Review ASUS ZenBook 13 UX331FAL (versi orang awam)

Ngga berasa sudah lebih dari 5 tahun saya menggunakan Asus X202E Vivobook. Saya beli sekitar bulan April 2014. Sampai sekarang pun masih saya gunakan untuk pekerjaan kantor, lantaran laptop jatah dari kantor bermasalah dan belum dapet gantinya. Bisa jadi kalau diterusin, kayanya bakal sama kaya laptop saya sebelumnya yang sampai berumur 7 tahun, sebelum akhirnya K.O.

Awal mula cerita saya ganti ke ASUS ZenBook 13 UX331FAL adalah selain karena laptop kantor sudah jebol, juga karena laptop Asus yang lama bisa dibilang lemot jika saya install macem-macem. Pernah coba update ke OS Windows 10, malah soundnya ngga jalan. Akhirnya balik ke Windows 8. Software Ms. Office pun mentok di versi 2013. Itupun bukanya lemot. Belum lagi on off-nya.

Nah karena akhirnya saya gunakan juga untuk pekerjaan kantor, maka praktis saya butuh 1 laptop lagi untuk urusan bisnis dan pekerjaan profesional di luar kerjaan kantor. Karena kalau disatukan, kayanya laptop lama juga ngga bakal bertahan lama, hahaha… Dari situ kemudian saya mulai mencari informasinya.

Awalnya sempat kepikiran untuk beralih ke MacBook Air. Selain karena enteng dibawa ke mana-mana, produk besutan Apple ini juga dikenal awet, jarang kena virus, baterainya tahan lama, dan tentu saja prestisnya juga dapet. Tapi berhubung waktu nyariin yang keluaran 2019 susaaah bukan main dan ada pertimbangan waktu untuk adaptasi (sementara project bejibun), akhirnya saya putuskan balik ke laptop berbasis OS Windows aja lah. Mestakungnya belum dapet. Mungkin belum waktunya.

Jadilah saya berkonsultasi dengan seorang temen yang cukup ngerti urusan beginian. Setelah saya jelasin kebutuhan saya. akhirnya beliau rekomendasiin untuk beli Asus Zenbook 13 aja. Secara umum, sama entengnya kaya Mac, batere juga lumayan lhaa agak lama, dan dari segi harga juga lebih terjangkau ketimbang beli Mac.

Dan ini dia review versi orang awam, setelah menggunakan kurang lebih 2 minggu.

Read More

Cara Memaknai Kehidupan


Sudah dua hari ini, saya mendengarkan AUDIO CD Happines Revolultion yang dibawakan oleh Pak Tung Desem Waringin. Sesuai judulnya, isinya ya tentang bagaimana menjalani hidup tetap hepi, apapun kondisinya. Kalaupun ada hal yang bikin ngga hepi, ngga perlu waktu lama untuk berubah jadi hepi lagi.

Dari sekian banyaknya materi yang disampaikan (durasi kurang lebih 5 jam), ada satu bagian yang menurut saya cukup menarik, yaitu tentang bagaimana kita memaknai kehidupan. Kalau dalam bahasa Pak Tung, ilmu memberi arti.

Singkat kata,

“Kehidupan itu sejatinya NETRAL dan tidak memiliki makna sampai kemudian kita memberi makna di situ.”

Jadi agar menjalani hidup jadi enak dan penuh makna, sekalipun ketika kita mengalami kejadian tidak enak, maka Pak Tung sendiri memberikan rumusan ILMU MEMBERI ARTI dalam bentuk 3 pertanyaan. Dimana 3 pertanyaan ini, kalau bisa kita jawab, maka hidup akan punya arti dan kita terpacu untuk punya kualitas hidup yang lebih baik lagi ke depannya.

Apa saja 3 pertanyaan ini?

Read More

Langkah-Langkah Menjadi Seorang Miliarder (Grant Cardone)


Kemarin pagi saya berkesempatan untuk berdikusi dengan salah satu mentor saya di bisnis Milagros, yang sekarang berada di posisi Executive Leader dengan penghasilan 30 juta per bulan. Kami berdiskusi tentang setting goal yang menjadi latar belakang kenapa akhirnya saya memutuskan terjun di bisnis ini.

Semua dimulai dari pertanyaan beliau, kenapa saya mengejar angka 4 milyar mengendap di tabungan, sebelum usia 40 tahun dan apa alasan di balik itu semua.

Usut punya usut, ternyata beliau sedang menyaksikan video Grant Cardone, saat mengajari tim penjualannya tentang 5 langkah menjadi  miliarder. Videonya, bisa Anda lihat di bawah.

Ini menjadi semakin menarik, karena setelah saya menyaksikan videonya, ternyata sama polanya dengan yang diajarkan oleh beberapa miliarder seperti Tung Desem Waringin atau Robert T. Kiyosaki. Dan saya bersyukur, saat ini sudah berada di track yang benar.

Nah pada kesempatan kali ini, izinkan saya berbagi sedikit apa yang sudah saya tangkap dari video tersebut. Barangkali ada dari Anda memiliki kesulitan menerjemahkan video yang disajikan dalam bahas inggris tersebut, mudah-mudahan catatan saya di bawah ini bisa membantu.
_

Read More

Komitmen Diri Yang Lemah

Komitmen Diri


Gambar di atas adalah salah satu dari sekian banyak dagelan di Republik Ungu, komunitas support bisnis Milagros. Terlihat iseng, namun sangat menyentil kebanyakan Mitra yang bergabung di Milagros dengan mindset seperti judi. Bergabung dan berharap segalanya berjalan otomatis tanpa usaha apapun. Seperti judi, siapa tahu beruntung.

Inilah gambaran kebanyakan orang pada umumnya. Memiliki impian besar, namun ketika diminta melakukan kerjanya mikir setengah mati. Jangan kerjanya, belajar agar bisa melakukan kerjanya saja susah setengah mati. Tapi harapannya tinggi menjulang.

Oleh karena itu, mengingat basis utama bisnis Milagros yang saya jalankan adalah filtering atau menyaring dan bukan convincing atau meyakinkan orang lain, maka sedari awal sudah saya sampaikan kepada Mitra baru bahwa berpindah perusahaan atau bisnis tidak akan menyelesaikan permasalahan mereka jika komitmen mereka dengan dirinya sendiri belum beres.

Silahkan jawab beberapa pertanyaan di bawah ini:

Read More

Memaksimalkan 3 Aset Untuk Sukses

Jamil Azzaini


Tanggal 26 Januari 2019 kemarin saya bersama beberapa Mitra Bisnis Milagros berkesempatan untuk hadir di event Milagros Celebration Day #5 yang diselenggarakan oleh PT. Milagros Indonesia Megah dan Great System. Sebuah event yang cukup meriah dan dihadiri oleh kurang lebih 2000 Mitra Bisnis Milagros se-Indonesia.

Event ini merupakan perayaan atas prestasi para Mitra Bisnis Milagros yang telah membuktikan komitmen dan kerja kerasnya selama setahun terakhir. Untuk itu, selain rekognisi para peraih posisi dan reward, dihadirkan juga pembicara-pembicara kelas nasional seperti Pak Jamil Azzaini dan Pak Tung Desem Waringin.

Nah pada postingan ini, saya ingin berbagi kepada Anda tentang salah satu materi yang dibawakan oleh Pak Jamil Azzaini, khususnya pada bagian memaksimalkan 3 aset untuk sukses atau mencapai impian kita. Apa saja 3 aset tersebut? Aset fisik, aset pikiran dan aset hati.

Read More