhirnya saya sadar gara-gara dibawa oleh teman ke perkampungan orang ngga mampu! Disana lah saya serasa ditampar. Kita hidup kok ya hanya mikir diri sendiri. Ada banyak orang susah di sekeliling kita. " …. eh sekarang artikelnya kaya gitu… hiiiiii….. takyuuuut…..
but oke lah… bikin kita jadi nyadar, kalau sekitar kita ga boleh di cuekin, karena kesempatan dan kesuksesan kita datang dari sana…
thx banget mas….. salam sukses juga….
[balas komentar]
eh iya massss….. saya menanti kehadiran mas Arif di blog saya… dan tentunya…. comment dan evaluation saya harapkan… thx yah… slam sukse lagi… hihihihihi…
[balas komentar]
hmm… passs susu nyaaa
[balas komentar]
Arief Maulana Reply:
January 7th, 2009 at 8:18 am
Biasa pake susu apa mas?
[balas komentar]
mashengky Reply:
January 8th, 2009 at 3:12 am
susu cap nona mas hahaha
[balas komentar]
nanggung ya nulis html link nya.. keburu putus koneksi internet nya hehehe
[balas komentar]
Analoginya si kakek menganggap dengan doa semuanya pasti beres.. Padahal Allah telah menggariskan "Berdo'a dan Berusahalah"…semoga kita juga tetap berusaha dan berdoa untuk proses montinezing Blog..Jangan seperti cerita kakek tadi..
Nice post Mas..
[balas komentar]
yanuar Reply:
January 8th, 2009 at 6:06 am
sipp..berdoa dan berusahalah, Allah tidak tidur, dia pasti melihat dan mendengar doa dan usaha yang kita lakukan..apabila semuanya belum berhasil, maka bersabarlah..
[balas komentar]
Nice posting. Artikel yang menarik. Tapi informasi dan tawaran begitu banyak, gimana caranya biar kita tahu kalau kesempatan itu beneran jawaban atas doa-doa kita (dari Tuhan) atau cuman godaan dari si jahat?
Selamat menempuh UAS ya, semoga sukses.
[balas komentar]
1. Bersikap positif dulu mbak. Jangan langsung ditolak mentah-mentah.
2. Cari informasi sebanyak-banyaknya, terkait masalah penawaran tersebut (agar tidak dibohongi).
3. Ya balik lagi, gunakan akal rasio. Kebanyakan orang kalo udah berbicara soal getting money, yg berpikir adalah emosinya bukan rasionya.
Contoh aplikasinya :
Dulu waktu saya pertama kali melihat bisnis online, saya pikir peluangnya bagus sekali. Walau bukan anak informatika, saya merasa yakin bisa sukses di bisnis ini. Nah ketika cari panduan + jalan yg pas, ribuan penawaran di internet menggila.
Rata-rata yg ditawarkan sama. Untungnya kok saya ngelihat Forbis. Akhirnya dari beberapa situs sejenis saya pilih forbis karena kelahiran webnya lebih lama (sejak 2001). Saya pikir kalau bisnisnya ngga bagus ngga mungkin bisa bertahan dan eksis selama itu.
[balas komentar]
blog anda rame komentar yah.. beda sm blog saya.. wekekeke.. soalnya orang2 pada pusing baca artikel yg saya tulis.. ada yg bilang belom sampe sana ilmu nya wakakakak…
oya, sesuai dengan tulisan anda nih, saya tidak menolak kesempatan ketika ada supplier meminta saya untuk bergabung menjual vcc..
hasilnya? sekarang saya hidup tenang di rumah.. dan ketika giliran saya yang menawarkan kesempatan yang sama.. tidak ada seorangpun yang mau mengambilnya.. too bad!
[balas komentar]
rekanbisnisku Reply:
January 8th, 2009 at 9:22 am
blog anda rame komentar yah.. beda sm blog saya.. wekekeke.. soalnya orang2 pada pusing baca artikel yg saya tulis.. ada yg bilang belom sampe sana ilmu nya wakakakak…
itu sih mengena banget
tapi sukses buat mas Hengky lah
[balas komentar]
Arief Maulana Reply:
January 9th, 2009 at 10:14 am
Iya mas… sayang banget. Aku kalo ada dana cash (tanpa memotong simpanan untuk dana kuliah), pasti tak ambil itu hak vcc. Sekarang aja beli script tertunda melulu… ada aja keperluan yang mesti menggunakan anggaran tersebut.
[balas komentar]
Kesempatan yang sama tidak datang dua kali…
ambil atau menyesal..
http://www.tabloidkomputer.blogspot.com
[balas komentar]
kepanjangan mas postingnya………..biar tetep semangat "KEBERUNTUNGAN "ada di sebelah……ada saran buat blog ana..?
[balas komentar]
Arief Maulana Reply:
January 9th, 2009 at 10:17 am
sebentar ya mas syahru… belum sempet silaturahi ke temen2. Waktunya masih tak fokusin buat belajar. Kan masih UAS
[balas komentar]
ciiip mas arif… blm ta baca, saya save dulu.
selamat menempuh uas, moga sukses uasnya
http://LendraAndrian.comFTI-ITS juga..
[balas komentar]
Arief Maulana Reply:
January 8th, 2009 at 12:20 pm
Ngga apa-apa, yang penting buat saya artikel ini bisa bermanfaat dan menginspirasi banyak orang!
Saya lihat, mas lendra sudah punya web bisnis sendiri ya! Mantap. Mestinya saya yg belajar banyk ke Mas!
[balas komentar]
selalu membuka diri akan peluang yang ada, adlah salah satu sifat orang yang ingin sukses, apabila didalam dirinya sudah tertanam pikiran yang negatif akan peluang tersebut sebelum dia mencobnya, maka selamanya dia tidak akan bisa merubah nasibnnya..ingat, hanya diri kitalah yang bisa merubah nasib kita sendiri..
met uas ya mas, belajar yang rajin, ingat waktu kuliah dulu.hehehe
salam sukses selalu
[balas komentar]
sama juga waktu nembak cewek ya mas, terlambat nembak, eh sudah di tembak orang lain.heheh
[balas komentar]
Dengarkan dulu setiap peluang dan kesempatan yang ditawarkan oleh teman, saudara atau tetangga Anda. Boleh jadi mereka adalah bagian dari rencana Tuhan untuk menolong dan mengubah kehidupan Anda menjadi lebih baik
ini merupakan bagian yang harus saya dapatkan
tengkiu mas
jangan kapok ngasih komen ke blog saya
[balas komentar]
Arief Maulana Reply:
January 9th, 2009 at 10:18 am
Oke mas… tapi ngga sekarang yah! Belum ada waktunya
[balas komentar]
Arief Maulana Reply:
January 9th, 2009 at 11:44 am
masih UAS
[balas komentar]
Berkali-kali kesempatan itu datang
berkali-kali pula ditendang
Sungguh itulah kerugian hidup yang nyata.
Manfaatkan masa sempatmu sebelum datang masa sempitmu.
Btw, artikelnya sangat menggugah Mas! Selamat menikmati UAS ya, semoga sukses!
BISNIS GURU : Your partner Succes
[balas komentar]
Yang sulit adalah mengenali bahwa itu merupakan peluang emas. Seperti yang diungkapkan Mas Arief itu.
[balas komentar]
Wah, ketauan deh suka nembak-nembak cewek. Bagi-bagi donk tipsnya Pren!
pakai kursus segala gak? hehehe…
[balas komentar]
Arief Maulana Reply:
January 8th, 2009 at 12:15 pm
Lho tak pikir mas umar dah punya istri dan anak. Hehehe…
[balas komentar]
Cihuii…klop banget dah ma artikelnya Mas Yanuar. Lagi-lagi harus sabar.
Allah SWT. juga bersama orang-orang yang sabar lho!
[balas komentar]
nice info mas…artikelnya sangat menginspirasi sekali…sukses untuk UASnya yaa…
[balas komentar]
Habis negara kita saat ini sedang "gelap" mas. Sayangnya lebih banyak yg suka memaki kegelapan daripada menjadi lilin penerang…
[balas komentar]
Jam terbang mas yanuar! Banyak melakukan kesalahan ketika mengambil kesempatan juga bisa menjadi media pembelajaran untuk kita. Dengan demikian bisa mengasah kejelian kita melihat "emas"
[balas komentar]
Terima kasih untuk rekan-rekan yang udah mendoakan kelancaran UAS saya. Sekali lagi maaf belum bisa meladeni Anda semua dengan maksimal.
[balas komentar]
mas arif.. saya juga pingin mengambil kesempatan….. tolong dibimbing ya…
[balas komentar]
Arief Maulana Reply:
January 9th, 2009 at 10:19 am
Beres. Oh ya mas… coba tinggalin link blognya mas di bawah comment. Biar saya mudah mengunjunginya. Soalnya mas kasih koment dalam kondisi login intense debate. Jadi kalo di klik masuk ke member area intense debate.
[balas komentar]
oke mas… thx tanggapannya…. ini alamat rumakhu mas…
aku tunggu loo…
http://madhysta.com
[balas komentar]
Halo /rief… gmn UAS nya? Dah kelar blm..? Wah aku dari dulu pengin tukeran link cm kemaren2 blog ku blm 100% ready sih. Nah skrg kayaknya sdh waktunya bangun silaturahmi. Tukeran link ya, and link ke blog motivasi mu sdh aku pasang di Blog Walkers ku. Thx ya sebelumnya.
[balas komentar]
Arief Maulana Reply:
January 9th, 2009 at 11:47 am
Oke mas… tapi saya kok merasa ada yang janggal ya sama blog Anda. Statistiknya apa memang benar demikian mas? Atau startingnya dimulai tidak dari o. Hayo… mana yang bener, hehehe…
[balas komentar]
Arief Maulana Reply:
January 9th, 2009 at 11:48 am
mending mulai dari 0 aja mas. Ketahuan lho. Masa baru 4 artikel udah mpe 6000 visitor. Ingat segala sesuatu yg tidak dimulai dari kejujuran, ngga berkah!
[balas komentar]
ayo, ambil kesempata sekarang juga…
walau kesempatan itu kecil, tapi sangat bermanfaat…
[balas komentar]
Hebat Arief anakku ini,tulisannya selalu saya tunggu,membaca tulisan ini saya teringat kembali thn 91 anak sulungku Idris / Idrismps@yahoo.com, waktu lulus SMA ada tawaran kontes mekanik dari PT Astra, lawan2nya itu mekanik2 AHASS yang sudah handal se DKI, Banten, dan Lampung karena ini tawaran yang gak selalu datang setiap waktu saya sarankan untuk ikut serta,Alhamdulillah ia ABG masuk 10 peserta yang lulus dari 60 peserta dan dapat kesempatan Training dinegerinya Kaisar Akihito dengan fasilitas Astra.pas dengan tulisannya Arief tangan tuhan memberi kesempatan.
Salam dari Idris, kemaren sms saya dia bahas juga blognya Arief, Idris alumni MI Gunadarma, sekarang sedang menunggu kelahiran anak ketiganya/cucu ke 5 saya minta doa untuknya ya mas Arief.
[balas komentar]
Arief Maulana Reply:
January 9th, 2009 at 10:22 am
Terima kasih Pak Aspuri.
Mas Idris disuruh main-main kesini aja Pak, biar bisa ikutan kasih komentar bahkan masukan ke temen-temen yang ada disini.
[balas komentar]
??? ???? :)
[balas komentar]
Mas Arief, biar lebih nyaman, bgmn kalau sistem coment-nya dibikin seperti dulu lg, jd setiap koment tidak perlu isi lagi nama, email dan blog url. Seperti punyanya Pak Joko dan Mas Wawan, sukses mas di UAS.
[balas komentar]
ariefmaulana Reply:
January 9th, 2009 at 11:43 am
Mas sumartono… saya juga pengen seperti itu. Tapi ada dua alasan kenapa saya mempertahankan intense debate.
1. Fitur comment ini memungkinkan kita untuk saling reply dengan menampilkan gravatar (wujud penghargaan ke comentator sekalian nunjukin wajah yg comment).
2. Kalo pengen praktis, sign up aja ke intense debate. Ntar kalo kondisi login, ngga perlu lagi kok isi nama, email, dll.
Lagi pula, rekan-rekan lain ngga ada masalah. Hehehe…
[balas komentar]
Bagus Rif kisah sang kakek juga penjelasan kamu mengenai kisah tersebut
[balas komentar]
arief maulana Reply:
January 11th, 2009 at 7:04 pm
Terima kasih mas abi!
[balas komentar]
hemm gmana mas arif kabarnya… saya buka blog mas kok lemot ya
tlg kasih komen blog saya mas. baru lahir kemarin sore, hehe
http://lendraandrian.com
trims
[balas komentar]
arief maulana Reply:
January 21st, 2009 at 6:51 pm
@leend,
alhamdulillah baik2 saja. Masa sih, kata teman2 lain ngga.
Maaf belum sempat kesana… masih ribet kerj praktek!
[balas komentar]
[...] dan mencari tahu sosok profil D. Hingga akhirnya saya menemukan website bisnisnya yang luar biasa. Melihat peluang yang dahsyat tersebut, saya pun tidak berpikir terlalu lama untuk take action dan be…. Mengapa karena sistemnya sangat powerfull untuk mendongkrak sistem bisnis affiliasi yang saya [...]
Artikel yang sarat makna, inspirasi dalam hidup
caayoo mas, terus semangat bikin artikel yang luar biasa lagi
saya dorong deh dari belakang hehehe
[balas komentar]
mau berbagi neh, semoga bermanfaat
http://detikbisnis.blogspot.com/2009/01/ayah-juga-lupa.html
[balas komentar]
Betul Mas Arief kesombongan seringkali membutakan mata hati, sehingga kita tidak bisa melihat mana peluang dan kesempatan..
Salam Sukses…Fantastis!!!
[balas komentar]
Betul Mas Arief kesombongan seringkali membutakan mata hati, sehingga kita tidak bisa melihat mana peluang dan kesempatan..
Salam Sukses…Fantastis!!!
Sekalian mampir mas arief..klo sempet cakpupung.blogspot.com:tq before
[balas komentar]
arief maulana Reply:
January 23rd, 2009 at 12:10 am
@Pupung, sudah mampir kang… cuma belum sempet koment aja!
[balas komentar]
[...] jelas, sejak awal melihat info ini saya langsung TAKE ACTION MEMBELI PRODUKNYA. Saya melihat sebuah peluang besar dalam peningkatan kualitas income dari bisnis afiliasi / reseller yang memang saat ini tengah [...]
oh iya, bisa tukeran link mas?
[balas komentar]
arief maulana Reply:
January 30th, 2009 at 2:46 am
@Lendra Andrian, bisa. Pasang dulu link saya, konfirmasi biar bisa saya chek. Kalau sudah ntar saya pasang balik…
[balas komentar]
Artikelnya mas arif Top benget, sangat2 memberi inspirasi, saya udah membaca beberapa artikelnya mas,
memang siip.
sedang sibuk apa ini?
Btw mas ne angkatan berapa di FTK?
[balas komentar]
arief maulana Reply:
January 30th, 2009 at 2:48 am
@Lendra Andrian, saya angkatan 2005. Lendra sendiri?
[balas komentar]
kadang ego dapat mengalahkan nalar..
[balas komentar]